Liputan6.com, Jakarta - Cara ternak puyuh petelur untuk ibu rumah tangga dengan hasil 1 bulan dapat dimulai dari jumlah ternak yang disesuaikan dengan waktu, tempat, dan biaya. Puyuh tidak membutuhkan lahan luas, tetapi tetap memerlukan kandang, pakan, air minum, serta jadwal perawatan. Pemilihan bibit juga menentukan kapan telur mulai dikumpulkan untuk dijual atau dikonsumsi.
Bagi ibu rumah tangga, kegiatan ini dapat ditempatkan sebagai usaha sampingan yang dikerjakan pada waktu tertentu setiap hari. Pekerjaan utamanya meliputi pemberian pakan, pengecekan air minum, pembersihan kandang, dan pengumpulan telur. Jumlah puyuh dapat dimulai dari skala yang dapat dirawat sendiri agar kegiatan ternak tidak mengganggu pekerjaan rumah.
Berikut ini adalah cara ternak puyuh petelur untuk ibu rumah tangga dengan hasil 1 bulan yang telah dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (29/9/2026). Temukan pula beberapa kesalahan umum yang perlu Anda hindari supaya hasilnya bisa maksimal.
Advertisement
1. Tentukan Jumlah Puyuh Sesuai Waktu dan Tempat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361022/original/022585500_1790674278-d25bea85-44d0-4e52-b8d6-890b8afbac6a.jpg)
Pertama, Anda perlu menentukan jumlah puyuh yang mampu dirawat setiap hari. Untuk pemula, jumlah ternak dapat disesuaikan dengan tempat yang tersedia dan kemampuan membeli pakan. Jangan langsung membeli dalam jumlah besar sebelum memahami waktu yang dibutuhkan untuk memberi makan, membersihkan kandang, mengambil telur, serta memeriksa kondisi setiap ekor.
Puyuh petelur tidak membutuhkan lahan seperti ayam. Kandang dapat dibuat bertingkat sehingga beberapa kelompok puyuh ditempatkan pada ruang yang sama. Namun, kandang harus memiliki sirkulasi udara dan tidak ditempatkan terlalu dekat dengan ruang keluarga. Kotoran puyuh perlu dikelola karena dapat menimbulkan bau jika tidak dibersihkan.
Untuk usaha rumahan, jumlah puyuh sebaiknya dihitung bersama biaya pakan dan perkiraan penjualan telur. Sebagai gambaran, kebutuhan pakan puyuh petelur berada di kisaran 20–25 gram per ekor per hari. Jumlah tersebut dapat menjadi dasar untuk menghitung kebutuhan pakan selama satu bulan sebelum membeli bibit.
Advertisement
2. Pilih Bibit Puyuh Betina yang Siap Bertelur
Jika targetnya mendapatkan telur dalam satu bulan, memilih puyuh yang sudah mendekati usia bertelur lebih masuk akal daripada memulai dari anak puyuh. Puyuh dapat mulai bertelur sekitar umur 35–45 hari. Namun, produksi pada awal masa bertelur belum selalu stabil.
Pilih puyuh betina yang memiliki kondisi tubuh sesuai umur dan berasal dari penjual yang dapat memberikan informasi tentang usia ternak. Catat jumlah dan tanggal pembelian. Data tersebut membantu menentukan kapan puyuh mulai dipantau lebih sering untuk melihat telur pertama dan menghitung hasil harian.
Untuk telur konsumsi, puyuh jantan tidak diperlukan. Puyuh betina tetap dapat menghasilkan telur tanpa adanya jantan. Telur tersebut tidak dapat digunakan untuk ditetaskan, tetapi dapat dikonsumsi. Dengan demikian, ibu rumah tangga yang hanya ingin menjual telur dapat memusatkan biaya pada puyuh betina.
3. Siapkan Kandang Sebelum Puyuh Datang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361023/original/034347400_1790674278-cf0e18a0-d410-42d3-85c8-18e8ab6c9f19.jpg)
Kandang perlu disiapkan sebelum bibit dibeli agar puyuh dapat langsung ditempatkan setelah sampai. Gunakan kandang yang memiliki tempat pakan, tempat minum, dan bagian untuk menampung kotoran. Lantai kandang perlu dibuat agar telur dapat dikumpulkan tanpa harus sering masuk ke dalam ruang ternak.
Letakkan kandang di tempat yang memiliki sirkulasi udara dan terlindung dari hujan. Hindari lokasi yang terlalu dekat dengan dapur atau ruang tidur. Kandang juga perlu mudah dijangkau saat memberi pakan dan membersihkan kotoran. Posisi seperti ini dapat membantu mengurangi waktu yang diperlukan untuk pekerjaan harian.
Sebelum digunakan, kandang perlu dibersihkan dan disiapkan agar tidak menjadi tempat penumpukan kotoran. Kebersihan lingkungan kandang termasuk bagian dari pemeliharaan puyuh. Jika ada puyuh yang menunjukkan perubahan kondisi tubuh atau perilaku, pisahkan dari kelompok dan mintalah arahan dokter hewan atau petugas peternakan.
Advertisement
4. Berikan Pakan dan Air Minum Setiap Hari
Pakan menjadi bagian yang perlu diperhatikan karena puyuh membutuhkan nutrisi untuk hidup dan menghasilkan telur. Pakan sebaiknya disesuaikan dengan umur dan fase pemeliharaan. Untuk puyuh yang sudah masuk fase bertelur, gunakan pakan yang memang ditujukan untuk puyuh petelur agar kebutuhan nutrisinya tidak diabaikan.
Pakan diberikan secara teratur dan jangan sampai tempat pakan kosong dalam waktu lama. Air minum juga harus tersedia setiap hari. Tempat minum perlu diperiksa agar tidak tercampur kotoran. Jika air tumpah dan membasahi bagian bawah kandang, segera bersihkan agar area tersebut tidak menjadi tempat penumpukan kotoran.
Catat jumlah pakan yang digunakan selama seminggu. Cara ini membantu ibu rumah tangga mengetahui biaya yang dikeluarkan dan memperkirakan kebutuhan untuk bulan berikutnya. Penggunaan pakan juga dapat dibandingkan dengan jumlah telur yang dikumpulkan sehingga biaya ternak dapat dihitung berdasarkan hasil yang diperoleh.
5. Atur Jadwal Perawatan agar Tidak Mengganggu Pekerjaan Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361024/original/044750000_1790674278-2188582f-8d43-43f7-bd8c-69bdd6c3c83f.jpg)
Ternak puyuh dapat dimasukkan ke dalam jadwal harian seperti pekerjaan rumah lainnya. Pagi hari dapat digunakan untuk memberi pakan, mengganti atau mengecek air minum, dan melihat kondisi puyuh. Pengumpulan telur dapat dilakukan pada waktu yang sama setiap hari agar jumlah produksi mudah dicatat dan telur tidak terlalu lama berada di kandang.
Pembersihan kandang tidak harus dilakukan dengan cara yang sama setiap waktu. Bagian yang terkena kotoran perlu diperiksa dan dibersihkan secara berkala. Tempat pakan dan minum juga perlu dicuci jika terdapat sisa pakan atau kotoran. Jadwal tersebut dapat disesuaikan dengan kegiatan memasak, mengurus anak, atau pekerjaan rumah lainnya.
Agar pekerjaan tidak terasa berat, gunakan catatan sederhana. Tulis jumlah pakan, jumlah telur, puyuh yang sakit atau mati, serta biaya yang dikeluarkan. Setelah satu bulan, catatan tersebut dapat menunjukkan apakah jumlah ternak sesuai dengan kemampuan perawatan dan apakah penjualan telur sudah dapat menutup sebagian biaya.
Advertisement
6. Kumpulkan dan Catat Telur Setiap Hari
Telur perlu dikumpulkan secara rutin dan disimpan di tempat yang bersih. Jangan mencampurkan telur yang retak dengan telur yang tidak retak. Telur yang kotor dapat dibersihkan sesuai kebutuhan sebelum dijual, sedangkan telur yang mengalami kerusakan perlu dipisahkan agar tidak bercampur dengan hasil lainnya.
Pencatatan produksi menjadi bagian penting ketika targetnya adalah memperoleh hasil dalam satu bulan. Misalnya, jika memiliki 50 ekor betina, catat jumlah telur yang dikumpulkan setiap hari. Jangan langsung menganggap 50 ekor akan menghasilkan 50 telur setiap hari karena produksi dipengaruhi umur, pakan, kondisi ternak, dan pengelolaan.
Produksi puyuh biasanya meningkat secara bertahap setelah mulai bertelur. Sumber dari Kementerian Pertanian menyebut produksi dapat mencapai sekitar 70–80 persen dari jumlah puyuh betina pada kondisi produksi. Angka tersebut dapat digunakan sebagai gambaran, bukan sebagai jumlah telur yang harus dicapai setiap peternak.
7. Hitung Hasil Ternak Setelah Satu Bulan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361025/original/055927700_1790674278-e3ad9483-6860-4211-a7d7-ce5074e7f191.jpg)
Setelah 30 hari, jumlahkan seluruh telur yang diperoleh. Kemudian hitung biaya pembelian bibit, pakan, listrik atau air jika ada, perlengkapan kandang, serta biaya lain yang digunakan. Dari catatan tersebut, ibu rumah tangga dapat mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan telur selama satu bulan.
Hasil satu bulan tidak hanya dilihat dari jumlah telur. Jika puyuh baru mulai bertelur pada awal periode, produksi bisa belum mencapai tingkat yang sama setiap hari. Sementara itu, jika membeli puyuh yang sudah berada pada fase produksi, telur dapat mulai diperoleh sejak awal pemeliharaan. Umur saat membeli bibit perlu dicatat.
Jangan menetapkan target keuntungan sebelum mengetahui harga telur di wilayah tempat tinggal. Harga pakan dan telur dapat berbeda antarwilayah. Penjualan dapat dilakukan kepada tetangga, warung, pedagang, atau melalui pesanan langsung. Mulailah dari lingkungan sekitar agar jumlah telur yang tersedia dapat disesuaikan dengan pembeli.
Advertisement
Kesalahan Umum dalam Ternak Puyuh Petelur yang Wajib Dihindari
Beternak puyuh dalam skala rumah tangga dapat dimulai dengan jumlah yang dapat dirawat sendiri. Namun, beberapa kesalahan dapat membuat biaya meningkat atau produksi telur tidak sesuai harapan. Berikut hal yang perlu diperhatikan sejak awal agar kegiatan ternak dapat dipantau dari hari ke hari.
Membeli Puyuh Tanpa Mengetahui Umurnya: Usia menentukan waktu mulai bertelur. Puyuh yang dibeli tanpa informasi umur dapat membuat target hasil satu bulan sulit dihitung. Tanyakan usia dan fase pemeliharaan sebelum membeli agar perkiraan produksi dapat dibuat.
Memulai dengan Jumlah Terlalu Banyak: Jumlah puyuh yang besar membutuhkan pakan, waktu, dan ruang lebih banyak. Pemula sebaiknya menyesuaikan jumlah ternak dengan kemampuan perawatan harian sebelum menambah populasi.
Mengabaikan Air Minum: Air harus tersedia dan diperiksa setiap hari. Tempat minum yang kosong atau tercampur kotoran dapat mengganggu pemeliharaan. Pemeriksaan singkat pada pagi dan sore dapat membantu menemukan masalah lebih cepat.
Mengganti Pakan Secara Sembarangan: Pakan puyuh perlu disesuaikan dengan fase umur. Pergantian pakan tanpa memperhatikan kebutuhan ternak dapat mengganggu konsumsi dan produksi. Gunakan pakan sesuai petunjuk pada kemasan atau arahan petugas peternakan.
Tidak Membersihkan Kandang: Kotoran yang menumpuk dapat menimbulkan bau dan mengganggu lingkungan sekitar rumah. Buat jadwal pembersihan dan jangan menunggu sampai kandang penuh. Bagian tempat minum juga perlu diperiksa agar tidak terkena kotoran.
Menganggap Semua Puyuh Bertelur Setiap Hari: Produksi telur tidak selalu sama sejak hari pertama. Puyuh yang baru memasuki masa produksi membutuhkan waktu untuk mencapai jumlah produksi yang lebih stabil. Catatan harian membantu melihat perubahan tersebut.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Ternak Puyuh Petelur untuk Ibu Rumah Tangga
1. Apakah ternak puyuh cocok untuk ibu rumah tangga?
Ternak puyuh dapat dijadikan usaha sampingan jika jumlah ternak disesuaikan dengan waktu, tempat, dan biaya yang tersedia. Kegiatan harian utamanya mencakup pemberian pakan, pengecekan air, kebersihan kandang, dan pengumpulan telur.
2. Berapa lama puyuh mulai bertelur?
Puyuh betina dapat mulai bertelur sekitar umur 35–45 hari. Produksi pada awal masa bertelur belum tentu stabil sehingga hasil satu bulan bergantung pada umur puyuh ketika dibeli.
3. Apakah ternak puyuh harus memakai puyuh jantan?
Tidak untuk produksi telur konsumsi. Puyuh betina dapat bertelur tanpa puyuh jantan. Puyuh jantan diperlukan jika tujuan pemeliharaan adalah menghasilkan telur yang dapat ditetaskan.
4. Berapa pakan puyuh petelur dalam sehari?
Kebutuhan pakan puyuh petelur berada di kisaran 20–25 gram per ekor per hari menurut sumber Kementerian Pertanian. Jumlah yang digunakan dapat berbeda sesuai fase umur dan kondisi pemeliharaan.
5. Apakah ternak puyuh bisa menghasilkan telur dalam satu bulan?
Bisa jika puyuh yang dibeli sudah mendekati atau memasuki usia bertelur. Namun, hasil selama satu bulan tidak dapat disamakan untuk semua ternak karena produksi dipengaruhi umur, pakan, kondisi puyuh, dan cara pemeliharaan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360761/original/003778800_1790664222-Your_paragraph_text__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6210955/original/079363800_1779089133-cek_fakta_BLT_umkm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309917/original/099505800_1785297828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-29T105932.156.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361021/original/010407000_1790674278-be1999bb-33d5-46e9-82e1-094204761699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360945/original/058089700_1790671019-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360898/original/074927900_1790670172-Gemini_Generated_Image_oz19nioz19nioz19.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/701907/original/KM_Tilongkabila_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360724/original/060800800_1790663058-outi-marjaana-5eu96L3hob4-unsplash__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360912/original/048599000_1790670448-7cd8b393-76c9-43df-8149-9b1f5d01fbc3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360842/original/057342100_1790667152-pexels-ron-lach-8287252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360854/original/045634300_1790668478-ee472d18-e687-44ad-af3c-3a3ae7ec0fdf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360834/original/077387200_1790667118-hl.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2593228/original/008517700_1546693457-20180105-Cicak.jpg)