Liputan6.com, Jakarta - Rutinitas malam tidak hanya berkaitan dengan waktu tidur, tapi juga menjadi kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk beralih dari aktivitas sepanjang hari menuju kondisi yang lebih tenang.
Cara seseorang menghabiskan beberapa jam sebelum tidur dapat memengaruhi kualitas istirahat serta energi yang dirasakan ketika bangun pada pagi berikutnya. Rutinitas penghujung hari dapat menjadi sinyal bagi otak untuk berpindah dari mode bekerja menuju waktu istirahat.
Kebiasaan sederhana seperti merapikan barang, menuliskan daftar kegiatan untuk esok hari, membaca, berjalan santai, atau melakukan aktivitas yang disukai dapat menjadi penanda bahwa berbagai kesibukan hari tersebut telah selesai, melansir The Guardian, Senin (14/9/2026).
Advertisement
Persiapan kecil sebelum tidur seperti menyiapkan pakaian, tas, perlengkapan kerja, atau kebutuhan lain untuk keesokan hari membantu mengurangi hal-hal yang perlu dipikirkan ketika baru bangun. Waktu malam pun dapat dimanfaatkan untuk menciptakan suasana yang lebih teratur sebelum memulai hari baru.
Kebiasaan malam juga dapat membantu mengurangi beban pikiran sebelum tubuh berbaring. Menuliskan pekerjaan yang belum selesai, menyusun rencana untuk esok hari, atau mencatat hal-hal yang masih mengganggu pikiran dapat membuat seseorang tidak perlu terus memikirkannya ketika berada di tempat tidur.
Konsistensi, suasana yang nyaman, serta kebiasaan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh justru menjadi bagian penting untuk menciptakan malam yang lebih berkualitas dan pagi yang terasa lebih siap.
Kurangi Aktivitas yang Membuat Pikiran Sibuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549978/original/085233800_1775634458-caucasian-woman-reading-book-bed.jpg)
Kebiasaan menggunakan gawai hingga larut malam sering membuat waktu istirahat bergeser tanpa disadari. Menonton video atau membaca sesuatu di layar tidak selalu memiliki dampak yang sama, tetapi aktivitas yang menuntut perhatian tinggi seperti membalas pesan, bekerja, atau terus mengikuti media sosial dapat membuat otak tetap berada dalam kondisi waspada.
Menggunakan ponsel dalam ruangan yang sangat gelap dapat membuat cahaya dari layar lebih kuat diterima mata. Kondisi kamar yang nyaman dengan pencahayaan sesuai kebutuhan dapat membantu menciptakan suasana yang lebih mendukung waktu istirahat.
Rutinitas menjelang tidur dapat diisi dengan kegiatan yang lebih santai, seperti membaca, melakukan peregangan ringan, merapikan kamar, atau menikmati aktivitas tanpa tuntutan pekerjaan. Luangkan waktu sekitar satu hingga dua jam untuk melakukan proses winding down agar tubuh dan pikiran memiliki kesempatan untuk memperlambat ritme sebelum tidur.
Advertisement
Perhatikan Makan dan Aktivitas Fisik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5189024/original/009190800_1744725114-woman-doing-yoga-bed_1303-11250.jpg)
Olahraga pada malam hari tidak selalu mengganggu kualitas tidur, meski olahraga dengan intensitas tinggi yang dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat seseorang lebih sulit terlelap.
Waktu makan perlu diperhatikan karena kondisi terlalu kenyang atau terlalu lapar dapat membuat tubuh kurang nyaman saat beristirahat. Waktu sekitar tiga jam disebut sebagai patokan yang masuk akal untuk jarak antara waktu makan dan tidur, meski kebutuhan setiap orang dapat berbeda.
Kafein dan alkohol termasuk konsumsi yang perlu diperhatikan karena keduanya dapat mengganggu kualitas tidur. Pola makan secara keseluruhan turut berperan dalam kualitas istirahat, sehingga kebiasaan malam sebaiknya tidak hanya berfokus pada apa yang dilakukan beberapa menit sebelum masuk kamar.
Siapkan Pikiran Sebelum Menyambut Hari Baru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552332/original/028512700_1775807066-pexels-polina-kovaleva-6541165.jpg)
Pikiran yang masih dipenuhi pekerjaan, rencana, atau berbagai kekhawatiran dapat membuat seseorang sulit untuk benar-benar beristirahat. Tuangkan isi pikiran dalam bentuk jurnal atau sediakan waktu khusus untuk memikirkan persoalan yang belum selesai sebelum masuk waktu tidur.
Persiapan sederhana untuk esok hari juga dapat membuat pagi terasa lebih teratur. Menentukan hal yang perlu dilakukan, menyiapkan kebutuhan, atau menyelesaikan pekerjaan kecil sebelum tidur dapat mengurangi beban yang harus dipikirkan ketika baru bangun.
Jadwal tidur dan bangun yang relatif konsisten menjadi bagian lain yang penting. Waktu bangun yang teratur dapat membantu menjaga ritme sirkadian dan membangun pola tidur yang lebih stabil. Kebiasaan tidur lebih lama setelah malam yang kurang baik justru dapat membuat pola tidur berikutnya semakin berantakan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323057/original/029470100_1786598614-cek_fakta_-_jusuf_kalla_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298463/original/022893100_1784171596-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-16T101149.857.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432535/original/046920400_1764813818-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-04T090200.133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321860/original/097207600_1786506941-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T105431.565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5518875/original/080572800_1772522329-pexels-miriam-alonso-7622504.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574068/original/053553000_1777960736-unnamed__91_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5506109/original/093163100_1771406824-pexels-cottonbro-6941126__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4963084/original/069998000_1728373671-IMG-20241008-WA0025.jpg)