Tiga Jam Mencekam Usai KM Virgo Miring lalu Terbalik di Laut Jawa

KM Virgo Transport 8 tiba-tiba miring ke kiri sebelum tenggelam di perairan Masalembo, membuat Ahmad Saudi dan 14 penumpang lain bertahan sekitar tiga jam di tengah laut sebelum diselamatkan.

Diterbitkan 14 September 2026, 07:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tidak ada alarm. Tidak ada pemberitahuan. Tidak ada banyak waktu untuk berpikir.

Ahmad Saudi yang tengah tertidur di sofa tiba-tiba terbangun setelah mendengar seorang penumpang berlari sambil memberi tahu kapal mulai miring.

Ahmad sempat bertanya apa yang terjadi. Jawaban penumpang itu membuatnya langsung berdiri.

Kapal KM Virgo Transport 8 memang sudah miring.

"Saya tanya, kenapa pak?, lalu dijawab katanya kapal miring, terus saya berdiri, ternyata memang miring benar. Langsung saya lari ke bawah,” kata Ahmad saat ditemui di ruangan pelayanan kesehatan darurat bagi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026) malam.

Ahmad kemudian berusaha mencari tempat untuk berpegangan. Dia meraih tiang di dekat jendela dan bertahan di sana ketika badan kapal terus kehilangan keseimbangan.

“Miring, miring, miring.”

Begitu Ahmad menggambarkan kondisi kapal saat itu.

“Saya ke tiang jendela, saya pegangan sampai kapal itu miring, miring, miring. Saya tetap pegangan. Habis miring saya naik ke atas, kemudian menunggu kapal sampai tenggelam,” ujarnya.

Kapal terus miring hingga akhirnya tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Di tengah situasi yang semakin kacau, Ahmad berhasil menyelamatkan diri menggunakan perahu karet. Dia bersama 14 orang lainnya kemudian terombang-ambing di tengah laut yang masih gelap.

Ada 15 orang di dalam perahu karet tersebut. Ahmad mengatakan seluruhnya akhirnya berhasil dipindahkan ke kapal penolong.

"Yang di kapal karet itu ada 15 orang. Selamat, bisa naik ke kapal yang menolong tadi. Rata-rata laki-laki, perempuan tidak ada,” katanya.

Namun, pertolongan itu tidak datang seketika.

Selama sekitar tiga jam, Ahmad dan penumpang lainnya harus bertahan di atas perahu karet. Angin kencang dan gelombang tinggi terus menghantam mereka.

“Gelombang terasa di dalam kapal. Di kapal karet itu saja tiga jam dihantam ombak terus. Pokoknya angin, gelombangnya besar dan tinggi,” ujarnya.

 

Penumpang Selamat Mayoritas Laki-laki

Ahmad masih mengingat betul betapa cepatnya kapal mulai miring. Menurut dia, kapal memang sempat bergoyang ketika dihantam gelombang. Namun, kemiringan yang akhirnya membuat kapal tenggelam terjadi begitu cepat.

“Kapal miring gini, langsung miring. Miringnya itu cepat banget, karena posisinya sudah larinya ke kiri,” ujarnya.

Di tengah kepanikan itu, Ahmad tak mengetahui bagaimana nasib penumpang lain yang masih berada di dalam kamar. Dari orang-orang yang dilihatnya berhasil keluar, sebagian besar merupakan laki-laki.

“Masih banyak. Kayaknya banyak, soalnya yang keluar sopir-sopir saja kayaknya, orang laki-laki saja. Kalau yang di kamar-kamar itu kayaknya belum bisa keluar,” ujarnya.

Ahmad merupakan warga asal Surabaya yang kini tinggal di Banjarbaru. Dia berada dalam perjalanan menuju Kalimantan untuk membawa sebuah bus setelah mengambil kendaraan tersebut dari Surabaya.

Namun, perjalanan itu berubah menjadi perjuangan menyelamatkan nyawa ketika KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan dan tenggelam.

Berdasarkan data sementara Basarnas, sebanyak 107 penumpang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Enam orang meninggal dunia, sementara 130 lainnya masih dalam pencarian.

Basarnas mengerahkan 15 armada laut dan udara dari unsur gabungan untuk mendukung operasi pencarian di sekitar lokasi kejadian. Armada tersebut terdiri atas 11 kapal, satu helikopter, dan tiga pesawat.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6