KM Virgo Miring Sebelum Hilang Kontak di Laut Jawa

Berdasarkan data manifes, KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang

Diterbitkan 13 September 2026, 18:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • KM Virgo Transport 8 hilang kontak di Laut Jawa setelah miring di perairan Masalembo.
  • Kapal membawa 243 orang dan 89 kendaraan; keselamatan menjadi prioritas utama penanganan.
  • Tim SAR gabungan melakukan evakuasi; penyebab kecelakaan masih dalam pendalaman.

Liputan6.com, Jakarta - KM Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026). Sebelum kehilangan kontak, kapal tersebut mengalami listing atau kemiringan di sekitar perairan Masalembo.

Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto mengatakan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 Wita.

"Informasi awal terkait insiden kecelakaan kapal penumpang KMP Virgo Transport 8 yang mengalami listing (kemiringan) dan lost contact di perairan Laut Jawa," kata Heri dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026).

Berdasarkan data manifes, KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang yang terdiri atas 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, serta 126 sopir dan kernet. Kapal tersebut juga mengangkut 89 unit kendaraan.

Heri mengatakan keselamatan seluruh orang yang berada di atas kapal menjadi prioritas dalam penanganan insiden tersebut. Operasi penyelamatan dan evakuasi pun langsung dikoordinasikan bersama sejumlah pihak.

"Kami telah merespons cepat laporan insiden yang dialami KMP Virgo Transport 8 di wilayah perairan Masalembo. Fokus dan prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan seluruh pihak yang berada di atas kapal melalui pengerahan operasi penyelamatan yang terkoordinasi," ungkap Heri.

Proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan dukungan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Kapal yang turut membantu antara lain KM Hai Da, MT Mau Ha, dan TB TCP.

Selain itu, Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin mengerahkan Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit untuk mendukung proses evakuasi.

 

Penyebab Kecelakaan Masih Diusut

Heri mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Pemeriksaan mencakup kemungkinan faktor alam, teknis, maupun faktor manusia.

Pendataan juga masih dilakukan terhadap dampak insiden tersebut, termasuk kondisi muatan, kemungkinan terjadinya pencemaran lingkungan, serta kerugian terhadap harta benda lainnya.

"KSOP Utama Tanjung Perak dan KSOP Kelas I Banjarmasin berkomitmen untuk terus memantau perkembangan penanganan insiden ini secara berkala dan akan menyampaikan pembaruan informasi resmi kepada masyarakat seiring dengan progress di lapangan," ungkapnya.

Sebagai bagian dari penanganan darurat, Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin mendirikan posko di Terminal Penumpang Bandarmasih, Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Heri menjelaskan posko tersebut digunakan untuk penanganan insiden sekaligus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak. Di antaranya Basarnas, BUP PT Pelindo, Kantor Distrik Navigasi Banjarmasin melalui Vessel Traffic Services (VTS), Kepanduan PT Pelindo III Banjarmasin, pihak keagenan kapal, serta keluarga penumpang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6