Liputan6.com, Jakarta - Puasa Ayyamul Bidh bulan Oktober menjadi salah satu amalan sunnah yang dapat dilakukan umat Islam pada pertengahan bulan Hijriah. Pada Oktober 2026, puasa ini bertepatan dengan tanggal 13, 14, dan 15 Jumadil Ula 1448 H atau Sabtu, 24 Oktober hingga Senin, 26 Oktober 2026.
Memasuki pertengahan bulan Hijriah menjadi pengingat bahwa ibadah sunnah dapat dilakukan secara rutin tanpa harus menunggu datangnya bulan Ramadan. Tiga hari puasa setiap bulan juga dapat menjadi latihan untuk menjaga kedisiplinan, kesabaran, sekaligus memperbanyak amal di sela-sela kesibukan sehari-hari.
Ayyamul Bidh dikenal sebagai “hari-hari putih” karena berkaitan dengan malam-malam pertengahan bulan ketika cahaya bulan tampak terang. Bagi umat Islam yang ingin menjalankannya pada Oktober 2026, mengetahui tanggal, niat, tata cara, serta keutamaannya dapat membantu mempersiapkan ibadah dengan lebih baik. Berikut ulasan Liputan6.com, Selasa (29/9/2026).
Advertisement
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Bulan Oktober 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4783488/original/041264600_1711352368-Ilustrasi_bulan_purnama__masjid__Islami.jpg)
Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah. Karena kalender Hijriah menggunakan peredaran bulan, tanggalnya akan berubah jika dilihat berdasarkan kalender Masehi.
Untuk Oktober 2026, tanggal Ayyamul Bidh berada pada bulan Jumadil Ula 1448 H. Berdasarkan kalender yang dirujuk, 1 Jumadil Ula 1448 H bertepatan dengan 12 Oktober 2026. Dengan demikian, tanggal 13, 14, dan 15 Jumadil Ula jatuh pada 24, 25, dan 26 Oktober 2026.
Berikut jadwal lengkapnya:
|
Tanggal Masehi |
Tanggal Hijriah |
Hari |
|
24 Oktober 2026 |
13 Jumadil Ula 1448 H |
Sabtu |
|
25 Oktober 2026 |
14 Jumadil Ula 1448 H |
Minggu |
|
26 Oktober 2026 |
15 Jumadil Ula 1448 H |
Senin |
Rujukan jadwal Ayyamul Bidh 2026 yang disediakan BMM juga mencantumkan 24–26 Oktober 2026 sebagai waktu puasa Ayyamul Bidh pada Jumadil Ula 1448 H. Kalender lain yang memuat konversi Hijriah-Masehi juga menunjukkan tanggal yang sama.
Meski demikian, kalender Hijriah dapat memiliki perbedaan tanggal di sejumlah wilayah atau lembaga karena metode penentuan awal bulan yang digunakan. Karena itu, ketika hendak menjalankannya, umat Islam dapat mengikuti kalender Hijriah atau ketetapan yang menjadi rujukan masing-masing.
Advertisement
Mengapa Disebut Ayyamul Bidh?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3514977/original/013308900_1626684132-ganapathy-kumar-9kbsq91NFwg-unsplash_Fotor.jpg)
Secara bahasa, Ayyamul Bidh berarti hari-hari putih atau hari-hari yang terang. MUI menjelaskan bahwa istilah tersebut berkaitan dengan malam-malam pertengahan bulan Hijriah yang diterangi cahaya bulan secara terang, terutama pada tanggal 13, 14, dan 15.
Puasa pada hari-hari tersebut bukan sekadar berkaitan dengan fenomena bulan purnama, tetapi merupakan bagian dari puasa sunnah yang dianjurkan berdasarkan sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW. MUI mencantumkan hadis dari Qatadah bin Milhan RA bahwa Rasulullah SAW memerintahkan untuk berpuasa pada tanggal 13, 14, dan 15.
Anjuran tersebut juga menunjukkan bahwa puasa tiga hari setiap bulan memiliki tempat tersendiri dalam amalan sunnah. Pelaksanaannya tidak harus menunggu bulan tertentu karena dapat dilakukan sepanjang tahun pada tanggal Ayyamul Bidh.
Dengan demikian, puasa Ayyamul Bidh bulan Oktober 2026 merupakan kesempatan untuk menjalankan salah satu puasa sunnah tersebut pada pertengahan Jumadil Ula 1448 H.
Niat Puasa Ayyamul Bidh
Niat merupakan bagian penting dalam menjalankan ibadah puasa. Untuk puasa Ayyamul Bidh, niat dapat dihadirkan dalam hati untuk melaksanakan puasa sunnah karena Allah Ta'ala.
MUI menjelaskan salah satu lafaz niat yang dapat digunakan pada malam hari sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ أَيَّامَ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ayyāmil-bīdhi sunnatan lillāhi ta'ālā.
Artinya: “Aku berniat berpuasa sunnah Ayyamul Bidh esok hari karena Allah Ta'ala.”
Yang menjadi pokok adalah niat di dalam hati. Pelafalan niat dengan lisan dapat dilakukan untuk membantu menghadirkan niat tersebut.
Berbeda dari puasa wajib, puasa sunnah memiliki kelonggaran dalam waktu niat. Berdasarkan penjelasan MUI yang merujuk pada pendapat ulama fikih, niat puasa sunnah masih dapat dilakukan sebelum waktu zawal atau sebelum matahari tergelincir, selama sejak terbit fajar orang tersebut belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.
Jika belum sempat berniat pada malam hari, seseorang yang sejak Subuh belum makan, minum, atau melakukan pembatal puasa dapat berniat pada pagi hari sebelum waktu tersebut.
Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh Bulan Oktober
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3381462/original/019627800_1613720800-wooden-spoon-fork-as-clock-hands-white-plate_49149-1007.jpg)
Pada dasarnya, tata cara puasa Ayyamul Bidh sama dengan puasa sunnah lainnya. Hal yang membedakannya adalah waktu pelaksanaannya, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.
1. Menyiapkan niat
Sebelum menjalankan puasa, hadirkan niat untuk berpuasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta'ala. Niat dapat dilakukan sejak malam hari. Jika belum sempat, puasa sunnah memiliki kelonggaran untuk berniat sebelum zawal dengan syarat belum melakukan pembatal puasa.
2. Melaksanakan sahur
Sahur merupakan amalan yang dianjurkan ketika seseorang hendak berpuasa. Selain membantu mempersiapkan tubuh menghadapi aktivitas sepanjang hari, sahur juga menjadi kesempatan untuk mengawali hari dengan ibadah.
Tidak perlu membuat menu yang terlalu berat. Makanan bergizi dengan sumber karbohidrat, protein, sayuran, serta cukup air dapat menjadi pilihan agar tubuh tetap memiliki energi selama berpuasa.
3. Menahan diri sejak terbit fajar
Setelah masuk waktu Subuh, orang yang berpuasa harus menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa hingga matahari terbenam. MUI menjelaskan bahwa puasa bukan hanya berkaitan dengan menahan makan dan minum, tetapi juga menjadi latihan kesabaran dan pengendalian diri.
Karena itu, puasa sebaiknya juga diiringi dengan menjaga ucapan, perilaku, dan aktivitas sehari-hari. Menghindari pertengkaran, perkataan buruk, serta berbagai tindakan yang tidak bermanfaat dapat membantu menjaga kualitas ibadah.
4. Menyegerakan berbuka
Ketika matahari telah terbenam dan waktu Maghrib tiba, orang yang berpuasa dianjurkan untuk segera berbuka. Setelah menahan lapar dan haus sepanjang hari, berbuka dapat dilakukan dengan makanan dan minuman secukupnya.
Dengan demikian, rangkaian ibadah Ayyamul Bidh dimulai dari niat, sahur, menahan diri sejak fajar hingga Maghrib, kemudian berbuka ketika matahari terbenam. MUI menjelaskan rangkaian tersebut sebagai tata cara dasar puasa Ayyamul Bidh.
Advertisement
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3426408/original/005688900_1618209714-WhatsApp_Image_2021-04-12_at_08.22.59.jpeg)
Salah satu alasan puasa Ayyamul Bidh banyak dianjurkan adalah besarnya keutamaan yang dikaitkan dengannya. MUI menyebutkan bahwa puasa tiga hari setiap bulan memiliki ganjaran seperti puasa sepanjang tahun berdasarkan konsep pelipatgandaan pahala amal kebaikan.
Dalam hadis yang dicantumkan MUI, Rasulullah SAW juga memberikan wasiat kepada Abu Hurairah RA untuk menjalankan puasa tiga hari setiap bulan, selain salat Dhuha dan salat Witir. Hadis tersebut diriwayatkan Imam Bukhari.
Keutamaan tersebut dapat dipahami sebagai dorongan untuk menjaga konsistensi ibadah. Puasa tiga hari mungkin terlihat singkat, tetapi jika dilakukan secara rutin setiap bulan, seseorang memiliki kesempatan untuk terus menjaga hubungan dengan ibadah sunnah sepanjang tahun.
MUI juga menjelaskan bahwa pahala puasa Ayyamul Bidh yang disetarakan dengan puasa sepanjang tahun tidak berarti seseorang harus berpuasa setiap hari sepanjang tahun. Konsep tersebut berkaitan dengan pelipatgandaan pahala amal kebaikan, sehingga tiga hari puasa setiap bulan memiliki keutamaan yang besar.
Selain aspek pahala, puasa juga dapat menjadi sarana melatih pengendalian diri. Rasa lapar dan haus yang muncul selama berpuasa mengajarkan seseorang untuk mengatur keinginan, menahan diri, serta membiasakan kesabaran.
Apakah Harus Dilakukan Tiga Hari Berturut-turut?
Ayyamul Bidh memang secara khusus menunjuk tanggal 13, 14, dan 15. Namun, konsep puasa tiga hari setiap bulan memiliki keluasan dalam pelaksanaannya. MUI menjelaskan bahwa puasa tiga hari setiap bulan merupakan amalan sunnah, sedangkan pemilihan tanggal Ayyamul Bidh menjadi waktu yang dianjurkan untuk mengerjakannya.
Karena itu, seseorang yang berhalangan melaksanakan seluruh tanggal Ayyamul Bidh tidak perlu menganggap kesempatan berpuasa sunnah menjadi tertutup sama sekali. Ada keluasan dalam pelaksanaan puasa tiga hari setiap bulan di luar tanggal tersebut.
Namun, jika ingin secara khusus mendapatkan keutamaan puasa Ayyamul Bidh, tanggal yang menjadi patokan adalah 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.
Catatan untuk Puasa Ayyamul Bidh
Penentuan tanggal menjadi hal penting karena puasa Ayyamul Bidh mengikuti kalender Hijriah, bukan tanggal tetap dalam kalender Masehi. Oleh karena itu, orang yang ingin menjalankannya sebaiknya mencatat tanggal Hijriahnya sekaligus tanggal Masehinya.
Untuk Oktober 2026, kalender yang menjadi rujukan dalam artikel ini menempatkan 13 Jumadil Ula 1448 H pada Sabtu, 24 Oktober, kemudian 14 Jumadil Ula pada Minggu, 25 Oktober, dan 15 Jumadil Ula pada Senin, 26 Oktober.
Mencatat jadwal sejak jauh-jauh hari juga membantu mempersiapkan kebutuhan sahur dan menyesuaikan aktivitas. Dengan begitu, puasa dapat dijalankan dengan lebih tenang tanpa harus mengingat tanggal di tengah kesibukan.
Pada akhirnya, puasa Ayyamul Bidh bukan sekadar rutinitas tiga hari setiap bulan. Ia dapat menjadi sarana membangun kebiasaan ibadah yang konsisten, melatih kesabaran, serta menghidupkan sunnah Nabi SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Tanya Jawab Puasa Ayyamul Bidh
1. Puasa Ayyamul Bidh bulan Oktober 2026 tanggal berapa?
Puasa Ayyamul Bidh bulan Oktober 2026 jatuh pada Sabtu, 24 Oktober, Minggu, 25 Oktober, dan Senin, 26 Oktober 2026. Ketiganya bertepatan dengan 13, 14, dan 15 Jumadil Ula 1448 H berdasarkan kalender yang dirujuk.
2. Apa hukum puasa Ayyamul Bidh?
Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dianjurkan. MUI menjelaskan bahwa puasa ini memiliki dasar dari sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW dan dianjurkan untuk dikerjakan secara rutin setiap bulan.
3. Apa niat puasa Ayyamul Bidh?
Salah satu lafaz niat yang dapat digunakan adalah, “Nawaitu shauma ghadin ayyāmil-bīdhi sunnatan lillāhi ta'ālā,” yang berarti, “Aku berniat berpuasa sunnah Ayyamul Bidh esok hari karena Allah Ta'ala.” Yang utama adalah menghadirkan niat di dalam hati.
4. Apakah boleh berniat puasa Ayyamul Bidh pada pagi hari?
Menurut penjelasan MUI, puasa sunnah memiliki kelonggaran waktu niat. Niat masih dapat dilakukan sebelum zawal selama sejak terbit fajar seseorang belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa.
5. Apa keutamaan puasa Ayyamul Bidh?
Salah satu keutamaannya adalah pahala puasa tiga hari setiap bulan yang disetarakan dengan puasa sepanjang tahun berdasarkan pelipatgandaan pahala amal kebaikan. Puasa ini juga merupakan amalan sunnah yang diwasiatkan Rasulullah SAW kepada sejumlah sahabat.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309917/original/099505800_1785297828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-29T105932.156.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360712/original/030827900_1790662146-cek_fakta_--_BLT_UMKM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360581/original/074488200_1790655511-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-29T111631.534.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4022228/original/077375400_1652462608-STY_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4783490/original/017319600_1711352573-Ilustrasi_bulan_purnama__masjid__Islami.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360653/original/072915100_1790659517-ce39d1dd-a685-462a-ba6f-a16ea0c82f7d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360827/original/036992100_1790666360-geralt-globe-110775_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356138/original/032145000_1790153718-Gemini_Generated_Image_yqawdoyqawdoyqaw.jpg)