Liputan6.com, Jakarta - Di tengah hiruk pikuk kehidupan, umat Islam perlu amalan untuk menenangkan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai penyeimbang. Ratib al-Attas hadir sebagai salah satu warisan spiritual yang tak ternilai dari para ulama. Maka itu, bagi pemula penting untuk mengetahui bacaan Ratib Al-Attas arab lengkap dan terjemahannya.
Ratib ini merupakan kumpulan dzikir dan doa yang disusun oleh Al-Habib Umar bin Abdurrahman al-Attas. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berdzikir sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Ahzab ayat 41-42: ‘Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang)’.
Ratib al-Attas juga dikenal dengan dua nama lain, yaitu 'Azīzul Manāl (Karunia yang Langka) dan Fatḥu Bābil Wiṣāl (Pintu Mendekatkan Diri kepada Allah). Kitab ini berisi rangkaian bacaan Al-Qur'an surah Al-Hasyr ayat 21-24, ta'awudz, basmalah, hauqalah, tasbih, Asmaul Husna, dzikir, tawakkal, shalawat, istigfar, tawassul, dan doa.
Advertisement
Semua kalimat thayyibah tersebut mengandung dimensi sufistik berupa khauf (rasa takut) dan raja' (pengharapan), ma'rifat, musyahadah, muraqabah, taubat, dan syukur. Praktik pembacaan ratib al-Attas telah mengakar kuat dalam tradisi pesantren dan masyarakat muslim di Indonesia.
Tradisi ini adalah wujud konkret senantiasa mengingat Allah dan menghidupkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini panduan lengkapnya.
Panduan Bacaan Ratib Al-Attas Arab Lengkap, Latin, dan Terjemahannya
Berikut adalah bacaan Ratib al-Attas secara lengkap sesuai urutan, sebagaimana termuat dalam berbagai sumber rujukan.
1. Pembukaan: Al-Fatihah untuk Nabi dan Penyusun Ratib
Sebelum memulai rangkaian dzikir, terlebih dahulu membaca Surat Al-Fatihah yang dihadiahkan (tawasul) kepada:
• Hadirat Nabi Muhammad SAW
• Habib Umar bin Abdurrahman al-Attas (penyusun ratib)
• Syekh Ali bin Abdullah Bara'as (murid beliau yang mensyarahi ratib)
Arab: الْفَاتِحَةُ إِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَإِلَى رُوْحِ سَيِّدِنَا الْحَبِيْبِ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْعَطَّاسِ صَاحِبِ الرَّاتِبِ، وَالشَّيْخِ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بَارَاسَ
Latin: Al-Fātihah ilā ḥaḍrati Sayyidinā wa Ḥabībinā Muḥammadin ṣallallāhu 'alaihi wa ālihī wa ṣaḥbihī wa sallam, wa ilā rūḥi Sayyidinā al-Ḥabībi 'Umar bin 'Abd ar-Raḥmān al-'Aṭṭās ṣāḥibi ar-Rātib, wa asy-Syaykh 'Ali bin 'Abd Allāh Bā Raas
Artinya: "Al-Fatihah untuk menghadirat junjungan dan kekasih kita Muhammad SAW, dan untuk arwah junjungan kita Habib Umar bin Abdurrahman al-Attas, penyusun ratib, dan Syekh Ali bin Abdullah Bara'as."
Kemudian dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah:
Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ. اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Latin: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn. Ar-raḥmānir-raḥīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdināṣ-ṣirāṭal-mustaqīm. Ṣirāṭalladzīna an'amta 'alaihim ghairil-maghḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn.
Artinya: "Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat."
2. Ta'awudz (Perlindungan dari Setan)
Arab: أَعُوذُ بِاللهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ (×3)
Latin: A'ūdzu billāhis-samī'il-'alīmi minasy-syayṭānir-rajīm (3×)
Artinya: "Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk."
3. Surat Al-Hasyr Ayat 21-24
Arab: لَوْ أَنْزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۖ هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Latin: Lau anzalnā hādzal-qur'āna 'alā jabalin lara'aitahu khāsyi'an mutashaḍḍi'an min khasyyatillāh, wa tilkal-amtsālu naḍribuhā lin-nāsi la'allahum yatafakkarūn.
Huwallāhulladzī lā ilāha illā huwa 'ālimul-ghaibi wasy-syahādah, huwar-rahmānur-rahīm.
Huwallāhulladzī lā ilāha illā huwal-malikul-quddūsus-salāmul-mu'minul-muhaiminul-'azīzul-jabbārul-mutakabbir, subḥānallāhi 'ammā yusyrikūn.
Huwallāhul-khāliqul-bāri'ul-muṣawwiru lahul-asmā'ul-ḥusnā, yusabbiḥu lahū mā fis-samāwāti wal-arḍi wa huwal-'azīzul-ḥakīm.
Artinya: "Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah-belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Agung. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, yang mempunyai nama-nama yang paling baik. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
4. Dzikir Perlindungan
Arab: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (×3)
Latin: A'ūdzu bikalimātillāhit-tāmmāti min syarri mā khalaq (3×)
Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan."
Arab: بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (×3)
Latin: Bismillāhilladzī lā yaḍurru ma'asmihī syai'un fil-arḍi wa lā fis-samā'i wa huwas-samī'ul-'alīm (3×)
Artinya: "Dengan nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi dan tidak juga di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
5. Dzikir Tauhid dan Tasbih
Arab: بِسْمِ اللَّهِ تَخَصَّنَّا بِاللَّهِ، بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْنَا عَلَى اللَّهِ (×3)
Latin: Bismillāhi takhashshannā billāh, bismillāhi tawakkalnā 'alallāh (3×)
Artinya: "Dengan nama Allah, kami berkonsentrasi kepada Allah. Dengan nama Allah, kami bertawakal kepada Allah."
Arab: بِسْمِ اللَّهِ آمَنَّا بِاللَّهِ، وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِ (×3)
Latin: Bismillāhi āmannā billāh, wa man yu'min billāhi lā khaufun 'alaih (3×)
Artinya: "Dengan nama Allah, kami beriman kepada Allah. Dan siapa yang beriman kepada Allah, tidak ada ketakutan atas dirinya."
Arab: سُبْحَانَ اللَّهِ عَزَّ اللَّهُ، سُبْحَانَ اللَّهِ جَلَّ اللَّهُ (×3)
Latin: Subḥānallāhi 'azzallāh, subḥānallāhi jallallāh (3×)
Artinya: "Maha Suci Allah, Maha Mulia Allah. Maha Suci Allah, Maha Agung Allah."
Arab: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ (×3)
Latin: Subḥānallāhi wa biḥamdih, subḥānallāhil-'aẓīm (3×)
Artinya: "Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung."
Arab: سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ (×4)
Latin: Subḥānallāhi wal-ḥamdulillāhi wa lā ilāha illallāhu wallāhu akbar (4×)
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."
6. Asmaul Husna dan Permohonan
Arab: يَا لَطِيفًا بِخَلْقِهِ، يَا عَلِيمًا بِخَلْقِهِ، يَا خَبِيرًا بِخَلْقِهِ
Latin: Yā laṭīfan bi-khalqih, yā 'alīman bi-khalqih, yā khabīran bi-khalqih
Artinya: "Wahai Zat yang Maha Lembut terhadap makhluk-Nya, wahai Zat yang Maha Mengetahui tentang makhluk-Nya, wahai Zat yang Maha Waspada terhadap makhluk-Nya."
Arab: أَلْطِفْ بِنَا يَا لَطِيفُ، يَا عَلِيمُ يَا خَبِيرُ (×3)
Latin: Alṭif binā yā laṭīf, yā 'alīm yā khabīr (3×)
Artinya: "Berilah kelembutan kepada kami wahai Zat Yang Maha Lembut, wahai Zat Yang Maha Mengetahui, wahai Zat Yang Maha Waspada."
Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ (×40)
Latin: Lā ilāha illallāh (40×)
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah."
Arab: مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ
Latin: Muḥammadun rasūlullāh, ṣallallāhu 'alaihi wa ālihī wa sallam
Artinya: "Muhammad adalah utusan Allah, semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepadanya serta keluarganya."
7. Shalawat dan Istighfar
Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ (×10)
Latin: Allāhumma ṣalli 'alā Muḥammad (10×)
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad."
Arab: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ (×3)
Latin: Astaghfirullāh (3×)
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah."
Arab: تُوبُوا إِلَى اللَّهِ (×3)
Latin: Tūbū ilallāh (3×)
Artinya: "Kembalilah kepada Allah."
8. Doa Penutup
Arab: يَا اللَّهُ بِحَقِّهَا، يَا اللَّهُ بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ (×3)
Latin: Yā Allāhu bi-ḥaqqihā, yā Allāhu bi-ḥusnil-khātimah (3×)
Artinya: "Ya Allah, dengan haknya (ratib ini), ya Allah dengan husnul khatimah (akhir yang baik)."
Arab: غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
Latin: Ghufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr
Artinya: "Ampunan-Mu ya Tuhan kami, dan hanya kepada-Mu tempat kembali."
Arab: رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Latin: Rabbana lā tu'ākhidznā in nasīnā au akhṭa'nā, rabbanā wa lā taḥmil 'alainā iṣran kamā ḥamaltahu 'alalladzīna min qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa'fu 'annā waghfir lanā warḥamnā anta maulānā fanṣurnā 'alal-qaumil-kāfirīn.
Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."
Arab: سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Latin: Subḥāna rabbika rabbil-'izzati 'ammā yaṣifūn, wa salāmun 'alal-mursalīn, wal-ḥamdulillāhi rabbil-'ālamīn.
Artinya: "Maha Suci Tuhanmu, Tuhan Yang Maha Perkasa dari apa yang mereka sifatkan. Dan kesejahteraan atas para rasul. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam."
Panduan dan Waktu Pengamalan Ratib Al-Attas
Waktu Pembacaan
Ratib al-Attas dapat diamalkan baik secara individu maupun berjamaah. Berikut waktu-waktu yang dianjurkan:
• Setelah Salat Isya - Ini adalah waktu yang paling umum dipraktikkan, sebagaimana kebiasaan yang dilakukan oleh para pengikut Habib Umar bin Abdurrahman al-Attas.
• Bulan Ramadan - Khusus pada bulan Ramadan, pembacaan ratib al-Attas dilakukan sebelum salat Isya.
• Setelah Salat Subuh - Di banyak pesantren, seperti Pondok Pesantren Modern Al-Qur'an Buaran Pekalongan, ratib al-Attas dibaca setiap pagi setelah salat subuh.
• Setiap Hari Rabu Setelah Ashar - Sebagian komunitas membacanya tiga kali seminggu, yaitu setiap hari Rabu setelah salat Ashar.
• Saat Terdesak atau untuk Memenuhi Hajat - Dalam keadaan terdesak atau untuk memenuhi kebutuhan, dianjurkan membacanya pada pagi dan petang hari.
• Setelah Salat Maghrib - Di beberapa tempat, pembacaan dilakukan setelah salat maghrib.
Tata Cara Mengamalkan
• Niat yang tulus - Setiap amal dalam Islam dimulai dengan niat. Niatkan pembacaan ratib semata-mata karena Allah SWT.
• Berwudu - Dianjurkan membaca dalam keadaan suci dengan berwudu terlebih dahulu.
• Menghadap kiblat - Sebaiknya menghadap kiblat saat membacanya.
• Tempat yang sunyi dan hening - Dianjurkan membaca di tempat yang sepi dan hening untuk lebih khusyuk.
• Membaca dengan suara sedang - Jika membaca sendirian, dianjurkan dengan suara pelan atau samar-samar. Jika berjamaah, dibaca dengan suara sedang, tidak terlalu pelan dan tidak terlalu keras.
• Khusyuk dan memahami makna - Fokus pada makna setiap kalimat yang diucapkan.
Hikmah dan Keutamaan Ratib Al-Attas
Mengamalkan Ratib al-Attas secara istiqamah membawa berbagai hikmah dan manfaat, baik secara spiritual maupun dalam kehidupan sehari-hari:
1. Ketenangan Hati
Salah satu manfaat utama yang dirasakan oleh para pengamal ratib al-Attas adalah ketenangan hati. Dzikir dapat menghilangkan rasa sedih serta bingung. Hal ini sejalan dengan firman Allah: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram" (QS Ar-Ra'd: 28).
2. Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan
Pembacaan ratib al-Attas secara rutin dapat meningkatkan kualitas keimanan, ketaqwaan, ketuhanan, serta membentuk akhlak yang lebih baik.
3. Perlindungan dari Bahaya
Ratib al-Attas berfungsi sebagai benteng perlindungan. Di antaranya:
• Menjauhkan diri dari gangguan jin
• Menjaga rumah terhindar dari musibah
• Terhindar dari sihir dan santet serta segala garis bahaya
4. Pengampunan Dosa
Mengamalkan ratib al-Attas diyakini dapat menyebabkan pengampunan Allah terhadap dosa-dosa.
5. Dimudahkan Urusan
Pengamal ratib al-Attas akan dimudahkan segala urusannya di dunia. Sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Qirthas Syarah Ratib al-Attas, Sayyid Umar pernah memerintahkan orang-orang yang mengeluh kesulitan ekonomi untuk membaca ratib ini, dan Allah memberikan kelapangan pada mereka.
6. Keberkahan Hidup
Dengan mengamalkan dzikir ratib ini secara istiqamah, seseorang akan mendapatkan keberuntungan yang sangat besar, baik dari segi duniawi maupun akhirat, serta memperoleh keberkahan hidup dan ilmu yang bermanfaat.
7. Memanjangkan Usia
Salah satu khasiat utama ratib al-Attas adalah memanjangkan usia bagi siapa pun yang membacanya.
Pertanyaan Seputar Ratib Al-Attas
1. Siapa penyusun Ratib al-Attas?
Ratib al-Attas disusun oleh Al-Habib Umar bin Abdurrahman al-Attas, seorang ulama besar dan wali qutub yang lahir di Hadramaut, Yaman, pada tahun 992 H (sekitar 1584 M) dan wafat pada 23 Rabiul Awal 1072 H. Beliau adalah seorang ulama 'amilin yang memiliki banyak murid, di antaranya Sayyid Abdullah bin Alawi al-Haddad (penyusun Ratib al-Haddad) dan Syekh Ali bin Abdullah Bara'as.
2. Kapan waktu terbaik membaca Ratib al-Attas?
Waktu terbaik untuk membaca Ratib al-Attas adalah setelah salat Isya. Khusus pada bulan Ramadan, dibaca sebelum salat Isya. Selain itu, dapat juga dibaca setelah salat Subuh, setelah salat Ashar (terutama hari Rabu), atau kapan saja saat dibutuhkan.
3. Apakah Ratib al-Attas harus dibaca setiap hari?
Tidak harus, namun sangat dianjurkan untuk dibaca secara rutin. Sebagian komunitas membacanya setiap hari, sebagian lainnya tiga kali seminggu (misalnya setiap hari Rabu setelah ashar), dan sebagian lainnya sekali dalam sebulan. Yang terpenting adalah konsistensi dan keistiqamahan dalam mengamalkannya.
4. Apa perbedaan Ratib al-Attas dan Ratib al-Haddad?
Ratib al-Attas disusun oleh Al-Habib Umar bin Abdurrahman al-Attas, sedangkan Ratib al-Haddad disusun oleh muridnya, Al-Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad. Keduanya sama-sama merupakan kumpulan dzikir dan doa, namun memiliki susunan dan waktu pembacaan yang berbeda. Ratib al-Attas umumnya dibaca setelah Isya atau pagi hari, sementara Ratib al-Haddad lebih sering dibaca malam hari setelah maghrib.
5. Apakah Ratib al-Attas memiliki sanad yang bersambung sampai Nabi?
Ya, Ratib al-Attas memiliki sanad (mata rantai) yang bersambung hingga kepada Rasulullah SAW melalui jalur para habaib (keturunan Nabi). Sanad ini diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Hal ini menunjukkan bahwa pembacaan ratib al-Attas bukan sekadar bacaan biasa, melainkan memiliki mata rantai keilmuan yang sampai kepada Nabi Muhammad SAW.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316841/original/059462500_1785991327-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-06T113319.126.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334197/original/046223400_1787824544-HOAX__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334225/original/010172500_1787825621-demo_motor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334517/original/059926800_1787876483-WhatsApp-Image-2026-08-27-at-14.55.35.jpeg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4758315/original/039700600_1709260395-front-view-person-reading-from-holy-book.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315689/original/050845600_1785852548-IMG_2972.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334485/original/004924500_1787846741-1001044571.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334452/original/075651100_1787845053-WA_1787840402975.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334437/original/044296700_1787843218-1001605196.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334425/original/024395700_1787842109-IMG-20260827-WA0083.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334409/original/097789100_1787841020-439295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334363/original/016526100_1787836932-1001605180.jpg)