BRI Taiwan dan Kisah PMI Asal Cilacap Belajar Kelola Keuangan hingga Sukses

BRI meluncurkan BRImo Taiwan untuk memperkuat layanan finansial diaspora Indonesia, sekaligus mendorong PMI mengelola remitansi dan mengembangkan usaha.

Diterbitkan 28 Agustus 2026, 10:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Setahun lalu, BRI Taipei Branch resmi hadir sebagai bentuk komitmen bank pelat merah itu memperluas perannya mendampingi diaspora Indonesia di Taiwan. Kini, total aset BRI Branch Taipei mencapai lebih dari US$408 juta. Sementara hingga akhir Juli 2026, transaksi remitansi Taiwan–Indonesia melalui BRI tercatat sekitar US$490 juta, dengan lebih dari 3.400 rekening yang telah dilayani.

Kini, komitmen itu diperluas melalui peluncuran BRImo Taiwan di New Taipei City Hall pada Minggu (23/8/2026). Melalui BRImo Taiwan, diaspora Indonesia di Taiwan dapat mengakses berbagai kebutuhan finansial dalam satu aplikasi, mulai transaksi sehari-hari hingga pengiriman dana ke Indonesia.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan kehadiran BRI di Taiwan bertujuan untuk membangun konektivitas finansial antara diaspora dengan Indonesia.

“Kehadiran BRI di Taiwan bukan semata tentang membuka kantor atau menghadirkan layanan digital. Ini adalah tentang hadir lebih dekat dengan masyarakat Indonesia yang bekerja, berkarya, dan membangun masa depan di Taiwan. Kami ingin BRI menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan finansial diaspora di Taiwan dengan keluarga dan berbagai kebutuhan finansial di Indonesia,” jelas Dhanny.

Pembukaan BRI Branch Taiwan karena merupakan salah satu wilayah penting bagi ekosistem diaspora Indonesia. Berdasarkan data Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) yang digunakan BRI, terdapat sekitar 360 ribu PMI di Taiwan. Sementara berdasarkan data Bank Indonesia, remitansi PMI dari Taiwan mencapai sekitar US$2,97 miliar pada 2025, atau setara sekitar Rp47–48 triliun. Nilai tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2021 sebesar US$1,37 miliar.

Besarnya arus remitansi menunjukkan tingginya aktivitas finansial PMI dan peran penghasilan mereka menopang kebutuhan keluarga di Indonesia. BRI pun mendorong agar penghasilan PMI selama bekerja di luar negeri tidak hanya digunakan untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga dikelola untuk tabungan, investasi, aset, hingga modal usaha sebagai persiapan masa depan.

Kisah Sukses PMI Kelola Keuangan

Salah satu contoh keberhasilan mengelola penghasilan untuk modal usaha tercermin dari Sri Purwanti, nasabah BRI asal Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang menjadi PMI di Taiwan sejak belasan tahun silam. Ia rajin menyisihkan sebagian uang penghasilannya untuk ditabung hingga akhirnya berhasil merintis usaha makanan halal.

“Waktu pertama kali jadi pekerja migran, mencari makanan halal itu luar biasa sulit. Dari situ saya berpikir, teman-teman pekerja lain pasti merasakan kesulitan yang sama. Saya bertekad menyisihkan sebagian penghasilan, menabung sedikit demi sedikit, dan belajar mengelola keuangan,” jelas Sri, dikutip dari rilis resmi Bank BRI, Minggu (23/8/2026).

Perjalanan karier pemilik Kedai Sri Rahayu di Zhongzheng District, Taipei, itu menunjukkan bahwa bekerja di luar negeri juga memungkinkan terbukanya peluang untuk berbisnis secara mandiri. Tidak melulu menjadi buruh yang digaji orang lain. Kuncinya ialah pengelolaan keuangan yang baik serta rajin mengasah keterampilan.

Dukungan BRI untuk PMI

Semangat pemberdayaan PMI juga ditunjukkan oleh BRI Peduli melalui program “BRI Peduli Go Global PMI Entrepreneur Academy: Building Skills, Creating Opportunities”. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi 120 orang PMI di Taiwan untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan praktis yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut.

Melalui PMI Entrepreneur Connect yang dilaksanakan pada Sabtu (22/8/2026), peserta mendapatkan workshop dan praktik memasak masakan Taiwan bersama instruktur berpengalaman. Adapun tujuan kegiatan tersebut ialah meningkatkan keterampilan mengolah kuliner hingga bisa mengembangkannya menjadi peluang usaha, baik selama berada di Taiwan maupun setelah pulang ke Indonesia.

Selanjutnya pada Minggu (23/8/2026), BRI melanjutkan kegiatan bertajuk Beautypreneur Empowerment Workshop. Para peserta kegiatan ini mengikuti demonstrasi dan praktik tata rias bersama trainer kecantikan profesional agar memperoleh keterampilan tata rias yang dapat dikembangkan sebagai peluang usaha di industri kecantikan.

Rangkaian kegiatan tersebut merupakan upaya BRI mendorong PMI membangun pola pikir kewirausahaan. Dengan demikian, pengalaman bekerja di luar negeri diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam bentuk penghasilan, tetapi juga menjadi proses peningkatan kapasitas untuk mempersiapkan masa depan yang lebih produktif.

Sifa, PMI asal Surabaya yang mengikuti kegiatan tersebut, mengatakan bahwa pengalaman yang diperolehnya memberikan perspektif baru mengenai peluang yang dapat dikembangkan setelah kembali ke Indonesia.

“Kegiatan ini mendorong kami sebagai PMI menjadi lebih mandiri, kreatif, dan mampu melihat peluang yang dapat dikembangkan di Indonesia. Saya berharap keterampilan yang diajarkan dalam pelatihan ini menjadi modal untuk membangun usaha dan meningkatkan perekonomian setelah kembali ke Tanah Air,” tutur Sifa.

Reporter: Rizka Nur Laily Muallifa

Artikel ini dipublikasikan sebagai bagian dari karya jurnalistik dalam program BRI Fellowship Journalism.