Selain Meta, Ini Daftar Perusahaan yang Pernah Menanggung Denda Terbesar

Berikut daftar perusahaan yang pernah menanggung denda terbesar.

Diterbitkan 28 Agustus 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Meta menyepakati pembayaran US$ 17 miliar atau setara Rp 302 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah17.770) untuk mengakhiri persidangan besar soal perlindungan pengguna media sosial usia muda. Nilai ini jadi salah satu settlement atau denda terbesar dalam sejarah bisnis Amerika Serikat (AS), meski cuma "recehan" dibanding pendapatan Meta tahun lalu yang tembus US$ 201 miliar atau Rp 3.565 triliun.

Dikutip dari The Associated Press, Jumat (28/8/2026), berikut deretan settlement atau penyelesaian kasus raksasa lain yang pernah menggemparkan dunia bisnis:

BP dan Bencana Deepwater Horizon

BP setuju membayar US$ 20 miliar (Rp 355,4 triliun) atas tumpahan minyak lepas pantai terparah dalam sejarah AS. Kesepakatan yang diumumkan pertama kali 2016 ini mencakup denda perdata US$ 5,5 miliar atau Rp 97,5 triliun berdasarkan Clean Water Act, ditambah dana ganti rugi lingkungan untuk lima negara bagian Teluk Meksiko. Pembayarannya dicicil sekitar 16 tahun.

Enron, Skandal Akuntansi yang Menghancurkan Segalanya

Dulu jadi perusahaan terbesar ketujuh di AS, Enron kolaps dan mengajukan pailit pada 2001 setelah trik akuntansi mereka nggak lagi mampu menutupi utang miliaran dolar AS. Lebih dari 5.000 karyawan kehilangan pekerjaan, dan dana pensiun mereka lenyap lebih dari US$ 2 miliar atau Rp 35,4 triliun. Class action yang menyusul berhasil menarik kembali dana lebih dari US$ 7 miliar atau Rp 124,18 triliun, sementara 24 eksekutif Enron termasuk eks CEO Jeffrey Skilling dinyatakan bersalah.

WorldCom, Penipuan Akuntansi Terbesar Sepanjang Masa

WorldCom bangkrut pada 2002 usai ketahuan memanipulasi angka keuangan senilai US$ 11 miliar atau Rp 195,14 triliun. 2005, perusahaan setuju bayar pemegang saham US$ 750 juta atau Rp 13,3 triliun tunai dan saham, sementara bank-bank besar plus firma akuntansi terkait sepakat bayar sekitar US$ 6 miliar atau Rp 106,4 triliun.

Eks CEO Bernie Ebbers divonis 25 tahun penjara atas penipuan sekuritas, dan meninggal pada 2020, sebulan usai bebas lebih awal. WorldCom lalu berganti nama jadi MCI sebelum diakuisisi Verizon.

JPMorgan dan Bank of America, dalang di balik krisis 2008

JPMorgan Chase sepakat bayar US$ 13 miliar atau Rp 230,6 triliun pada 2013 usai mengakui menyesatkan investor soal kualitas sekuritas berbasis hipotek berisiko salah satu pemicu krisis finansial 2008.

Setahun kemudian, Bank of America menyusul dengan settlement US$ 16,65 miliar atau Rp 295,37 triliun, terdiri dari denda tunai US$ 5 miliar atau Rp 88,7 triliun, ganti rugi US$ 4,6 miliar atau Rp 81,6 triliun, dan bantuan US$ 7 miliar atau Rp 124,1 triliun untuk pemilik rumah yang terdampak.

 

 

Johnson & Johnson dan Perang Panjang Soal Bedak Talk

J&J setuju bayar US$ 5,5 miliar atau Rp 97,57 triliun pada Juli lalu, mengakhiri hampir dua dekade gugatan yang menuding bedak talek mereka memicu kanker ovarium. Kesepakatan ini bergantung pada partisipasi minimal 95% penggugat yang tersisa.

Sebelumnya, hakim pengadilan kepailitan sempat menolak proposal US$ 9 miliar atau Rp 159,6 triliun dari anak usaha J&J, Red River Talc yang sedianya jadi salah satu settlement ganti rugi massal terbesar dalam sejarah. J&J memilih tak banding dan lanjut berjuang di pengadilan. Sebagai bagian kesepakatan baru, mereka akan bayar di muka maksimal US$ 3 miliar atau Rp 53,2 triliun tahun depan, tanpa kewajiban tambahan hingga 2028.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6