Liputan6.com, Jakarta - Membaca Surat Yasin dan tahlil merupakan amalan yang telah mengakar kuat dalam kehidupan sebagian masyarakat Muslim Indonesia. Keduanya sering diamalkan pada berbagai momen, seperti malam Jumat, doa bersama, maupun saat mendoakan orang yang telah meninggal dunia. Oleh sebab itu, urutan membaca yasin tahlil dan doa arwah perlu dipahami dengan benar agar ibadah menjadi lebih khidmat dan khusyuk.
Dalil amalan Yasin dan tahlil adalah sabda Rasulullah SAW: "Bacalah surat Yasin pada orang-orang mati di antara kamu" (HR. Abu Dawud dan An-Nasa'i, dishahihkan oleh Ibnu Hibban). Keutamaan membaca Surat Yasin juga disebutkan dalam riwayat dari Asbahaani bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca Yaasiin di hari dan malam Jumat dengan mengharap ridha Allah, diampuni dosanya" (HR. Asbahaani).
Menurut jumhur ulama, membaca Al-Qur'an, termasuk Surat Yasin, bagi orang yang meninggal, pahala bacaannya tetap akan sampai, sebagaimana pendapat ulama Maliki, Hanafi, dan Hanbali. Menurut kesepakatan para ulama, doa yang dibacakan oleh peziarah dengan niat pahalanya dihadiahkan akan sampai pada si mayit.
Advertisement
Merujuk buku Tradisi Amaliyah Warga NU karya Sutejo Ibnu Pakar, bacaan tahlil disusun dari ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung nilai penguatan keimanan. Seorang imam tahlil biasanya ditunjuk oleh keluarga ahli waris karena memiliki ilmu agama yang cukup, suara lantang dan jelas, serta kepribadian yang baik.
Merangkum literatur kredibel, berikut ini adalah urutan membaca Yasin, tahlil, dan doa arwah lengkap dengan Arab, Latin, dan artinya.
Urutan Membaca Yasin, Tahlil, dan Doa Arwah
1. Pengantar dan Niat
Acara diawali dengan menyampaikan niat serta tujuan pelaksanaan tahlil, misalnya untuk mendoakan almarhum atau almarhumah tertentu. Pemimpin tahlil membuka acara dengan kata pengantar yang menjelaskan niat dan tujuan tahlil untuk siapa.
2. Tawasul dan Surat Al-Fatihah
Sebelum membaca Surat Yasin dan tahlil, dianjurkan untuk membaca tawasul yakni dengan menghadiahkan Surat Al-Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabat, para wali, dan ahli kubur.
a. Tawasul kepada Nabi Muhammad SAW
Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَاَلِهِ وصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Latin: Bismillāhirrahmānirrahīm. Ilā hadratin-nabiyyi shallallāhu 'alaihi wasallama wa ālihi wa shahbihi syai'un lillāhi lahumul fātihah.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Untuk yang terhormat Nabi Muhammad SAW, segenap keluarga, dan para sahabatnya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua."
b. Tawasul kepada Para Nabi, Rasul, Wali, dan Orang Saleh
Arab: ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِيْنَ وَالأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالعُلَمَاءِ العَامِلِيْيْنَ وَالمُصَنِّفِيْنَ المُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ المَلَائِكَةِ المُقَرَّبِيْنَ
Latin: Tsumma ilā hadrati ikhwānihi minal anbiyā'i wal mursalīna wal-awliyā'i wasy-syuhadā'i wash-shālihīna wash-shahābati wat-tābi'īna wal-'ulamā'il-'āmilīna wal-mushannifīnal-mukhlisīna wa jamī'il-malā'ikatil-muqarrabīn.
Artinya: "Kemudian kepada saudara-saudaranya dari kalangan para nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi'in, ulama yang mengamalkan ilmunya, para penulis yang ikhlas, dan semua malaikat yang didekatkan (kepada Allah)."
c. Tawasul kepada Semua Ahli Kubur
Arab: ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ القُبُوْرِ مِنَ المُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنْ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ
Latin: Tsumma ilā jamī'i ahlil-qubūri minal-muslimīna wal-muslimāti wal-mu'minīna wal-mu'mināti min masyāriqil-ardi ilā maghāribihā barrihā wa bahrihā, khushūshan ilā ābā'inā wa ummahātinā wa ajdādinā wa jaddātinā wa masyāyikhinā wa masyāykhi masyāyikhinā wa asātidzatinā wa asātidzati asātidzatina wa liman ahsana ilainā wa limanijtama'nā hāhunā bisababihi.
Artinya: "Kemudian kepada semua ahli kubur dari kaum muslimin laki-laki dan perempuan, mukminin laki-laki dan perempuan, dari timur bumi hingga baratnya, baik di darat maupun di laut, khususnya kepada bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, pengajar dari guru kami, ustadz kami, pengajar ustadz kami, mereka yang telah berbuat baik kepada kami, dan bagi ahli kubur/arwah yang menjadi sebab kami berkumpul di sini."
d. Menyebut Nama Khusus
Setelah itu, disebutkan nama spesifik orang yang ingin didoakan:
Arab: وَخُصُوْصًا إِلَى رُوْحِ ... (sebutkan nama lengkap almarhum/almarhumah)
Latin: Wa khushūshan ilā rūhi ... (sebutkan nama)
Artinya: "Dan khususnya kepada ruh ... (sebutkan nama)."
Kemudian ditutup dengan:
Arab: شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Latin: Syai'un lillāhi lahumul fātihah
Artinya: "Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah dan pahalanya untuk mereka semua."
Lalu ditutup dengan membaca Surat Al-Fatihah.
e. Surat Al-Fatihah
Arab: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ. اَمِينْ
Latin: Bismillāhirrahmānirrahīm. Alhamdulillāhi rabbil 'ālamīn. Arrahmānirrahīm. Māliki yaumiddīn. Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn. Ihdinash-shirāthal mustaqīm. Shirāthal ladzīna an'amta 'alaihim ghairil maghdhūbi 'alaihim waladh-dhāllīn. Āmīn.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Kabulkanlah permohonan kami."
3. Membaca Surat Yasin (Ayat 1-83)
Setelah tawasul, dilanjutkan dengan membaca Surat Yasin lengkap 83 ayat. Berikut adalah beberapa ayat awal Surat Yasin:
Arab:.. يٰسۤ ۚ وَالۡقُرۡاٰنِ الۡحَكِيۡمِ ۚ إِنَّكَ لَمِنَ الۡمُرۡسَلِيۡنَ ۙ عَلٰى صِرَاطٍ مُّسۡتَقِيۡمٍ ۚ تَننۡزِيۡلَ الۡعَزِيۡزِ الرَّحِيۡمِ ۙ لِتُنۡذِرَ قَوۡمًا مَّاۤ اُنۡذِرَ اٰبَاۤؤُهُمۡ فَهُمۡ غٰفِلُوۡنَ
Latin: Yā Sīn. Wal-qur'ānil-ḥakīm. Innaka laminal-mursalīn. 'Alā ṣirāṭim mustaqīm. Tanzīlal-'azīzir-raḥīm. Litundzira qaumam mā undzira ābā'uhum fahum ghāfilūn…. dst
Artinya: "Yaa Sin. Demi Al-Qur'an yang penuh hikmah. Sesungguhnya engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rasul-rasul. (Berada) di atas jalan yang lurus. (Sebagai) wahyu dari Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. Agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai." (QS. Yasin: 1-6) … dst
4. Bacaan Tahlil dan Dzikir
Setelah membaca Surat Yasin, dilanjutkan dengan rangkaian tahlil yang berisi dzikir dan pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an serta doa yang pahalanya dihadiahkan kepada si mayit atau ahli kubur. Beberapa surah dan ayat yang lazim dibaca antara lain:
a. Surat Al-Ikhlas (3 kali)
Arab: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ.
Latin: Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.
Artinya: "Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia."
b. Tahlil dan Takbir
Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Latin: Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar."
c. Surat Al-Falaq (3 kali)
Arab: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ. وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ.
Latin: Qul a'ūdzu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri ghāsiqin idzā waqab. Wa min syarrin-naffātsāti fil-'uqad. Wa min syarri ḥāsidin idzā ḥasad.
Artinya: "Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh. Dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan perempuan-perempuan tukang sihir yang meniup buhul-buhul (tali). Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki."
d. Surat An-Nas (3 kali)
Arab: قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ. مَلِكِ النَّاسِ. إِلَهِ النَّاسِ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ. الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ.
Latin: Qul a'ūdzu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Alladzī yuwaswisu fī ṣudūrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.
Artinya: "Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia."
e. Lima Ayat Pertama Surat Al-Baqarah
Arab: الۤمۤ ۚ ذٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ. الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ. وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ. اُولٰۤىِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ ۙ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ.
Latin: Alif lām mīm. Dzālikal-kitābu lā raiba fīh, hudal lil-muttaqīn. Alladzīna yu'minūna bil-ghaibi wa yuqīmūnash-shalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqūn. Walladzīna yu'minūna bimā unzila ilaika wa mā unzila min qablika wa bil-ākhirati hum yūqinūn. Ulā'ika 'alā hudan mir rabbihim wa ulā'ika humul-mufliḥūn.
Artinya: "Alif lam mim. Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (Yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat. Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Al-Baqarah: 1-5)
f. Ayat Kursi (QS Al-Baqarah: 255)
Arab: اللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Latin: Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm. Lā ta'khudzuhū sinatuw wa lā naum. Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ. Man dzalladzī yasyfa'u 'indahū illā bi-idznih. Ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum. Wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā'. Wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ. Wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā. Wa huwal-'aliyyul-'aẓīm.
Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan apa di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung."
g. 2 Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah
Arab: آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَاائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ. لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ.
Latin: Āmanar-rasūlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu'minūn. Kullun āmana billāhi wa malā'ikatihī wa kutubihī wa rusulih. Lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih. Wa qālū sami'nā wa aṭa'nā, ghufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr. Lā yukallifullāhu nafsan illā wus'ahā. Lahā mā kasabat wa 'alaihā maktasabat. Rabbanā lā tu'ākhidznā in nasīnā au akhṭa'nā. Rabbanā wa lā taḥmil 'alainā iṣran kamā ḥamaltahū 'alalladzīna min qablinā. Rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih. Wa'fu 'annā waghfir lanā warḥamnā. Anta maulānā fanṣurnā 'alal-qaumil-kāfirīn.
Artinya: "Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata): 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara rasul-rasul-Nya.' Dan mereka berkata: 'Kami dengar dan kami taat.' 'Ampunilah kami ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali.' Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.'" (QS. Al-Baqarah: 285-286)
5. Doa Penutup
Setelah menyelesaikan rangkaian bacaan Yasin, tahlil, dan dzikir, ditutup dengan doa untuk ahli kubur:
Arab: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ، اَللَّهُمَّ أَنْزِلِ الرَّحْمَةةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُورِ مِنْ أَهْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ
Latin: Allāhumma-ghfir lahum warhamhum wa 'āfihim wa'fu 'anhum. Allāhumma anzilir-rahmata wal-maghfirata 'alā ahlil-qubūri min ahli lā ilāha illallāh Muhammadur rasūlullāh.
Artinya: "Ya Allah, ampunilah mereka, rahmatilah mereka, selamatkanlah mereka, dan maafkanlah mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat dan ampunan kepada ahli kubur dari orang-orang yang mengucapkan 'Lā ilāha illallāh Muhammadur rasūlullāh'."
Hikmah Membaca Yasin, Tahlil, dan Doa Arwah
1. Meringankan beban mayit di alam kubur
Doa dan bacaan yang dikirimkan dapat menjadi amalan yang bermanfaat bagi mayit. Rasulullah SAW bersabda bahwa membaca Surat Yasin di pekuburan dapat meringankan siksa bagi penghuni kubur. Surat Yasin sering disebut sebagai jantungnya Al-Qur'an yang memiliki kedudukan luar biasa jika diamalkan secara rutin.
2. Mengamalkan ajaran untuk saling mendoakan
Islam mengajarkan umatnya untuk saling mendoakan, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal. Ini merupakan wujud kepedulian dan ukhuwah Islamiyah yang melampaui batas kematian.
3. Mendidik kesadaran akan kematian
Melalui amalan membaca Yasin dan tahlil, seseorang diingatkan akan kematian dan kehidupan akhirat, sehingga termotivasi untuk mempersiapkan bekal amal saleh semasa hidup. Sebagaimana dijelaskan oleh Abu Asma Andre dalam Ebook Kehidupan Alam Kubur, alam kubur merupakan fase pertama kehidupan akhirat.
4. Memperoleh pahala dan ampunan
Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang membaca Surat Yasin di malam Jumat dengan mengharap ridha Allah akan diampuni dosanya. Membaca Al-Qur'an dan berdzikir adalah ibadah yang mendatangkan pahala bagi yang melakukannya.
5. Memperkuat keimanan dan ketakwaan
Bacaan tahlil disusun dari ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung nilai penguatan keimanan. Kalimat Lā ilāha illallāh yang diulang-ulang dalam tahlil merupakan inti dari tauhid dan pengakuan atas keesaan Allah SWT.
Pertanyaan Seputar Membaca Yasin dan Tahlil
1. Apakah harus membaca tawasul sebelum membaca Yasin dan tahlil?
Ya, sebelum membaca Surat Yasin dan tahlil, dianjurkan untuk membaca tawasul yakni dengan menghadiahkan Surat Al-Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW, para sahabat, para wali, dan ahli kubur. Tawasul diawali dengan menghadiahkan bacaan Al-Fatihah kepada Rasulullah SAW, para nabi, sahabat, ulama, hingga kaum Muslimin yang telah wafat sebelum memasuki rangkaian bacaan tahlil.
2. Apa saja bacaan tahlil yang umum diamalkan?
Beberapa surah dan ayat yang lazim dibaca antara lain surah Al-Ikhlas (3 kali), Al-Falaq (3 kali), An-Nas (3 kali), lima ayat pertama dan dua ayat terakhir surah Al-Baqarah, serta Ayat Kursi (QS Al-Baqarah: 255). Selain itu, terdapat juga bacaan tahlil dan takbir yang diulang-ulang di sela-sela bacaan tersebut.
3. Kapan waktu terbaik membaca Yasin dan tahlil?
Waktu yang paling utama adalah pada malam Jumat. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca Yaasiin di hari dan malam Jumat dengan mengharap ridha Allah, diampuni dosanya" (HR Asbahaani). Malam Jumat merupakan Sayyidul Ayyam atau penghulunya hari, sebuah waktu istimewa di mana setiap amalan baik dilipatgandakan pahalanya dan doa-doa lebih mustajab.
4. Apakah pahala bacaan Yasin dan tahlil sampai kepada orang yang sudah meninggal?
Menurut kesepakatan para ulama, doa yang dibacakan oleh peziarah dengan niat pahalanya dihadiahkan akan sampai pada si mayit. KH Muhammad Sholikhin dalam bukunya Ritual & Tradisi Islam Jawa menerangkan bahwa para ulama sepakat membaca Al-Qur'an—termasuk Surat Yasin—bagi orang yang meninggal, pahala bacaannya tetap akan sampai, sebagaimana pendapat ulama Maliki, Hanafi, dan Hanbali.
5. Bagaimana cara mengkhususkan doa untuk orang tertentu?
Caranya adalah dengan menyebut nama orang yang dituju setelah bacaan tawasul umum. Lafaznya: "Wa khushūshan ilā rūhi ... (sebutkan nama lengkap almarhum/almarhumah)" yang artinya "Dan khususnya kepada ruh ... (sebutkan nama)." Jika doa ditujukan untuk banyak orang sekaligus (arwah jamak), maka menggunakan bentuk jamak taksir dari kata ruh, yaitu arwah.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523300/original/073953200_1772800710-IMG_0778.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8228972/original/000657200_1781089339-cek_fakta_-_bantuan_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2141080/original/044539900_1525361942-spbu_pertamina_palembang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3403868/original/053333500_1615977525-quran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4990491/original/083385200_1730715816-cara-mengirim-doa-yasin-untuk-orang-yang-sudah-meninggal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321440/original/060833200_1786441575-masjid-maba-QhzQfD0ihnI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3309137/original/055065200_1606475068-nurhan-yC70QqvrPRk-unsplash.jpg)