Liputan6.com, Jakarta - Dinding luar rumah yang terus terkena hujan dan berada di area teduh memang lebih mudah ditumbuhi lumut. Jika dibiarkan, lapisan hijau tersebut lama-kelamaan bisa semakin tebal, membuat tampilan fasad kusam, bahkan menjadikan permukaan terasa licin ketika disentuh atau terkena air. Kondisi lembap, minim sinar matahari, dan sirkulasi udara yang kurang baik memang menjadi lingkungan yang mendukung pertumbuhan lumut pada eksterior rumah.
Tidak selalu harus langsung menggunakan cairan pembersih khusus. Salah satu bahan sederhana yang bisa dicoba adalah garam krosok yang dilarutkan dengan air. Larutan garam dapat membantu proses pembersihan lumut, tetapi untuk lumut yang sudah tebal tetap membutuhkan bantuan sikat agar lapisan yang menempel di permukaan dinding benar-benar terangkat.
Supaya hasilnya lebih maksimal, prosesnya sebaiknya dilakukan secara bertahap, mulai dari membasahi dinding, membuat larutan garam, mengoleskan atau menyiramkannya, hingga menyikat dan membilas permukaan. Lantas apa saja trik membersihkan lumut tebal dan licin di dinding luar rumah pakai garam krosok? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (29/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. Bersihkan Dinding dari Debu dan Kotoran Terlebih Dahulu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360922/original/066564700_1790670653-Gemini_Generated_Image_oygg8eoygg8eoygg.jpg)
Sebelum berurusan dengan lumut, bersihkan permukaan dinding terlebih dahulu dari debu, tanah, daun kering, dan kotoran lain yang menempel. Langkah ini sering dianggap sepele, padahal lapisan kotoran yang menumpuk dapat membuat larutan garam tidak langsung mengenai bagian dinding yang ditumbuhi lumut.
Gunakan sapu kecil, sikat kering, atau kain untuk mengangkat kotoran yang mudah dilepaskan. Jika dinding cukup tinggi, gunakan alat dengan gagang panjang agar tidak perlu memanjat permukaan yang licin. Setelah kotoran kasar terangkat, dinding bisa dibasahi dengan air bersih.
Untuk lumut yang sangat tebal, jangan langsung menggosoknya sekuat tenaga saat kondisinya masih kering. Membasahi permukaan terlebih dahulu dapat membantu melunakkan lapisan lumut sehingga proses pembersihan berikutnya menjadi lebih mudah.
Advertisement
2. Buat Larutan Garam Krosok dengan Air
Siapkan garam krosok secukupnya dan campurkan dengan air. Salah satu panduan pembersihan lumut menggunakan sekitar tiga sendok makan garam untuk dua liter air sebagai larutan pembersih. Larutan tersebut kemudian diaplikasikan pada permukaan yang berlumut dan dilanjutkan dengan penyikatan.
Untuk dinding luar rumah, sebaiknya buat larutan dalam ember agar jumlahnya cukup untuk menjangkau area yang akan dibersihkan. Aduk sampai garam cukup larut sebelum digunakan. Tidak perlu membuat larutan terlalu pekat sejak awal karena permukaan dinding dan jenis lapisan cat bisa berbeda-beda.
Kalau baru pertama kali mencoba cara ini pada dinding tertentu, lakukan pengujian pada bagian kecil yang tidak terlalu terlihat. Tunggu dan lihat kondisi permukaannya sebelum mengaplikasikan larutan pada area yang lebih luas, terutama jika dinding menggunakan cat dekoratif atau lapisan khusus.
3. Basahi Lumut agar Lebih Mudah Dibersihkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5534019/original/098654100_1773805059-Dinding_Berlumut.jpg)
Sebelum larutan garam digunakan, siram permukaan dinding dengan air bersih. Tujuannya bukan sekadar membuat dinding basah, tetapi membantu melunakkan lapisan lumut yang sudah mengeras dan menempel pada permukaan.
Gunakan selang atau gayung untuk membasahi bagian dinding yang akan dibersihkan. Tidak perlu menggunakan semprotan bertekanan sangat tinggi, terutama pada dinding yang catnya sudah tua, menggelembung, atau mulai mengelupas. Tekanan air yang terlalu kuat justru dapat memperparah kerusakan lapisan permukaan.
Setelah dinding cukup basah, barulah larutan garam diaplikasikan. Tahap ini membuat proses berikutnya lebih mudah karena lumut tidak lagi dalam kondisi terlalu kering dan keras.
Advertisement
4. Siramkan Larutan Garam Krosok ke Area Berlumut
Setelah larutan siap, siramkan secara perlahan ke bagian dinding yang ditumbuhi lumut. Pastikan bagian yang paling tebal mendapatkan larutan secara merata. Jika menggunakan kuas atau spons, larutan juga bisa dioleskan langsung pada permukaan.
Jangan langsung membilasnya begitu larutan mengenai dinding. Berikan waktu sejenak agar permukaan menjadi lebih mudah dibersihkan. Namun, tidak perlu membiarkan larutan sampai mengering sepenuhnya di dinding.
Untuk area yang sangat luas, kerjakan sedikit demi sedikit. Misalnya, bersihkan satu bagian dinding terlebih dahulu sampai selesai sebelum berpindah ke bagian berikutnya. Cara ini membuat larutan tidak terlanjur kering sebelum disikat.
5. Sikat Lumut dari Atas ke Bawah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311308/original/057243900_1785398850-999dce3f-0e73-4785-8265-ef0a2ebd5093.jpg)
Setelah permukaan mendapatkan larutan garam, gunakan sikat berbulu cukup keras untuk menggosok lumut. Mulailah dari bagian atas kemudian bergerak ke bawah agar kotoran dan sisa lumut mengalir ke area yang belum dibersihkan.
Berikan perhatian lebih pada bagian yang memiliki lumut paling tebal. Sikat dengan gerakan maju-mundur atau melingkar sampai lapisan hijau mulai terangkat. Untuk lumut yang sudah lama menempel, proses ini mungkin perlu dilakukan beberapa kali.
Tidak perlu memaksakan tenaga pada satu titik jika cat dinding mulai terkelupas. Jika lapisan cat sudah rusak, masalahnya bukan hanya lumut sehingga dinding kemungkinan membutuhkan perbaikan permukaan setelah proses pembersihan selesai.
Advertisement
6. Gunakan Sikat yang Sesuai dengan Tekstur Dinding
Jenis sikat juga memengaruhi hasil pembersihan. Dinding semen atau permukaan kasar biasanya lebih mudah dibersihkan menggunakan sikat yang cukup kuat, sedangkan permukaan dengan lapisan cat yang lebih sensitif sebaiknya diperlakukan lebih hati-hati.
Jika menggunakan sikat terlalu keras pada permukaan yang rapuh, lapisan cat dapat ikut terangkat. Sebaliknya, sikat yang terlalu lembut mungkin tidak cukup kuat untuk melepaskan lumut yang sudah tebal.
Karena itu, tidak ada salahnya menyiapkan dua jenis sikat. Gunakan sikat lebih kuat untuk bagian dinding yang kasar dan sikat lebih lembut untuk area yang lapisan permukaannya lebih rentan. Cara ini membuat proses pembersihan lebih terkontrol.
7. Bilas Dinding sampai Tidak Ada Sisa Lumut dan Garam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5315111/original/070835700_1755151860-jamur_6.jpg)
Setelah lumut terangkat, jangan berhenti pada tahap menyikat. Bilas dinding dengan air bersih sampai sisa lumut dan larutan garam tidak lagi menempel. Pembilasan penting agar tidak ada residu bahan yang tertinggal di permukaan.
Gunakan aliran air yang cukup untuk membawa sisa kotoran turun, tetapi hindari tekanan yang berlebihan. Jika air bilasan membawa banyak serpihan lumut, arahkan alirannya menuju saluran pembuangan agar tidak mengotori area lain di sekitar rumah.
Setelah selesai, biarkan dinding mengering secara alami. Dinding yang mendapatkan cukup sinar matahari dan sirkulasi udara biasanya lebih cepat kering. Pembersihan sebaiknya dilakukan ketika cuaca cukup cerah sehingga permukaan tidak kembali basah akibat hujan sesaat setelah dibersihkan.
Advertisement
8. Ulangi pada Bagian yang Masih Ditumbuhi Lumut
Jangan khawatir jika pada percobaan pertama masih ada beberapa bagian lumut yang tertinggal. Lumut yang sudah sangat tebal dan menempel lama memang bisa membutuhkan lebih dari satu kali proses pembersihan. Panduan penggunaan air garam untuk lumut juga menyebutkan bahwa proses dapat diulangi agar hasilnya lebih maksimal.
Setelah dinding kering, periksa kembali seluruh permukaan. Jika masih terdapat bercak hijau atau lapisan lumut yang menempel, aplikasikan kembali larutan pada area tersebut kemudian sikat dan bilas.
Namun, jika lumut terus muncul dalam waktu singkat, jangan hanya mengulang pembersihan. Perhatikan sumber kelembapannya. Area yang terus terkena percikan air, berada di bawah talang bocor, terlalu teduh, atau memiliki sirkulasi udara buruk memang lebih mudah kembali berlumut.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Trik Membersihkan Lumut Tebal dan Licin di Dinding Luar Rumah
1. Apakah garam krosok bisa membersihkan lumut di dinding?
Garam yang dilarutkan dalam air dapat digunakan sebagai salah satu cara sederhana untuk membantu membersihkan lumut. Namun, lumut yang sudah tebal tetap perlu disikat dan dibilas agar benar-benar terangkat dari permukaan.
2. Berapa banyak garam yang digunakan?
Salah satu panduan menggunakan sekitar tiga sendok makan garam untuk dua liter air. Jumlah tersebut dapat dijadikan titik awal, tetapi sebaiknya tetap lakukan uji coba pada area kecil terlebih dahulu.
3. Apakah garam krosok harus dicampur dengan air panas?
Tidak selalu. Larutan garam dengan air dapat digunakan untuk membantu membersihkan lumut. Beberapa panduan memang menggunakan air yang dididihkan sebelum larutan diaplikasikan, tetapi untuk dinding bercat sebaiknya pertimbangkan kondisi permukaan dan lakukan uji area kecil terlebih dahulu.
4. Apakah lumut akan langsung rontok setelah diberi garam?
Belum tentu. Lumut yang tipis mungkin lebih mudah dilepaskan, tetapi lumut yang sudah tebal biasanya tetap membutuhkan penyikatan. Jadi, prosesnya sebaiknya dilakukan dengan urutan membasahi, memberikan larutan, menyikat, lalu membilas.
5. Kenapa dinding luar rumah cepat berlumut lagi?
Kelembapan tinggi, kurangnya sinar matahari, sirkulasi udara yang buruk, kebocoran talang, dan genangan air di sekitar dinding dapat menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan lumut.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360761/original/003778800_1790664222-Your_paragraph_text__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6210955/original/079363800_1779089133-cek_fakta_BLT_umkm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309917/original/099505800_1785297828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-29T105932.156.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360898/original/074927900_1790670172-Gemini_Generated_Image_oz19nioz19nioz19.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360724/original/060800800_1790663058-outi-marjaana-5eu96L3hob4-unsplash__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360912/original/048599000_1790670448-7cd8b393-76c9-43df-8149-9b1f5d01fbc3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360842/original/057342100_1790667152-pexels-ron-lach-8287252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360854/original/045634300_1790668478-ee472d18-e687-44ad-af3c-3a3ae7ec0fdf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360834/original/077387200_1790667118-hl.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2593228/original/008517700_1546693457-20180105-Cicak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360653/original/072915100_1790659517-ce39d1dd-a685-462a-ba6f-a16ea0c82f7d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360827/original/036992100_1790666360-geralt-globe-110775_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356138/original/032145000_1790153718-Gemini_Generated_Image_yqawdoyqawdoyqaw.jpg)