Aksi Kecil Menjaga Bumi dan Lapisan Ozon Sambut Hari Ozon Internasional

Aksi kecil menjaga bumi dan lapisan ozon Sambut Hari Ozon Internasional bisa dimulai dari rumah sendiri.

Diterbitkan 15 September 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aksi kecil menjaga bumi dan lapisan ozon menjadi topik yang kembali ramai dibicarakan setiap tanggal 16 September, bertepatan dengan peringatan Hari Perlindungan Lapisan Ozon Internasional atau World Ozone Day. Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa langkah sederhana dari rumah tangga bisa berdampak besar bagi kelestarian atmosfer bumi.

Lapisan ozon berfungsi sebagai perisai alami yang menyaring radiasi ultraviolet (UV-B) dari matahari sebelum mencapai permukaan bumi. Tanpa lapisan ini, manusia, hewan, dan tumbuhan akan jauh lebih rentan terhadap kanker kulit, katarak, hingga penurunan hasil panen.

Kabar baiknya, kondisi lapisan ozon dunia perlahan membaik berkat kerja sama internasional selama lebih dari tiga dekade. Namun, pemulihan ini tetap membutuhkan kontribusi setiap orang agar prosesnya tidak melambat atau bahkan berbalik arah.

Berikut adalah aksi kecil menjaga bumi dan lapisan ozon sambut Hari Ozon Internasional dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (15/9/2026).

Apa Itu Hari Perlindungan Lapisan Ozon Internasional?

Hari Perlindungan Lapisan Ozon Internasional adalah peringatan tahunan yang jatuh setiap 16 September untuk mengenang penandatanganan Protokol Montreal pada 1987. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal ini sejak 1994 sebagai momentum global untuk mendorong aksi nyata melindungi lapisan ozon.

Protokol Montreal sendiri merupakan perjanjian internasional yang mengatur penghapusan bertahap produksi dan konsumsi zat perusak ozon (ODS), seperti klorofluorokarbon (CFC), halon, dan hidroklorofluorokarbon (HCFC). Zat-zat ini banyak ditemukan pada pendingin ruangan, kulkas, aerosol, hingga alat pemadam kebakaran.

Menurut UNEP Ozone Secretariat, Protokol Montreal tercatat sebagai satu-satunya perjanjian PBB yang berhasil diratifikasi secara universal oleh 198 negara anggota. Pencapaian ini menjadikannya salah satu perjanjian lingkungan paling sukses sepanjang sejarah.

Sejarah Singkat Protokol Montreal dan Perlindungan Ozon

Kesadaran akan bahaya penipisan ozon muncul sejak akhir 1970-an, ketika para ilmuwan menemukan lubang besar di lapisan ozon Antartika. Temuan ini mendorong lahirnya Konvensi Wina pada 1985, yang kemudian diperkuat dengan Protokol Montreal dua tahun berikutnya.

Sejak saat itu, negara-negara dunia sepakat untuk mengurangi, bahkan menghentikan produksi zat kimia berbahaya bagi ozon. Amerika Serikat, misalnya, telah melarang penggunaan CFC sebagai bahan pendorong aerosol sejak 1978, sebagaimana dijelaskan oleh Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau Environmental Protection Agency (EPA).

Melansir dari laman resmi EPA, satu atom klorin yang lepas ke atmosfer dapat merusak lebih dari 100.000 molekul ozon, sementara bromin memiliki daya rusak sekitar 40 kali lebih besar. Fakta ini menegaskan mengapa pengendalian zat kimia rumah tangga sekecil apa pun tetap penting untuk dilakukan secara konsisten.

Kondisi Lapisan Ozon Terkini, Kabar Baik dari Sains

Upaya global selama puluhan tahun mulai membuahkan hasil nyata. Melansir dari NASA Science, lubang ozon di atas Antartika pada 2024 tercatat sebagai salah satu yang terkecil sejak proses pemulihan dimulai pada 1992.

Laporan penilaian ilmiah bertajuk Scientific Assessment of Ozone Depletion: 2022 yang disusun WMO dan UNEP (World Meteorological Organization & United Nations Environment Programme, 2022) turut mengonfirmasi bahwa hampir 99 persen zat perusak ozon telah berhasil dihapuskan secara global. Berdasarkan proyeksi tersebut, lapisan ozon diperkirakan pulih ke kondisi tahun 1980 dengan perkiraan waktu berikut.

Wilayah Perkiraan Waktu Pemulihan
Antartika Sekitar tahun 2066
Kutub Utara (Arktik) Sekitar tahun 2045
Rata-rata global Sekitar tahun 2040

Selain memulihkan ozon, Amendemen Kigali yang melengkapi Protokol Montreal juga diproyeksikan mampu mencegah kenaikan suhu bumi hingga 0,5 derajat Celsius pada akhir abad ini, sebagaimana disampaikan UNEP dalam siaran persnya. Angka ini menunjukkan bahwa perlindungan ozon dan penanganan perubahan iklim sebenarnya berjalan beriringan.

Peran Indonesia dalam Melindungi Lapisan Ozon

Indonesia turut ambil bagian aktif dalam gerakan global ini. Melansir laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI, Indonesia telah meratifikasi Protokol Montreal tentang Bahan Perusak Ozon (BPO) melalui Keputusan Presiden Nomor 23 Tahun 1992, kemudian dilanjutkan dengan pengesahan Amendemen Kigali lewat Peraturan Presiden Nomor 129 Tahun 2022.

Amendemen Kigali secara khusus mengatur pengurangan bertahap penggunaan Hydrofluorocarbon (HFC), yaitu zat yang tidak merusak ozon tetapi memiliki potensi pemanasan global tinggi. Melalui aturan ini, pemerintah mendorong industri pendingin ruangan dan kulkas beralih ke teknologi yang lebih ramah lingkungan.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ozon Sedunia 2026, KLH RI turut menggelar sejumlah kegiatan publik, seperti lomba karya tulis dan kompetisi konten kreatif bertema ozon, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap isu ini.

Tema Hari Ozon Sedunia 2026: Aksi Global untuk Planet yang Lebih Sejuk

Tahun ini, peringatan Hari Ozon Sedunia mengusung tema global "Global Action for a Cooler Planet" atau Aksi Global untuk Planet yang Lebih Sejuk, sekaligus merayakan satu dekade pendinginan berkelanjutan di bawah Amendemen Kigali. Melansir dari UNEP Ozone Secretariat, tema ini menyoroti tantangan besar terkait akses pendinginan yang adil sekaligus berkelanjutan di tengah suhu bumi yang terus meningkat.

Direktur Eksekutif UNEP menegaskan bahwa penerapan penuh Amendemen Kigali, jika dipadukan dengan teknologi pendingin hemat energi, berpotensi menghindarkan bumi dari kenaikan suhu yang jauh lebih besar. Tema ini menjadi pengingat bahwa upaya melindungi ozon tidak hanya soal ozon semata, tetapi juga erat kaitannya dengan krisis iklim secara keseluruhan.

Sederet Langkah Sederhana Melindungi Bumi dan Lapisan Ozon Sehari-hari

Melindungi lapisan ozon tidak selalu membutuhkan langkah besar atau kebijakan rumit. Ada banyak langkah sederhana yang bisa dimulai dari rumah maupun aktivitas sehari-hari berikut ini.

1. Rawat AC dan Kulkas secara Berkala

Peralatan seperti AC dan kulkas menggunakan zat pendingin (refrigeran) yang sebagian masih berpotensi merusak ozon apabila bocor ke udara. Melakukan servis rutin di teknisi resmi dan segera memperbaiki kebocoran refrigeran adalah langkah sederhana namun berdampak nyata.

Saat mengganti perangkat lama, pilih produk dengan refrigeran ramah ozon yang kini semakin banyak tersedia di pasaran. Hindari juga membuang kulkas atau AC bekas sembarangan, karena zat pendingin di dalamnya perlu dikelola khusus agar tidak lepas ke atmosfer.

2. Bijak Memilih dan Menggunakan Produk Aerosol

Meski penggunaan CFC pada aerosol sudah dilarang di banyak negara sejak akhir 1970-an, sebagian produk semprot rumah tangga masih menggunakan bahan kimia yang berpotensi mencemari udara. Membaca label kemasan dan memilih produk berlabel ramah ozon adalah kebiasaan sederhana yang patut dibiasakan.

3. Hemat Energi Listrik di Rumah

Mematikan lampu dan peralatan elektronik yang tidak digunakan, memanfaatkan cahaya alami, serta mengatur suhu AC secukupnya membantu mengurangi beban pembangkit listrik. Sejalan dengan tema Hari Ozon Sedunia 2026, penghematan energi juga mendukung sistem pendinginan yang lebih berkelanjutan.

4. Kurangi Emisi dari Kendaraan Pribadi

Beralih ke transportasi umum, bersepeda, berjalan kaki untuk jarak dekat, atau menggunakan kendaraan secara bergantian (carpooling) dapat menekan emisi gas buang. Meski efeknya lebih terasa pada kualitas udara dan iklim, langkah ini tetap sejalan dengan semangat menjaga atmosfer bumi secara menyeluruh.

5. Tanam Pohon dan Rawat Ruang Hijau

Pohon berperan menyerap karbon dan menjaga kualitas udara di sekitar lingkungan tempat tinggal. Menanam pohon di pekarangan rumah, mengikuti gerakan penghijauan komunitas, atau sekadar merawat tanaman di rumah adalah kontribusi nyata yang mudah dilakukan siapa saja.

6. Kelola Sampah dengan Benar, Hindari Membakar Sampah

Membakar sampah, terutama sampah plastik dan busa (foam), berpotensi melepaskan senyawa berbahaya ke udara. Memilah sampah, mendaur ulang barang yang masih bisa dipakai, dan membuang sampah pada tempatnya adalah kebiasaan sederhana yang turut menjaga kualitas atmosfer.

7. Dukung dan Sebarkan Informasi yang Akurat

Berbagi informasi valid tentang pentingnya lapisan ozon kepada keluarga, teman, atau melalui media sosial dapat memperluas kesadaran kolektif. Edukasi sederhana ini membantu lebih banyak orang memahami bahwa melindungi bumi dan ozon adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya urusan pemerintah atau industri besar.

Mengapa Aksi Kecil Ini Tetap Penting bagi Masa Depan Bumi?

Keberhasilan Protokol Montreal membuktikan bahwa kolaborasi global bisa menyelesaikan persoalan lingkungan besar, asalkan konsisten dijalankan. Namun, para ilmuwan mengingatkan bahwa proses pemulihan ozon yang diproyeksikan rampung antara 2040 hingga 2066 tetap bisa terganggu apabila muncul zat perusak ozon baru atau kepatuhan global melonggar.

Di titik inilah peran individu menjadi relevan. Kebiasaan sehari-hari, seperti merawat peralatan pendingin, menghemat energi, dan mengelola sampah dengan bijak, memang tampak kecil. Namun, jika dilakukan secara konsisten oleh jutaan orang, dampaknya dapat memperkuat komitmen global yang sudah dibangun sejak 1987.

Peringatan Hari Perlindungan Lapisan Ozon Internasional setiap 16 September menjadi momentum tepat untuk mengingat kembali bahwa menjaga bumi bukan hanya tugas pemerintah atau perusahaan besar. Setiap orang punya peran, sekecil apa pun kontribusinya, untuk memastikan generasi mendatang tetap bisa hidup di bawah langit yang terlindungi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Hari Ozon

1. Apa itu Hari Perlindungan Lapisan Ozon Internasional?

Peringatan tahunan setiap 16 September yang ditetapkan PBB sejak 1994 untuk mengenang penandatanganan Protokol Montreal pada 1987, perjanjian global yang mengatur penghapusan zat perusak ozon.

2. Mengapa lapisan ozon penting bagi kehidupan di bumi?

Lapisan ozon menyerap sebagian besar radiasi ultraviolet (UV-B) matahari. Tanpa lapisan ini, manusia lebih rentan kanker kulit dan katarak, sementara ekosistem dan hasil pertanian juga bisa terganggu.

3. Apa aksi kecil paling mudah untuk melindungi lapisan ozon?

Merawat AC dan kulkas secara berkala, memilih produk beraerosol ramah ozon, menghemat energi listrik, serta mengelola sampah dengan benar adalah beberapa langkah sederhana yang bisa dimulai dari rumah.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6