Ciri Ciri Childish pada Orang Dewasa dan Cara Mengatasinya

Kenali ciri ciri childish pada orang dewasa, dari sulit mengontrol emosi hingga menghindari tanggung jawab, lengkap dengan penyebab dan cara mengatasinya.

Diterbitkan 15 September 2026, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Usia yang bertambah tidak selalu berjalan seiring dengan kematangan emosi seseorang. Memahami ciri ciri childish membantu kamu mengenali pola perilaku kekanak-kanakan, baik pada diri sendiri maupun orang terdekat.

Berbagai ciri-ciri childish umumnya terlihat dari cara seseorang mengelola emosi, memikul tanggung jawab, dan menjalin hubungan. Semakin cepat kamu mengenalinya, semakin mudah pula menemukan solusi yang tepat.

Dalam psikologi populer, orang dewasa yang enggan benar-benar dewasa kerap dikaitkan dengan istilah Peter Pan syndrome. Dilansir dari Cleveland Clinic, istilah ini menggambarkan orang dewasa yang kesulitan untuk tumbuh dewasa meski usianya sudah matang.

Apa Itu Sifat Childish?

Secara bahasa, childish berarti kekanak-kanakan. Istilah ini menggambarkan orang dewasa yang perilakunya belum sesuai dengan usianya, terutama saat mengelola emosi dan tanggung jawab.

Dalam kajian psikologi, kondisi ini lebih dikenal sebagai kematangan emosi yang rendah atau emotional immaturity. Orang dengan sifat ini bertambah dewasa secara fisik, tetapi kebiasaan emosinya masih menyerupai anak-anak.

Istilah Peter Pan syndrome diperkenalkan psikoanalis Dan Kiley lewat bukunya "The Peter Pan Syndrome: Men Who Have Never Grown Up" pada 1983, untuk menggambarkan orang yang menua secara fisik namun tidak secara emosional. Psikoterapis Babita Spinelli, dikutip dari mindbodygreen, menuturkan, "Mereka adalah individu yang benar-benar tidak ingin tumbuh dewasa."

Ciri Ciri Childish yang Perlu Kamu Kenali

Sebelum masuk ke daftarnya, ingat bahwa kekanak-kanakan tidak diukur dari usia, melainkan dari kebiasaan emosi seseorang. Mengacu pada ulasan Psychology Today, orang yang kekanak-kanakan cenderung berpikir bahwa "semuanya tentang aku" dan sulit benar-benar mendengarkan kebutuhan orang lain.

Berikut ciri-ciri childish yang paling sering muncul pada orang dewasa:

  1. Sulit mengontrol emosi. Reaksinya sering berlebihan untuk hal sepele, mudah marah, atau menangis. Becca Reed, terapis kesehatan mental, dikutip dari theSkimm, menjelaskan, "Individu yang belum matang sering kesulitan mengatur emosi, sehingga mudah meledak atau bereaksi secara tidak pantas."
  2. Menghindari tanggung jawab. Ia cenderung melempar kesalahan ke orang lain daripada mengakuinya. Psikolog klinis Lindsay C. Gibson menuturkan, "Orang yang belum matang secara emosional jarang meminta maaf atau merasa menyesal."
  3. Bertindak impulsif. Keputusan diambil tanpa memikirkan konsekuensi jangka panjang, mulai dari ucapan hingga pengeluaran uang.
  4. Haus perhatian. Ia butuh selalu jadi pusat perhatian, kadang lewat drama atau lelucon yang kurang pantas.
  5. Kurang empati. Perasaan orang lain sering diabaikan karena fokusnya hanya pada kebutuhan diri sendiri.
  6. Sulit menerima kritik. Alih-alih berbenah, ia bersikap defensif, tersinggung, atau balik menyalahkan.
  7. Terlalu bergantung pada orang lain. Hal-hal yang semestinya bisa dikerjakan sendiri justru dibebankan pada orang terdekat.
  8. Egois dan sulit berkompromi. Ia ingin semua berjalan sesuai caranya dan enggan mengalah.
  9. Takut berkomitmen. Pembicaraan soal masa depan atau hal yang mengikat cenderung dihindari dengan berbagai alasan.

Penyebab Munculnya Sifat Childish

Sifat kekanak-kanakan jarang muncul begitu saja; biasanya ada akar yang membentuknya sejak lama. Salah satu penyebab utamanya adalah luka atau trauma masa kecil yang belum tuntas, yang membuat perkembangan emosi seseorang seakan terhenti pada usia saat luka itu terjadi.

Pola asuh juga berperan besar. Orang tua yang terlalu mengekang, terlalu melindungi, atau justru abai membuat anak tidak terbiasa mengambil keputusan dan memikul tanggung jawab. Dr. Taryn Greene, dikutip dari Parade, menjelaskan, "Jika seseorang belum matang secara emosional saat dewasa, kemungkinan ia belum belajar menyadari dan mengatur emosinya."

Faktor kesehatan turut memengaruhi. Sebagaimana dilaporkan GoodRx, orang dengan pola perilaku seperti Peter Pan syndrome bisa saja sedang menghadapi kondisi seperti depresi dan kecemasan yang memperberat kesulitan mereka. Kondisi seperti gangguan pemusatan perhatian pun kadang membuat seseorang tampak impulsif dan sulit fokus.

Selain itu, lingkungan sosial ikut membentuk. Kebiasaan menekan emosi pada laki-laki dan mendorong ketergantungan pada perempuan, ditambah ketergantungan ekonomi yang panjang serta banjir contoh perilaku instan di media sosial, dapat memupuk sifat kekanak-kanakan hingga usia dewasa.

Dampak Sifat Childish dalam Hubungan dan Kehidupan

Dibiarkan tanpa disadari, sifat childish bisa merembet ke banyak area kehidupan. Beberapa dampak yang paling sering muncul antara lain:

  • Hubungan mudah tegang. Konflik berulang muncul karena pasangan atau teman merasa harus selalu mengalah dan memaklumi.
  • Karier tersendat. Sulit menerima masukan dan minimnya tanggung jawab membuat kerja sama tim serta peluang berkembang jadi terhambat.
  • Rentan terisolasi secara sosial. Dr. Patrick McGrath, dikutip dari NOCD, menuturkan, "Akan sulit membangun hubungan sosial jika kamu sangat sulit mengendalikan emosi."
  • Beban mental menumpuk. Kebiasaan menghindar dari tanggung jawab justru memicu siklus stres, rasa malu, dan kecemasan yang berlarut.

Cara Mengatasi Sifat Childish

Kabar baiknya, kematangan emosi bisa dilatih pada usia berapa pun. Langkah pertama memahami perubahan ini adalah mengakui polanya, lalu membangun kebiasaan baru secara bertahap.

  1. Kenali dan akui polanya. Bicaralah jujur dengan orang terdekat dan minta mereka menilai perilakumu secara terbuka.
  2. Latih pengelolaan emosi. Saat emosi memuncak, beri jeda dan beri nama pada perasaan yang muncul sebelum bereaksi.
  3. Biasakan bertanggung jawab. Akui kesalahan tanpa mencari pembenaran, dimulai dari hal-hal kecil sehari-hari.
  4. Tetapkan batasan yang jelas. Jika kamu berhadapan dengan orang childish, hindari terus menutupi kesalahannya dan biarkan ia menghadapi konsekuensinya.
  5. Pilih lingkungan yang sehat. Pertemanan yang positif membantu membentuk kebiasaan emosi yang lebih matang.
  6. Cari bantuan profesional. Merujuk riset yang dihimpun e-counseling, terapi perilaku kognitif atau CBT termasuk pendekatan paling efektif untuk membenahi pola menghindar yang menjadi inti masalah ini.

Tips singkat: fokuslah pada perubahan perilaku yang spesifik, bukan menghakimi karakter secara menyeluruh, agar prosesnya terasa lebih ringan dan berkelanjutan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sifat Childish

Apakah sifat childish termasuk gangguan mental?

Sifat childish atau Peter Pan syndrome bukan diagnosis resmi dalam panduan medis, melainkan sebuah pola perilaku. Meski begitu, pola ini kadang berkaitan dengan kondisi lain seperti kecemasan atau depresi, sehingga tetap perlu diperhatikan jika sudah mengganggu keseharian.

Apakah sifat kekanak-kanakan bisa berubah?

Bisa. Dengan kesadaran diri, latihan mengelola emosi, dan dukungan lingkungan yang tepat, seseorang bisa belajar bersikap lebih dewasa. Bila terasa berat, konsultasi dengan psikolog atau tenaga profesional akan sangat membantu.

Bagaimana cara menghadapi pasangan atau rekan yang childish?

Kuncinya ada pada batasan yang jelas dan komunikasi yang jujur. Sampaikan keberatanmu, hindari kebiasaan menutupi kesalahannya, dan biarkan ia belajar dari konsekuensi agar terdorong menjadi lebih mandiri.