15 Armada SAR Dikerahkan Cari 130 Orang Korban Kapal Virgo

Basarnas mengerahkan 15 armada laut dan udara untuk memperluas pencarian korban KM Virgo Transport 8, dengan 113 orang telah dievakuasi dan 130 lainnya masih dicari.

Diterbitkan 13 September 2026, 19:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Basarnas mengerahkan 15 armada laut dan udara untuk mencari korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Hingga Minggu (13/9/2026), tim SAR gabungan telah mengevakuasi 113 orang, terdiri dari 107 orang selamat dan enam meninggal dunia.

Sementara itu, sebanyak 130 orang lainnya masih dalam proses pencarian dari total 243 orang yang berada di kapal tersebut.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan armada yang dikerahkan terdiri dari 11 kapal, satu helikopter, dan tiga pesawat. Unsur laut antara lain kapal Basarnas dari Banjarmasin, Surabaya, dan Makassar yang bergerak menuju lokasi kejadian.

“Unsur laut, kapal Badan SAR Nasional yang ada di Banjarmasin, kemudian yang ada di Surabaya, dan juga yang ada di Makassar dikerahkan menuju lokasi kejadian,” kata Syafii dalam konferensi pers penanganan kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Banjarmasin, Minggu.

Pencarian dari udara juga diperkuat sejumlah armada. Dukungan datang dari Skadron 400 TNI AL Surabaya, satu helikopter Polri, pesawat CN-235 TNI AL, serta satu pesawat Karavan BNPB yang mulai diperbantukan dalam operasi.

Selain armada yang secara khusus dikerahkan, kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian juga turut membantu pencarian dan pertolongan sebagai bagian dari potensi SAR.

Syafii mengatakan operasi juga melibatkan unsur darat yang dikoordinasikan bersama TNI, Polri, kementerian dan lembaga, serta berbagai potensi SAR lainnya sesuai tugas masing-masing.

Pengerahan kekuatan tersebut dilakukan setelah Basarnas Command Center mendeklarasikan kondisi kedaruratan kepada pengguna lalu lintas laut di kawasan Laut Jawa. Dengan deklarasi tersebut, kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi diminta turut memberikan bantuan.

Syafii menjelaskan operasi pencarian dan pertolongan dilaksanakan dengan mengacu pada pedoman International Maritime Organization (IMO). Seluruh unsur yang terlibat berada di bawah koordinasi Basarnas sebagai pelaksana operasi SAR.

“Basarnas dibantu, khususnya dari TNI dan Polri, dan juga seluruh potensi, begitu juga dari kementerian/lembaga sesuai dengan fungsinya,” ujarnya.

 

113 Orang Berhasil Dievakuasi

KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dengan membawa 243 orang.

Setelah kecelakaan terjadi, Basarnas mengerahkan unsur SAR dari sejumlah wilayah untuk melakukan pencarian dan pertolongan. Sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi juga diminta membantu setelah Basarnas Command Center menyampaikan deklarasi kondisi kedaruratan.

Proses evakuasi kemudian dilakukan oleh tim SAR gabungan. Dalam perkembangan terbaru, 113 orang telah berhasil dievakuasi. Sebanyak 107 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan enam orang dinyatakan meninggal dunia.

Salah satu kapal yang membawa korban selamat adalah MV Haida. Sebanyak 49 korban selamat telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin juga menyiapkan ruang perawatan bagi korban yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Dengan masih adanya 130 orang yang belum ditemukan, operasi SAR terus dilakukan dengan memperluas jangkauan pencarian melalui pengerahan kapal dan armada udara.

Kepala Basarnas menegaskan seluruh unsur yang telah dikerahkan akan terus melaksanakan pencarian dan pertolongan hingga proses penanganan korban di perairan Laut Jawa dapat dimaksimalkan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6