Toyota Recall 8.521 C-HR akibat Masalah Software Baterai

Toyota menarik 8.521 unit C-HR listrik model 2026 karena masalah software baterai yang bisa bikin mobil hilang tenaga.

Diterbitkan 14 September 2026, 20:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Toyota C-HR generasi terbaru belum lama kembali ke pasar sebagai SUV listrik, tetapi kini harus masuk program penarikan kembali (recall). Masalahnya bukan pada komponen mekanis, melainkan kesalahan pemrograman perangkat lunak (software) yang berpotensi membuat mobil kehilangan tenaga penggerak.

Dikutip dari Carscoops, Senin (14/9/2026), recall tersebut mencakup 8.521 unit Toyota C-HR model 2026. Masalah ditemukan pada sistem perlindungan baterai yang dapat membuat baterai mengalami kondisi overcharge dalam situasi tertentu.

Menariknya, masalah pada C-HR tersebut pertama kali terungkap ketika Toyota sedang menguji model Battery Electric Vehicle (BEV) masa depan yang belum diungkap ke publik.

Toyota menemukan persoalan tersebut pada April 2026. Setelah itu, perusahaan melakukan pemeriksaan terhadap electronic control unit (ECU) pada sejumlah kendaraan listrik lainnya. Dari pemeriksaan tersebut, Toyota akhirnya menemukan bahwa C-HR 2026 juga menggunakan sistem yang berpotensi mengalami masalah serupa.

Masalah berasal dari logika perlindungan baterai yang bertugas membatasi proses pengisian. Akibat kesalahan pemrograman, sistem dapat gagal membatasi pengisian dalam kondisi tertentu.

Kondisi tersebut terutama berpotensi muncul ketika temperatur lingkungan rendah, tingkat pengisian baterai tinggi, dan mobil menggunakan sistem pengereman regeneratif dalam waktu lama.

Sebagai gambaran, kondisi ini bisa terjadi ketika mobil terisi penuh dalam suhu rendah kemudian melaju menuruni jalan dengan memanfaatkan pengereman regeneratif secara intensif.

Jika masalah muncul, sistem akan memberikan peringatan melalui lampu indikator dan bunyi peringatan. Setelah itu, mobil berpotensi kehilangan tenaga penggerak.

Belum Ada Klaim Garansi

Meski berpotensi membuat mobil kehilangan tenaga, Toyota menegaskan hingga saat ini belum menerima klaim garansi maupun laporan insiden dari lapangan yang berkaitan dengan masalah tersebut.

Hal itu menunjukkan kondisi tersebut tergolong jarang terjadi. Namun, Toyota tetap melakukan recall sebagai langkah pencegahan.

Perbaikan juga relatif sederhana karena masalah bersumber dari perangkat lunak. Jaringan diler nantinya cukup melakukan pembaruan software pada ECU kendaraan. Toyota dijadwalkan mulai mengirimkan surat pemberitahuan kepada pemilik kendaraan terdampak pada 18 Oktober 2026.

Dengan adanya recall ini, Toyota berupaya memastikan sistem pengelolaan baterai pada C-HR listrik bekerja sesuai rancangan, terutama ketika kendaraan digunakan dalam kondisi ekstrem yang dapat memicu masalah tersebut.