Cara Membuat Kolam Gurame Sekaligus Menanam Kangkung, Cocok untuk Lahan Terbatas

Pelajari cara membuat kolam gurame sekaligus menanam kangkung dalam sistem akuaponik terintegrasi.

Diterbitkan 28 Agustus 2026, 11:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Budidaya ikan gurame yang dikombinasikan dengan penanaman kangkung menawarkan solusi pertanian terintegrasi yang semakin diminati. Sistem akuaponik sederhana ini tidak hanya mengoptimalkan penggunaan lahan dan air, tetapi juga menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan antara ikan dan tanaman. Metode ini populer di kalangan pembudidaya skala rumahan maupun komersial karena efisiensinya.

Prinsip dasar akuaponik adalah daur ulang air yang berkelanjutan antara ikan dan tanaman. Limbah metabolisme ikan, seperti amonia, nitrit, dan nitrat, yang dapat berbahaya bagi ikan, justru dimanfaatkan sebagai nutrisi esensial bagi pertumbuhan tanaman. Sebaliknya, tanaman berfungsi sebagai filter alami yang menyerap kelebihan nutrisi, sehingga membantu menjaga kualitas air kolam tetap optimal bagi ikan.

Artikel ini akan mengulas cara membuat kolam gurame sekaligus menanam kangkung. Berikut penjelasan selengkapnya sebagaimana dilansir liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (28/8/2026).

Merancang Kolam Ideal

Langkah krusial dalam membuat kolam gurame sekaligus menanam kangkung adalah mempersiapkan kolam yang sesuai. Kolam dapat berupa kolam terpal, kolam semen, atau kolam tanah. Untuk skala rumahan, kolam terpal menjadi pilihan populer karena biayanya relatif murah, mudah dipindahkan, dan proses pembuatannya tidak memerlukan lahan yang luas. Kedalaman kolam ideal untuk gurame adalah sekitar 80-120 cm guna memberikan ruang gerak yang cukup dan menjaga stabilitas suhu air.

Sistem sirkulasi air juga esensial dalam akuaponik. Diperlukan pompa air untuk mengalirkan air dari kolam ikan ke media tanam kangkung, kemudian mengembalikannya lagi ke kolam ikan. Selain itu, bak pengendapan perlu disediakan sebelum air masuk ke media tanam untuk memisahkan padatan, dan aerator penting untuk menjaga kadar oksigen terlarut dalam air kolam, dengan kadar minimal 4 mg/L untuk kesehatan ikan gurame.

Memilih Bibit Unggul

Pemilihan bibit yang berkualitas adalah kunci keberhasilan. Bibit gurame yang baik memiliki ciri-ciri gerakan lincah, sisik utuh, tidak ada luka, dan responsif terhadap pakan. Ukuran bibit ideal untuk memulai adalah sekitar 5-8 cm, dan kepadatan tebar yang disarankan adalah 1-2 ekor per 100 liter air.

Sementara itu, kangkung air (Ipomoea aquatica) sangat cocok untuk sistem akuaponik karena pertumbuhannya cepat dan toleran terhadap kondisi air. Kangkung dapat ditanam dari biji atau stek batang, dengan penanaman dari biji lebih umum dilakukan di media semai terlebih dahulu.

Strategi Penanaman Kangkung

Ada beberapa metode efektif untuk menanam kangkung di atas kolam gurame. Sistem rakit apung (Deep Water Culture/DWC) adalah metode yang paling umum dan mudah diterapkan. Pada sistem ini, tanaman diletakkan pada lubang-lubang di styrofoam atau papan apung, dengan akar terendam langsung dalam air kolam yang kaya nutrisi. Penting untuk memastikan ada jarak yang cukup antara rakit dan permukaan air agar akar mendapatkan oksigen yang memadai.

Metode lainnya adalah sistem media tanam (Media Bed), yang menggunakan wadah berisi media inert seperti kerikil atau hidroton yang diletakkan di atas kolam. Air dari kolam dipompa ke media tanam, kemudian mengalir kembali ke kolam. Media bed menyediakan area permukaan yang luas untuk kolonisasi bakteri nitrifikasi, yang berperan penting dalam mengubah amonia menjadi nitrat yang dapat diserap tanaman.

Perawatan Berkelanjutan

Perawatan yang baik sangat penting untuk keberhasilan sistem akuaponik. Pemberian pakan gurame harus teratur, 2-3 kali sehari dengan dosis 3-5% dari biomassa ikan, menggunakan pakan berprotein 25-30%. Pengawasan kualitas air secara rutin juga diperlukan, meliputi pH (ideal 6.5-7.5) dan suhu (26-30°C), serta kadar amonia, nitrit, dan nitrat.

Pengendalian hama dan penyakit pada ikan maupun kangkung sebaiknya menggunakan metode hayati atau organik, menghindari pestisida kimia yang dapat bersifat toksik bagi ekosistem akuaponik. Pemangkasan daun kangkung yang menguning atau terlalu lebat juga dianjurkan untuk mendorong pertumbuhan baru dan menjaga sirkulasi udara.

Masa Panen Optimal dari Sistem Akuaponik

Sistem akuaponik terintegrasi ini memungkinkan panen ganda yang efisien. Kangkung dapat dipanen relatif cepat, sekitar 20-30 hari setelah tanam, tergantung varietas dan kondisi pertumbuhan. Panen dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan memotong batang di atas buku daun terendah, sehingga tunas baru akan tumbuh kembali.

Sementara itu, ikan gurame biasanya siap panen setelah 6-8 bulan pemeliharaan, dengan bobot mencapai 500 gram hingga 1 kg per ekor. Masa panen gurame bervariasi tergantung pada ukuran bibit awal dan target bobot panen yang diinginkan.

Manfaat Ganda Akuaponik

Mengintegrasikan budidaya gurame dengan penanaman kangkung melalui sistem akuaponik memberikan beragam keuntungan. Salah satunya adalah efisiensi penggunaan air dan lahan. Sistem akuaponik dapat menghemat penggunaan air hingga 90% dibandingkan dengan pertanian konvensional karena air yang digunakan bersirkulasi. Selain itu, metode ini memungkinkan produksi ganda, yaitu ikan dan sayuran, dalam luasan lahan yang sama, menjadikannya solusi inovatif untuk pertanian perkotaan dengan lahan terbatas.

Keunggulan lain terletak pada pemanfaatan limbah ikan sebagai nutrisi bagi tanaman. Limbah metabolisme ikan, seperti amonia, nitrit, dan nitrat, yang jika menumpuk dapat meracuni ikan, diubah oleh bakteri nitrifikasi menjadi nitrat yang merupakan sumber nutrisi utama bagi tanaman. Hal ini mengurangi kebutuhan akan pupuk kimia untuk kangkung, sekaligus menjaga kebersihan air kolam.

Kualitas air kolam juga menjadi lebih baik karena tanaman berperan sebagai filter alami. Tanaman menyerap nutrisi berlebih dari air, sehingga membantu menjaga kualitas air kolam tetap optimal bagi ikan. Kualitas air yang stabil ini pada gilirannya mengurangi frekuensi penggantian air dan risiko penyakit pada ikan, mendukung kesehatan ikan gurame.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Kolam Gurame Sekaligus Menanam Kangkung

1. Apa keuntungan utama dari sistem kolam gurame dan kangkung terintegrasi?

Keuntungan utamanya adalah efisiensi penggunaan air dan lahan, pemanfaatan limbah ikan sebagai nutrisi tanaman, dan peningkatan kualitas air kolam secara alami.

2. Jenis kolam apa yang direkomendasikan untuk budidaya gurame dan kangkung skala rumahan?

Kolam terpal atau kolam semen sangat direkomendasikan karena praktis, biaya relatif murah, dan mudah dalam pembuatannya.

3. Bagaimana cara kangkung mendapatkan nutrisi dalam sistem ini?

Kangkung mendapatkan nutrisi dari limbah metabolisme ikan gurame (amonia, nitrit, nitrat) yang terlarut dalam air kolam, yang kemudian diserap oleh akar tanaman.

4. Metode penanaman kangkung apa yang paling umum digunakan di atas kolam ikan?

Sistem rakit apung (Deep Water Culture/DWC) adalah metode yang paling umum dan mudah diterapkan, di mana akar kangkung terendam langsung dalam air kolam yang kaya nutrisi.

5. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk panen kangkung dan gurame dalam sistem ini?

Kangkung dapat dipanen sekitar 20-30 hari setelah tanam, sedangkan gurame biasanya siap panen setelah 6-8 bulan pemeliharaan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6