Bahlil Endus Pelanggaran Bikin Antrean BBM Mengular di Makassar

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap penyebab antrean bahan bakar minyak (BBM) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Diterbitkan 14 September 2026, 17:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan masalah bahan bakar minyak (BBM) di Makassar, Sulawesi Selatan. Temuannya ada kendaraan yang dimodifikasi khusus untuk membeli BBM dengan jumlah banyak.

Bahlil mengatakan, pasokan BBM subsidi seharusnya bisa mencukupi. Apalagi ada cadangan hingga 20 hari operasi, dan melebihi kebutuhan nasional. Sementara, disparitas harga dari BBM subsidi ke non-subsidi yang terlampau jauh, mendorong hanyak pihak beralih.

"Masalahnya sekarang adalah, banyak orang yang awalnya tidak memakai minyak subsidi, BBM subsidi, sekarang shifting ke pindah subsidi. Ini karena harganya melonjak, itulah yang terjadi di sebagian di Makassar," ungkap Bahlil dalam InTechSEA 2026, di Four Season Hotel, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Dia mengatakan dengan jumlah cadangan BBM subsidi 20 hari operasi tadi seharusnya tidak menimbulkan antran panjang dan mengular. Ternyata masalahnya tidak sebatas peralihan kendaraan mewah menggunakan BBM subsidi, melainkan ada kendaraan besar yang membeli dengan jumlah banyak.

"Aku sudah cek, apa ini masalahnya? Karena cadangan nasional kita 20 hari, harusnya tidak logis masa terjadi antre. Ternyata Bapak Ibu semua, saya minta tolong kerja sama-sama pihak kepolisian, itu adalah ada sebagian yang shifting," ungkapnya.

"Tapi jauh lebih dari itu adalah ada mobil-mobil pajero, mobil-mobil truk, bikin tanki gede, besar sampai 700 liter, satu ton, isi minyak di situ. Dalam hati saya ini bagaimana model begini? Kalau begini, mau tunggu Menteri ESDM dari langit pun akan seperti ini. Ini yang terjadi bos, bingung kita," dia menambahkan.

Bahlil menegaskan lagi cadangan BBM bukan merupakan suatu masalah. Hanya saja ada indikasi praktik panci buying, kata Bahlil, misalnya sebagian kendaraan ikut mengantre meski tanki BBM-nya belum kosong.

"Jadi, untuk cadangan nasional kita, tidak ada masalah," ujarnya.

"Bahkan ada beberapa indikasi, sengaja motor dan mobil itu antre, tankinya belum kosong sudah antre, isinya ada yang cuma 15 liter, 10 liter, 20 liter. Saya gak ngerti apa yang terjadi di sana, tapi kira-kira itulah faktanya," imbuhnya.

 

Antrean Diklaim Mulai Landai

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkoordinasi untuk meningkatkan kapasitas penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kota Makassar. Salah satunya dengan 25 SPBU beroperasi selama 24 jam.

Kondisi antrean BBM Subsidi di Kota Makassar semakin landai. Dari total 45 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang melayani masyarakat, lebih dari 35 SPBU atau sekitar 80% telah menunjukkan kondisi antrean yang semakin kondusif.

Seiring dengan membaiknya kondisi tersebut, waktu tunggu masyarakat untuk mendapatkan BBM juga semakin singkat. Perbaikan kondisi antrean ini merupakan hasil dari upaya koordinasi dan kolaborasi yang dilakukan antara Patra Niaga bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan dan mengatur penyaluran BBM Subsidi di lapangan.

 

Tambah Pelayanan BBM

Sejumlah upaya telah dilakukan, antara lain penambahan operator dan jalur pelayanan BBM Subsidi di sejumlah SPBU, pengoperasian 25 SPBU selama 24 jam, serta penambahan titik penyaluran melalui SPBU Modular di Center Point of Indonesia (CPI).

Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk menambah kapasitas pelayanan sekaligus memberikan alternatif titik pengisian bagi masyarakat. Selain langkah yang telah dilakukan, sejumlah upaya masih terus berjalan dan dioptimalkan.

Pengoperasian SPBU selama 24 jam, penambahan operator dan jalur pelayanan, serta operasional SPBU Modular di CPI terus dipantau untuk memastikan kapasitas tambahan dapat dimanfaatkan secara optimal.

 

Ganjil Genap

Pengaturan sistem ganjil-genap juga masih diterapkan sesuai ketentuan untuk membantu menjaga kelancaran dan ketertiban pelayanan di SPBU. Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan semakin landainya antrean di mayoritas SPBU merupakan hasil dari sinergi dan evaluasi yang terus dilakukan bersama Pemerintah Daerah.

"Dari total 45 SPBU di Kota Makassar, lebih dari 35 SPBU atau sekitar 80 persen sudah menunjukkan kondisi antrean yang semakin kondusif. Waktu tunggu masyarakat juga semakin singkat. Berbagai langkah yang telah kami lakukan masih terus berjalan dan kami optimalkan bersama Pemerintah Daerah agar kondisi pelayanan BBM Subsidi terus membaik,” kata Okky dikutip dari keterangan resmi, Senin, (14/9/2026).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6