Atlet Hyrox Viral Usai Diduga Cepirit Saat Bertanding

Atlet Perempuan Tetap Lanjutkan Lomba Hyrox Beijing Meski Diduga Mengalami Inkontinensia Feses

Diterbitkan 14 September 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Beijing - Seorang atlet perempuan menjadi sorotan dalam ajang kebugaran Hyrox Beijing setelah diduga mengalami inkontinensia feses saat bertanding. Inkontinensia feses merupakan kondisi di mana seseorang tidak mampu mengontrol buang air besar, sehingga feses keluar secara tiba-tiba atau tanpa disadari.

Meski menghadapi kondisi tersebut, atlet tersebut tetap melanjutkan perlombaan hingga garis finis.

Dikutip dari Mothership, Senin (14/9/2026), foto dan video yang beredar di media sosial China pada 12 September memperlihatkan atlet tersebut terus menjalani sejumlah rangkaian latihan, termasuk burpee broad jumps. Dalam rekaman yang beredar, materi feses dilaporkan terlihat di bagian kakinya dan di sejumlah bagian lintasan.

Insiden tersebut kemudian memunculkan kekhawatiran dari peserta lain maupun masyarakat mengenai kebersihan serta kemungkinan kontaminasi lintasan dan peralatan lomba, seperti dilaporkan media Hong Kong HK01.

Menurut HK01, atlet tersebut adalah Joanna Wietrzyk, atlet elite asal Australia yang pada hari itu justru berhasil memenangkan perlombaan. Wietrzyk tampil di kategori Pro Women dalam ajang Hyrox Beijing.

Tuai Beragam Reaksi 

Insiden tersebut memicu beragam reaksi di dunia maya.

Sebagian pengguna memuji Wietrzyk karena tetap bertahan dan menyelesaikan perlombaan yang menuntut kemampuan fisik tinggi. Namun, sebagian lainnya mengkritik keputusannya untuk tetap bertanding karena peserta lain harus menggunakan lintasan dan peralatan yang sama.

Sejumlah pengguna juga menyuarakan kekhawatiran bahwa materi feses dilaporkan tertinggal di lintasan lari, matras sled, serta permukaan lain yang kemudian digunakan peserta berikutnya.

Salah seorang warganet berpendapat bahwa atlet yang sedang tidak sehat seharusnya mengundurkan diri daripada melanjutkan perlombaan dengan mengorbankan kondisi lingkungan pertandingan.

Penanganan Hyrox terhadap insiden tersebut juga dipertanyakan. Beberapa pengguna menyoroti aturan kompetisi yang memberikan penalti untuk perilaku seperti meludah, sementara dalam kasus ini atlet tersebut dilaporkan tetap diperbolehkan melanjutkan perlombaan.

 

Area Terdampak Langsung Ditutup dan Didisinfeksi

Pihak penyelenggara Hyrox Beijing kemudian memberikan penjelasan melalui pernyataan yang diunggah di Weibo pada 12 September.

Hyrox China mengatakan panitia segera menutup dan mengisolasi area serta jalur lomba yang terdampak setelah insiden tersebut.

Area tersebut kemudian menjalani proses disinfeksi secara menyeluruh. Pembersihan terus dilakukan hingga seluruh perlombaan pada hari itu berakhir.

Peralatan yang terdampak juga dikeluarkan dari lokasi pertandingan. Limbah yang dihasilkan kemudian dibuang sesuai dengan ketentuan pengelolaan limbah setempat.

Panitia menambahkan bahwa karpet di lokasi akan diganti setelah seluruh rangkaian pertandingan hari itu selesai. Setelah itu, seluruh area pertandingan akan menjalani pembersihan dan disinfeksi secara menyeluruh.

Menurut penyelenggara, langkah-langkah tersebut dilakukan untuk semakin memperkuat standar kebersihan dalam kompetisi.

Hyrox China juga memastikan para atlet dapat bertanding dengan tenang dan berharap seluruh peserta mampu memberikan penampilan terbaik serta menyelesaikan perlombaan dengan lancar.

Pihak penyelenggara menegaskan akan terus bersama para atlet dan penggemar olahraga untuk menjunjung semangat kompetisi, mematuhi standar lingkungan venue, serta berupaya menciptakan pengalaman perlombaan yang aman dan positif bagi seluruh peserta.