7 Cara Menyimpan Bawang Putih agar Tidak Cepat Bertunas & Anti Busuk

Bawang putih cepat bertunas? Simak 7 cara menyimpan bawang putih agar tidak cepat bertunas, mulai dari penyimpanan utuh, kupas, cincang, hingga frozen.

Diterbitkan 30 Juli 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Masalah klasik di dapur sering kali dialami saat bawang putih yang baru dibeli beberapa hari sudah mulai bertunas atau berjamur. Kondisi ini tentu sangat menjengkelkan bagi siapa saja yang hobi memasak.

Bawang putih yang bertunas tidak hanya mengurangi kualitas rasa, tetapi juga menambah food waste di dapur Anda. Oleh karena itu, penanganan yang tepat sangat dibutuhkan untuk meminimalisasi kerugian bahan makanan ini.

Dengan cara menyimpan bawang putih agar tidak cepat bertunas yang tepat, bawang bisa bertahan berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Artikel ini akan membahas 7 metode penyimpanan berdasarkan kondisi bawang (utuh, kupas, cincang, halus) plus tips dari chef profesional, yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (30/7/2026).

1. Menyimpan Bawang Putih Utuh di Suhu Ruang

Bawang putih yang masih utuh belum dikupas dan masih berada dalam satu bonggol paling baik ditaruh pada kondisi tertentu. Simpan di tempat sejuk, kering, dan gelap dengan suhu ideal sekitar 15 sampai 18 derajat Celsius. Gunakan wadah dengan sirkulasi udara baik seperti keranjang jala, anyaman bambu, atau kantong kertas. Hindari kantong plastik atau wadah kedap udara karena dapat memerangkap kelembapan.

Dengan metode ini, bawang putih utuh bisa bertahan hingga 1 sampai 2 bulan. Jangan simpan bawang utuh di dalam kulkas karena suhu yang lembap justru memicu pertumbuhan tunas.

Peringatan Penting: Jauhkan penyimpanan bawang putih dari kentang! Gas etilen yang dikeluarkan oleh kentang dapat memicu bawang putih cepat bertunas dan membusuk.

2. Menyimpan Bawang Putih Kupas di Kulkas

Metode ini diperuntukkan bagi bawang yang sudah dikupas dan siap untuk dipakai. Masukkan bawang ke dalam wadah kedap udara dan lapisi dasar wadah dengan tisu dapur untuk menyerap sisa kelembapan. Simpan wadah tersebut di dalam kulkas pada bagian rak yang stabil.

Bawang putih kupas yang disimpan dengan cara ini umumnya mampu bertahan selama 1 hingga 2 minggu. Chef Rikrik Sollehudin, Sous Chef Unilever Food Solutions, menyarankan untuk merendam bawang putih kupas dalam minyak bersih sebelum disimpan dalam wadah tertutup guna menjaga warna dan tekstur tetap stabil.

 

3. Menyimpan Bawang Putih Cincang dengan Minyak

Jika bawang sudah dicincang atau diiris, masukkan bawang cincang tersebut ke dalam stoples bersih yang kedap udara. Tuangkan minyak bersih seperti minyak zaitun, minyak kelapa, atau minyak sawit hingga bawang terendam seluruhnya, lalu simpan di dalam kulkas.

Penyimpanan bawang cincang dalam minyak di dalam kulkas dapat bertahan hingga 1 minggu.

Peringatan Penting: Jangan pernah menyimpan bawang cincang dalam minyak pada suhu ruang karena memiliki risiko tinggi terhadap pertumbuhan bakteri penyebab botulisme. Sebagai solusi aman, bekukan langsung setelah diberi minyak agar tahan hingga berbulan-bulan.

4. Menyimpan Bawang Putih Halus / Pasta Bawang Putih

Bagi Anda yang mengolah bawang menjadi pasta halus, campurkan bawang dengan minyak menggunakan perbandingan 1:1 di dalam wadah tertutup. Simpan adonan pasta ini di dalam kulkas atau di dalam freezer.

Pasta bawang putih ini dapat bertahan selama berminggu-minggu di kulkas dan berbulan-bulan jika dimasukkan ke freezer. Karena bawang yang sudah dihaluskan aromanya lebih cepat menyebar, penggunaan wadah yang benar-benar kedap udara hukumnya wajib.

 

5. Menyimpan Bawang Putih di Freezer (Frozen Garlic)

Apabila Anda ingin menyimpan stok bawang kupas, cincang, atau halus dalam jangka waktu yang sangat lama, freezer adalah jawabannya. Anda bisa membuat frozen cube dengan memasukkan bawang cincang ke cetakan es batu, lalu tambahkan sedikit minyak atau air sebelum dibekukan. Selain itu, bawang utuh yang sudah dikupas juga bisa langsung dibekukan dalam wadah kedap udara.

Metode frozen garlic ini sanggup menjaga kualitas bawang hingga 6 bulan atau bahkan lebih. Kemaslah bumbu sesuai kebutuhan sekali masak agar lebih praktis saat hendak digunakan.

 

6. Baceman Bawang Putih (Bumbu Dasar Siap Pakai)

Baceman bawang putih merupakan salah satu bentuk bumbu dasar siap pakai yang sangat populer di kalangan pencinta masak. Tumis cincangan bawang putih bersama minyak secukupnya hingga harum dan matang. Setelah itu, dinginkan dan simpan dalam wadah kedap udara di dalam kulkas.

Baceman bawang putih ini bisa bertahan hingga berminggu-minggu di kulkas. Keunggulan metode ini adalah bumbu bisa langsung dipakai untuk menumis aneka masakan tanpa perlu repot melakukan persiapan ulang dari awal.

7. Bawang Putih Panggang / Garlic Paste

Jika Anda menginginkan bumbu siap pakai dengan karakter rasa yang lebih mild dan manis, buatlah garlic paste panggang. Bungkus bonggol bawang putih utuh dengan aluminium foil, lalu panggang di dalam oven hingga matang dan kecokelatan. Setelah itu, kupas dan haluskan bersama sedikit minyak.

Simpan pasta panggang ini di dalam squeeze bottle di dalam kulkas. Pasta ini sangat ideal langsung digunakan untuk tumisan, nasi goreng, sup, maupun sebagai campuran saus.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Sebelum menyimpan stok bumbu dapur, kenali beberapa kesalahan fatal yang sering kali dilakukan banyak orang sehingga membuat bawang cepat rusak:

  1. Menyimpan bawang utuh di kulkas – Suhu dingin yang lembap justru memicu pertumbuhan tunas lebih cepat.
  2. Menyimpan dalam kantong plastik tertutup – Kelembapan akan terperangkap di dalam plastik dan mempercepat pembusukan.
  3. Menyimpan dekat kentang – Gas etilen yang dilepaskan oleh kentang merangsang proses pertunasan pada bawang.
  4. Menyimpan di dekat kompor atau terkena sinar matahari – Suhu panas memicu pembusukan dan membuat bawang cepat kering.
  5. Menyimpan bawang cincang dalam minyak di suhu ruang – Meningkatkan risiko kontaminasi bakteri berbahaya penyebab botulisme.
  6. Mencuci bawang sebelum disimpan – Kelembapan berlebihan pada kulit luar akan memicu timbulnya jamur. 

Pertanyaan Seputar Cara Menyimpan BAwang Putih

Q: Mengapa bawang putih cepat bertunas?

A: Faktor terbesar adalah suhu penyimpanan yang terlalu hangat, tingkat kelembapan yang tinggi, serta sirkulasi udara di sekitar penyimpanan yang kurang baik.

Q: Berapa suhu ideal untuk cara menyimpan bawang putih agar tidak cepat bertunas?

A: Suhu ideal yang disarankan adalah sekitar 15 sampai 18 derajat Celsius.

Q: Bolehkah menyimpan bawang putih di kulkas?

A: Boleh, tetapi hanya untuk bawang yang sudah dikupas. Bawang putih utuh sebaiknya dihindarkan dari penyimpanan di dalam kulkas.

Q: Berapa lama bawang putih bisa bertahan?

A:

  • Utuh di suhu ruang: 1–2 bulan
  • Kupas di kulkas: 1–2 minggu
  • Cincang dalam minyak di freezer: hingga 3–6 bulan

Q: Apa tanda bawang putih sudah tidak layak pakai?

A:

  • Muncul tunas hijau yang membuat rasanya cenderung pahit
  • Tekstur berubah menjadi lembek atau berkeriput
  • Ditandai dengan adanya jamur atau timbul bau tidak sedap

Q: Bagaimana cara menyimpan bawang putih cincang agar aman?

A: Simpan dalam rendaman minyak hanya di dalam kulkas (maksimal 7 hari) atau di dalam freezer. Jangan pernah menyimpannya di suhu ruang untuk menghindari risiko botulisme.

Q: Apakah bawang putih yang sudah bertunas masih bisa dimakan?

A: Masih bisa dikonsumsi, tetapi rasanya cenderung lebih pahit dan teksturnya berkurang. Sebaiknya buang bagian tunas hijau di bagian tengahnya sebelum diolah.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6