Cegah Jual Thrifting, Mendag Pastikan Pedagang Harbolnas 2026 Terdata

Pemerintah dan iDea memastikan produk yang ditawarkan saat Harbolnas 2026 untuk memperkuat UMKM.

Diterbitkan 27 Agustus 2026, 15:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan pedagang yang mengikuti Hari Belanja Nasional (Harbolnas) 2026 akan terdata melalui sistem untuk memantau aktivitas perdagangan selama rangkaian program tersebut.

Budi mengatakan, sistem pendaftaran Harbolnas akan mencatat data pedagang dan target perdagangan peserta. Pendataan tersebut menjadi bagian dari persiapan pemerintah dan Asosiasi E-Commerce Indonesia (iDea) menjelang pelaksanaan Harbolnas pada 10-16 Desember 2026.

“Ya, nanti ketahuan dari, ada sistemnya, nanti ketahuan. Termasuk tadi target-target segala macam ketahuan semua, tercatat semua," kata Budi dalam konferensi pers Kick Off Road to Harbolnas 2026 di Kementerian Perdagangan, Kamis (27/8/2026).

Budi mengatakan, pendaftaran pedagang telah dimulai sejak rangkaian Road to Harbolnas 2026 diluncurkan. Pemerintah akan memantau peserta melalui sistem yang digunakan dalam penyelenggaraan Harbolnas.

“Mulai pendaftarannya dan nanti menjelang Harbolnas itu tanggal 10,” ujar Budi.

Budi mengatakan rangkaian Harbolnas 2026 tidak hanya berlangsung pada hari pelaksanaan utama. Pemerintah bersama iDea menyiapkan berbagai kegiatan sejak Agustus untuk memperluas partisipasi pelaku usaha.

"Road to Harbolnas banyak kegiatan-kegiatan, ya, sehingga lebih semarak. Jadi tidak pas hari hanya saja, tapi sekarang sudah dimulai,” kata Budi.

Pendataan pedagang tersebut diharapkan membantu pemerintah dan penyelenggara memantau produk yang diperdagangkan selama Harbolnas. Pemerintah sebelumnya menegaskan Harbolnas diarahkan untuk memperkuat penjualan produk dalam negeri dan memperluas pasar UMKM.

Budi juga menegaskan, pemerintah bersama iDea memiliki mekanisme untuk mengetahui aktivitas dan target pedagang yang mengikuti Harbolnas. Pemerintah menggunakan data tersebut untuk memantau pelaksanaan program secara lebih terukur.

Cegah Warga Belanja ke Luar Negeri, Airlangga Colek Mendag

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa sektor wisata belanja (shopping tourism) memegang peran krusial sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia yang patut terus dipacu. Potensi ini kian nyata terlihat dari lonjakan mobilitas wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke tanah air sepanjang semester I 2026, yakni mencapai 7,45 juta kunjungan atau tumbuh 5,71% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pernyataan tersebut disampaikan Menko Airlangga saat membuka gelaran Indonesia Retail Summit and Expo (IRSE) 2026 di Jakarta, Rabu (26/8/2026)

"Kita lihat total kunjungan wisata sebetulnya naik, wisatawan mancanegara. Nah tentu di berbagai negara, tujuan dari wisatawan itu sebagian kuliner dan belanja. Jadi ini tentu perlu didorong supaya mereka belanja di Indonesia saja,” kata Airlangga dikutip dari Antara.

"Kita berharap bahwa ini juga bisa memanfaatkan wisata belanja sebagai motor pertumbuhan baru. Karena ini bagi pemerintah ini merupakan low hanging fruit, dan bagi para peritel juga ini momentumnya sudah ada," ujar dia menambahkan.

Tak sebatas menyasar pelancong asing, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di dalam negeri juga dinilai berpotensi besar menjadi penggerak roda ekonomi, baik di skala lokal maupun nasional.

Pergerakan wisnus pada paruh pertama 2026 mencatatkan angka fantastis hingga 630,41 juta perjalanan, alias meningkat 2,71% dibandingkan periode serupa di tahun sebelumnya. Tingginya mobilitas ini diyakini membuka peluang besar bagi sektor belanja, wisata kuliner, seni budaya, hingga promosi ritel nasional.

Strategi Kampanye Belanja

Airlangga menilai, strategi kampanye belanja sangat ideal jika dipadukan langsung dengan event pariwisata dan kebudayaan. Di saat bersamaan, ritel modern dapat difungsikan sebagai etalase utama bagi produk-produk lokal di hadapan wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Dan kita melihat pembayaran jasa perjalanan wisatawan ke luar negeri itu mencapai US$ 6,7 miliar. Jadi tentu ini kalau sebagian bisa ditarik untuk belanja di dalam negeri, ini juga hal yang baik," ujar Airlangga.

Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi tren mobilitas wisatawan dan konsumsi belanja domestik lewat ritel modern, mengingat kontribusinya yang begitu besar terhadap ketahanan ekonomi nasional.

"Tentu ini merupakan momentum yang harus kita jaga di tengah situasi perekonomian global yang belum baik-baik saja. Ritel Indonesia menunjukkan resiliensi dan bertahan untuk menopang perekonomian nasional," kata Airlangga.

Minta Pelaku Ritel Sediakan Stok

Guna mengoptimalkan peluang ini, Airlangga mendorong para pelaku ritel untuk bersinergi bersama pemerintah dalam menjaga ketersediaan stok, kelancaran distribusi, hingga mutu produk agar minat belanja masyarakat di dalam negeri terus meningkat.

"Dan tentu nanti menjadi PR bersama dengan Pak Menteri Perdagangan (Budi Santoso), karena kita tidak ingin stoknya tipis akibatnya masyarakat Indonesia belanjanya di tempat lain, di luar negeri. Tapi dengan adanya stok yang lebih besar, tentu yang belanja akan lebih banyak lagi," jelas Menko Airlangga.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6