Ratusan Karung Bawang Impor Ilegal Masuk Lewat Natuna

Ratusan karung bawang impor ilegal ditemukan di Natuna. BKHIT dan TNI AL turut mengamankan sejumlah komoditas tanpa dokumen.

Diterbitkan 27 Agustus 2026, 10:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kepulauan Riau bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengamankan komoditas bawang impor ilegal yang masuk ke Kabupaten Natuna melalui jalur laut. Petugas menemukan ratusan karung bawang merah yang tidak dilengkapi dokumen karantina.

Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Karantina Natuna Iwan Setiawan mengatakan komoditas tersebut masuk menggunakan transportasi domestik, yakni Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bahtera Nusantara (BN) 01 atau kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro).

Temuan tersebut diketahui pada Rabu sore saat petugas melakukan pemeriksaan bersama Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Ranai.

Selain bawang, petugas menemukan sejumlah komoditas lain yang juga tidak dilengkapi dokumen yang jelas. Di antaranya cabai kering, ikan bilis, apel, pir, anggur, wortel, serta produk olahan daging.

Seluruh komoditas yang diamankan kemudian dibawa ke Kantor Satuan Pelayanan Natuna untuk menjalani proses tindak lanjut.

"Untuk jumlahnya masih kita hitung. Sementara, jumlah bawang merah ada ratusan karung," ucap Iwan dikutip dari Antara, Kamis (27/8/2026).

Petugas juga memeriksa sejumlah lori yang digunakan untuk mengangkut barang dari kapal tersebut.

"Barang-barang ini dibawa menggunakan kapal dan dimuat dalam lori. Lori yang kita periksa ada sekitar empat unit," katanya.

 

BKHIT dan TNI AL Perkuat Pengawasan Natuna

Iwan menjelaskan, pengamanan komoditas tersebut merupakan hasil operasi bersama Lanal Ranai. Kegiatan dilakukan untuk menciptakan ketertiban sekaligus mencegah masuknya media pembawa hewan, ikan, dan tumbuhan yang tidak dilaporkan serta tidak dilengkapi dokumen karantina.

Dokumen karantina menjadi salah satu persyaratan dalam lalu lintas berbagai komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan. Karena itu, barang yang tidak memenuhi ketentuan harus diamankan untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Dalam operasi tersebut, Lanal Ranai mengerahkan sejumlah prajurit dan kendaraan untuk membantu proses pengangkutan komoditas yang ditemukan petugas.

Iwan menyampaikan apresiasi kepada Lanal Ranai atas dukungan dalam kegiatan pengawasan tersebut. Menurut dia, sinergi antarlembaga penting untuk mencegah masuknya berbagai komoditas yang tidak memenuhi ketentuan ke wilayah Natuna.

Pengawasan jalur laut menjadi perhatian karena Natuna memiliki sejumlah akses yang dapat digunakan untuk lalu lintas barang dari luar daerah.

 

TNI AL Pastikan Pengawasan Jalur Laut Natuna Berlanjut

Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Yusuf Yanto mengatakan TNI AL siap membantu berbagai instansi dalam menindak pelanggaran hukum di wilayah Kabupaten Natuna.

Menurut Yusuf, kerja sama antarlembaga diperlukan untuk mencegah sekaligus menindak masuknya barang ilegal yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat.

Ia menegaskan TNI AL tidak akan memberikan toleransi terhadap berbagai kegiatan yang melanggar hukum. Pengawasan jalur laut juga akan terus diperkuat mengingat Natuna memiliki sejumlah akses yang berpotensi dimanfaatkan untuk memasukkan barang tanpa dokumen resmi.

"Kita harap ini menjadi pelajaran bagi berbagai pihak agar tidak lagi melakukan kegiatan yang melanggar hukum," ujarnya.

Temuan ratusan karung bawang merah tersebut menjadi salah satu hasil pengawasan terhadap lalu lintas barang melalui jalur laut di Natuna.

Petugas selanjutnya melakukan pendataan terhadap seluruh komoditas yang diamankan. Selain menentukan jumlah barang, proses tersebut juga diperlukan untuk menentukan tindak lanjut terhadap komoditas yang tidak memenuhi persyaratan karantina.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6