Cara Menyuburkan Tanaman Terong agar Cepat Berbuah Lebat dan Tidak Mudah Layu

Cara menyuburkan tanaman terong lewat pemupukan bertahap, penyiraman tepat, dan bahan organik agar tumbuh subur serta berbuah lebat sepanjang musim.

Diterbitkan 27 Agustus 2026, 20:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara menyuburkan tanaman terong pada dasarnya bertumpu pada tiga hal yaitu nutrisi yang cukup, penyiraman teratur dan media tanam yang gembur. Terong tergolong tanaman rakus hara sehingga pasokan pupuk yang tepat sangat menentukan lebat tidaknya buah.

Kuncinya adalah memberi pupuk sesuai fase pertumbuhan, mulai dari fase daun hingga fase buah. Dengan perawatan yang konsisten, cara menyuburkan tanaman terong bisa diterapkan siapa saja, baik di lahan luas maupun di polybag.

Dilansir dari Gardening Know How, terong termasuk tanaman pemakan berat (heavy feeder) yang tumbuh paling baik pada tanah subur kaya kompos di bawah sinar matahari penuh, di mana pemberian pupuk selama fase pertumbuhan serta pembuahan meningkatkan kesehatan tanaman sekaligus membuat buah lebih besar dan lebih banyak.

Simak ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (27/8/2026).

Baca juga: panduan cara menanam terong ungu untuk pemula

Cara Menyuburkan Tanaman Terong dengan Pemupukan Bertahap

Pemupukan bertahap merupakan inti dari cara menyuburkan tanaman terong karena kebutuhan hara berubah seiring umur tanaman. Pada fase awal terong butuh nitrogen lebih banyak untuk membangun daun dan batang, lalu bergeser ke fosfor dan kalium ketika mulai berbunga dan berbuah.

Pada praktiknya, pupuk berimbang seperti NPK 10-10-10 atau 16-16-16 aman dipakai sebagai dasar, tetapi rasionya sebaiknya digeser mengikuti fase: tinggi nitrogen (misalnya 12-6-6) saat fase daun, kemudian tinggi fosfor dan kalium (misalnya 6-12-12) saat fase buah.

Sebagaimana diungkapkan Kementerian Pertanian, pupuk NPK bermanfaat memaksimalkan pertumbuhan daun, mengokohkan batang, ranting, dan akar, serta merangsang pembungaan dan pembuahan. Memahami manfaat pupuk NPK dan cara menggunakannya membantu Anda menentukan dosis yang pas untuk terong.

  1. Beri pupuk dasar sebelum tanam: Campurkan kompos atau pupuk kandang matang bersama sedikit pupuk fosfor ke dalam tanah, lalu aduk hingga kedalaman 15-20 cm agar akar muda langsung mendapat cadangan hara.

  2. Tunggu sekitar dua minggu setelah pindah tanam: Beri jeda sebelum pemupukan pertama supaya sisa garam pupuk tercuci lebih dulu dan akar muda tidak terbakar.

  3. Fase vegetatif (umur 0-30 hari): Fokuskan pada pupuk tinggi nitrogen seperti urea, ZA, atau NPK untuk memacu daun, batang, dan tunas yang kuat sebagai modal berbuah.

  4. Fase generatif (mulai berbunga dan berbuah): Alihkan ke pupuk tinggi fosfor dan kalium, misalnya KNO3, MKP, atau NPK dengan angka P dan K lebih besar, untuk merangsang bunga dan mengisi buah.

  5. Ulangi setiap 4-6 minggu: Berikan pupuk susulan secara berkala dan sesuaikan dosis dengan mengamati respons tanaman; sedikit tetapi rutin lebih baik daripada sekaligus banyak.

  6. Terapkan cara aplikasi yang benar: Buat lubang tugal atau larikan sekitar 5-10 cm dari pangkal batang, benamkan pupuk, tutup dengan tanah, lalu siram; untuk pupuk cair gunakan metode kocor.

Baca juga: cara menanam terong ungu supaya berbuah besar

Cara Menyuburkan Tanaman Terong dengan Bahan Organik

Selain pupuk kimia, cara menyuburkan tanaman terong yang ramah lingkungan bisa mengandalkan bahan organik. Kompos, pupuk kandang, dan pupuk organik cair memperbaiki struktur tanah sekaligus melepaskan hara secara perlahan sehingga akar lebih aktif menyerap nutrisi.

Bahan organik tidak hanya menyediakan nitrogen, fosfor, dan kalium dalam jumlah sedang, tetapi juga meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air dan mendukung aktivitas mikroorganisme. Anda dapat membuat pupuk kompos dari sampah organik rumah atau mengikuti panduan membuat pupuk kompos berkualitas tinggi agar hasilnya maksimal.

  1. Kompos matang: Sumber hara lengkap yang sekaligus menggemburkan tanah; gunakan sebagai campuran media tanam atau taburan di sekeliling tanaman.

  2. Pupuk kandang yang sudah matang: Pakai kotoran hewan yang benar-benar terurai, dan hindari pupuk kandang segar karena dapat membakar tanaman serta membawa patogen ke tanah.

  3. Tepung tulang (bone meal): Kaya fosfor dan kalsium yang mendukung perkembangan akar, pembentukan bunga, dan pengisian buah terong.

  4. Pupuk organik cair (POC): Cepat diserap lewat metode kocor dan bisa dibuat dari bahan alami seperti kulit pisang dan air cucian beras; kulit pisang kaya kalium, air cucian beras menyumbang nitrogen.

  5. Mulsa organik: Tutup permukaan tanah dengan jerami atau daun kering untuk menjaga kelembapan, menekan gulma, dan menstabilkan suhu tanah.

Untuk menekan biaya, Anda bahkan bisa membuat media tanam dari daun kering dan memahami beragam manfaat kompos bagi kesuburan tanah.

Baca juga: cara membuat pupuk kompos dengan metode ember tumpuk

Cara Merawat Tanaman Terong agar Tetap Subur dan Berbuah Lebat

Pemupukan tidak akan optimal tanpa perawatan pendukung, sebab air dan cahaya ikut menentukan penyerapan hara. Karena itu, bagian penting dari cara menyuburkan tanaman terong adalah menjaga penyiraman, kebersihan gulma, serta menopang batang agar energi tanaman terarah ke buah.

Mengacu pada panduan Utah State University Extension, penyiraman terong sebaiknya dilakukan secara dalam dan tidak terlalu sering, sekitar 2,5-5 cm air per minggu, sekaligus menghindari pemupukan berlebih yang justru memicu pertumbuhan daun berlebihan dan menunda pembuahan.

  1. Siram secara dalam dan teratur: Berikan air sekitar 2,5-4 cm per minggu dengan penyiraman dalam namun jarang; penyiraman sedikit tapi sering hanya membentuk akar dangkal.

  2. Siram di pangkal pada pagi hari: Arahkan air ke pangkal batang dan hindari membasahi daun agar risiko penyakit menurun, terutama pada fase pembuahan.

  3. Pastikan sinar matahari penuh: Terong butuh minimal 6 jam cahaya langsung setiap hari; lokasi ternaungi membuat tanaman kerdil dan sedikit buah.

  4. Bersihkan gulma secara berkala: Gulma bersaing merebut hara, air, dan cahaya sehingga menghambat kesuburan terong.

  5. Pasang ajir atau lanjaran: Sangga batang dengan ajir agar tanaman tidak roboh ketika buah mulai lebat dan berat.

  6. Pangkas daun tua dan tunas air: Buang daun menguning serta tunas yang tidak produktif untuk memperbaiki sirkulasi udara dan memfokuskan nutrisi ke buah.

Perawatan yang konsisten inilah yang membuat terong berbuah terus sampai berbulan-bulan, sekaligus mencegah kerontokan bunga terong yang kerap dikeluhkan pekebun. Bagi yang berlahan sempit, prinsip yang sama tetap berlaku untuk menanam terong di polybag, menanam terong dari biji, maupun merawatnya di kebun rumah agar cepat panen.

Baca juga: cara menanam terong agar buah tidak kecil-kecil

Baca juga: panduan menanam terong ungu di polybag anti gagal

Tanda Kekurangan Nutrisi dan Kesalahan Pemupukan pada Terong

Terong termasuk kerabat tomat, cabai, dan kentang yang kini menjadi sayuran bernilai tinggi, meski dahulu sempat dipandang sebelah mata.

Kini terong dibudidayakan luas, namun tanaman ini akan menunjukkan sinyal yang jelas ketika perawatan atau pemupukannya keliru. Kenali tanda-tanda berikut agar bisa segera diperbaiki:

  • Daun menguning merata: Sering menandakan kekurangan nitrogen, sehingga tanaman perlu tambahan pupuk tinggi nitrogen.

  • Daun keunguan dan pertumbuhan lambat: Bisa menjadi gejala kekurangan fosfor.

  • Tepi daun keriting atau menciut kecokelatan: Kerap menunjukkan kekurangan kalium.

  • Busuk ujung buah (blossom end rot): Bercak gelap cekung di dasar buah akibat kekurangan kalsium, yang umumnya dipicu penyiraman tidak konsisten, bukan semata-mata rendahnya kalsium tanah.

  • Lapisan garam putih dan pertumbuhan kerdil: Tanda kelebihan pupuk; garam menumpuk di permukaan tanah dan mengeringkan akar.

  • Daun sangat hijau lebat tetapi tanpa buah: Indikasi kelebihan nitrogen yang membuat tanaman rimbun tetapi enggan berbuah.

  • Pupuk diletakkan terlalu dekat batang: Dapat membakar tunas muda dan akar, sehingga jaga jarak beberapa sentimeter dari pangkal.

Dengan menghindari kesalahan tersebut dan menerapkan pemupukan yang tepat, terong tidak hanya subur tetapi juga menghasilkan buah bergizi. Selain menyehatkan, Anda bisa menikmati beragam manfaat terong untuk kesehatan dari hasil panen sendiri.

Baca juga: manfaat terong untuk membantu menurunkan kolesterol

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Terong

Pupuk apa yang paling bagus untuk menyuburkan tanaman terong?

Pupuk berimbang seperti NPK 16-16-16 yang dikombinasikan dengan pupuk organik, misalnya kompos atau pupuk kandang matang, umumnya paling baik. Saat tanaman mulai berbunga dan berbuah, tambahkan pupuk yang lebih tinggi fosfor dan kalium agar buah lebih besar dan lebat.

Mengapa tanaman terong subur daunnya tetapi tidak berbuah?

Penyebab paling umum adalah kelebihan nitrogen yang membuat tanaman terlalu fokus menumbuhkan daun. Faktor lain berupa kurangnya sinar matahari, penyiraman yang tidak teratur, serta kekurangan fosfor dan kalium pada fase pembuahan.

Berapa kali dan kapan sebaiknya pemupukan terong dilakukan?

Lakukan pemupukan dasar sebelum tanam, lalu susulan pertama sekitar dua minggu setelah pindah tanam. Selanjutnya beri pupuk susulan setiap 4-6 minggu, atau sekitar dua minggu sekali untuk pupuk cair, sambil terus mengamati kondisi tanaman.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6