Liputan6.com, Jakarta Kesuburan tanah tidak hanya ditentukan oleh banyaknya unsur hara, tetapi juga oleh tingkat keasamannya. Cara mengukur dan menetralkan pH tanah menjadi keterampilan dasar yang wajib dipahami sebelum masa tanam dimulai.
Pengukuran bisa dilakukan dengan pH meter, kertas lakmus, atau uji sederhana memakai bahan dapur. Bila hasilnya terlalu asam, tanah dikapur dan bila terlalu basa, ditambahkan belerang atau bahan organik.
Dilansir dari HORIBA, sebagian besar tanaman tumbuh baik pada pH 6,0-7,5 karena pada rentang itu hampir semua unsur hara berada dalam bentuk yang mudah diserap akar. Menguasai cara mengukur dan menetralkan pH tanah sejak awal memastikan pupuk yang diberikan tidak terbuang percuma karena akar tetap sanggup menyerapnya.
Advertisement
Cara Mengukur pH Tanah dengan Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310870/original/078768000_1785378352-watermarked_img_1667945531443706534.jpg)
Langkah pertama dalam cara mengukur dan menetralkan pH tanah adalah mengetahui angka pH secara akurat. Nilai inilah yang menjadi dasar untuk menentukan apakah tanah perlu dikapur, diberi belerang, atau dibiarkan apa adanya.
Fred Vocasek, agronom senior ServiTech Laboratories, dikutip dari Farm Progress, menyatakan, "pH tanah mengungkap lebih banyak hal tentang tanah dibandingkan informasi tunggal mana pun."
-
Tentukan titik dan kedalaman sampel: Ambil tanah dari kedalaman sekitar 10-15 cm pada beberapa titik berbeda di lahan agar sampel benar-benar mewakili keseluruhan area, bukan hanya satu bagian.
-
Campur sampel menjadi satu: Bersihkan dari kerikil, akar, dan rumput, lalu aduk seluruh sampel dalam wadah bersih untuk memperoleh nilai rata-rata yang representatif.
-
Pilih alat ukur: Gunakan pH meter yang tinggal ditancapkan ke tanah untuk hasil paling akurat, atau manfaatkan kertas lakmus dan indikator universal yang dicelup ke campuran tanah dengan air suling.
-
Manfaatkan uji sederhana bila perlu:Â Gunakan pH meter/probe untuk mengukur kondisi tanah secara lebih akurat. Atlas Scientific juga menyebut pH test strip sebagai alternatif yang dapat memberikan gambaran umum mengenai rentang pH tanah.
-
Baca dan interpretasikan hasil: Nilai di bawah 6,5 tergolong asam, 6,5-7,5 netral, dan di atas 7,5 basa; ulangi pengujian bila ragu karena skala pH bersifat logaritmik sehingga selisih satu angka berarti perbedaan sepuluh kali lipat.
Berdasarkan laporan University of Delaware, laboratorium mengukur pH dengan mencelupkan pH meter ke dalam bubur tanah-air berperbandingan 1:1, sehingga hasilnya lebih stabil dibanding sekadar menancapkan alat langsung ke lahan.
Sebagian pekebun tradisional bahkan terbiasa memakai bahan alami seperti kunyit sebagai indikator warna sederhana, meski hasilnya tidak sepresisi alat digital.
Advertisement
Cara Menetralkan pH Tanah yang Terlalu Asam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334535/original/052324100_1787882064-7669409505045334057.jpeg)
Tanah masam dengan pH di bawah 5,5 membuat aluminium dan mangan menjadi racun sekaligus mengikat fosfor, kalsium, dan magnesium. Karena itu, bagian penting dari cara mengukur dan menetralkan pH tanah adalah menaikkan pH tanah asam hingga mendekati netral melalui pengapuran.
Michigan State University, dikutip dari Nutrien, menegaskan, "Gunakan uji tanah untuk menentukan jumlah kapur yang dibutuhkan. Pengukuran pH tanah saja tidak cukup untuk menentukan kebutuhan kapur."
-
Hitung kebutuhan kapur: Tetapkan target pH (umumnya sekitar 6,5) lalu tentukan dosis berdasarkan hasil uji tanah, bukan sekadar menebak, agar tidak kurang atau berlebih.
-
Pilih jenis kapur yang tepat: Kapur dolomit mengandung kalsium karbonat (CaCO3) dan magnesium karbonat (MgCO3) sehingga cocok untuk tanah yang juga kekurangan magnesium, sedangkan kalsit hanya menyediakan kalsium.
-
Sesuaikan dosis dengan tekstur tanah: Tanah liat membutuhkan kapur lebih banyak dibanding tanah berpasir untuk perubahan pH yang sama, jadi kenali dulu tekstur lahan Anda.
-
Sebar dan campurkan merata: Taburkan kapur secara merata, lalu aduk ke lapisan atas tanah sedalam 15-20 cm beberapa minggu sebelum tanam agar kapur sempat bereaksi.
-
Tambahkan bahan organik: Perkaya tanah dengan kompos dan pupuk kandang matang yang membantu menstabilkan pH sekaligus menyuburkan tanah.
-
Pantau secara berkala: Uji ulang pH dalam 3 sampai 6 bulan setelah aplikasi untuk memastikan target tercapai, dan tambahkan kapur bila masih kurang.
Sebagaimana diungkapkan University of Nebraska, semakin tinggi kapasitas tukar kation tanah - yakni kandungan liat dan bahan organiknya - semakin banyak kapur yang diperlukan untuk menaikkan pH pada tingkat yang sama.
Pengalaman pekebun rumahan pun menunjukkan pemberian kapur dolomit secara berkala mampu menjaga kestabilan pH dalam jangka panjang, sehingga tanaman tetap produktif dari musim ke musim.
Cara Menetralkan pH Tanah yang Terlalu Basa
Tanah basa dengan pH di atas 7,5 justru menyulitkan tanaman menyerap fosfor, besi, seng, dan mangan. Menurunkan keasaman yang terlalu tinggi ini juga menjadi bagian tak terpisahkan dari cara mengukur dan menetralkan pH tanah.
-
Ukur ulang dan tetapkan target: Pastikan tanah memang basa lewat pengukuran, lalu tentukan seberapa jauh pH perlu diturunkan sesuai kebutuhan tanaman yang akan ditanam.
-
Gunakan belerang elemental: Bakteri tanah mengoksidasi belerang menjadi asam sulfat sehingga pH turun secara bertahap; proses biologis ini berjalan paling baik pada tanah yang hangat dan lembap.
-
Pertimbangkan aluminium sulfat untuk hasil cepat: Bahan ini menurunkan pH dalam hitungan hari karena bereaksi kimia, tetapi harus digunakan hati-hati karena kelebihan dosis bisa meracuni akar akibat aluminium berlebih.
-
Tambahkan bahan pengasam organik: Ampas kopi, gambut, kompos, dan pupuk organik cair dapat membantu menurunkan pH secara alami sekaligus memperbaiki struktur tanah.
-
Aplikasikan dengan dosis aman dan siram: Jangan berlebihan dalam sekali pemberian, siram setelah aplikasi agar bahan meresap, lalu uji ulang beberapa bulan kemudian.
Sebagaimana dilaporkan Clemson University, dua bahan yang paling umum untuk menurunkan pH tanah adalah belerang dan aluminium sulfat, tetapi langkah terpenting tetap menguji tanah lebih dulu sebelum menambahkan apa pun.
Untuk kasus ringan, misalnya pada media tanam pot, menambah bahan organik seperti kompos daun sudah cukup untuk menurunkan pH secara perlahan. Mengacu pada Oklahoma State University, penurunan pH memakai belerang memang lambat, namun perubahannya lebih stabil dan tidak membuat akar stres akibat kejutan kimia mendadak.
Advertisement
Hal Penting yang Perlu Diperhatikan dalam Mengatur pH Tanah
Menetralkan pH bukan sekadar menabur kapur atau belerang, melainkan proses yang menuntut ketelitian agar hasilnya bertahan lama. Sebagaimana disampaikan NRCS USDA, pH tanah adalah indikator penting kesehatan tanah yang memengaruhi hasil panen, kesesuaian tanaman, ketersediaan hara, sekaligus aktivitas mikroorganisme di dalamnya.
-
Selalu uji sebelum bertindak: Menambahkan kapur atau belerang tanpa mengukur pH berisiko memperburuk kondisi tanah, bukan memperbaikinya.
-
Perhatikan tekstur tanah: Tanah liat lebih kebal terhadap perubahan pH sehingga butuh bahan lebih banyak dibanding tanah berpasir.
-
Ubah pH secara bertahap: Perubahan mendadak justru menyulitkan tanaman beradaptasi; targetkan pergeseran perlahan selama beberapa bulan hingga satu-dua musim.
-
Jangan berlebihan mengapur: Menaikkan pH jauh lebih mudah daripada menurunkannya kembali, dan kelebihan kapur pada tanah berpasir dapat mengunci ketersediaan hara mikro.
-
Hindari bahan yang keliru: Seperti diberitakan Penn State Extension, gipsum dan garam epsom bukan bahan pengapur karena tidak mampu menetralkan keasaman meski mengandung kalsium dan magnesium.
-
Perhatikan waktu aplikasi: Berikan pembenah beberapa waktu sebelum tanam agar sempat bereaksi, dan hindari mengapur saat hujan deras.
-
Uji ulang secara berkala: pH tanah bisa berubah karena hujan, pemupukan, dan aktivitas akar, sehingga pemantauan rutin penting untuk menjaga kestabilan.
-
Kombinasikan dengan bahan organik: Menambahkan bahan organik dari jerami maupun kompos membuat tanah lebih stabil dan mampu menyangga perubahan pH.
Mengutip Royal Horticultural Society, pH 6,5 sering dianggap sebagai nilai serba guna terbaik untuk taman karena ketersediaan hara utama berada pada puncaknya dan aktivitas bakteri maupun cacing tanah paling optimal. Prinsip ini berlaku luas, mulai dari budidaya oyong yang optimal pada pH 5,5-6,8, teknik menanam cabai dari biji, hingga cara mengatur pH pada sistem hidroponik.
Sebagaimana dikutip dari Cornell University, tanaman umumnya tumbuh baik pada pH di atas 5,5 dengan angka 6,5 sebagai titik paling ideal untuk ketersediaan hara, sementara pH terlalu rendah meningkatkan kelarutan aluminium yang dapat menghentikan pertumbuhan akar. Menjaga kesehatan tanah juga bisa dimulai dari hal sederhana, seperti memanfaatkan kotoran ternak mini sebagai pupuk organik, sedangkan kapur pertanian bahkan lazim dipakai untuk menetralkan keasaman pada alas kandang.
Pada akhirnya, memahami cara mengukur dan menetralkan pH tanah adalah investasi jangka panjang bagi lahan Anda. Dengan mengukur lebih dulu, memilih bahan yang tepat, dan menyesuaikannya secara bertahap, tanah akan berada pada rentang pH ideal sehingga pupuk bekerja maksimal dan tanaman tumbuh sehat dari musim ke musim. Bila ingin mendalami dasar teorinya, ada baiknya menyimak kembali penjelasan mengenai apa itu pH dan penerapannya.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar pH Tanah
Berapa pH tanah yang ideal untuk sebagian besar tanaman?
Mayoritas tanaman tumbuh optimal pada pH tanah antara 6,0 hingga 7,0 atau sedikit di atasnya, karena pada rentang tersebut unsur hara paling mudah diserap akar. Beberapa tanaman khusus seperti blueberry dan azalea justru menyukai tanah asam dengan pH sekitar 5,0-5,5.
Apa cara paling mudah mengukur pH tanah di rumah?
Cara termudah adalah memakai pH meter yang tinggal ditancapkan ke tanah atau test strip yang dicelup ke campuran tanah dan air suling. Untuk perkiraan cepat, uji sederhana dengan cuka dan soda kue bisa menunjukkan apakah tanah cenderung basa atau asam meski tidak memberikan angka pasti.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menetralkan pH tanah?
Proses menetralkan pH tanah tidak instan dan biasanya memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung jenis bahan dan tekstur tanah. Kapur maupun belerang perlu waktu untuk bereaksi, sehingga disarankan menguji ulang pH secara berkala dan melakukan penyesuaian secara bertahap.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316841/original/059462500_1785991327-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-06T113319.126.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334197/original/046223400_1787824544-HOAX__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334225/original/010172500_1787825621-demo_motor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329495/original/022412600_1787283644-7GegxhnzoQi2tnfP0d3nLnJFRR2DsXnV6O1o13Tr.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329501/original/090069400_1787283650-QE64OMs4t8ejwNjah2virivtUXbKurb5GVgZcVCY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329499/original/056946000_1787283648-NLnGyYlLfreWHEbt6swgAYJ6uj5C4AqtqANYKDXM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814202/original/064502900_1780631718-kombinasi.jpg)