Liputan6.com, Jakarta - Para pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) ternyata telah mengetahui dalam pemantauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelum operasi tangkap tangan (OTT). Hal itu terungkap dari percakapan WhatsApp yang dibuka dalam persidangan.
Fakta tersebut diungkapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dalam sidang pemeriksaan saksi kasus dugaan suap importasi barang di DJBC, Senin (14/9/2026).
Dalam persidangan, JPU menghadirkan Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Orlando Hamonangan sebagai saksi untuk terdakwa Rizal dan mantan Kasubdit Intelijen P2 Sisprian Subiaksono.
Advertisement
JPU KPK kemudian menampilkan bukti komunikasi antara Orlando dan mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC Rizal, yang juga menjadi terdakwa dalam perkara tersebut.
JPU juga mengonfirmasi adanya riwayat panggilan suara dan panggilan tak terjawab pada 22 Januari 2026 di telepon seluler milik Rizal.
Dari komunikasi tersebut, jaksa menggali dugaan adanya kesadaran di antara para pejabat Bea Cukai bahwa praktik penerimaan uang dari pengusaha impor tengah dipantau KPK.
"Itu terkait ada informasi-informasi, Pak, suruh, suruh hati-hati saya, Pak," kata Orlando saat memberikan keterangan sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Senin (14/9/2026).
JPU KPK M. Takdir Suhan kemudian mempertegas konteks pesan tersebut kepada Orlando di hadapan majelis hakim.
"Oh, kaitan hati-hati sebelum nanti kami konekin komunikasi saksi dengan Pak Sisprian. Apa? Hati-hati apa ini? Lagi dipantau?" cecar Takdir.
"Iya, Pak," jawab Orlando.
"Baik. Lagi dipantau, dipantau oleh siapa? KPK?" tanya jaksa lagi.
"Iya, Pak," jawab Orlando.
Â
Ada Pesan "Kita Lagi Dipantau" Sebelum OTT
Jaksa kemudian menggali komunikasi antara para pejabat Bea Cukai yang terjadi menjelang OTT KPK pada awal Februari 2026.
JPU menyebut terdapat pesan WhatsApp antara Orlando dan Sisprian yang dikirim sekitar satu hingga dua hari sebelum OTT. Pesan tersebut berisi imbauan agar berhati-hati karena mereka disebut tengah dipantau.
"Soalnya kalau yang nanti komunikasi kami tampilkan dengan Pak Sisprian, itu kan komunikasinya H-1 atau H-2 sebelum OTT, di tanggal 4, di tanggal 3 atau tanggal 2 Februari itu, ada pesan WA saksi dengan Pak Sis, ‘Hati-hati, Coy. Kita lagi dipantau’," ucap jaksa.
Orlando membenarkan bahwa pesan untuk berhati-hati tersebut disampaikan beberapa kali di antara pejabat Bea Cukai.
"Itu beberapa kali itu memang bicaranya seperti itu, Pak," tutur Orlando.
Jaksa kemudian kembali meminta penjelasan Orlando mengenai maksud pesan tersebut.
"Jadi yang disampaikan oleh Pak Rizal hati-hati kita lagi dipantau. Konteksnya itu seingat saksi yang disampaikan. Nah, yang saksi pahami hati-hati apa? Ada apa sih yang dilakukan sampai kok hati-hati? Bukan hati-hati di jalan ya kalau kata Tulus, bukan kan? Hati-hati apa ini?" tanya jaksa.
"Ya terkait penerimaan ini, Pak," jawab Orlando lagi.
Â
Advertisement
Perkara DJBC
Perkara dugaan suap importasi barang di DJBC sejauh ini telah menjerat sejumlah pihak sebagai tersangka. Mereka antara lain Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan. Ketiganya didakwa menerima suap dan gratifikasi dengan akumulasi nilai mencapai Rp 78,8 miliar.
Dari jumlah tersebut, Rp 61,7 miliar diduga mengalir dari pihak Blueray Cargo (Grup) sebagai uang pelicin agar proses importasi barang dapat lolos dari jalur pengawasan kepabeanan dengan cepat. Selain itu, terdapat dugaan penerimaan gratifikasi senilai Rp 15,2 miliar dari sejumlah pengusaha kargo dan rokok.
Selain ketiga pejabat kepabeanan tersebut, KPK juga telah memproses hukum sejumlah pihak swasta dari PT Blueray Cargo, antara lain pemilik perusahaan John Field, Ketua Tim Dokumen Importasi Andri, dan Manajer Operasional Dedy Kurniawan.
KPK juga telah menetapkan tersangka lainnya, yakni Budiman Bayu Prasojo selaku Kepala Seksi pada Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) Ditjen Bea Cukai serta Gatot Heroe Hernanda selaku eks Kasubdit P2 DJBC.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323057/original/029470100_1786598614-cek_fakta_-_jusuf_kalla_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298463/original/022893100_1784171596-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-16T101149.857.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5432535/original/046920400_1764813818-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-04T090200.133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321860/original/097207600_1786506941-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T105431.565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348219/original/092114800_1789391859-IMG_20260914_113301_409.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1298223/original/097011300_1469504769-KPK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5533582/original/000661600_1773744865-IMG_2841.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491146/original/066985700_1770086696-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T094228.234.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2913249/original/058240300_1568693252-KPK_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330240/original/033513100_1787360250-un9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330238/original/076704100_1787360244-un6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330237/original/037851700_1787360241-un5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345694/original/079450700_1789052123-WhatsApp-Image-2026-09-10-at-19.22.56.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1423355/original/048547700_1480598112-20161201-M-Haniv-KPK-HA4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426450/original/037517400_1764306006-Screenshot_2025-11-28_113148.png)