Liputan6.com, Jakarta - Kalender Bali bulan September 2026 menjadi acuan penting yang tidak boleh dilewatkan oleh umat Hindu maupun siapa saja yang ingin memahami ritme hidup masyarakat Pulau Dewata. Berbeda dari kalender Masehi yang berfungsi sebagai penunjuk tanggal, Kalender Saka atau Kalender Bali juga berperan sebagai pedoman spiritual yang menentukan kapan waktu tepat untuk beraktivitas maupun menggelar ritual keagamaan.
Ketepatan membaca kalender Bali bulan September 2026 pun menjadi kunci bagi masyarakat lokal saat hendak menggelar upacara-upacara penting, mulai dari Pawiwahan (pernikahan), Melaspas (peresmian bangunan), sampai Pitra Yadnya (upacara kematian atau ngaben). Berikut rangkuman lengkap penanggalan Bali bulan September 2026 dan fakta-fakta menarik lainnya, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (28/8/2026).
Mengenal Kalender Bali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5175485/original/083567000_1743000902-20250326-Melasti-AFP_4.jpg)
Kalender Bali memiliki cara perhitungan tanggal, bulan, dan tahun yang jauh berbeda dari sistem kalender Masehi yang lazim digunakan sehari-hari. Sistem ini pada dasarnya menggabungkan dua metode penanggalan sekaligus, yaitu perhitungan berbasis matahari (Surya) dan perhitungan berbasis bulan (Candra).
Kedua sistem tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Perhitungan berbasis bulan lebih banyak dipakai untuk menentukan waktu pelaksanaan kegiatan spiritual, seperti jatuhnya Purnama dan Tilem setiap bulannya. Sementara itu, pergantian tahun dalam kalender Bali mengikuti perhitungan berbasis matahari. Di luar kedua sistem tersebut, ada pula perhitungan Pawukon yang berputar setiap 210 hari dan melahirkan hari-hari khas seperti Kajeng Keliwon serta Tumpek, yang masing-masing memiliki makna spiritual tersendiri bagi umat Hindu di Bali.
Selain menandai hari raya dan hari suci, kalender Bali juga dilengkapi penanda Ala Ayuning Dewasa, yakni perhitungan baik-buruknya suatu hari untuk melakukan aktivitas tertentu. Itulah sebabnya, sebelum menggelar upacara penting, masyarakat Bali umumnya lebih dulu berkonsultasi dengan kalender ini atau bertanya kepada tokoh adat setempat.
Nah, agar istilah-istilah seperti Pawukon, Kajeng Keliwon, dan Tumpek yang telah disebutkan di atas tidak terdengar asing, ada baiknya mengenal dulu beberapa istilah dasar yang kerap muncul dalam pembacaan kalender Bali bulan September 2026 maupun bulan-bulan lainnya:
- Pasaran (Pancawara): Siklus lima hari yang terdiri dari Umanis, Paing, Pon, Wage, dan Kliwon. Kelima nama ini terus berputar dan dipercaya memengaruhi watak maupun peruntungan seseorang
- Saptawara: Nama lain dari pekan tujuh hari, sama seperti hari Minggu hingga Sabtu pada kalender Masehi, namun dengan sebutan berbeda, yaitu Redite, Coma, Anggara, Buda, Wraspati, Sukra, dan Saniscara.
- Wuku: Siklus 7 hari yang terbentuk dari pertemuan Pasaran dan Saptawara. Terdapat 30 nama wuku yang berbeda, dan satu putaran penuh 30 wuku ini memakan waktu 210 hari, sesuai dengan siklus Pawukon.
- Kajeng Keliwon: Hari suci yang terjadi setiap 15 hari sekali, hasil pertemuan antara Kajeng (dari siklus Triwara) dan Keliwon (dari Pasaran).
- Tumpek: Hari suci yang jatuh setiap 35 hari sekali, yakni pertemuan antara Saniscara (Sabtu) dan Keliwon, dengan tema peringatan yang berbeda-beda sesuai wuku yang bertepatan, seperti Tumpek Landep, Tumpek Kandang, hingga Tumpek Wayang.
- Ala Ayuning Dewasa: Perhitungan yang menunjukkan apakah suatu hari tergolong baik, kurang baik, atau tidak baik sama sekali untuk melaksanakan kegiatan tertentu, mulai dari upacara adat hingga aktivitas sehari-hari.
Advertisement
Rangkaian Hari Suci Penting di September 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334898/original/030258600_1787904373-Photo_by_Carol_Hu_on_Unsplash__31_.jpg)
Bulan September 2026 akan diwarnai oleh beberapa hari suci atau rerahinan yang signifikan bagi umat Hindu di Bali, menjadi momentum untuk meningkatkan keyakinan dan pengabdian melalui persembahyangan serta pengendalian diri.
-
5 September 2026: Tumpek Kandang. Hari suci ini dirayakan pada Sabtu, 5 September 2026, sebagai penghormatan terhadap berbagai jenis satwa atau hewan sebagai bagian dari kehidupan di alam semesta. Tumpek Kandang adalah wujud syukur kepada Sang Rare Angon, dewa pelindung hewan, agar hewan peliharaan dan ternak terhindar dari penyakit dan tetap sehat.
-
9 September 2026: Buda Wage Menail. Pada Rabu, 9 September 2026, umat Hindu merayakan Buda Wage Menail, yang merupakan pertemuan antara Buda (Rabu), Wage, dan wuku Menail dalam perhitungan Kalender Bali. Hari ini adalah momen untuk memohon kesuburan dan kemakmuran kepada Sang Hyang Manik Galih.
-
10 September 2026: Kajeng Kliwon Uwudan. Momen Kajeng Kliwon Uwudan identik dengan hari untuk menetralkan energi negatif. Rahinan ini datang setiap 15 hari sekali dan dipercaya memiliki energi spiritual kuat.
-
11 September 2026: Hari Bhatara Sri dan Tilem Sasih Ketiga. Hari Bhatara Sri adalah persembahan kepada Dewi Sri sebagai simbol kemakmuran dan kesuburan, khususnya dalam pertanian. Tilem adalah fase bulan mati, yang juga merupakan hari suci untuk melakukan persembahyangan dan penyucian diri.
-
15 September 2026: Anggara Kasih Prangbakat. Anggara Kasih adalah pertemuan antara hari Anggara (Selasa) dan Kliwon, yang dirayakan setiap 35 hari sekali untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan.
-
25 September 2026: Kajeng Kliwon Enyitan. Hari raya ini digunakan sebagai sarana menjaga dan melindungi diri dari segala energi negatif. Kajeng Kliwon Enyitan adalah Kajeng Kliwon yang dilaksanakan setelah bulan mati atau Tilem.
-
26 September 2026: Purnama Kapat. Purnama adalah hari suci ketika bulan berada dalam fase penuh. Umat Hindu memohon petunjuk dari jalan terangnya cahaya semesta pada hari ini.
-
30 September 2026: Buda Kliwon Ugu. Hari raya ini adalah sarana memohon penyucian. Buda Kliwon Ugu seringkali bertepatan dengan piodalan atau pelaksanaan peringatan hari jadi sejumlah pura.
Ala Ayuning Dewasa Tanggal 9 September 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4952706/original/074556400_1727249266-20240925-Hari_Raya_Galungan-AFP_4.jpg)
Selain hari raya besar, kalender Bali bulan September 2026 juga memuat perhitungan Ala Ayuning Dewasa untuk setiap harinya, termasuk pada tanggal 9 September 2026 yang jatuh pada Buda Wage Menail. Berikut sejumlah penanda dewasa (hari) pada tanggal tersebut:
-
Cintamanik: Baik untuk melakukan upacara potong rambut.
-
Geni Rawana: Baik untuk berbagai pekerjaan yang menggunakan api, namun tidak dianjurkan untuk mengatapi rumah, melaspas, atau bercocok tanam.
-
Kala Sor: Tidak baik untuk pekerjaan yang berhubungan dengan tanah, seperti membajak sawah, bercocok tanam, atau membuat terowongan.
-
Pepedan: Baik untuk membuka lahan pertanian baru.
Perhitungan semacam ini menjadi acuan penting bagi masyarakat Bali sebelum memutuskan untuk memulai suatu pekerjaan atau upacara pada hari tertentu, agar aktivitas yang dijalankan membawa hasil yang baik.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kalender Bali September 2026
1. Kapan Tumpek Kandang diperingati dalam kalender Bali September 2026?
Tumpek Kandang jatuh pada tanggal 5 September 2026, bertepatan dengan Saniscara Keliwon Wuku Uye.
2. Kapan Purnama dan Tilem terjadi pada bulan September 2026?
Tilem jatuh pada tanggal 11 September 2026, sedangkan Purnama jatuh pada tanggal 26 September 2026.
3. Apa saja Kajeng Keliwon yang terjadi sepanjang September 2026?
Terdapat dua Kajeng Keliwon, yaitu Kajeng Keliwon Uwudan pada 10 September dan Kajeng Keliwon Enyitan pada 25 September 2026.
4. Apa makna dari perhitungan Ala Ayuning Dewasa dalam kalender Bali?
Ala Ayuning Dewasa adalah perhitungan baik-buruknya suatu hari untuk melakukan aktivitas tertentu, seperti membangun rumah, bercocok tanam, atau melangsungkan upacara adat.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334781/original/015019500_1787897918-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-28T131649.453.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5327298/original/085035000_1756177391-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__83_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316841/original/059462500_1785991327-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-06T113319.126.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334895/original/010984500_1787904101-mtsjrdl--RIHgVIKjYI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334684/original/094269900_1787893058-e85bbb9b-e7e8-4f7b-b9a9-b48195fcd347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334721/original/093840700_1787895575-cc6c8056-510d-4b59-9ee2-30eec64865a6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322325/original/031277700_1786524877-galaxy-s26-fe-leak-1.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334922/original/093825400_1787905570-4a03ed6a-0aec-4a07-a1d0-5e94ab1afed0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334841/original/067168200_1787900552-9c1b7508-7cfa-4444-b298-559c2adf0a85.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5559407/original/006758300_1776571799-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5086896/original/037392100_1736405144-1736397738506_perbedaan-infaq-dan-shodaqoh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331421/original/069509900_1787542691-e6b94656-1467-48e7-9375-72a135b6a3f1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4177846/original/014081900_1664682107-023811800_1496124189-1.jpg)