Gunung Semeru Erupsi, Warga Dengar Suara Gemuruh Kuat

Gunung Semeru pada Selasa dini hari mengalami erupsi disertai suara gemuruh kuat yang terdengar oleh warga.

Diterbitkan 15 September 2026, 08:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lumajang - Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Selasa dini hari (15/9/2026). Erupsi kali ini disertai suara gemuruh yang terdengar kuat oleh warga di lereng gunung tersebut.

"Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 00.10 WIB, namun tinggi kolom abu tidak teramati," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, Selasa (15/9/2026).

Dirinya mengatakan, erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 2 menit 25 detik.

"Letusan Gunung Semeru pada Selasa dini hari disertai suara gemuruh kuat," tuturnya.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 01.23 WIB dengan tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 136 detik.

"Erupsi Semeru ketiga terjadi pada pukul 04.32 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 mdpl," katanya.

Ia mengatakan, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 161 detik.

"Erupsi Semeru kembali terjadi keempat kalinya pada pukul 05.27 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 800 m di atas puncak," katanya.

Kolom abu vulkanik Semeru teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur dan tenggara. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 142 detik.

 

Imbauan BPBD

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho membenarkan suara gemuruh kuat yang menyertai erupsi Gunung Semeru pada Selasa (15/9) dini hari.

"Alhamdulillah tidak ada dampak akibat suara gemuruh tersebut dan pagi ini warga di lereng Gunung Semeru beraktivitas normal seperti biasanya," ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga dengan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ujarnya.

Kemudian masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ucap Isnugroho.

 

 

  • Gunung Semeru atau Gunung Meru adalah sebuah gunung berapi kerucut di Jawa Timur, Indonesia.
    Gunung Semeru atau Gunung Meru adalah sebuah gunung berapi kerucut di Jawa Timur, Indonesia.
    Gunung Semeru
  • liputan6
    Erupsi dahsyat terbaru dari Gunung Semeru terjadi pada 19 November 2025. Erupsi ini menyebabkan tiga orang luka berat, 204,63 hektare lahan pertanian rusak, 21 unit rumah rusak berat, serta perpanjangan status tanggap darurat bencana di Lumajang.
    Erupsi Gunung Semeru
  • liputan6
    Jalur pendakian Gunung Semeru ditutup menyusul kenaikan status menjadi Level IV (Awas) pada 19 November 2025, dengan rekomendasi larangan aktivitas dalam radius 8 km dari puncak dan sektoral 20 km ke arah selatan-tenggara.
    Pendakian Gunung Semeru
  • liputan6
    Rangkuman berita terbaru Gunung Semeru terkait aktivitas erupsi hingga info pendakian terkini.
    Gunung Semeru Berita Terbaru
  • Gemuruh Gunung Semeru