Liputan6.com, Jakarta - Taman vertikal dari botol bekas dapat menjadi pilihan saat ingin memanfaatkan dinding di salah satu sudut rumah. Botol plastik yang sudah tidak terpakai bisa diubah menjadi wadah tanaman, sehingga menjadi area tanam produktif dengan tetap tertata rapi.
Pemanfaatan botol bekas juga memberi fungsi baru pada barang yang biasanya langsung dibuang. Pedoman dari Kementerian Pertanian menyebut botol bekas air mineral dapat digunakan sebagai wadah dalam pembuatan taman vertikal untuk skala rumah tangga.
Lalu, bagaimana cara mengubah botol bekas menjadi taman vertikal yang bisa ditempatkan di teras atau halaman belakang? Berikut Liputan6.com berikan panduannya, sebagai informasi bercocok tanam sederhana di rumah berbahan barang bekas, Kamis (27/8).
Advertisement
1. Siapkan botol dan alat yang diperlukan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3527573/original/030090100_1627824961-pexels-george-becker-122803.jpg)
Cara membuat taman vertikal dari botol bekas dapat dimulai dengan mengumpulkan botol plastik yang masih memiliki bentuk utuh. Pilih botol dengan ukuran yang relatif sama agar mudah disusun, kemudian cuci sampai tidak ada sisa minuman dan keringkan sebelum digunakan.
Siapkan pula gunting atau cutter, tali, kawat atau pengikat, paku, palu, media tanam, serta bibit tanaman. Jika taman akan ditempel pada dinding, siapkan rak atau rangka sebagai tempat menahan botol agar beban tanaman dan media tanam tidak langsung bertumpu pada dinding.
Jumlah botol dapat disesuaikan dengan area yang tersedia. Untuk percobaan pertama, gunakan beberapa botol terlebih dahulu agar susunan dan posisi tanaman dapat diperiksa sebelum jumlahnya ditambah.
Advertisement
2. Buat wadah tanam dari botol
Botol dapat dibuat menjadi pot dengan memotong bagian tengah atau bagian bawah sesuai model yang ingin digunakan. Salah satu cara yang digunakan dalam pedoman Kementerian Pertanian adalah memotong bagian bawah botol untuk kemudian dimanfaatkan sebagai wadah tanaman.
Setelah bagian botol dipotong, buat beberapa lubang kecil pada bagian bawah atau sisi wadah untuk mengeluarkan kelebihan air. Lubang ini diperlukan agar air tidak tertahan di dalam wadah setelah penyiraman.
Tepi botol yang sudah dipotong perlu diperiksa agar tidak menyisakan bagian yang dapat melukai tangan. Setelah itu, buat lubang pada sisi botol untuk memasukkan tali atau kawat sebagai pengikat ketika wadah akan disusun secara vertikal.
3. Susun botol pada teras atau halaman belakang
Taman vertikal dari botol bekas dapat ditempatkan pada dinding, pagar, rak, atau rangka yang berdiri di halaman. Pilih lokasi yang mudah dijangkau ketika tanaman perlu disiram sehingga perawatan tidak menjadi pekerjaan yang merepotkan.
Sebelum memasang botol, tentukan jarak antara satu wadah dan wadah lainnya. Berikan ruang yang cukup agar daun tidak saling menutup dan setiap tanaman dapat menerima cahaya sesuai kebutuhannya.
Jika menggunakan dinding, sebaiknya botol dipasang pada rak atau rangka yang memiliki penahan. Pedoman taman vertikal Kementerian Pertanian juga menggunakan kerangka sebagai tempat menyusun wadah tanaman sebelum dilakukan penyiraman.
Advertisement
4. Masukkan media tanam dan bibit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483468/original/009348600_1769394789-Ide_Kebun_Cabai_Pakai_Kompos_Dapur_yang_Cocok_untuk_Pemula_Model_Vertikal_di_Botol_Plastik_Bekas.jpg)
Media tanam menjadi bagian yang perlu diperhatikan karena akar tanaman akan berkembang di dalam wadah botol. Gunakan tanah yang sudah dicampur dengan bahan organik atau kompos, lalu masukkan secukupnya tanpa memenuhi botol sampai bagian paling atas.
Setelah media tanam masuk, buat lubang kecil untuk menempatkan bibit. Letakkan bibit pada posisi tegak, kemudian tutup bagian akarnya dengan media tanam tanpa menekannya terlalu kuat.
- Masukkan media tanam ke setiap botol.
- Buat lubang untuk bibit.
- Letakkan bibit pada lubang tersebut.
- Tutup akar dengan media tanam.
- Siram secukupnya setelah semua bibit ditanam.
Pedoman Kementerian Pertanian menyarankan media tanam diisi dengan menyisakan ruang pada bagian atas wadah dan tanaman ditempatkan dengan posisi leher akar sejajar dengan permukaan media.
5. Pilih tanaman sesuai lokasi
Jenis tanaman perlu disesuaikan dengan tempat pemasangan taman. Tanaman daun seperti selada, sawi, kangkung, bayam, seledri, dan beberapa tanaman herbal dapat digunakan untuk wadah vertikal.
Untuk teras, pilih tanaman yang dapat tumbuh dengan kondisi cahaya yang tersedia. Jika lokasi mendapat cahaya matahari lebih sedikit, pilih tanaman yang sesuai dengan kondisi tersebut daripada memaksakan jenis tanaman yang membutuhkan banyak cahaya.
Tanaman juga perlu disesuaikan dengan ukuran botol. Tanaman yang membutuhkan ruang akar besar sebaiknya tidak ditempatkan pada wadah kecil karena ruang tumbuhnya terbatas.
Advertisement
6. Atur posisi botol agar mudah dirawat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481546/original/062470100_1769136899-tanaman_cabai_botol_bekas.jpg)
Setelah semua botol terisi tanaman, susun wadah berdasarkan kebutuhan perawatan. Botol yang berada di bagian atas sebaiknya tetap mudah dijangkau sehingga penyiraman dan pemeriksaan daun dapat dilakukan tanpa harus memindahkan seluruh susunan.
Perhatikan pula arah aliran air saat menyiram. Air yang keluar dari botol bagian atas sebaiknya tidak menggenangi wadah di bawahnya. Jika susunan dibuat bertingkat, periksa lubang pembuangan pada setiap botol.
Pada tahap ini, taman vertikal dari botol bekas sudah dapat digunakan sebagai tempat menanam di teras maupun halaman belakang. Susunan botol juga dapat diubah ketika tanaman bertambah besar atau kebutuhan cahaya berubah.
7. Rawat tanaman secara rutin
Perawatan dimulai dengan memeriksa kondisi media tanam sebelum menyiram. Jangan menentukan jumlah air hanya berdasarkan jadwal karena kebutuhan setiap tanaman dapat berbeda, terutama ketika lokasi menerima cahaya dan panas yang berbeda.
Periksa pula lubang pembuangan secara berkala agar tidak tertutup tanah atau kotoran. Daun yang menguning, tanaman yang layu, atau media yang terus basah dapat menjadi tanda bahwa penyiraman perlu diperiksa kembali.
Botol juga perlu diperiksa agar tetap terikat pada rangka. Jika tali, kawat, rak, atau pengikat mulai longgar, perbaiki sebelum wadah terlepas dan jatuh.
Advertisement
8. Kembangkan susunan sesuai kebutuhan rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6709427/original/016568000_1779527292-5134311263077355013.jpeg)
Setelah berhasil membuat satu susunan, jumlah botol dapat ditambah secara bertahap. Cara ini memungkinkan pemilik rumah menyesuaikan taman dengan ruang yang tersedia tanpa harus membuat seluruh bagian sekaligus.
Botol dapat disusun dalam satu baris, beberapa tingkat, atau beberapa kelompok pada satu rangka. Susunan tersebut dapat digunakan untuk memisahkan tanaman berdasarkan jenis sehingga penyiraman dan pemanenan lebih mudah dilakukan.
Pemanfaatan botol sebagai wadah tanaman juga telah diterapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari penggunaan kembali limbah anorganik untuk vertical garden. Dengan memulai dari beberapa botol, kegiatan berkebun dapat dilakukan secara bertahap sambil memanfaatkan barang yang tersedia di rumah.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Taman Vertikal dari Botol Bekas
1. Apakah botol bekas bisa digunakan untuk taman vertikal?
Bisa. Botol plastik dapat digunakan sebagai wadah tanam setelah dicuci, dipotong, dan diberi lubang pembuangan air.
2. Tanaman apa yang cocok ditanam dalam botol bekas?
Sayuran daun, tanaman herbal, seledri, cabai, dan beberapa tanaman hias dapat digunakan selama ukuran wadah sesuai dengan kebutuhan akar.
3. Apakah taman vertikal cocok untuk lahan sempit?
Ya. Susunan tanaman secara vertikal memanfaatkan bidang ke atas sehingga tidak membutuhkan area tanah yang luas.
4. Bagaimana agar air tidak menggenang di botol?
Buat lubang pada bagian bawah atau sisi bawah wadah agar kelebihan air dapat keluar setelah penyiraman.
5. Apakah taman vertikal dari botol bekas cocok untuk pemula?
Cocok. Pembuatan dapat dimulai dengan beberapa botol, alat yang tersedia di rumah, media tanam, dan bibit yang sesuai.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333970/original/076820900_1787815384-Your_paragraph_text.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333897/original/064209300_1787812486-cek_fakta_-_tebuireng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333755/original/044629400_1787806099-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-27T114556.196.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5363386/original/057280200_1758937866-ricuh_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5467166/original/054850400_1767864909-Taman_Vertikal_dari_Botol_Bekas__DIY_Super_Murah_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307848/original/099511000_1785116998-2376ac24-32b2-4b9d-85b7-e8219d220285.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300954/original/049826500_1784430272-HL_roster.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299776/original/082510600_1784274037-23bf4aac-a5ee-4769-b65e-7bbb30227591.jpg)