Berharap Titik Terang di Pencarian Hari Ketujuh Wartawan Hilang Kontak

Puluhan jurnalis di Bali menggelar doa bersama untuk pencarian jurnalis hilang kontak di Selat Sunda.

Diterbitkan 14 September 2026, 09:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Puluhan jurnalis dari berbagai organisasi pers di Bali menyalakan asa melalui doa bersama di depan Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Minggu (13/9/2026). Solidaritas lintas media ini ditujukan bagi lima pewarta dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9/2026) lalu.

​Diinisiasi oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Denpasar, aksi ini digelar pada momen krusial menjelang batas standar tujuh hari operasi Search and Rescue (SAR). Sesuai aturan UU Nomor 29 Tahun 2014, operasi SAR berlangsung selama tujuh hari sejak penunjukan SMC, meski berpeluang diperpanjang atas alasan kemanusiaan.

​"Kami semua berharap pada pencarian hari ketujuh ini akan ada titik terang. Doa-doa yang kami panjatkan adalah bentuk ikhtiar agar langkah tim rescue dipermudah dan membuahkan hasil yang baik," tegas Ketua PFI Denpasar, Dicky Bisinglasi.

​Dicky mengungkapkan, kelima jurnalis yang hilang bukanlah sosok sembarangan. Mereka adalah pewarta visual berpengalaman yang sangat memahami mitigasi dan risiko peliputan bencana.

​"Namun nahas rupanya menghampiri, entah apa yang terjadi di sana. Mereka bukan orang baru, melainkan senior-senior saya. Secara pribadi, saya mengenal empat dari lima rekan tersebut," ungkap Dicky lirih.

​Lebih dari 50 jurnalis larut dalam keheningan aksi yang turut didukung oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar, Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bali, Perhimpunan Jurnalis Nusa Tenggara Timur (PENA NTT), dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali. Suasana kian syahdu saat bait-bait puisi dibacakan,"Kabar dari Laut" karya Pranita Dewi dari Denpasastra, disusul "Anak Yang Memeluk Matahari" dari Moch Satrio Welang.

​Kelima jurnalis visual yang tengah dinanti kepulangannya adalah Muhammad Bagus Khoirunnas (Fotografer Antara Biro Banten), Arie Basuki (Fotografer Merdeka.com), Yudistiro Pranoto (Fotografer iNews.id), Firdaus Wajidi (Videografer Anadolu Agency) dan Donal Husni (Wartawan Visual Lepas).

Empat di antaranya merupakan anggota PFI Jakarta dan Tangerang. Mereka dilaporkan hilang kontak bersama tiga awak kapal perintis: Warta (nahkoda), Surakman (ABK), dan Heritanto (pemandu). Kini, seluruh rekan seprofesi menanti keajaiban menembus pekatnya Selat Sunda.