Liputan6.com, Athena - Satu orang tewas, 25 orang masih hilang, sementara 51 lainnya berhasil diselamatkan setelah sebuah kapal yang membawa para migran tenggelam di lepas pantai sebuah pulau Yunani dekat Kreta.
Dikutip dari Al Jazeera, Senin (14/9/2026), penjaga pantai Yunani mengatakan 51 orang berhasil dievakuasi oleh dua kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Seorang juru bicara penjaga pantai mengatakan para penyintas melaporkan terdapat 77 orang di dalam kapal ketika kapal tersebut tenggelam di dekat Pulau Gavdos.
Advertisement
Upaya pencarian dan penyelamatan masih berlangsung. Empat kapal, sejumlah perahu, pesawat Frontex, serta sebuah helikopter penjaga pantai dikerahkan untuk menyisir wilayah tersebut, menurut laporan penyiar publik Yunani ERT News.
Para korban yang berhasil diselamatkan dijadwalkan dibawa ke Kreta untuk menjalani prosedur yang berlaku.
Namun, proses tersebut juga akan membawa para migran tanpa dokumen ke dalam prosedur penahanan. Setelah tiba di Kreta, mereka umumnya menghadapi penangkapan dan penahanan sementara sebelum dipindahkan ke kamp penahanan tertutup di daratan Yunani.
Berdasarkan hukum Yunani, mereka dapat dikenai penahanan administratif yang diperpanjang, hukuman berat, serta deportasi melalui prosedur cepat.
Angin Kencang Hambat Pencarian
Operasi pencarian menghadapi kendala akibat angin kencang yang bertiup di wilayah tersebut, kata ERT.
Kreta dan Gavdos, yang berjarak sekitar 320 kilometer dari pesisir Libya, telah menjadi titik masuk utama bagi pencari suaka yang menuju Yunani.
Data yang diterbitkan kantor berita ANA pada akhir Agustus, berdasarkan angka dari Kementerian Migrasi dan Suaka Yunani, menunjukkan jumlah kedatangan migran ke negara tersebut menurun.
Sekitar 61.000 migran tercatat tiba dalam periode hingga Agustus 2025, kemudian turun menjadi sekitar 42.000 orang dalam 12 bulan berikutnya, atau berkurang sekitar 31 persen.
Pada Juli, pemerintah konservatif Yunani menangguhkan seluruh permohonan suaka bagi migran yang tiba melalui jalur laut dari Afrika Utara selama tiga bulan. Pemerintah beralasan kebijakan tersebut membantu mencegah upaya penyeberangan.
Kebijakan tersebut disahkan parlemen di tengah meningkatnya jumlah pencari suaka yang tiba di Kreta. Langkah itu juga diambil setelah pembicaraan dengan pemerintah Libya yang berbasis di Benghazi untuk menghentikan arus migran dibatalkan pada Juli.
Yunani Perketat Kebijakan Migrasi
Pemerintah Yunani masih berselisih dengan otoritas regional Kreta terkait rencana pembangunan fasilitas transit permanen di pulau tersebut.
Pemerintah juga tengah menyiapkan rancangan undang-undang yang akan mewajibkan hukuman penjara bagi orang yang permohonan suakanya ditolak. Mereka juga akan diwajibkan menggunakan alat pemantau di pergelangan kaki selama masa kepatuhan 30 hari sebelum deportasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara Eropa memperketat aturan imigrasi seiring meningkatnya dukungan terhadap partai-partai sayap kanan dan anti-imigran di berbagai penjuru benua.
Yunani juga tengah berdiskusi dengan Jerman dan sejumlah negara Uni Eropa lainnya mengenai pembentukan “pusat pengembalian” di luar blok tersebut untuk memproses permohonan para migran.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323057/original/029470100_1786598614-cek_fakta_-_jusuf_kalla_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298463/original/022893100_1784171596-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-16T101149.857.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432535/original/046920400_1764813818-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-04T090200.133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321860/original/097207600_1786506941-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T105431.565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1089739/original/038513500_1450598829-20151220-Ilustrasi-Kapal-Tenggelam-AFP-Photo-01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4796664/original/075845200_1712438897-a-perry-XGr8jarX0gY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347960/original/067835700_1789376634-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348012/original/051626200_1789378296-Demo_harga_BBM_Suriah.jpg)