Liputan6.com, Jakarta - Sepatu yang tercecer di depan pintu adalah pemandangan akrab di banyak rumah, terutama yang memiliki area masuk terbatas. Padahal, ada sejumlah ide menyimpan sepatu di rumah tanpa membuat pintu masuk berantakan yang bisa diterapkan untuk membuatnya terlihat lebih rapi dan sedap dipandang mata.
Kondisi pintu masuk memengaruhi kesan pertama tamu sekaligus kenyamanan penghuni. Tumpukan alas kaki dapat menghambat jalan, membawa debu ke dalam rumah, dan membuat ruangan terasa sempit. Sebaliknya, penataan yang tepat membantu anggota keluarga menemukan sepatu dengan cepat saat bersiap berangkat beraktivitas setiap pagi.
Berikut enam ide menyimpan sepatu di rumah tanpa membuat pintu masuk berantakan yang bisa diterapkan di rumah, dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (29/9/2026). Ide-ide ini bisa menjadi inspirasi untuk membuat pintu masuk terlihat lebih rapi dan sedap dipandang mata.
Advertisement
1. Rak Sepatu Tipis di Samping Pintu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361201/original/027883600_1790682425-5b47d9b9-ce0f-4940-8f66-9a0c44e9a19e.jpg)
Rak sepatu bermodel tipis dan tinggi menjadi pilihan utama bagi rumah dengan lorong masuk yang sempit. Bentuk vertikalnya memanfaatkan tinggi dinding, bukan luas lantai, sehingga jalur keluar-masuk tetap lega. Rak semacam ini tersedia dalam berbagai bahan, mulai dari kayu, besi, hingga plastik.
Penataan menentukan hasil akhirnya. Sepatu yang dipakai setiap hari sebaiknya ditempatkan di tingkat setinggi pinggang agar mudah diambil. Adapun sepatu formal atau yang jarang dipakai dapat diletakkan di tingkat paling atas atau paling bawah. Kelompokkan berdasarkan jenis supaya pencarian lebih cepat.
Hindari mengisi setiap tingkat rak hingga penuh. Sisakan sedikit ruang kosong agar udara bersirkulasi dan tampilan tidak terkesan sesak. Jika jumlah sepatu terus bertambah, itu tanda sebagian koleksi perlu dipindahkan ke lemari lain atau dikurangi. Cara ini juga memudahkan pembersihan rak dan lantai di sekitarnya.
Advertisement
2. Bangku dengan Kompartemen Penyimpanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361202/original/035441100_1790682425-61a0781d-19e6-4ed0-9b24-6dd7721ab30f__1_.jpg)
Bangku penyimpanan menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni sebagai tempat duduk saat memakai sepatu dan wadah untuk menyimpannya. Perabot ini cocok bagi keluarga yang di rumahnya terdapat anggota lanjut usia atau anak kecil, karena memakai sepatu sambil duduk terasa lebih aman dan nyaman.
Pilih model dengan kompartemen tertutup jika menginginkan pintu masuk yang tampak bersih. Sepatu tersembunyi di dalam, sementara permukaan atas bangku tetap rapi. Untuk rumah berukuran kecil, bangku ramping yang ditempatkan menempel dinding lebih disarankan agar tidak menghalangi jalan. Cara ini sekaligus menjaga area lantai tetap kosong.
Bagian atas bangku juga dapat menampung tas kecil atau barang yang sering dibawa bepergian, seperti kunci dan masker. Tambahkan bantalan duduk agar lebih nyaman. Pastikan isi kompartemen sesekali dikeluarkan dan diangin-anginkan supaya tidak lembap dan berbau. Langkah kecil ini membantu menjaga kondisi sepatu tetap baik.
3. Kabinet Sepatu Model Flip
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361203/original/050020300_1790682425-f9013892-ecca-4c62-bf1b-6f1abe3009a8.jpg)
Kabinet sepatu model flip memiliki pintu yang membuka dengan cara dijungkitkan ke depan. Sepatu disimpan dalam laci-laci vertikal dengan posisi agak miring, sehingga badan kabinet cukup ramping dan tidak memerlukan banyak ruang ke arah depan. Bentuk ini cocok untuk koridor yang sempit.
Keunggulan lain terletak pada pintunya yang menutup rapat. Deretan sepatu tidak langsung terlihat dari ruang tamu, sehingga area pintu masuk tampak lebih tertata. Tampilan ini penting bagi rumah yang ruang tamunya berdekatan dengan pintu. Permukaan atas kabinet pun bisa dimanfaatkan untuk meletakkan vas kecil atau wadah kunci.
Sebelum membeli, hitung dahulu jumlah sepatu yang benar-benar rutin dipakai keluarga. Kabinet yang terlalu besar menghabiskan ruang, sedangkan yang terlalu kecil membuat sepatu kembali berserakan. Ukur pula lebar lorong agar pintu kabinet masih leluasa dibuka. Perencanaan matang menghindarkan pembelian yang sia-sia.
Advertisement
4. Rak Sepatu di Balik Pintu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361205/original/061241500_1790682425-5dad5983-728e-4522-8c61-fc3d76ac2d72.jpg)
Sisi belakang pintu sering luput dimanfaatkan, padahal lokasi ini mampu menampung beberapa pasang alas kaki. Organizer gantung berbahan kain atau rak tipis dapat dipasang tanpa mengurangi ruang lantai. Pemasangannya pun relatif mudah. Solusi ini terutama membantu penghuni rumah mungil dan hunian bertipe apartemen.
Faktor keamanan dan kelancaran pintu perlu diperhatikan. Pastikan pengait terpasang kuat, beban tidak berlebihan, dan pintu tetap bisa menutup penuh tanpa tersangkut. Hindari model yang terlalu tebal karena dapat menggores dinding atau mengganggu engsel saat pintu dibuka lebar. Periksa juga kekuatan pintu sebelum menambah beban.
Ruang ini paling pas untuk sandal dan sepatu yang dipakai setiap hari. Dengan begitu, lantai dekat pintu bebas dari barang sehingga lebih mudah disapu atau dipel. Bersihkan organizer secara rutin, sebab debu dari sol sepatu cepat menumpuk di sela-selanya. Langkah ini praktis dan hemat biaya.
5. Keranjang Khusus Sepatu Harian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361206/original/069699600_1790682425-6f53301c-3e58-4778-80d1-3c0fd9feaac4.jpg)
Tidak semua rumah membutuhkan furnitur baru. Satu keranjang khusus dapat menjadi solusi hemat untuk menampung sepatu yang dipakai sehari-hari. Cara ini cocok bagi penghuni indekos, rumah kontrakan, atau siapa saja yang belum ingin membeli lemari sepatu berukuran besar. Keranjang juga mudah dibawa saat pindah hunian.
Aturannya sederhana: sepatu langsung dimasukkan ke keranjang setelah dipakai. Kebiasaan ini mencegah alas kaki tercecer di lantai. Pilih keranjang berbahan kokoh dan mudah dibersihkan, misalnya anyaman plastik atau rotan, lalu letakkan di sudut dekat pintu. Anggota keluarga, termasuk anak-anak, pun lebih mudah mengikuti aturan ini.
Batasi kapasitasnya. Jika keranjang sudah penuh, pindahkan sepatu yang jarang dipakai ke lemari atau kotak penyimpanan di ruangan lain. Dengan cara itu, keranjang hanya berisi sepatu yang rutin digunakan dan area pintu masuk tetap terkendali. Pengaturan ini membuat pengelolaan sepatu terasa ringan bagi seluruh penghuni.
Advertisement
6. Ruang di Bawah Rak Dinding
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361207/original/075649700_1790682425-55213e57-26c3-4d71-ab4d-66c57c991b52.jpg)
Jika pintu masuk sudah memiliki rak dinding untuk kunci atau hiasan, bagian bawahnya dapat dimanfaatkan sebagai tempat sepatu. Ruang kosong di bawah rak sering tidak terpakai. Dengan sedikit penataan, area itu berubah menjadi tempat penyimpanan tanpa perlu membeli furnitur tambahan. Cara ini sangat praktis.
Letakkan beberapa pasang sepatu yang paling sering dipakai secara sejajar dan menghadap arah yang sama. Susunan seperti ini menciptakan kesan teratur dan menyatu dengan ruangan. Alas tikar kecil atau nampan sepatu membantu menampung debu dan tanah dari sol. Cara ini juga memudahkan penghuni memilih pasangan sepatu.
Tetap batasi jumlahnya agar tidak menumpuk hingga menutupi dinding. Jika rak dipasang cukup rendah, pastikan tinggi sepatu, termasuk sepatu bot, tidak menyentuh bagian bawah rak. Periksa berkala agar debu tidak menumpuk di area yang kurang terjangkau. Tata letak yang konsisten membantu semua penghuni merawatnya bersama-sama.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ide Menyimpan Sepatu di Rumah agar Pintu Masuk Tetap Rapi
Bagaimana cara menyimpan sepatu di rumah kecil agar tidak berantakan?
Ya, tetapi perlu penataan yang disiplin. Pilih furnitur vertikal seperti rak tipis atau kabinet flip, manfaatkan sisi belakang pintu, dan batasi sepatu di dekat pintu hanya untuk yang dipakai rutin. Sepatu lain sebaiknya disimpan di lemari atau ruangan lain.
Apakah sepatu boleh disimpan di dekat pintu masuk?
Boleh, selama kebersihannya dijaga. Bersihkan sol sepatu dari tanah atau debu sebelum disimpan, dan alasi area penyimpanan dengan tikar atau nampan. Rak dan lantai di sekitarnya perlu dibersihkan secara rutin agar kotoran tidak terbawa ke dalam rumah.
Bagaimana cara mengatasi bau pada tempat penyimpanan sepatu?
Keluarkan sepatu dan biarkan tempat penyimpanan terbuka agar udara bersirkulasi. Pastikan sepatu benar-benar kering sebelum disimpan. Penyerap kelembapan seperti silica gel atau arang dapat membantu, tetapi wadah tetap perlu dibersihkan berkala.
Berapa pasang sepatu yang ideal disimpan di dekat pintu masuk?
Tidak ada angka baku, karena tergantung ukuran rumah dan jumlah penghuni. Patokan praktisnya adalah sepatu yang benar-benar dipakai setiap hari atau setiap pekan. Jika tempat penyimpanan sudah terasa penuh, pindahkan sepatu yang jarang dipakai ke lokasi lain.
Apa pilihan tempat menyimpan sepatu yang paling hemat?
Keranjang khusus sepatu harian, ruang kosong di bawah rak dinding, dan organizer gantung di balik pintu termasuk pilihan hemat. Ketiganya tidak memerlukan furnitur besar dan mudah disesuaikan dengan ruang. Pilih bahan yang mudah dibersihkan agar tahan lama.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360761/original/003778800_1790664222-Your_paragraph_text__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6210955/original/079363800_1779089133-cek_fakta_BLT_umkm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309917/original/099505800_1785297828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-29T105932.156.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361200/original/016828800_1790682425-2150991546.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361027/original/011668100_1790674410-Gemini_Generated_Image_nqfxq8nqfxq8nqfx.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361021/original/010407000_1790674278-be1999bb-33d5-46e9-82e1-094204761699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4763558/original/096259600_1709703494-pexels-rdne-stock-project-5591460.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360945/original/058089700_1790671019-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360898/original/074927900_1790670172-Gemini_Generated_Image_oz19nioz19nioz19.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/701907/original/KM_Tilongkabila_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360724/original/060800800_1790663058-outi-marjaana-5eu96L3hob4-unsplash__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360912/original/048599000_1790670448-7cd8b393-76c9-43df-8149-9b1f5d01fbc3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360842/original/057342100_1790667152-pexels-ron-lach-8287252.jpg)