Kronologi Puluhan Warga Keracunan, Satu Meninggal

Makanan yang disajikan yaitu semur jengkol, ati ayam, serundeng kelapa dan mi bihun

Diterbitkan 15 September 2026, 18:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 25 warga Dusun Bluro, Kampung Terbanggi Mulya, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, mengalami gejala keracunan setelah menyantap hidangan dalam acara yasinan dan tahlilan. Dari puluhan warga yang mengalami keluhan kesehatan tersebut, seorang perempuan bernama Nanik (42) meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis.

Peristiwa itu bermula pada Sabtu (12/9/2026) pukul 20.00 WIB. Saat itu, warga menghadiri acara yasinan dan tahlilan di rumah Fajar, warga Dusun Bluro.

Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon mengatakan, setelah rangkaian yasinan dan tahlilan selesai, warga dipersilakan menikmati makanan yang telah disediakan oleh tuan rumah.

"Makanan yang disajikan yaitu semur jengkol, ati ayam, serundeng kelapa dan mi bihun," kata Charles, Selasa (15/9).

Dia bilang, bahan makanan disiapkan oleh tuan rumah, sedangkan proses memasak dilakukan oleh warga sekitar.

"Makanan tersebut dimasak pada siang hari sebelum acara berlangsung. Kemudian hidangan dibagikan kepada warga pada malam harinya setelah kegiatan tahlilan selesai," jelasnya.

Warga yang menyantap hidangan tersebut kemudian mulai mengalami gejala sakit. Keluhan muncul secara bertahap hingga keesokan harinya.

Sejumlah warga mengalami mual, pusing, diare, muntah, badan lemas hingga perut terasa melilit.

Warga yang mengalami gejala kemudian mendapatkan pemeriksaan medis. Korban dengan kondisi lebih berat dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk menjalani perawatan.

Beberapa korban mendapat perawatan di Klinik Mandala Medical Center, Alsyila Medica dan Klinik Panca Siger Medica.

Di Klinik Mandala Medical Center, sejumlah pasien mengalami diare, mual dan muntah. Ada pula korban yang mengeluhkan pusing, demam dan tubuh lemas.

Nanik menjadi salah satu warga yang menjalani perawatan di Klinik Mandala Medical Center. Namun, kondisi korban memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Senin (14/9) sekitar pukul 07.30 WIB.

Kematian Nanik membuat dugaan keracunan massal tersebut mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian dan tenaga kesehatan.

Polisi melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab puluhan warga mengalami sakit setelah menyantap hidangan tahlilan.

Petugas telah menerima laporan, mendatangi lokasi kejadian, berkoordinasi dengan tenaga medis, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak. Polisi juga mengamankan sampel makanan yang disajikan dalam acara tersebut.

"Sampel makanan diamankan dan dibawa ke laboratorium," ungkapnya.

Sampel tersebut selanjutnya diperiksa untuk mengetahui apakah makanan yang disantap warga berkaitan dengan munculnya gejala keracunan.

Hingga kini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti sakit yang dialami 25 warga tersebut, termasuk untuk mengetahui makanan atau faktor lain yang diduga menjadi pemicunya.

Â