Saat Bajak Laut di Somalia Kembali Bangkit

Bajak laut Somalia kembali beraksi dengan 15 serangan dilaporkan sepanjang 2026, menandai peningkatan signifikan di jalur pelayaran global.

Diterbitkan 13 September 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Mogadishu - Sedikitnya 15 serangan bajak laut dilaporkan terjadi sejak awal 2026. Data tersebut berdasarkan laporan Global Integrated Shipping Information System milik International Maritime Organization (IMO) yang dianalisis oleh AFP.

Dikutip dari France24, Minggu (13/9/2026), laporan tersebut mencakup berbagai insiden sejak 1994 di Teluk Aden, Laut Arab, dan Samudra Hindia dalam radius hingga 2.000 kilometer dari Somalia.

Sejak 2013, kawasan tersebut biasanya hanya mencatat beberapa serangan bajak laut setiap tahun. Pada 2025, misalnya, terdapat lima serangan yang tercatat.

Namun, situasi berubah pada 2026. Jumlah serangan meningkat, terutama di Teluk Aden yang berada di antara Somalia dan Yaman serta menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia.

Sebanyak delapan serangan terjadi di kawasan tersebut sejak Mei.

Wilayah ini merupakan jalur pelayaran yang termasuk paling sibuk di dunia. Lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut mengalami gangguan besar sejak perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dimulai pada 28 Februari, yang turut berdampak terhadap pelayaran melalui Selat Hormuz.

Serangan terbesar sepanjang 2026 terjadi pada 21 April. Sekitar 30 bajak laut yang membawa senapan serbu dan peluncur granat menyerang kapal tanker minyak Honour 25.

Kapal tersebut sedang berlayar ke arah utara Eyl, bekas kota nelayan di Puntland yang kini menjadi salah satu pusat utama pembajakan di Somalia.

Para bajak laut menyandera 17 awak kapal dan hingga kini masih menguasai kapal tersebut. Honour 25 memiliki panjang 90 meter.

Meski jumlah serangan meningkat pada tahun ini, angkanya masih jauh di bawah kondisi pada 2011, ketika pembajakan di kawasan tersebut mencapai puncaknya.

Pada tahun itu, sebagaimana dua tahun sebelumnya, IMO mencatat sekitar 200 serangan terhadap kapal.