- HOME
- News
- Bisnis
- Enam Plus
- Bola
- TV
- ShowBiz
- Otomotif
- Foto
- Hot
- Cek Fakta
- LAINNYA
-
IslamiBerita & Kajian Islami: Hukum, Amalan, dan Hikmah - Liputan6
-
SahamBerita Saham, Investasi, Pasar Modal Dunia Dan Indonesia
-
CryptoBerita Crypto Hari Ini
-
Citizen6Berita Citizen6 - Media Jurnalisme Warga Khas Liputan6.com
-
RegionalBerita Daerah dan Peristiwa Regional Indonesia Terbaru
-
TeknoBerita Teknologi Gadget, Games Keren, Aplikasi Terbaru Dunia
-
OpiniOpini Liputan6: Analisis Mendalam, Sudut Pandang dan Perspektif Baru
-
DisabilitasDisabilitas Berita Terkini, Berita Hari Ini, Berita Harian, Berita Terbaru, Kumpulan Artikel
-
GlobalBerita Internasional, Sains, Feature, Kisah Inspiratif, Unik, dan Menarik Liputan6
-
On OffOn Off Liputan6: Sinopsis Film, Jadwal Olahraga & Berita Bisnis Digital
-
SurabayaBerita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini di Surabaya dan Sekitarnya
-
LifestyleBerita Gaya Hidup Terkini - Tren Fashion, Info Shopping, Menu Kuliner
-
HealthKabar Berita Terbaru Dunia Kesehatan, Seks, Diet, Herbal Terbaik
-
EnglishExploring Knowledge, Taste, and Innovation - en.Liputan6.com
-
FeedsFeeds Liputan6: Kumpulan Tips Praktis & Berita Terbaru Harian
-
OtosiaOtosia
- SpotlightBerita Terkini, Kabar Terbaru Hari Ini Indonesia dan Dunia - Liputan6.com
- BeritaBerita hari ini Politik, Hukum, Dunia International
- KesehatanKabar Berita Terbaru Dunia Kesehatan, Relationship, Diet, Herbal Terbaik
- SportBerita Bola Terkini, Jadwal Pertandingan, Klasemen, Hasil Liga
Cek Fakta -
Gunung Semeru sebagai gunung tertinggi di pulau Jawa menjadi objek pendakian wajib baru para pecinta alam. Rute resmi pendakian Gunung Semeru dibuka melalui jalur Tumpang – Ranu Pane – Ranu Kumbolo – Kalimati – Arcopodo – Puncak Mahameru. Jalur ini menjadi satu-satunya jalur legal dan paling aman untuk mencapai puncak tertinggi di Pulau Jawa. Pendakian dimulai dari Desa Ranu Pane, dilanjutkan menuju Ranu Kumbolo yang menjadi titik istirahat favorit pendaki, kemudian berlanjut ke Kalimati sebagai area camping utama sebelum melakukan summit attack ke Arcopodo dan akhirnya tiba di Puncak Mahameru.
Estimasi waktu tempuh per pos memberikan gambaran mengenai durasi pendakian. Dari Ranu Pane menuju Pos 1 membutuhkan sekitar 1,5 jam perjalanan. Selanjutnya, pendaki akan menghabiskan waktu sekitar 1 jam untuk mencapai Pos 2, lalu 2 hingga 3 jam berikutnya untuk tiba di Ranu Kumbolo. Perjalanan diteruskan dari Ranu Kumbolo melewati Oro-Oro Ombo hingga Cemoro Kandang dengan estimasi waktu kurang lebih 2 jam, menawarkan pemandangan padang sabana yang luas dan indah.
Dari Cemoro Kandang menuju Jambangan dan Kalimati, pendaki memerlukan sekitar 2 hingga 3 jam, di mana Kalimati biasanya dijadikan tempat bermalam sebelum summit. Tahap berikutnya adalah menuju Arcopodo yang memakan waktu sekitar 1,5 jam. Dari Arcopodo menuju Puncak Mahameru adalah fase paling berat sekaligus paling menentukan, dengan waktu tempuh 3 hingga 5 jam melewati jalur pasir terjal dan tantangan fisik yang ekstrem. Total durasi pendakian dapat bervariasi tergantung kondisi fisik, cuaca, dan persiapan pendaki.
Mengingat status aktivitas Gunung Semeru yang sering berubah, panduan pendakian menjadi sangat krusial untuk keselamatan. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah mengambil langkah tegas terkait penutupan jalur pendakian.
Panduan dan Rekomendasi Pendakian
Status Aktivitas (19 November 2025): Dinaikkan ke Level IV (Awas)
Penutupan Jalur Pendakian: Jalur pendakian Gunung Semeru (termasuk Ranu Kumbolo) ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut
Rekomendasi Radius Bahaya: Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah/puncak dan sektoral 20 km ke arah selatan–tenggara
Evakuasi Pendaki: 178 pendaki di Ranu Kumbolo dievakuasi dengan aman karena lokasi Ranu Kumbolo berada di sisi utara, tidak terdampak langsung oleh material erupsi yang bergerak ke selatan hingga tenggara
Pentingnya Pengetahuan Evakuasi: Mengetahui jalur evakuasi, titik aman, dan membawa peralatan darurat sangat penting saat gunung berapi meletus
Jalur pendakian Gunung Semeru ditutup setelah statusnya dinaikkan menjadi Level IV (Awas) pada 19 November 2025, dengan rekomendasi larangan aktivitas dalam radius 8 km dari puncak dan sektoral 20 km ke arah selatan-tenggara untuk keselamatan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)