7 Cara Membersihkan Noda Bekas Keringat di Bantal, Jangan Langsung Dibuang

Bantal mulai menguning akibat keringat? Jangan langsung dibuang. Simak 7 cara membersihkan noda bekas keringat di bantal agar kembali bersih.

Diterbitkan 01 September 2026, 12:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bantal yang digunakan setiap malam lama-kelamaan bisa mengalami perubahan warna, terutama pada bagian yang sering bersentuhan dengan kepala. Keringat, minyak alami dari kulit, serta kelembapan yang terserap ke dalam kain dapat meninggalkan noda kekuningan yang semakin terlihat seiring waktu. Jika dibiarkan, bantal tidak hanya tampak kusam, tetapi juga bisa terasa kurang segar meskipun sarung bantal rutin diganti.

Noda bekas keringat di bantal memang terkadang sulit dihilangkan hanya dengan mencuci seperti biasa. Terlebih jika noda sudah menumpuk dan mengering dalam waktu lama, diperlukan cara pembersihan yang tepat agar noda dapat terangkat tanpa merusak bahan pengisi maupun permukaan bantal. Sebelum memutuskan membeli bantal baru, ada beberapa metode sederhana yang dapat dicoba menggunakan bahan dan perlengkapan yang relatif mudah ditemukan di rumah.

Namun, cara membersihkan bantal juga perlu disesuaikan dengan jenis bahan dan petunjuk perawatannya. Tidak semua bantal aman direndam atau dicuci menggunakan metode yang sama, sehingga penting memperhatikan label perawatan terlebih dahulu. Lantas bagaimana saja cara membersihkan noda bekas keringat di bantal? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (1/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Cuci Bantal dengan Deterjen yang Lembut

Cara pertama yang bisa dicoba untuk mengatasi noda bekas keringat adalah mencuci bantal menggunakan deterjen yang lembut. Sebelum mulai, periksa terlebih dahulu label perawatan pada bantal karena tidak semua jenis bantal aman dicuci menggunakan mesin atau direndam. Jika bantal memang dapat dicuci, gunakan air dengan suhu sesuai petunjuk dan deterjen secukupnya. Hindari penggunaan deterjen terlalu banyak karena sisa sabun yang tertinggal di dalam serat atau bahan pengisi justru dapat membuat bantal sulit dibilas hingga bersih.

Untuk noda kekuningan yang sudah cukup terlihat, jangan langsung menggosok permukaan bantal dengan keras. Basahi bagian yang terkena noda, kemudian aplikasikan sedikit deterjen cair dan gosok perlahan menggunakan kain atau sikat berbulu lembut. Biarkan larutan bekerja selama beberapa menit sebelum dibilas. Cara ini bertujuan membantu melonggarkan kotoran dan residu keringat yang menempel tanpa memberikan tekanan berlebihan yang dapat merusak kain pembungkus bantal.

Setelah selesai dicuci, proses pembilasan menjadi bagian yang tidak kalah penting. Pastikan tidak ada sisa deterjen karena residu yang tertinggal dapat membuat bantal terasa kaku atau kurang nyaman. Bantal juga harus dikeringkan sampai benar-benar kering, termasuk bagian dalamnya. Kelembapan yang terperangkap dapat menyebabkan bau tidak sedap dan menciptakan kondisi yang kurang baik bagi kebersihan bantal. Jika bantal memiliki bahan pengisi khusus, ikuti petunjuk pengeringan dari produsennya agar bentuk dan kualitasnya tetap terjaga.

2. Gunakan Larutan Soda Kue untuk Membantu Mengangkat Bau dan Kotoran

Soda kue atau baking soda dapat digunakan sebagai salah satu bahan sederhana untuk membantu menyegarkan bantal. Bahan ini lebih cocok digunakan untuk membantu mengurangi bau dan menyerap sebagian kelembapan atau kotoran ringan daripada dianggap sebagai penghilang noda ajaib. Untuk bantal yang hanya memiliki noda ringan dan bau akibat keringat, soda kue dapat menjadi pilihan perawatan tambahan sebelum pencucian. Pastikan terlebih dahulu bahan bantal dan petunjuk perawatannya memungkinkan metode tersebut.

Untuk penggunaan sederhana, taburkan soda kue secukupnya pada permukaan bantal yang kering, terutama pada area yang sering terkena keringat. Ratakan secara tipis dan biarkan selama beberapa jam agar memiliki waktu untuk membantu menyerap bau dan kelembapan. Setelah itu, bersihkan seluruh bubuk menggunakan penyedot debu dengan perlahan atau kibaskan di tempat yang sesuai. Jangan menggosok bubuk terlalu keras ke dalam bantal karena partikel dapat masuk lebih jauh ke serat dan justru menyulitkan proses pembersihan.

Jika noda kuning sudah cukup lama atau tebal, penggunaan soda kue saja biasanya tidak cukup untuk mengembalikan warna bantal seperti semula. Dalam kondisi tersebut, pencucian yang sesuai dengan label perawatan tetap diperlukan. Soda kue lebih tepat diposisikan sebagai bagian dari perawatan tambahan, terutama untuk membantu mengurangi bau. Setelah menggunakan metode ini, pastikan bantal tidak menyisakan bubuk dan tetap dalam kondisi kering sebelum kembali digunakan.

3. Bersihkan Bagian Bernoda dengan Deterjen Cair Sebelum Dicuci

Untuk noda keringat yang hanya terdapat pada bagian tertentu, Anda tidak selalu perlu langsung mencuci seluruh bantal. Lakukan pembersihan awal pada area yang bernoda menggunakan sedikit deterjen cair yang lembut. Tujuannya adalah membantu memecah residu keringat, minyak tubuh, dan kotoran yang menempel pada permukaan kain. Metode ini dapat menjadi pilihan untuk noda lokal, terutama jika bantal tidak dianjurkan untuk sering dicuci secara menyeluruh.

Campurkan sedikit deterjen cair dengan air sesuai kebutuhan, kemudian celupkan kain bersih ke dalam larutan tersebut. Peras hingga tidak terlalu basah, lalu tepuk-tepuk atau usap perlahan bagian yang terkena noda. Hindari membasahi bantal secara berlebihan karena air yang masuk terlalu banyak ke bagian dalam dapat membutuhkan waktu lama untuk mengering. Jangan pula menggunakan sikat kasar karena gesekan berlebihan dapat merusak permukaan kain atau membuat bagian yang dibersihkan terlihat berbeda dari area sekitarnya.

Setelah noda dibersihkan, gunakan kain lain yang dibasahi air bersih untuk mengangkat sisa deterjen. Kemudian tekan menggunakan handuk kering untuk membantu menyerap kelembapan. Bantal harus diletakkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik sampai benar-benar kering sebelum digunakan kembali. Jika noda tetap terlihat setelah satu kali proses, lebih baik mengulanginya secara hati-hati daripada langsung menggunakan bahan kimia yang semakin kuat tanpa mengetahui apakah bahan tersebut aman untuk bantal.

4. Gunakan Pemutih Oksigen jika Label Bantal Mengizinkan

Untuk noda kuning yang membandel, produk pemutih berbasis oksigen atau oxygen bleach dapat menjadi salah satu pilihan, tetapi penggunaannya harus sangat hati-hati. Produk seperti ini tidak sama dengan pemutih klorin dan tetap harus digunakan sesuai petunjuk kemasan serta label perawatan bantal. Tidak semua bahan dan warna bantal cocok menggunakan produk pemutih, sehingga jangan langsung merendam bantal tanpa memastikan materialnya aman. Jika tidak ada informasi yang jelas, lebih baik memilih metode pembersihan yang lebih lembut.

Jika label memperbolehkan penggunaannya, ikuti takaran dan metode pengenceran yang tertera pada kemasan. Jangan mengira bahwa semakin banyak produk akan membuat noda semakin cepat hilang. Konsentrasi yang terlalu tinggi justru dapat merusak serat, menyebabkan perubahan warna, atau meninggalkan residu. Untuk bahan yang sensitif, lakukan pengujian terlebih dahulu pada bagian kecil yang tidak terlalu terlihat jika petunjuk produk memungkinkan pengujian tersebut.

Setelah proses selesai, bantal harus dibilas dengan baik dan dikeringkan sesuai petunjuk. Jangan mencampurkan pemutih oksigen dengan produk pembersih lain secara sembarangan karena kombinasi bahan kimia dapat menghasilkan reaksi yang tidak diinginkan. Jika bantal memiliki lapisan khusus, bahan pengisi tertentu, atau label yang melarang pemutih, jangan gunakan metode ini. Dalam hal perawatan bantal, keamanan material sebaiknya menjadi prioritas dibandingkan mengejar hasil putih secara instan.

5. Jemur Bantal dengan Cara yang Tepat

Pengeringan yang tepat juga berperan dalam menjaga bantal tetap bersih dan tidak mudah berbau. Setelah dicuci, pastikan sebanyak mungkin air sudah dikeluarkan sesuai jenis bantal tanpa memeras secara kasar. Beberapa jenis bantal dapat mengalami perubahan bentuk jika dipelintir atau ditekan terlalu kuat. Gunakan handuk kering untuk membantu menyerap kelebihan air, kemudian letakkan bantal pada area dengan sirkulasi udara yang baik.

Jika petunjuk perawatan mengizinkan penjemuran, bantal dapat dikeringkan di tempat yang mendapatkan cahaya matahari secara sesuai. Namun, jangan menganggap bahwa semua bantal harus dijemur di bawah terik matahari selama berjam-jam. Paparan panas atau sinar yang berlebihan dapat memengaruhi warna kain dan beberapa jenis bahan pengisi. Yang paling penting adalah memastikan bagian dalam bantal benar-benar kering. Sesekali balik atau ubah posisi bantal agar udara dapat menjangkau bagian yang berbeda.

Bantal yang tampak kering di permukaan belum tentu benar-benar kering di bagian dalam. Karena itu, periksa dengan menekan beberapa bagian sebelum digunakan kembali. Jika masih terasa lembap, lanjutkan proses pengeringan. Bantal yang disimpan ketika belum benar-benar kering dapat menimbulkan bau apek dan berpotensi mengalami pertumbuhan jamur. Pengeringan yang sempurna juga membantu mempertahankan kesegaran bantal setelah proses pencucian.

6. Bersihkan Sarung dan Pelindung Bantal Secara Rutin

Noda pada bantal tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi bantal itu sendiri, tetapi juga oleh sarung dan pelindung yang digunakan. Sarung bantal bersentuhan langsung dengan rambut, wajah, keringat, minyak kulit, serta produk perawatan seperti pelembap atau minyak rambut. Jika sarung jarang dicuci, berbagai residu tersebut dapat berpindah ke bantal dan membuat permukaannya lebih cepat kusam. Karena itu, menjaga kebersihan sarung merupakan langkah penting untuk mencegah noda kembali muncul setelah bantal dibersihkan.

Jika memungkinkan, gunakan pelindung bantal di bawah sarung bantal. Pelindung berfungsi sebagai lapisan tambahan sehingga keringat dan minyak tubuh tidak langsung mencapai bantal. Pilih pelindung yang sesuai ukuran dan mudah dicuci agar perawatannya lebih praktis. Sarung serta pelindung tetap perlu dicuci secara rutin sesuai kebutuhan, terutama jika mudah berkeringat saat tidur atau menggunakan produk rambut dan perawatan kulit sebelum tidur.

Langkah pencegahan seperti ini dapat mengurangi frekuensi pencucian bantal secara menyeluruh. Bantal yang terlalu sering dicuci dengan metode yang tidak sesuai justru berisiko mengalami kerusakan pada bahan pengisi atau jahitannya. Dengan menggunakan sarung dan pelindung yang bersih, beban kotoran yang mencapai bantal dapat dikurangi. Hasilnya, bantal dapat tetap terlihat lebih bersih dan segar lebih lama setelah dibersihkan.

7. Periksa Petunjuk Perawatan Sebelum Menggunakan Bahan Pembersih

Sebelum mencoba metode apa pun, langkah yang paling penting sebenarnya adalah membaca label perawatan bantal. Setiap bantal dapat memiliki bahan pengisi dan konstruksi yang berbeda, seperti serat sintetis, bulu, busa, lateks, atau material khusus lainnya. Cara mencuci, suhu air, penggunaan deterjen, serta metode pengeringan yang aman bisa berbeda pada masing-masing produk. Mengabaikan petunjuk tersebut hanya karena ingin menghilangkan noda dengan cepat dapat menyebabkan bantal berubah bentuk atau mengalami kerusakan.

Jika label menyatakan bantal hanya boleh dibersihkan dengan metode tertentu, ikuti petunjuk tersebut. Untuk bantal yang tidak dapat dicuci, pembersihan pada area tertentu mungkin menjadi pilihan yang lebih aman daripada merendam seluruh bantal. Anda juga dapat melakukan uji coba pada bagian kecil yang tersembunyi sebelum menggunakan larutan pembersih pada area bernoda. Jangan menggunakan campuran bahan pembersih secara sembarangan, terutama produk yang mengandung bahan aktif berbeda.

Perlu diingat bahwa tidak semua noda lama dapat hilang sepenuhnya, terutama jika perubahan warna sudah terjadi pada serat atau bahan bantal akibat penggunaan dalam waktu lama. Jika bantal sudah sulit dibersihkan, berubah bentuk, mengeluarkan bau yang tidak hilang, atau menunjukkan tanda kerusakan, menggantinya mungkin menjadi pilihan yang lebih tepat. Namun, jika kondisi bantal masih baik, mencoba metode pembersihan yang sesuai dengan bahan dan petunjuk perawatan dapat membantu memperpanjang masa pakainya sekaligus membuatnya kembali terasa lebih segar.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membersihkan Noda Bekas Keringat di Bantal

1. Apa penyebab noda kuning di bantal?

Noda kuning pada bantal umumnya dapat muncul akibat keringat, minyak alami dari kulit dan rambut, kelembapan, serta residu produk perawatan tubuh atau rambut. Jika menumpuk dalam waktu lama, berbagai residu tersebut dapat membuat permukaan bantal berubah warna dan terlihat kusam.

2. Apakah noda bekas keringat di bantal bisa dihilangkan?

Bisa, terutama jika noda belum terlalu lama menempel. Pembersihan dapat dilakukan menggunakan deterjen lembut atau metode lain yang sesuai dengan petunjuk perawatan bantal. Namun, noda yang sudah sangat lama atau menyebabkan perubahan warna permanen mungkin tidak dapat hilang sepenuhnya.

3. Apakah baking soda bisa digunakan untuk membersihkan bantal?

Baking soda atau soda kue dapat membantu menyegarkan bantal dan mengurangi bau, tetapi tidak selalu cukup untuk menghilangkan noda kuning yang membandel. Gunakan sesuai kondisi dan bahan bantal, kemudian pastikan seluruh bubuk dibersihkan sebelum bantal digunakan kembali.

4. Bolehkah menggunakan pemutih untuk menghilangkan noda kuning di bantal?

Tidak semua bantal aman menggunakan pemutih. Periksa label perawatan terlebih dahulu. Jika diperbolehkan, gunakan produk dan takaran sesuai petunjuk kemasan. Hindari mencampurkan pemutih dengan bahan pembersih lain secara sembarangan karena dapat menimbulkan reaksi berbahaya.

5. Bagaimana cara mencegah bantal cepat menguning?

Gunakan sarung bantal yang mudah dicuci dan pertimbangkan penggunaan pelindung bantal sebagai lapisan tambahan. Cuci sarung secara rutin dan pastikan rambut atau kulit dalam kondisi cukup bersih sebelum tidur. Bantal juga sebaiknya dijaga tetap kering dan tidak disimpan dalam kondisi lembap.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6