Liputan6.com, Jakarta Cara fermentasi pupuk organik cair pada dasarnya adalah proses menguraikan bahan organik dengan bantuan mikroba dalam wadah tertutup. Bahan seperti sisa sayur, kotoran ternak, dan air cucian beras diubah menjadi larutan kaya hara.
Prosesnya cukup mencampur bahan dengan aktivator seperti EM4 dan gula merah, lalu didiamkan selama 1-2 minggu. Cara fermentasi pupuk organik cair yang tepat akan menghasilkan cairan beraroma seperti tape, bukan bau busuk.
Dilansir dari data KLHK, sampah sisa makanan menyumbang 39,27 persen dari total timbulan sampah nasional pada 2024, sehingga mengolahnya menjadi pupuk cair sekaligus menjadi solusi mengurangi limbah rumah tangga. Perlu dicatat, pupuk organik cair sebaiknya menjadi pelengkap, bukan pupuk utama karena unsur haranya lebih cepat tersedia namun tidak tersimpan lama di media tanam.
Advertisement
Cara Fermentasi Pupuk Organik Cair dari Sampah Dapur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497087/original/006419000_1770615931-cara_membuat_pupuk_organik_cair_dari_sampah_dapur.jpg)
Metode paling mudah dan murah untuk menerapkan cara fermentasi pupuk organik cair adalah dengan memanfaatkan sampah dapur. Sisa buah, potongan sayuran, ampas kopi, hingga kulit telur bisa disulap menjadi cairan bernutrisi tinggi.
Elaine Ingham, ahli mikrobiologi tanah dan pendiri Soil Food Web, dikutip dari Canterbury Creek Gardens, menyatakan, "Perbedaan antara tanah hidup dan tanah mati terletak pada ada atau tidaknya populasi organisme yang menguntungkan."
-
Kumpulkan dan pilah bahan: Siapkan sisa sayur, kulit buah, dan sisa makanan organik. Hindari tulang, daging, produk susu, serta makanan berminyak karena memicu bakteri merugikan dan bau menyengat.
-
Cincang halus: Potong kecil-kecil seluruh bahan agar permukaan yang terurai lebih luas dan proses dekomposisi berjalan lebih cepat.
-
Buat larutan aktivator: Larutkan 100-200 ml EM4 dan 100 gram gula merah atau molase ke dalam air. Diamkan sekitar 20-30 menit untuk membangunkan mikroba.
-
Campur dan rendam: Masukkan cincangan bahan ke ember, isi hingga sekitar tiga perempat wadah, lalu tuang larutan aktivator sampai seluruh bahan terendam air.
-
Tutup rapat: Tutup ember serapat mungkin agar fermentasi berlangsung anaerob, tetapi buka tutupnya beberapa detik setiap hari untuk membuang gas.
-
Fermentasi 1-2 minggu: Simpan wadah di tempat teduh dan aduk sesekali. Setelah 14-15 hari, larutan biasanya sudah matang.
-
Saring dan simpan: Pisahkan cairan dari ampas menggunakan kain, lalu simpan di jerigen tertutup. Ampasnya masih bisa dipakai sebagai pupuk padat.
Mengutip Almanac, pupuk cair berbasis mikroba paling efektif digunakan segera setelah matang karena aktivitas mikroorganismenya menurun dengan cepat seiring waktu. Untuk variasi bahan, Anda bisa menyimak delapan cara membuat pupuk organik cair dari sampah dapur atau resep khusus pupuk organik cair untuk cabai dan tomat. Panduan lain soal mengolah sisa makanan menjadi pupuk cair juga bisa menjadi rujukan.
Advertisement
Cara Fermentasi Pupuk Organik Cair dari Kotoran Ternak dan Bonggol Pisang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329595/original/027172700_1787285448-XOTs5yFm7aNWN9xhj9HQomBsE1tTyGlLXq9uHwe3.jpg)
Selain limbah dapur, cara fermentasi pupuk organik cair juga bisa memakai kotoran ternak yang kaya nitrogen serta bonggol pisang sebagai sumber mikroorganisme lokal (MOL). Kombinasi ini menghasilkan pupuk dengan kandungan hara makro yang lebih lengkap. Kotoran sapi, kambing, atau ayam memberikan unsur nitrogen, fosfor, dan kalium, sedangkan bonggol pisang menyumbang bakteri pengurai alami.
-
Siapkan bahan utama: Gunakan 1 kg kotoran ternak, 1 kg cincangan batang atau bonggol pisang, dan 1 kg limbah sayur atau buah.
-
Larutkan pemanis dan aktivator: Iris gula merah 200 gram, larutkan dalam 3 liter air, lalu tambahkan 15-20 ml EM4. Aduk hingga larut dan tunggu 30 menit.
-
Campur bahan padat: Aduk kotoran ternak bersama cincangan bonggol pisang dan limbah sayur hingga merata di atas wadah atau karung.
-
Masukkan ke jerigen: Pindahkan campuran ke jerigen, tambahkan air hingga bahan tergenang, lalu tuang larutan gula dan EM4.
-
Goncang dan tutup: Goncangkan jerigen agar semua bahan tercampur, kemudian tutup rapat dan simpan jauh dari sinar matahari langsung.
-
Fermentasi minimal 14 hari: Buka tutup jerigen sekali sehari beberapa detik untuk melepaskan gas hingga pupuk berbau seperti tape.
Pupuk organik cair dari kotoran sapi terbukti mendukung pertumbuhan tanaman pangan seperti padi dan jagung karena memasok hara makro sekaligus mikroorganisme menguntungkan. Untuk inspirasi tambahan, tersedia ulasan tentang memanfaatkan limbah ternak sebagai pupuk alami dan cara kreatif membuat pupuk cair dari akar bambu ala kelompok wanita tani.
Cara Fermentasi Pupuk Organik Cair dari Air Cucian Beras
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5492989/original/028207000_1770191007-Cara_Membuat_Pupuk_Cair_dari_Air_Cucian_Beras.jpg)
Air cucian beras atau air leri kerap dibuang, padahal ia menyimpan karbohidrat, protein, vitamin B1, serta unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Karena itu, cara fermentasi pupuk organik cair dari air cucian beras menjadi pilihan praktis bagi pemula. Kumpulkan air bilasan pertama karena konsentrasi nutrisinya paling tinggi.
-
Kumpulkan air leri: Tampung air cucian beras bilasan pertama sebanyak yang dibutuhkan dalam wadah bersih.
-
Tambahkan sumber energi mikroba: Masukkan gula merah atau molase yang sudah dilarutkan, ditambah EM4, ragi tape, atau Yakult sebagai aktivator.
-
Aduk dan tutup: Aduk rata seluruh larutan, lalu tutup wadah dan letakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.
-
Fermentasi 7-10 hari: Buka tutup setiap hari untuk mengeluarkan gas. Pupuk dianggap jadi bila tidak lagi berbau busuk menyengat.
-
Encerkan sebelum dipakai: Campur pupuk dengan air sebelum disiramkan ke media tanam atau disemprotkan ke daun.
Metode serupa banyak dipraktikkan penghobi tanaman, misalnya untuk menyuburkan pohon buah naga dengan air cucian beras dan cangkang telur. Anda juga bisa mengombinasikannya dengan bahan dapur lain yang membuat tanaman lebih cepat tumbuh atau membuat pupuk organik alami dari bahan rumah tangga.
Advertisement
Faktor Penentu Keberhasilan Fermentasi Pupuk Organik Cair
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7742398/original/065750100_1780549524-Pupuk_Cair.jpeg)
Keberhasilan cara fermentasi pupuk organik cair tidak hanya bergantung pada bahan, tetapi juga pada kondisi lingkungan selama proses berlangsung. Mengacu pada riset yang dipublikasikan Frontiers in Microbiology, penggunaan pupuk organik terbukti meningkatkan keragaman dan kestabilan komunitas mikroba tanah dibandingkan pupuk kimia tunggal. Berikut faktor kunci yang perlu diperhatikan.
-
Suhu yang stabil: Jaga suhu fermentasi sekitar 25–30 derajat Celsius agar proses penguraian bahan organik oleh mikroorganisme dapat berlangsung dengan baik. Suhu yang terlalu rendah dapat memperlambat fermentasi, sedangkan suhu yang terlalu tinggi dapat menghambat atau menurunkan aktivitas sebagian mikroorganisme yang berperan dalam proses tersebut.
-
Kualitas air: Air hujan yang bersifat lunak paling ideal. Jika memakai air keran, diamkan dua hari sambil sesekali diaduk agar kandungan klorin menguap.
-
Wadah yang tepat: Gunakan ember plastik, kaca, atau gerabah. Hindari wadah logam yang mudah teroksidasi dan berkarat karena menurunkan kualitas pupuk.
-
Sumber karbon: Gula merah atau molase adalah makanan utama mikroba. Sebagaimana dikutip dari penelitian di ResearchGate, penambahan molase mulai dari 15 persen menghasilkan pupuk yang tidak berbau busuk dan beraroma khas fermentasi gula.
-
Hindari bahan berminyak dan asin: Sisa makanan berbumbu, berminyak, atau bergaram memicu bakteri patogen, memunculkan belatung, dan mengundang hama.
-
Rasio bahan dan air: Perbandingan umum adalah 1 bagian bahan berbanding 3-5 bagian air, disesuaikan dengan kepekatan yang diinginkan.
-
Sisakan ruang gas: Jangan mengisi wadah hingga penuh. Sisakan ruang kosong dan buang gas secara berkala agar tekanan tidak membuat wadah meledak.
-
Manfaat hormon alami: Pada akhir fermentasi terbentuk fitohormon seperti auksin dan sitokinin, asam organik, serta zat pemacu tumbuh yang bermanfaat bagi tanaman
Berdasarkan studi yang dimuat jurnal terbitan Springer, kandungan zat pemacu tumbuh inilah yang membuat pupuk cair mempercepat pembentukan akar dan tunas. Kandungan fitohormon serupa juga menonjol pada ekstrak daun kelor yang kaya sitokinin dan auksin. Bila ingin memahami pentingnya pengadukan dan aerasi, ulasan tentang fermentasi jerami menjadi pupuk organik serta metode bokashi dapat memberi gambaran lebih lengkap.
Dalam wawancara dengan Green Matters, sejumlah pakar berkebun organik menegaskan peran mikroba pada pupuk cair. Hinke, pembawa podcast kompos "What's Brewing?", menjelaskan, "Teh kompos memang menyediakan nutrisi dan berfungsi sebagai pupuk, tetapi karena mikroba yang mengerjakan sebagian besar tugas berat, ia lebih tepat dianggap sebagai inokulan."
Aaron Deacon, pendiri Bios Nutrients, menambahkan, "Cairan ini menambahkan miliaran organisme hidup ke tanah yang akan mengurai nutrisi agar bisa diserap tanaman dan melindungi tanaman dari hama serta penyakit." Adapun Amy Landers dari Gardens That Matter mendefinisikan, "Inokulasi adalah pengenalan mikroorganisme menguntungkan ke benih atau akar tanaman sebelum penanaman."
Merujuk data Organic Trade Association, pupuk organik dapat meningkatkan keanekaragaman spesies hingga 30 persen dibandingkan pupuk sintetis, karena kandungan karbonnya menghidupi mikroba tanah. Untuk memperkaya wawasan, tersedia pula panduan perbandingan bahan dan jadwal penyiraman pupuk kompos cair, cara mengolah sisa sayur untuk pupuk cair, hingga membuat media tanam fermentasi dari limbah dapur. Konsep edible garden zero waste dan mengolah sampah dapur tanpa komposter juga layak dicoba.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pupuk Organik Cair
Berapa lama proses fermentasi pupuk organik cair?
Waktu fermentasi bervariasi tergantung bahan dan metode, umumnya antara 7 hari hingga 2 minggu untuk bahan dapur, dan bisa mencapai 1-2 bulan untuk bahan yang lebih keras. Penggunaan aktivator seperti EM4 mempercepat penguraian, sedangkan suhu dingin memperlambatnya. Panduan mengenai cara kreatif ibu-ibu KWT membuat pupuk menyebut proses umumnya memakan 2 hingga 4 minggu.
Apa ciri pupuk organik cair yang sudah matang?
Pupuk yang siap pakai biasanya beraroma seperti tape atau fermentasi khas yang tidak menyengat, warnanya cenderung lebih terang, dan tidak lagi menghasilkan gas dalam jumlah signifikan. Jika masih berbau busuk menyengat, artinya fermentasi belum sempurna dan wadah perlu ditutup kembali. Referensi tentang fermentasi daun kering dan pembuatan pupuk kompos dari daun kering memuat tanda kematangan serupa.
Bagaimana cara mengaplikasikan pupuk organik cair ke tanaman?
Encerkan pupuk terlebih dahulu dengan rasio 1:10 hingga 1:20, lalu siramkan ke media tanam atau semprotkan ke daun. Aplikasikan seminggu sekali pada musim kemarau dan tiga hari sekali saat musim hujan, serta hindari dosis berlebihan agar tanaman tidak layu. Daftar pupuk alami rumahan paling efektif dan tips memupuk pohon alpukat dengan sampah dapur bisa menjadi contoh penerapannya di rumah.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333114/original/023127400_1787732360-cek_fakta_sekolah_kedinasan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333293/original/079260900_1787741088-Add_a_heading.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333105/original/058967100_1787731972-Screenshot_2026-08-26_132052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329508/original/075930600_1787283658-XqZIouOvazSj7s0pn6WIUVy086sSpCZHP3qFmwmM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332648/original/063727200_1787713937-1937efae-8e4b-4911-97f7-ae385eb6bb3b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329590/original/082302400_1787285442-IJR3zLD97AXtOayXm9EFyckHaYMkBXUUFd1Cuspz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297140/original/058389000_1784081280-Gemini_Generated_Image_n5ab7pn5ab7pn5ab.jpg)