CEO Sam Altman Sebut OpenAI Tak Bakal IPO pada 2026

CEO OpenAI Sam Altman menyoroti soal risiko keamanan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Diterbitkan 13 September 2026, 18:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - CEO OpenAI, Sam Altman menuturkan, OpenAI tidak akan menawarkan saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO) pada 2026. Alasan tidak menggelar IPO pada tahun ini karena khawatir keamanan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

"Menurut saya pribadi, mengingat segala hal yang terjadi terkait aspek keamanan, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk melantai di bursa, dan kami tidak merasa tertekan untuk melakukan hal itu,” ujar Altman kepada Fortune, dikutip dari the Guardian, Minggu (13/9/2026).

Semakin banyak anggota parlemen Amerika Serikat (AS) menyerukan aturan baru untuk mengatur sistem AI setelah peringatan keras dari dua peneliti di Anthropic, pesaing OpenAI, perkembangan pesat AI dapat menyebabkan kepunahan umat manusia di masa depan yang tidak terlalu jauh.

Peringatan tersebut muncul menyusul sejumlah kasus di mana agen AI bertindak di luar kendali dengan meretas sistem eksternal, serta mundurnya para peneliti keamanan AI dari perusahaan mereka karena kekhawatiran akan risiko teknologi tersebut. Para politisi, baik dari Partai Demokrat maupun Republik, menanggapi hal ini dengan kekhawatiran dan seruan untuk mengambil tindakan lebih lanjut.

Pada Juni, The New York Times melaporkan, OpenAI, perusahaan yang berbasis di San Francisco, sedang mempertimbangkan untuk menunda rencana IPO, yang berpotensi bernilai triliunan dolar AS hingga tahun depan. Saat itu, saham SpaceX milik Elon Musk sedang anjlok setelah sempat melonjak hingga membawa valuasi perusahaan tersebut mencapai US$ 1,8 triliun atau Rp 31.692 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.610).

 

 

Atasi Risiko Keamanan

Ketika ditanya oleh Fortune apakah rencana 2026 dikesampingkan demi 2027, Altman menuturkan, pihaknya masih memiliki sejumlah pekerjaan sehingga IPO tidak digelar 2026.

"Saya rasa bukan tahun 2026. Ya, kami memiliki banyak hal yang harus dikerjakan, seperti menjawab tuntutan situasi saat ini terkait apa yang diperlukan untuk keamanan dan penyelarasan (alignment), serta bagaimana industri dan pemerintah dapat bekerja sama,” tutur dia.

Altman juga mengisyaratkan OpenAI dan perusahaan AI terkemuka lainnya mungkin akan segera mengumumkan kesepakatan untuk memperlambat pengembangan AI dan bekerja sama dalam mengatasi risiko keamanan, demikian dilaporkan Fortune.

 

 

IPO Anthropic

CEO Anthropic, Dario Amodei pada Sabtu mendesak perusahaan-perusahaan AI untuk mengambil pendekatan yang lebih hati-hati dan terukur dalam pengembangan teknologi tersebut.

"Kita harus memperlambat laju peningkatan kemampuan model AI," tulis Amodei dalam sebuah esai yang dibagikan di media sosial,” ujar dia.

Altman kemudian mengunggah pernyataan yang menunjukkan dukungannya terhadap pandangan tersebut. "Saya sependapat dengan Dario bahwa kita perlu mengatur laju pengembangan teknologi terdepan (frontier)," tulis Altman menanggapi unggahan Amodei di platform X.

"Hal ini telah menjadi topik utama diskusi kami di OpenAI dalam beberapa minggu terakhir,” ia menambahkan.

Sejauh ini, kekhawatiran terkait aspek keamanan tidak menghambat rencana penawaran umum perdana (IPO) Anthropic. Anthropic diperkirakan akan mulai memasarkan IPO-nya paling cepat pada pertengahan Oktober dan merampungkan pencatatan saham beberapa hari sebelum pemilihan umum sela AS pada bulan November, menurut informasi dari pihak-pihak yang mengetahui masalah ini kepada Reuters bulan ini.