86 Ribu Orang Mengungsi Imbas Pecahnya Konflik di Yaman

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) melaporkan 86.000 warga mengungsi akibat pecahnya konflik di Yaman.

Diterbitkan 15 September 2026, 17:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Sanaa - Pertempuran kembali pecah di Yaman antara pasukan pemerintah dan kelompok Houthi. Kondisi ini telah memaksa hampir 86.000 orang meninggalkan rumah mereka, menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) pada Minggu.

Jumlah pengungsi tersebut bahkan meningkat sekitar 10.000 orang hanya dalam satu hari.

Dikutip dari Middle East Eye, Selasa (15/9/2026), dalam pernyataannya, badan migrasi PBB itu mengatakan banyak warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka telah mengalami pengungsian berulang kali.

"Di balik setiap angka adalah sebuah keluarga yang telah kehilangan segalanya," kata Direktur Jenderal IOM Amy Pope.

"Orang-orang menyeberangi laut tanpa membawa apa pun karena mereka tidak memiliki pilihan lain," lanjut Pope. Ia memperingatkan bahwa Yaman merupakan negara yang dilanda kemiskinan dan konflik sehingga tidak mampu menghadapi krisis ini sendirian.

Menurut IOM, lebih dari 2.000 warga yang mengungsi, termasuk banyak perempuan dan anak-anak, telah melarikan diri dengan perahu dari Yaman menuju Djibouti sejak Kamis malam.

Setibanya di Djibouti, mereka dibawa ke sebuah lokasi di Obock, wilayah utara negara tersebut, untuk mendapatkan "bantuan segera".

IOM mengatakan lebih banyak orang diperkirakan akan meninggalkan Yaman seiring meningkatnya intensitas pertempuran. Organisasi tersebut juga menyebut dukungan tambahan masih dibutuhkan.

 

Lebih dari 950 Pelanggaran terhadap Warga Sipil

Laporan mengenai pengungsian massal tersebut muncul ketika bentrokan antara Houthi dan pasukan yang loyal kepada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional semakin intensif sejak 3 September. Pemerintah tersebut didukung Arab Saudi.

Bentrokan itu dilaporkan telah menewaskan ratusan orang. Houthi juga melancarkan serangan lintas batas ke Arab Saudi, sementara media kelompok tersebut menyebut pasukan Saudi masih melakukan serangan udara ke wilayah-wilayah Yaman yang dikuasai Houthi.

Dalam serangan kilat pekan ini, Houthi merebut wilayah luas di sepanjang pesisir Laut Merah di Teluk Arab, termasuk sejumlah pulau strategis dan Selat Bab el-Mandeb.

Yemeni Network for Rights and Freedoms (YNRF) melaporkan lebih dari 950 pelanggaran terhadap warga sipil telah terdokumentasi di sepanjang garis depan pesisir barat setelah Houthi memasuki kota-kota tersebut.

Kelompok itu menyebut telah mencatat lebih dari 150 kasus pembunuhan. Berdasarkan informasi awal yang diterima, Houthi juga menjarah isi sejumlah rumah dan properti pribadi.

YNRF mengatakan Houthi turut melakukan kampanye penangkapan besar-besaran terhadap warga sipil dan personel militer. Penangkapan tersebut disebut dilakukan sebagai bentuk tekanan agar kerabat mereka kembali, menyerahkan diri, serta menyerahkan senjata mereka.