Liputan6.com, Jakarta Cara membuat pupuk NPK alami sebenarnya sederhana dan bisa dikerjakan di rumah memakai limbah dapur. Kuncinya menyatukan tiga sumber hara, yakni nitrogen dari daun hijau, fosfor dari batang pisang, serta kalium dari kulit pisang.
Bahan cukup dicacah, difermentasi bersama air dan gula, lalu didiamkan beberapa hari sampai matang. Dengan menguasai cara membuat pupuk NPK alami, Anda memangkas biaya pupuk kimia sekaligus menjaga kesuburan tanah.
Sebagaimana diungkapkan International Fertilizer Association, nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) adalah tiga nutrisi utama tanaman yang terkandung dalam pupuk. Secara ringkas, nitrogen memacu tumbuhnya daun, fosfor penting untuk pertumbuhan sel dan akar, sedangkan kalium mendorong pembungaan serta pembuahan tanaman.
Advertisement
Cara Membuat Pupuk NPK Alami Cair dari Limbah Dapur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332645/original/004395400_1787713788-990788eb-4f46-4d5f-baf8-1ce00314a234.jpeg)
Metode yang praktis untuk pemula adalah memanfaatkan limbah dapur sebagai bahan pupuk organik cair (POC). Kulit pisang dapat menyumbang kalium, sementara bahan tanaman hijau dan limbah sayuran dapat menyediakan unsur hara lain, termasuk nitrogen. Batang pisang juga mengandung berbagai unsur hara, sehingga dapat digunakan sebagai salah satu bahan POC. Penelitian mengenai POC berbahan batang dan kulit pisang menunjukkan adanya kandungan N, P, dan K pada hasil olahannya.
-
Siapkan bahan: Kumpulkan kulit pisang, sisa sayur dan buah, daun hijau, serta potongan batang pisang. Air cucian beras juga dapat digunakan sebagai salah satu bahan cair dalam formulasi POC.
-
Cacah bahan: Potong bahan organik menjadi bagian lebih kecil agar lebih mudah terurai selama proses fermentasi.
-
Siapkan aktivator: Campurkan EM4 dengan sumber gula seperti gula merah atau molase sesuai formulasi yang digunakan. Gula berfungsi sebagai sumber energi bagi mikroorganisme.
-
Fermentasikan: Masukkan bahan organik dan larutan aktivator ke dalam wadah. Tutup wadah dengan cara yang memungkinkan gas hasil fermentasi keluar dengan aman. Lama fermentasi bergantung pada formulasi dan kondisi proses.
-
Saring: Setelah proses fermentasi selesai dan larutan menunjukkan karakteristik fermentasi yang normal, pisahkan cairan dari ampasnya.
-
Encerkan sebelum digunakan: POC sebaiknya diencerkan sebelum diaplikasikan pada tanaman. Gunakan konsentrasi sesuai formulasi POC dan jenis tanaman, karena tidak semua POC memiliki kebutuhan pengenceran yang sama.
Sebagai catatan, penelitian dalam Macromolecular Symposia memang menemukan bahwa campuran pupuk basah yang dibuat dengan merebus kopi, kulit pisang, dan cangkang telur selama 15 menit lebih efektif mendukung pertumbuhan kacang dibandingkan campuran kering. Namun, penelitian tersebut menggunakan metode dan bahan yang berbeda dari POC hasil fermentasi EM4, sehingga hasilnya tidak dapat langsung dijadikan bukti bahwa semua POC limbah dapur memiliki efektivitas yang sama.
Advertisement
Cara Membuat Pupuk NPK Alami Padat lewat Pengomposan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
Bila menginginkan pupuk yang tahan lama dan memperbaiki struktur tanah, pilihannya adalah kompos padat. Pengomposan mengubah bahan organik menjadi humus stabil, dan menjadi cara membuat pupuk NPK alami yang paling murah karena hanya mengandalkan limbah kebun serta dapur. Teknik dasarnya serupa dengan panduan membuat pupuk kompos dari sampah organik.
-
Pisahkan bahan hijau dan cokelat: Bahan hijau (sisa sayur, hijauan segar) menyumbang nitrogen, sedangkan bahan cokelat (daun kering, ranting, sekam) menyumbang karbon. Anda bisa memakai bahan seperti pada kompos dari daun kering.
-
Cacah dan susun berlapis: Potong kecil bahan, lalu tumpuk selang-seling antara lapisan hijau dan cokelat di dalam komposter atau lubang tanah.
-
Tambahkan aktivator: Taburkan pupuk kandang atau siram larutan EM4 dan gula untuk mempercepat kerja mikroba pengurai, seperti pada pembuatan kompos dari sampah dapur.
-
Jaga kelembapan: Pertahankan kondisi lembap seperti spons yang diperas, tidak terlalu basah maupun kering. Tutup tumpukan agar terlindung dari hujan.
-
Aduk dan pantau suhu: Balik tumpukan secara berkala agar oksigen masuk. Tumpukan yang terasa hangat menandakan proses berjalan baik.
-
Panen kompos matang: Setelah beberapa minggu hingga bulan, kompos berubah cokelat kehitaman, remah, dan beraroma tanah. Praktik seperti ini bisa ditiru dari cara mengolah sampah organik rumah tangga.
Selain menyuburkan, kompos memperbaiki kualitas tanah secara menyeluruh. Saat terurai, bahan organik berubah menjadi pembenah tanah yang penuh nutrisi dan mikroba bermanfaat, memperbaiki struktur, membantu menahan kelembapan, serta memulihkan tanah yang lelah. Untuk menekan biaya perawatan tanaman, Anda bisa mengombinasikannya dengan metode mengolah sampah sayur maupun kompos rumahan tanpa bau yang praktis.
Cara Membuat Pupuk NPK Alami dengan Memisah Unsur N, P, dan K
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332647/original/022861600_1787713788-15526fb0-333d-4e9e-a324-1248cd0e0c20.jpeg)
Bagi yang ingin memanfaatkan bahan dari pekarangan sebagai sumber hara, pupuk organik cair dapat dibuat dari berbagai limbah tanaman. Beberapa bahan memiliki kandungan unsur tertentu yang lebih menonjol, tetapi hasil fermentasinya tetap mengandung campuran berbagai unsur sehingga tidak dapat disamakan dengan pupuk NPK dengan komposisi yang sudah terukur.
-
Siapkan bahan organik: Air kelapa dapat digunakan sebagai bahan tambahan karena mengandung berbagai mineral dan senyawa organik. Limbah batang pisang dan sabut kelapa juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan POC.
-
Cacah bahan: Potong atau rajang bahan tanaman menjadi bagian kecil agar lebih mudah terurai selama proses fermentasi.
-
Tambahkan aktivator: Campurkan bahan dengan air dan dekomposer sesuai petunjuk produk yang digunakan. Sumber gula dapat ditambahkan sebagai sumber energi bagi mikroorganisme.
-
Fermentasikan: Masukkan campuran ke dalam wadah dan tutup dengan cara yang memungkinkan gas hasil fermentasi keluar dengan aman. Lama fermentasi bergantung pada formulasi dan kondisi proses, sehingga tujuh hari tidak dapat dijadikan patokan untuk semua jenis POC.
-
Saring sebelum digunakan: Setelah fermentasi selesai, pisahkan cairan dari ampasnya. Cairan kemudian perlu diencerkan sesuai konsentrasi yang dianjurkan untuk tanaman.
Penting dicatat, mencampurkan beberapa POC dari bahan berbeda tidak otomatis menghasilkan pupuk NPK dengan kandungan N, P, dan K yang seimbang. Kadar unsur hara perlu diketahui melalui analisis laboratorium jika ingin menentukan komposisi NPK secara pasti.
Advertisement
Sumber Bahan Alami Kaya Nitrogen, Fosfor, dan Kalium
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502035/original/047120700_1770966370-peter-werkman-rbZYWO5dFOY-unsplash.jpg)
Memahami kandungan hara dari setiap bahan dapat membantu Anda memilih bahan organik sesuai kebutuhan tanaman. Namun, perlu diingat bahwa bahan alami umumnya mengandung lebih dari satu unsur hara dan kadarnya dapat berbeda-beda. Karena itu, campuran bahan organik tidak dapat disamakan dengan pupuk NPK yang memiliki kandungan terukur.
-
Daun gamal dan daun kelor (nitrogen): Daun leguminosa dan hijauan dapat menjadi sumber nitrogen organik sekaligus menyumbangkan unsur hara lainnya. Daun gamal, misalnya, berpotensi digunakan sebagai bahan pupuk organik cair.
-
Ampas kopi: Mengandung nitrogen dan sejumlah mineral sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos. Nitrogennya tidak seluruhnya langsung tersedia bagi tanaman, sehingga pengomposan menjadi salah satu cara pemanfaatan yang lebih tepat.
-
Batang dan pelepah pisang: Mengandung berbagai unsur hara, termasuk kalium, kalsium, magnesium, fosfor, dan nitrogen. Kandungan K pada bahan ini dapat cukup menonjol, sehingga batang pisang lebih tepat disebut sebagai sumber beragam hara, bukan sumber fosfor khusus.
-
Cangkang telur: Terutama mengandung kalsium karbonat dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber kalsium yang pelepasannya berlangsung secara bertahap. Tumbuk hingga halus untuk memperbesar luas permukaannya.
-
Kulit pisang (kalium): Mengandung kalium sehingga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan organik untuk menyumbangkan K. Cari tahu selengkapnya soal manfaat kulit pisang untuk tanaman.
-
Sabut kelapa dan abu kayu: Sabut kelapa mengandung kalium, sedangkan abu kayu juga dapat menyumbangkan K. Namun, abu kayu bersifat alkalis sehingga penggunaannya perlu dibatasi, terutama pada tanah yang sudah memiliki pH tinggi.
-
Kascing atau kotoran cacing: Mengandung bahan organik dan berbagai unsur hara. Kandungan haranya bergantung pada bahan yang digunakan dan proses vermikomposting.
- Air cucian beras dan hijauan lain:Â Dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik tambahan, tetapi kandungan haranya relatif bervariasi sehingga tidak sebaiknya dianggap sebagai sumber utama N, P, atau K.
Salah satu manfaat pemanfaatan bahan organik adalah membantu menambah bahan organik tanah sekaligus menyediakan sejumlah unsur hara. Bahan organik juga berperan dalam mendukung siklus hara dan aktivitas organisme tanah. Karena itu, pengelolaan bahan organik dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.
Dalam praktiknya, pupuk organik cair dan bahan organik padat dapat digunakan sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi media. Namun, keduanya tidak otomatis memberikan komposisi hara yang seimbang. Kandungan N, P, K, dan unsur lainnya pada pupuk organik sangat bergantung pada bahan serta proses pengolahannya.
Mengolah limbah organik menjadi pupuk juga dapat membantu mengembalikan sebagian bahan organik ke dalam siklus tanah. Wendell Berry dalam The Unsettling of America: Culture and Agriculture menggambarkan tanah sebagai penghubung kehidupan dan menekankan pentingnya menjaga tanah agar tetap mendukung kehidupan.
Dengan memanfaatkan kulit pisang, sisa sayuran, daun, dan limbah organik lain secara tepat, Anda dapat mengurangi sebagian sampah rumah tangga sekaligus mengembalikan bahan organik ke tanah. Namun, hasil olahannya lebih tepat disebut pupuk organik atau pembenah tanah daripada pupuk NPK dengan kandungan N, P, dan K yang sudah terukur.
Â
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pupuk NPK Alami
Bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat pupuk NPK alami?
Anda dapat memanfaatkan daun hijau, daun gamal, sisa sayuran, kulit pisang, batang pisang, sabut kelapa, atau ampas kopi. Tambahkan air dan, jika menggunakan metode fermentasi, bioaktivator seperti EM4 serta sumber gula sesuai formulasi. Bahan-bahan tersebut mengandung berbagai unsur hara dengan kadar yang berbeda-beda.
Berapa lama proses fermentasi pupuk NPK organik cair?
Tidak ada durasi yang berlaku untuk semua POC. Lama fermentasi bergantung pada bahan, bioaktivator, suhu, dan metode yang digunakan. Ikuti formulasi yang digunakan dan pastikan wadah memungkinkan gas fermentasi keluar dengan aman. Setelah selesai, POC dapat disaring dan diencerkan sebelum digunakan.
Apakah pupuk NPK alami bisa menggantikan pupuk kimia sepenuhnya?
Tidak selalu. POC dapat membantu menyediakan bahan organik dan sejumlah unsur hara, tetapi kandungan haranya lebih bervariasi dan umumnya lebih rendah daripada pupuk dengan formulasi hara yang terukur. POC dapat digunakan bersama kompos atau pupuk lain sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi media.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332312/original/026531200_1787650496-cek_fakta_Abdul_muti_-_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5333221/original/001778100_1756612376-petani_milenial_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332053/original/033451400_1787629160-petani_milenial_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332648/original/063727200_1787713937-1937efae-8e4b-4911-97f7-ae385eb6bb3b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329592/original/001738000_1787285445-fD0Ev3i0rYThCvzszOGmiMb3ni0KjvpRtnvIf84o.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306586/original/086642000_1784884537-0a76076a-80fd-42e9-bf31-f1ca9c6eb08e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332482/original/002605300_1787705121-6f6a7bd2-6598-4735-8dc3-8da7fe6367a1HL.jpg)