7 Cara Menjaga Kandang Ayam Tetap Kering Saat Musim Hujan, Cegah Penyakit

Simak cara menjaga kandang ayam tetap kering saat musim hujan agar ternak Anda selalu sehat, bebas bau, dan terhindar dari penyakit.

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Datangnya musim penghujan sering kali menjadi tantangan terberat bagi para peternak unggas di tanah air. Mengetahui cara menjaga kandang ayam tetap kering saat musim hujan adalah langkah krusial untuk memastikan kesehatan dan produktivitas ternak tidak merosot tajam.

Kondisi kandang yang basah, becek, dan pengap merupakan surga bagi perkembangbiakan bakteri patogen, virus, serta parasit mematikan. Selain memicu munculnya bau amonia yang sangat menyengat, lingkungan yang lembap akan menurunkan suhu tubuh ayam secara drastis. 

Dengan persiapan yang matang dan beberapa penyesuaian teknis pada struktur bangunan, risiko kelembapan berlebih dapat ditekan secara maksimal. Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tujuh langkah taktis yang wajib Anda terapkan agar alas kandang selalu kering, hangat, dan nyaman, Kamis (1/10/2026).

1. Perbaiki Sistem Drainase di Sekitar Kandang

Langkah pertama dan paling vital adalah memastikan sistem pembuangan air (drainase) di sekeliling area kandang berfungsi secara sempurna. Buatlah parit atau selokan kecil di sekeliling bangunan kandang untuk mengarahkan aliran air hujan agar tidak menggenang di area tanah bawah lantai kandang.

Pastikan parit pembuangan air tersebut mengalir menuju area yang lebih rendah atau terhubung langsung dengan saluran air utama di luar lingkungan peternakan. Genangan air yang tertahan di dekat kandang akan meresap secara perlahan ke dalam tanah dan menaikkan tingkat kelembapan udara secara signifikan di malam hari.

Selain itu, bersihkan selokan tersebut secara rutin dari sumbatan sampah, rumput liar, atau endapan lumpur yang terbawa arus hujan deras. Drainase yang lancar tanpa hambatan adalah benteng pertahanan pertama untuk mencegah genangan air merembes dan membasahi area alas pijakan ayam peliharaan Anda.

2. Perhatikan Konstruksi Atap dan Pasang Overhang

Kebocoran atap sekecil apa pun bisa berakibat fatal bagi kondisi kekeringan lantai di dalam kandang. Sebelum puncak musim hujan tiba, periksa seluruh permukaan atap dari potensi celah retakan, lubang paku yang menganga, atau lembaran asbes yang bergeser. Segera tambal atau ganti material atap yang sudah lapuk dimakan usia.

Selain memastikan tidak ada kebocoran dari atas, Anda wajib melebihkan ukuran atap ke arah luar (overhang) atau membuat teritisan yang cukup panjang. Teritisan atap yang ideal untuk menangkis cuaca ekstrem setidaknya memiliki ukuran panjang sekitar satu hingga satu setengah meter dari dinding batas terluar kandang ayam tersebut.

Fungsi utama dari overhang ini adalah sebagai perisai penangkis jatuhnya curah air hujan dan mencegah cipratan air (tempias) yang tertiup angin kencang masuk menembus ke dalam kandang. Dengan teritisan yang lebar, area alas dalam kandang akan tetap aman dari paparan air hujan meski badai sedang melanda dengan cukup deras.

3. Tinggikan Lantai Kandang dari Permukaan Tanah

Jika Anda sedang dalam tahap membangun atau merenovasi kandang, desain kandang model panggung (elevated floor) adalah solusi arsitektural paling mutakhir. Model lantai bambu atau bilah kayu yang diangkat minimal 50 hingga 70 sentimeter dari atas tanah memastikan ayam tidak pernah bersentuhan langsung dengan genangan lumpur basah.

Untuk kandang tipe postal (lantai langsung menyatu dengan tanah), siasat terbaiknya adalah meninggikan tanah dasar kandang (membuat gundukan) agar elevasinya jauh lebih tinggi dari permukaan lahan di sekelilingnya. Hal ini otomatis membuat rembesan air hujan akan mengalir turun menjauhi bangunan utama kandang secara hukum gravitasi.

Lantai yang posisinya lebih tinggi juga memperlancar sirkulasi udara dari area bawah, yang sangat membantu mempercepat proses penguapan sisa air basah. Dengan demikian, lantai akan selalu terasa hangat, terbebas dari embun dingin yang membeku, dan sangat nyaman dipijak oleh kaki unggas Anda.

4. Gunakan Tirai Plastik Pelindung Hujan

Dinding kandang yang terbuka dengan jaring kawat memang sangat baik untuk sirkulasi udara di musim kemarau, namun hal tersebut akan menjadi malapetaka saat badai bertiup kencang. Pemasangan tirai pelindung yang terbuat dari plastik terpal tebal atau karung polybag adalah investasi murah yang tidak boleh diremehkan fungsinya.

Tirai ini wajib dipasang di sisi-sisi dinding kandang yang berpotensi menjadi arah datangnya hembusan angin basah dan tempias hujan. Pada siang hari atau ketika cuaca gerimis sudah reda, tirai wajib digulung ke atas agar sirkulasi udara segar dan cahaya matahari kembali bisa menembus masuk untuk mengeringkan sisa kelembapan di dalam.

Saat memasang instalasi tirai, pastikan gulungannya diatur dengan sistem katrol tali sederhana agar mudah ditarik turun secara kilat tatkala hujan datang mendadak. Namun, ingatlah untuk selalu menyisakan celah ventilasi kecil di bagian paling atas dinding agar racun gas amonia dari kotoran ayam tetap memiliki jalur keluar.

5. Rutin Mengganti dan Menambahkan Litter (Alas Kandang)

Untuk kandang tipe postal yang mengandalkan sistem litter (alas sekam padi, serbuk gergaji, atau jerami), perawatan lapisan alas merupakan kunci utama menahan kelembapan. Bahan organik pada alas ini memiliki sifat yang sangat mudah menyerap air dari cipratan tetesan hujan maupun kelembapan udara yang tinggi di sekitarnya.

Lakukan pengecekan ketat setiap pagi hari; jika Anda menemukan area alas yang sudah menggumpal basah dan mengeluarkan bau amonia menyengat, segera serok dan buang ke luar. Gantilah bagian yang telah diangkat tersebut dengan taburan alas sekam yang serba baru dan pastikan kondisinya benar-benar kering kerontang sebelum dihamparkan.

Menambahkan ketebalan alas kandang juga bisa menjadi trik isolator alami untuk menghangatkan suhu ruangan bagi kawanan ayam. Namun, pastikan Anda juga rajin membolak-balik lapisan sekam tersebut (turning) setiap tiga hari sekali agar bagian dasarnya tidak ditumbuhi jamur dan sisa kotoran segar ayam bisa terurai cepat secara merata.

6. Kontrol Kepadatan Populasi Ayam di Dalam Kandang

Musim hujan senantiasa membawa udara yang sangat lembap, dan menjejalkan terlalu banyak ayam di dalam satu ruang kandang yang sempit hanyalah tindakan yang akan memperburuk situasi. Populasi ternak yang terlampau padat (overcrowding) secara hitungan matematis otomatis akan menghasilkan volume feses basah yang berlipat ganda setiap harinya.

Kotoran basah yang menumpuk tak terkendali ini akan menyulap lantai kandang menjadi lumpur becek seketika, meningkatkan suhu pengap, dan memicu ledakan kadar gas amonia beracun yang menyesakkan dada. Akibatnya, sistem pernapasan kawanan ayam akan rusak parah dan wabah penyakit menular akan melibas seisi kandang dalam hitungan hari.

Lakukan penjarangan populasi secepat mungkin dengan memindahkan sebagian ayam ke kandang ekstra jika Anda memilikinya. Kepadatan penghuni yang ideal akan memberikan ruang gerak leluasa bagi ayam untuk mengepakkan sayap, sekaligus memberikan ruang lapang guna memperlancar aliran sirkulasi udara segar yang mengusir hawa basah.

7. Atur Posisi Tempat Minum agar Tidak Mudah Tumpah

Ironisnya, tersangka utama penyebab lantai kandang berubah basah dan lembap sering kali bukan berasal dari curah hujan dari langit, melainkan akibat tumpahan air minum unggas itu sendiri. Pada saat musim hujan berlangsung, kelembapan udara yang kelewat tinggi membuat genangan tumpahan air dari tabung galon amat sulit untuk menguap lenyap.

Pastikan posisi tali tempat minum gantung telah diatur presisi sesuai dengan postur tubuh ayam, idealnya persis sejajar dengan tinggi punggung mereka. Jika wadah minum diletakkan pada posisi terlalu rendah, ayam-ayam akan sering menabraknya tanpa sengaja saat berlarian, sehingga isi airnya rentan terciprat deras membasahi serpihan lantai alas.

Selain itu, Anda wajib melakukan inspeksi rutin terhadap instalasi selang pipa air atau nipple drinker untuk memastikan tidak ada kebocoran (leaking) yang mengalirkan tetesan air tanpa henti. Jika dipandang perlu, letakkan nampan plastik ceper tepat di bawah tempat minum untuk bertugas menadah tetesan sisa minum agar tidak meresap ke dalam sekam.

Tanya Jawab Singkat Seputar Menjaga Kandang Ayam

1. Apakah diperbolehkan menyalakan lampu pijar pemanas terus-menerus di musim hujan?

Sangat diperbolehkan, khususnya bagi kandang anak ayam (DOC) untuk menjaga kehangatan tubuh mereka. Namun, pastikan pantau suhu ruangan agar ayam tidak mengalami dehidrasi karena kepanasan.

2. Apa bahaya utama dari gas amonia yang terjebak di kandang tertutup saat hujan turun?

Amonia tingkat tinggi akan mengiritasi mata, memicu radang pernapasan parah (snot/coryza), menghancurkan silia pelindung paru-paru, dan menurunkan sistem kekebalan tubuh ayam secara drastis.

3. Bolehkah menaburkan kapur bangunan untuk mengeringkan lantai kandang yang sudah telanjur becek?

Sangat dianjurkan. Taburan kapur pertanian (dolomit) sangat aman dan terbukti ampuh mengisap kelebihan air sekaligus mensterilkan lantai dari serbuan bakteri dan jamur pembusuk.

4. Seberapa sering durasi tirai plastik kandang harus diturunkan rapat saat musim hujan?

Tirai hanya boleh diturunkan saat angin kencang berhembus atau hujan turun lebat miring. Saat cuaca kembali tenang dan reda, tirai harus sesegera mungkin digulung naik agar kandang bisa kembali bernapas.

5. Alternatif bahan alas kandang (litter) apa yang paling direkomendasikan saat cuaca ekstrem?

Serutan kayu (wood shavings) dengan tekstur kasar adalah pilihan paling superior di musim hujan, lantaran material ini jauh lebih cepat mengering dan sulit menggumpal jika dikomparasikan dengan sekam padi biasa.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6