Cara Mengatasi Bayi Rewel yang Ampuh dan Aman untuk Menenangkan Si Kecil

Cara mengatasi bayi rewel yang efektif: kenali penyebab tangisan, terapkan teknik bedong, gendong, dan white noise, serta pahami kapan harus ke dokter.

Diterbitkan 29 September 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Bayi rewel adalah kondisi yang wajar dan hampir selalu dialami setiap orang tua pada bulan-bulan pertama. Cara mengatasi bayi rewel sebenarnya sederhana, mulai dari menggendong, menyusui, hingga menciptakan suasana yang tenang.

Kunci utamanya adalah mengenali dahulu penyebab bayi menangis sebelum berusaha menenangkannya. Dengan langkah yang runtut, cara mengatasi bayi rewel bisa lebih tepat sasaran sehingga si kecil cepat kembali nyaman.

Menangis merupakan satu-satunya bahasa bayi untuk menyampaikan rasa lapar, tidak nyaman, hingga lelah. Banyak bayi memang melewati fase rewel pada tiga bulan pertama kehidupannya sehingga kondisi ini umumnya bukan pertanda bahaya. Meski begitu, memahami beragam penyebab bayi menangis akan memudahkan Anda menentukan penanganan yang pas.

Cara Mengatasi Bayi Rewel dengan Teknik Menenangkan Dasar

Sebelum menduga penyebab yang rumit, cobalah beberapa teknik menenangkan sederhana yang bisa langsung dilakukan di rumah. Sejumlah langkah ini menjadi cara mengatasi bayi rewel yang banyak direkomendasikan dokter anak karena meniru suasana hangat seperti saat bayi masih berada di dalam rahim.

  1. Bedong dengan kain (swaddle): Bungkus tubuh bayi memakai kain tipis yang lebar agar ia merasa aman dan hangat seolah sedang dipeluk. Bedong juga membantu menekan refleks kejut yang kerap membuat bayi terbangun tiba-tiba.

  2. Posisikan miring atau telungkup: Gendong bayi dalam posisi miring ke kiri atau telungkup di lengan Anda untuk membantu meredakan rewelnya. Menyangga perut bayi dengan posisi ini juga dapat membantu pencernaannya, tetapi selalu kembalikan bayi ke posisi telentang begitu ia tertidur.

  3. Perdengarkan bunyi menenangkan (shush): Bunyi "sshh" lembut, suara kipas angin, atau white noise menyerupai suara yang biasa bayi dengar di dalam rahim. Cara ini juga menjadi andalan untuk mengatasi bayi yang tidur gelisah di malam hari.

  4. Ayun perlahan (swing): Timang atau ayun tubuh bayi dengan gerakan lembut dan berirama sambil mengajaknya bicara dengan nada tenang. Gerakan konstan yang halus membuat sistem sarafnya lebih rileks.

  5. Beri sesuatu untuk diisap (suck): Tawarkan puting, jari yang bersih, atau empeng karena mengisap sangat menenangkan bayi. Banyak bayi menjadi tenang dengan mengisap sehingga empeng dapat ditawarkan bila belum waktunya menyusu.

  6. Lakukan kontak kulit (skin to skin): Dekap bayi di dada Anda tanpa pembatas pakaian agar ia merasakan kehangatan dan detak jantung Anda. Kontak kulit ke kulit terbukti menstabilkan detak jantung dan menambah rasa aman pada bayi.

Menyesuaikan Cara Mengatasi Bayi Rewel dengan Penyebabnya

Tangisan bayi hampir selalu memiliki alasan, entah lapar, popok penuh, kepanasan, atau perut yang tidak nyaman. Cara mengatasi bayi rewel akan jauh lebih efektif apabila disesuaikan dengan pemicunya ketimbang sekadar menebak-nebak.

  1. Segera susui saat lapar: Berikan ASI atau susu formula ketika bayi menunjukkan tanda lapar, seperti mengisap tangan atau menoleh mencari puting. Namun, perlu diingat bahwa menenangkan bayi dengan susu bukan selalu solusi utama jika ia sebenarnya tidak sedang lapar.

  2. Periksa dan ganti popok: Popok yang basah atau kotor membuat bayi tidak nyaman dan berisiko memicu ruam popok pada kulit bayi. Ganti sesegera mungkin, lalu bersihkan dan keringkan kulitnya dengan lembut.

  3. Sendawakan bila kembung atau cegukan: Gendong bayi tegak lalu tepuk lembut punggungnya untuk mengeluarkan udara yang terperangkap, terutama pada bayi yang rewel karena kembung. Langkah serupa juga menjadi bagian dari cara menghilangkan cegukan pada bayi.

  4. Atur suhu dan pakaian: Pastikan bayi tidak kepanasan atau kedinginan dengan mengenakan pakaian berlapis tipis dan menjaga suhu ruangan tetap nyaman. Bayi yang kepanasan biasanya berkeringat dan wajahnya tampak kemerahan, sedangkan yang kedinginan tangan dan kakinya terasa dingin.

  5. Redakan kolik dengan pijatan: Pijat perut bayi perlahan dengan gerakan melingkar searah jarum jam untuk membantu melepaskan gas. Anda bisa mempelajari cara memijat bayi yang benar agar hasilnya maksimal, mengingat banyaknya manfaat pijat bayi bagi kenyamanannya.

  6. Bantu saat tumbuh gigi: Berikan teether bersih atau kain dingin yang lembut untuk digigit guna meredakan nyeri gusi. Kenali dulu ciri-ciri bayi tumbuh gigi supaya penanganannya lebih tepat.

Salah satu penyebab bayi rewel yang paling membuat cemas adalah kolik, yaitu tangisan hebat tanpa sebab yang jelas. Mengacu pada penjelasan University of Utah Health, kolik berupa tangisan intens yang mulai muncul sekitar usia dua minggu dan berlangsung hingga usia tiga bulan.

Cara Menenangkan Bayi Rewel di Malam Hari

Banyak bayi justru semakin rewel menjelang sore dan malam, periode yang kerap disebut witching hour. Pada saat inilah cara mengatasi bayi rewel perlu difokuskan untuk menurunkan stimulasi agar si kecil lebih mudah terlelap.

  1. Redupkan cahaya kamar: Bawa bayi ke ruangan dengan pencahayaan minim dan jauh dari kebisingan untuk mengurangi rangsangan berlebih. Suasana temaram membantu tubuh bayi bersiap tidur.

  2. Putar white noise atau musik lembut: Suara hujan, aliran air, atau senandung pelan bisa menenangkan bayi. Ini bagian penting dari cara mengatasi bayi susah tidur dan rewel, sekaligus melengkapi cara menidurkan bayi yang efektif.

  3. Timang atau ajak berjalan: Gendong sambil berjalan pelan atau duduk di kursi goyang untuk memberi gerakan yang menenangkan. Baca juga: teknik menenangkan bayi menangis dalam sekejap ala dokter anak.

  4. Mandikan dengan air hangat: Air hangat membantu merilekskan otot dan sistem saraf bayi selama kurang lebih 5-10 menit. Pastikan suhunya tidak terlalu panas dan jaga keamanan selama proses memandikan.

  5. Pijat lembut sebelum tidur: Pijatan lembut memakai minyak telon yang aman membuat tubuh bayi hangat dan rileks. Perhatikan durasi pijat bayi yang dianjurkan pakar agar tidak berlebihan, dan lengkapi dengan tips agar bayi tidur nyenyak.

  6. Jaga ketenangan diri Anda: Bayi sangat peka terhadap emosi orang tua; bila Anda tenang, ia lebih mudah ikut tenang. Sikap ini juga membantu saat menghadapi bayi yang menangis setiap kali diletakkan.

Tanda Bayi Rewel yang Perlu Diwaspadai dan Diperiksakan ke Dokter

Sebagian besar rewel pada bayi tidak berbahaya dan akan reda setelah kebutuhannya terpenuhi. Namun, orang tua tetap perlu mengenali sejumlah tanda bahaya yang mengharuskan bayi segera diperiksakan ke tenaga medis.

Berdasarkan keterangan Nationwide Children's Hospital, pada enam bulan pertama bayi bisa menangis 45 hingga 120 menit setiap hari, dan orang tua tidak boleh sekali-kali mengguncang bayi untuk menghentikan tangisannya karena hal itu dapat merusak otaknya.

Segera bawa bayi ke dokter apabila rewelnya disertai gejala berikut:

  • Demam tinggi: Suhu tubuh melebihi 38 derajat Celsius, terutama pada bayi berusia di bawah tiga bulan. Pahami pula cara mengatasi bayi demam yang aman.

  • Muntah berulang: Muntah terus-menerus, apalagi jika muntahan berwarna hijau atau merah.

  • Diare: Buang air besar cair yang sering dan disertai tanda dehidrasi.

  • Gangguan napas: Napas cepat, tersengal, atau terdengar tidak biasa.

  • Perubahan kulit: Muncul ruam, atau kulit tampak pucat hingga kebiruan.

  • Tampak lemas: Bayi sulit dibangunkan atau tidak responsif seperti biasanya.

  • Menolak menyusu: Sama sekali tidak mau menyusu atau minum dalam waktu lama.

  • Tangisan tak biasa: Melengking, lemah, atau tidak dapat dihibur lebih dari dua hingga tiga jam. Kenali juga ragam penyebab bayi di bawah 3 bulan menangis.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bayi Rewel

Kenapa bayi rewel terus padahal tidak lapar dan popok sudah diganti?

Bayi bisa tetap rewel karena kelelahan, kepanasan, perut kembung, kolik, atau sekadar butuh dipeluk agar merasa aman. Coba tenangkan dengan bedong, gendongan, ayunan lembut, atau white noise, dan pastikan lingkungannya nyaman serta minim rangsangan.

Sampai usia berapa bayi rewel biasanya berhenti?

Fase rewel paling sering memuncak pada usia sekitar enam minggu dan mulai mereda saat bayi berusia tiga hingga empat bulan. Periode ini sering disebut Period of PURPLE Crying, sebuah istilah dari Dr. Ronald G. Barr, dan pasti berlalu seiring perkembangan bayi.

Apakah bayi rewel selalu menjadi tanda sakit?

Tidak. Sebagian besar rewel adalah hal yang normal, tetapi bila disertai demam, muntah, diare, sulit bernapas, atau bayi tampak lemas, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan.