Rakit Mobil Listrik di Malaysia, BYD Gandeng Mitra Lokal

Rencana besar BYD untuk membangun pabrik mobil listrik sendiri di Malaysia telah ditunda

Diterbitkan 11 September 2026, 15:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rencana besar BYD untuk membangun pabrik mobil listrik sendiri di Malaysia resmi ditunda. Jenama asal China ini, lebih memilih untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan lokal, untuk bisa merakit mobil di Negeri Jiran.

Disitat dari Asia Nikkei, keputusan tersebut muncul setelah pemerintah Malaysia menerapkan aturan baru untuk investor otomotif yang ingin membangun pabrik baru.

Persyaratan tersebut mencakup kewajiban mengekspor sebagian besar hasil produksi, membatasi penjualan domestik, serta mendorong keterlibatan rantai pasok lokal.

Skema itu, dinilai membuat model bisnis BYD lebih cocok dijalankan melalui kemitraan manufaktur, dibanding membangun fasilitas baru dari nol.

Sebelumnya, BYD sempat mengumumkan investasi sekitar RM1,3 miliar atau setara Rp 5,3 triliun untuk membangun pabrik di Tanjung malim, Perak.

Fasilitas tersebut awalnya dirancang menjadi basis produksi kendaraan listrik BYD di Malaysia sekaligus mendukung ekspor ke kawasan ASEAN.

Namun, perkembangan proyek tersebut praktis terhenti sejak awal tahun. Di sisi lain, sinyal perubahan strategi semakin terlihat ketika Vice President sekaligus General Manager Asia Pacific Auto Sales Division BYD, Liu Xueliang, mengunjungi pabrik Inokom milik Sime Motors di Kulim, Kedah.

Kunjungan itu memicu spekulasi bahwa Inokom berpotensi menjadi mitra perakitan lokal BYD di Malaysia. Dengan begitu, jenama Negeri Tirai Bambu ini akan menggunakan skema Completely Knocked Down (CKD), untuk produksi di Malaysia.

Strategi BYD

Pilihan menggandeng perusahaan lokal juga sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industri (MITI) Malaysia.

Pemerintah setempat membuka peluang bagi produsen kendaraan listrik untuk memproduksi mobil dengan harga di bawah RM200.000, melalui kerja sama dengan perusahaan perakitan yang sudah beroperasi, sebagaimana telah dilakukan beberapa merek lain di negara tersebut.

Meski belum mengungkap nama mitra resminya, BYD memastikan pendekatan kolaboratif akan menjadi fokus pengembangan bisnisnya di Malaysia.