Siswa SMK Kebumen Diduga Dipukul dan Dibanting Saat Antre MBG

Korban mengalami luka lebam dan trauma, belum berani sekolah. Kasus ini sedang ditangani pihak kepolisian.

Diterbitkan 16 Agustus 2026, 20:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Siswa SMK Kebumen Diduga Dipukul dan Dibanting Saat Antre MBG

 

Kasus dugaan perundungan dan kekerasan terhadap siswa SMK di Kutowinangun, Kebumen, Jawa Tengah, yang videonya beradar di media sosial dan viral, kini bergulir ke ranah hukum.

Orang tua korban melaporkan kasus tersebut ke Unit PPA Polres Kebumen pada Selasa 11 Agustus 2026, setelah upaya mediasi dengan pihak sekolah dan keluarga terduga pelaku belum membuahkan hasil.

Kuasa hukum korban, HD Sriyanto mengatakan, peristiwa itu tejadi pada Jumat 7 Agustus 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Kala itu, aktifitas belajar mengajar masih berlangsung di salah satu SMK di Kecamatan Kutowinangun.

"Saat kejadian, korban sedang mengantre untuk mengambil Makanan Bergizi Bratis (MBG)," ujar Sriyanto kepada wartawan, Minggu (16/8/2026).

Menurut dia, korban diduga diseret dari antrean pengambilan MBG dan dipaksa menuju lahan kosong di belakang sekolah.

Di lokasi tersebut, korban diduga mengalami kekerasan oleh kakak kelasnya. Aksi itu kemudian direkam pelajar lain hingga videonya beredar luas di masyarakat dan media sosial.

"Kami bersama tim (kuasa hukum korban) mendampingi adanya tindak pidana perundungan terhadap anak yang terjadi di SMK Ma'arif 7 Kutowinangun, " terang Sriyanto.

"Kasus ini (aksi kekerasan di sekolah) juga menjadi perhatian penting dalam upaya memastikan perlindungan siswa di lingkungan pendidikan, " sambungnya.

Dalam laporan ke Polres Kebumen, keluarga korban melalui kuasa hukum melaporkan kepala sekolah, siswa yang diduga melakukan kekerasan, serta pihak yang diduga merekam dan menyebarluaskan video kejadian.

"Kami berharap segera ditindaklanjuti agar jangan sampai terjadi di sekolah tersebut, ataupun sekolah-sekolah yang lain. Prinsipnya sesuai dengan hukum yang berlaku," kata Sriyanto.

 

Alami Luka dan Trauma

Sementara itu, ibu korban berinisial SU mengaku, bahwa anaknya mengalami sejumlah luka. Diantaranya kondisi lebam di tubuh serta keluhan sakit pada bagian kepala dan perut.

Tidak hanya luka fisik, korban juga disebut masih mengalami trauma. Ada perubahan perilaku korban usai kejadian. Yakni korban lebih banyak diam dan belum berani kembali mengikuti kegiatan sekolah.

“Belum mau sekolah, masih trauma. Sekarang lebih banyak diam,” ungkap SU ibu korban saat ditemui di Mapolres Kebumen.

Dugaan peristiwa tersebut, kata SU, terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Korban yang sedang mengantre mengambil MBG, sempat dibawa pelaku menuju lahan kosong di belakang sekolah.

Di lokasi tersebut, korban diduga mengalami kekerasan yang dilakukan oleh kakak kelasnya. Sejumlah siswa disebut menyaksikan kejadian tersebut. Teman teman pelaku lainnya merekam dan menyebarkan video itu di media sosial.

Selain mengalami lebam di sejumlah bagian tubuh, anaknya juga mengeluhkan sakit pada bagian kepala dan perut setelah kejadian.

 

 

Sempat Mediasi

Sebelum membawa kasus tersebut ke kepolisian, keluarga korban mengaku telah menempuh jalur mediasi. Yakni menemui pihak sekolah dan keluarga terduga pelaku.

Namun dalam mediasi itu, SU mengaku kecewa dengan hasil pertemuan tersebut.

“Sudah mediasi dengan keluarga pelaku dan pihak sekolah. Sudah mediasi, tapi hasilnya malah seperti memojokkan saya. Seperti diabaikan, dianggap biasa saja,” tutur SU.

Karena merasa persoalan tersebut belum mendapatkan penanganan seperti yang diharapkan, keluarga korban kemudian meminta pendampingan hukum. Selanjutnya melaporkan dugaan kasus perundungan tersebut ke Polres Kebumen pada Selasa (11/8/2026).