Liputan6.com, Jakarta - Memulai usaha ternak ayam kampung tidak selalu harus diawali dengan membeli kandang yang mahal. Bagi pemula yang memiliki halaman rumah, kebun kecil, atau bangunan kosong, tempat yang sudah tersedia bisa dimanfaatkan untuk memelihara ayam.
Namun, ternak ayam kampung tanpa membeli kandang bukan berarti ayam dibiarkan tanpa perlindungan. Ayam tetap membutuhkan tempat berteduh, pakan yang cukup, air minum bersih, dan lingkungan yang mendukung kesehatan.
Dengan pengaturan yang tepat, pemula dapat mencoba pemeliharaan ayam kampung dalam skala kecil sambil mempelajari biaya pakan, perawatan harian, dan tantangan yang mungkin muncul. Panduan Liputan6.com berikut menggabungkan prinsip pemeliharaan ayam, informasi peternakan dari berbagai sumber, serta pendekatan pemeliharaan tanpa sistem umbaran bebas.
Advertisement
1. Pakai Sistem Umbaran atau Semi Intensif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546018/original/072473700_1775268665-7.jpg)
Sebelum memulai, penting untuk membedakan antara tidak membeli kandang jadi dan tidak menyediakan tempat tinggal untuk ayam.
Sistem pemeliharaan ayam kampung di Indonesia dapat berupa umbaran maupun semi intensif. Pada sistem umbaran, ayam dilepas untuk berkeliaran dan biasanya memiliki tempat berlindung sederhana. Sementara itu, sistem semi intensif menggunakan area berpagar yang dilengkapi tempat berteduh.
Bagi pemula di lingkungan rumah, pendekatan yang bisa dipertimbangkan adalah menggunakan halaman berpagar atau area terbatas dengan tempat perlindungan sederhana. Cara ini memungkinkan ayam bergerak lebih leluasa tanpa harus selalu dilepas ke lingkungan sekitar.
Catatan: Tidak membeli kandang jadi bukan berarti menghilangkan kebutuhan akan tempat yang aman. Kandang sederhana atau shelter tetap diperlukan, terutama untuk malam hari, cuaca buruk, dan perlindungan dari predator.
2. Manfaatkan Halaman Rumah sebagai Area Pemeliharaan
Halaman kosong di belakang atau samping rumah dapat menjadi pilihan untuk memulai ternak ayam kampung. Jika area tersebut sudah memiliki pagar, kamu bisa menyesuaikannya sebagai ruang pemeliharaan.
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung menjelaskan bahwa sistem semi intensif dapat menggunakan kandang tipe pekarangan, yaitu lahan yang dikelilingi pagar agar ayam tidak keluar. Di dalam area tersebut disediakan tempat tertutup untuk beristirahat dan berteduh.
Cara menyiapkan halaman
- Pilih lokasi yang tidak mudah tergenang air.
- Pastikan ada area teduh dan perlindungan dari hujan.
- Gunakan pembatas yang sesuai untuk mencegah ayam keluar.
- Sediakan tempat makan dan minum yang mudah dijangkau.
- Sisakan ruang untuk ayam bergerak dan mencari makan.
Tidak perlu langsung membangun struktur yang mahal. Namun, area pemeliharaan harus disesuaikan dengan jumlah ayam dan mudah dibersihkan.
Apakah halaman harus berupa tanah?
Tidak selalu. Tanah bisa digunakan untuk area umbaran terbatas, tetapi kondisi lahan perlu diperhatikan agar tidak terlalu basah atau tercemar kotoran.
Dalam panduan Diperpa Badung, area pekarangan untuk ayam kampung dapat menggunakan tanah dan ditumbuhi hijauan. Tanah juga dapat dikelola agar tidak terlalu padat.
Untuk halaman rumah, jangan sengaja menumbuhkan tanaman yang beracun bagi ayam atau membiarkan area menjadi tempat penumpukan kotoran.
3. Buat Tempat Berlindung dari Bahan yang Sudah Tersedia
Jika tidak ingin membeli kandang jadi, manfaatkan bahan yang tersedia seperti bambu, kayu, jaring, atau atap bekas yang masih layak.
Tempat berlindung tidak harus rumit. Hal yang paling penting adalah melindungi ayam dari hujan, panas, gangguan predator, dan kondisi lingkungan yang berbahaya.
BackYard Chickens menekankan pentingnya tempat pemeliharaan yang terlindung dari cuaca, memiliki lantai yang sesuai, serta menyediakan area teduh dan terkena sinar matahari.
4. Jangan Membiarkan Ayam Tanpa Perlindungan pada Malam Hari
Sistem umbaran tidak sama dengan membiarkan ayam bertahan sendiri tanpa pengawasan. Dalam panduan pemerintah daerah, ayam kampung yang diumbar dilepas pada pagi hari dan dimasukkan ke tempat berlindung menjelang sore. Tempat tersebut berfungsi melindungi ayam dari dinginnya malam dan gangguan manusia.
Untuk pemeliharaan di rumah, kamu bisa mengatur rutinitas agar ayam masuk ke tempat berlindung sebelum malam.
Hal yang perlu diperhatikan:
- Pintu atau akses masuk dapat diamankan.
- Tidak ada celah besar yang mudah dimasuki predator.
- Tempat berteduh tidak bocor.
- Ayam tetap memiliki ruang istirahat yang memadai.
- Area mudah diperiksa dan dibersihkan.
Ayam yang dibiarkan bebas tanpa pengamanan lebih berisiko menghadapi predator dan gangguan lingkungan. Karena itu, sistem pemeliharaan perlu disesuaikan dengan kondisi lokasi.
5. Pilih Sistem Umbaran Terbatas daripada Membiarkan Ayam Berkeliaran Tanpa Kendali
Bagi pemula yang tidak memiliki kandang konvensional, sistem umbaran terbatas dapat menjadi salah satu alternatif.
Dalam sistem ini, ayam memiliki area bergerak yang dibatasi pagar. Mereka bisa mencari makan tambahan di lingkungan tersebut, tetapi pemilik tetap mengatur perlindungan dan kebutuhan harian.
Sistem semi intensif yang dijelaskan Diperpa Badung menggunakan lahan berpagar dan tempat berteduh. Sementara itu, panduan BackYard Chickens membahas cara menjaga ayam tetap aktif dan terstimulasi meskipun tidak dilepas bebas.
Kelebihan area umbaran terbatas
- Ayam tetap memiliki kesempatan bergerak.
- Pemilik lebih mudah mengawasi jumlah dan kondisi ayam.
- Risiko ayam masuk ke jalan atau lahan tetangga dapat dikurangi.
- Pakan dan air minum lebih mudah dikelola.
- Tempat berteduh dapat dibuat sesuai kebutuhan.
Namun, luas area dan jumlah ayam harus disesuaikan. Jangan menganggap halaman berpagar otomatis cukup luas untuk jumlah ternak berapa pun.
Advertisement
6. Atur Luas Tempat agar Ayam Tidak Terlalu Padat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5538238/original/028643100_1774508454-a.jpg)
Salah satu hal yang sering terlewat ketika menghemat biaya kandang adalah kebutuhan ruang. Jika terlalu banyak ayam dimasukkan ke tempat yang sempit, kotoran akan lebih cepat menumpuk dan ayam dapat kesulitan bergerak. Kepadatan juga dapat memperburuk masalah kebersihan dan kesehatan.
Panduan Azure Farm Life menyarankan agar tempat ayam cukup luas untuk mencegah kepadatan, serta memiliki ventilasi dan kebersihan yang baik. Angka luas dalam panduan tersebut ditujukan untuk konteks pemeliharaan ayam yang dibahas penulisnya, sehingga tidak sebaiknya diterapkan mentah-mentah untuk semua kondisi ayam kampung di Indonesia.
Cara menentukan jumlah ayam
Pertimbangkan beberapa hal:
- Luas halaman atau area yang tersedia.
- Ukuran dan usia ayam.
- Apakah ayam berada di luar sepanjang hari atau hanya pada waktu tertentu.
- Kemampuan membersihkan tempat.
- Ketersediaan pakan dan air minum.
Mulailah dengan jumlah yang sesuai kemampuan. Lebih baik memiliki sedikit ayam dengan perawatan teratur daripada terlalu banyak ayam di area yang tidak memadai.
7. Pilih Bibit Ayam Kampung yang Sehat
Setelah tempat siap, langkah berikutnya adalah memilih bibit ayam kampung. Menurut panduan Diperpa Badung, bibit dapat diperoleh dalam bentuk telur, DOC (Day Old Chicken), atau indukan. Jika memilih DOC, ciri yang perlu diperhatikan antara lain tidak cacat, berdiri tegap, mata bersinar, pusar terserap sempurna, dan bulu bersih.
Untuk pemula, pilihan bibit sebaiknya disesuaikan dengan pengalaman dan kemampuan merawat.
Jika memilih DOCÂ anak ayam yang baru menetas memerlukan perawatan khusus, terutama pengaturan suhu, pakan, dan tempat tinggal. Kamu tidak bisa langsung menempatkannya di halaman terbuka tanpa perlindungan yang sesuai.
Pakar UGM, Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Dr. Ir. Heru Sasongko, M.P., IPM., ASEAN Eng., menekankan bahwa tujuh hari pertama merupakan masa penting dalam pemeliharaan ayam kampung. Kebutuhan pakan, suhu, dan tempat tinggal perlu diperhatikan dengan baik. Dalam materi yang diberitakan UGM, suhu brooding disebutkan berada pada kisaran 31–33°C.
Angka tersebut adalah panduan yang perlu disesuaikan dengan umur DOC, kondisi lingkungan, dan sistem pemanasan. Gunakan pemantauan perilaku anak ayam serta panduan teknis peternakan untuk menentukan pengaturan yang tepat.
8. Perhatikan Pakan Ayam Kampung agar Modal Tidak Membengkak
Pakan menjadi salah satu komponen penting dalam biaya ternak ayam kampung. Tidak membeli kandang bukan berarti biaya pakan bisa diabaikan.
Diperpa Badung menjelaskan bahwa ayam kampung yang dipelihara dengan sistem umbaran dapat mencari pakan tambahan sendiri. Dalam sistem tersebut, hijauan dan organisme alami di lingkungan bisa menjadi sumber pakan tambahan. Namun, ketersediaan pakan alami tidak selalu sama dan tidak boleh dianggap mampu memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi ayam.
Jenis pakan yang perlu diperhatikan
- Pakan lengkap yang sesuai umur dan tujuan pemeliharaan.
- Sumber energi dan protein sesuai kebutuhan ayam.
- Pakan tambahan yang aman dan tidak berjamur.
- Air minum yang tersedia dan bersih.
Jangan hanya mengandalkan sisa makanan rumah tangga atau pakan alami. Ayam tetap memerlukan nutrisi yang seimbang agar tumbuh dan berkembang dengan baik.
Apakah ayam kampung cukup diberi pakan alami?
Tidak ada jaminan bahwa pakan alami di halaman mampu mencukupi kebutuhan semua ayam. Jumlah serangga, hijauan, biji-bijian, dan sumber nutrisi lainnya bergantung pada kondisi lahan.
Pemberian pakan tambahan perlu disesuaikan dengan usia ayam, kondisi tubuh, dan sistem pemeliharaan. Untuk pemeliharaan intensif atau semi intensif, jangan mengurangi pakan secara berlebihan hanya demi menekan biaya.
9. Sediakan Air Minum Bersih Setiap Hari
Air minum sering dianggap sebagai kebutuhan sederhana, padahal sangat penting bagi kesehatan ayam. Tempat minum harus diletakkan pada lokasi yang mudah dijangkau dan tidak mudah tercampur kotoran. Periksa air setiap hari, terutama saat cuaca panas.
Panduan Azure Farm Life dan pakar nutrisi unggas, Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., Asean Eng, menekankan pentingnya air segar, pakan bernutrisi, dan kebersihan wadah dalam perawatan ayam.
Tips mengatur tempat minum
- Gunakan wadah yang stabil.
- Bersihkan secara rutin.
- Ganti air ketika kotor.
- Letakkan di area yang terlindung dari hujan berlebihan.
- Sesuaikan jumlah wadah dengan jumlah ayam.
Wadah bekas bisa digunakan jika aman, tidak mudah pecah, dan mudah dicuci. Jangan menggunakan wadah yang pernah menyimpan bahan kimia berbahaya.
10. Jaga Kebersihan dan Ventilasi Tempat Ayam
Tempat ayam yang sederhana tetap perlu dirawat. Kandang atau shelter yang lembap, pengap, dan kotor dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Azure Farm Life merekomendasikan pembersihan alas, pengelolaan kotoran, serta ventilasi yang baik untuk membantu mencegah masalah jamur dan penyakit.
Rutinitas kebersihan
Setiap hari
- Periksa air minum dan pakan.
- Amati perilaku ayam.
- Buang bagian tempat yang terlalu basah atau kotor.
- Periksa keamanan pagar dan shelter.
Secara berkala
- Bersihkan tempat berlindung secara menyeluruh.
- Periksa kondisi lantai dan material kandang.
- Pastikan ventilasi tidak terhalang.
- Kelola kotoran agar tidak menumpuk.
- Jangan menunggu sampai bau menyengat atau ayam terlihat sakit sebelum membersihkan tempat.
11. Berikan Ruang untuk Ayam Bergerak dan Beraktivitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552299/original/022640000_1775805935-unnamed.jpg)
Ayam yang dipelihara di area terbatas tetap membutuhkan kesempatan untuk bergerak, mengais, dan melakukan perilaku alaminya.
Sumber BackYard Chickens menyarankan beberapa bentuk pengayaan lingkungan (enrichment), seperti tempat mandi debu, batang kayu, tumpukan jerami, dan benda yang aman untuk dijelajahi ayam.
Untuk skala rumahan, kamu bisa menyediakan area tanah yang kering atau benda aman yang tidak memiliki ujung tajam. Pastikan semua tambahan di dalam area ayam tidak mengganggu ruang bergerak atau meningkatkan risiko cedera.
Mengapa pengayaan lingkungan penting?
Aktivitas seperti mengais dan mencari makanan membantu ayam beraktivitas. Namun, pengayaan bukan pengganti kebutuhan dasar seperti pakan, ruang yang cukup, air, dan perlindungan.
Pilih benda yang mudah dibersihkan dan periksa secara rutin apabila mulai rusak atau terkontaminasi kotoran.
12. Pisahkan Anak Ayam dari Ayam Dewasa jika Diperlukan
Jika kamu memulai ternak dengan DOC, jangan langsung mencampurkan anak ayam dengan ayam dewasa tanpa persiapan.
Anak ayam memiliki kebutuhan suhu, perlindungan, dan pengelolaan yang berbeda. Pencampuran terlalu dini juga dapat meningkatkan risiko anak ayam terluka atau kesulitan mendapatkan pakan.
Pakar UGM menjelaskan bahwa masa awal setelah menetas memerlukan perhatian terhadap suhu, pakan, dan tempat tinggal.
Sediakan area khusus untuk anak ayam selama masa pemeliharaan awal. Waktu pemindahan ke luar ruangan perlu disesuaikan dengan usia, kondisi bulu, cuaca, dan kemampuan ayam mengatur suhu tubuh.
13. Perhatikan Kesehatan Ayam dan Pencegahan Penyakit
Ternak ayam kampung tidak boleh hanya berfokus pada penghematan modal. Kesehatan ayam juga berpengaruh terhadap biaya perawatan dan hasil pemeliharaan.
Panduan Azure Farm Life menyarankan pemeriksaan kesehatan rutin, memperhatikan kondisi bulu, mata, jengger, dan perilaku ayam. Sumber tersebut juga menekankan pentingnya karantina burung baru sebelum digabungkan dengan kelompok yang sudah ada.
Tanda yang perlu diamati
- Ayam terlihat lemas atau tidak aktif.
- Nafsu makan menurun.
- Perubahan pada kotoran.
- Gangguan pernapasan.
- Perubahan kondisi mata atau bulu.
Tanda-tanda tersebut tidak selalu menunjukkan penyakit tertentu. Jika ayam terlihat sakit atau terjadi kematian yang tidak wajar, mintalah bantuan dokter hewan atau petugas kesehatan hewan.
Jangan memberikan obat atau antibiotik secara sembarangan tanpa arahan yang tepat.
14. Hitung Modal Ternak Ayam Kampung Sebelum Membeli Bibit
Tidak membeli kandang jadi dapat mengurangi salah satu pengeluaran awal, terutama jika kamu sudah mempunyai lahan dan bahan yang bisa digunakan. Namun, modal ternak tetap perlu dihitung secara menyeluruh.
Studi tentang analisis ekonomi dan kelembagaan usaha ternak ayam kampung KUB di Jambi membahas aspek kelayakan finansial dan kelembagaan usaha.
| Kebutuhan | Yang perlu dihitung |
|---|---|
| Bibit | Harga per ekor dan jumlah ayam |
| Pakan | Kebutuhan harian serta biaya per periode |
| Tempat minum dan pakan | Pembelian atau pemanfaatan wadah yang tersedia |
| Pembatas | Bambu, jaring, kayu, atau bahan lain |
| Kebersihan | Perlengkapan dan kebutuhan pembersihan |
| Kesehatan | Pencegahan, pemeriksaan, dan penanganan penyakit |
| Listrik atau pemanas | Jika memelihara DOC dengan sistem brooding |
Cara menghitung modal awal
Gunakan rumus sederhana:
Modal awal = biaya bibit + perlengkapan + bahan tempat + kebutuhan pemeliharaan awal
Biaya pakan dan kesehatan yang dikeluarkan secara berkala sebaiknya dicatat terpisah agar kamu bisa menghitung biaya operasional.
Tidak perlu membuat proyeksi keuntungan yang terlalu tinggi sebelum mengetahui pertumbuhan ayam, biaya pakan, tingkat kematian, dan harga jual di daerahmu.
15. Kenali Hambatan Bisnis Ternak Ayam Kampung
Ternak ayam kampung dapat dilakukan dalam skala rumah tangga, tetapi bukan berarti selalu mudah atau pasti menguntungkan.
Beberapa tantangan yang perlu dipertimbangkan adalah:
Biaya pakan
Jika ayam lebih banyak dipelihara di area terbatas, kebutuhan pakan yang disediakan pemilik dapat meningkat. Ketersediaan pakan alami juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan.
Pertumbuhan dan waktu pemeliharaan
Ayam kampung memiliki karakteristik pertumbuhan dan produktivitas yang berbeda dari ayam ras pedaging. Panduan Diperpa Badung menjelaskan bahwa ayam kampung asli memiliki pertumbuhan yang relatif lambat dan tujuan pemeliharaannya perlu disesuaikan.
Risiko penyakit
Kondisi kebersihan, kualitas bibit, biosekuriti, dan pengelolaan kelompok ayam dapat memengaruhi kesehatan ternak.
Pemasaran
Sebelum menambah jumlah ayam, pertimbangkan siapa calon pembeli dan bagaimana harga jual ditentukan. Jangan mengandalkan asumsi bahwa semua ayam pasti terjual dengan harga tinggi.
Pengelolaan waktu
Ayam membutuhkan perawatan setiap hari. Azure Farm Life menekankan pentingnya rutinitas dan komitmen dalam memelihara ayam.
Advertisement
16. Tentukan Tujuan Ternak: Daging, Telur, atau Pembibitan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330492/original/091120000_1787384292-Cara_menghitung_keuntungan_ternak_ayam_kampung_petelur_bagi_peternak_rumahan_melalui_pengelolaan_pencatatan_pengeluaran_harian.jpg)
Sebelum membeli bibit, tentukan tujuan pemeliharaan. Apakah ingin menjual ayam untuk konsumsi, memelihara indukan, atau mengembangkan usaha telur?
Tujuan tersebut akan memengaruhi pilihan bibit, pakan, sistem pemeliharaan, dan waktu panen. Diperpa Badung menjelaskan bahwa ayam kampung dapat dipelihara untuk daging maupun telur.Â
Jika tujuan utamanya daging
Perhatikan pertumbuhan, biaya pakan, waktu pemeliharaan, dan bobot ayam. Jangan hanya memilih berdasarkan harga bibit yang murah.
Jika tujuan utamanya telur
Pertimbangkan karakteristik ayam, umur mulai bertelur, kebutuhan nutrisi, dan kemampuan menjaga produksi. Ayam kampung asli tidak sama dengan jenis ayam buras yang dikembangkan khusus untuk produktivitas telur lebih tinggi.
Jika ingin pembibitan
Kamu perlu memahami pengelolaan indukan, perkawinan, pengeraman, serta pemeliharaan anak ayam. Sistem pembibitan memerlukan perhatian tambahan dibandingkan sekadar memelihara ayam untuk konsumsi.
17. Tips Memulai Ternak Ayam Kampung dengan Modal Terbatas
Jika baru pertama kali memelihara ayam, lakukan persiapan secara bertahap. Berikut langkah yang bisa digunakan sebagai panduan awal:
Periksa tempat yang tersedia
Tentukan area pemeliharaan, ukur luasnya, dan pastikan aman untuk ayam.
Buat tempat berlindung sederhana
Manfaatkan bahan yang tersedia, tetapi jangan mengabaikan kekuatan struktur, ventilasi, dan perlindungan dari cuaca.
Pilih jumlah bibit yang sesuai
Sesuaikan dengan kemampuan merawat dan kebutuhan tempat.
Siapkan pakan dan air minum
Pastikan kebutuhan harian sudah bisa dipenuhi sebelum ayam datang.
Buat jadwal perawatan
Tentukan waktu untuk memberi pakan, memeriksa ayam, dan membersihkan tempat.
Catat biaya dan hasil pemeliharaan
Simpan catatan pengeluaran agar kamu bisa mengevaluasi perkembangan usaha.Dengan langkah tersebut, pemula dapat memulai dari skala yang lebih terkendali tanpa harus langsung mengeluarkan biaya besar untuk membeli kandang jadi.
Pertanyaan Seputar Cara Ternak Ayam Kampung Tanpa Membeli Kandang
1. Apakah bisa ternak ayam kampung tanpa membeli kandang?
Bisa, jika kamu memanfaatkan tempat yang sudah tersedia atau membuat tempat berlindung sederhana. Ayam tetap memerlukan area yang aman, perlindungan dari cuaca dan predator, serta kebutuhan pakan dan air minum yang terpenuhi.
2. Apakah ternak ayam kampung tanpa kandang cocok untuk pemula?
Bisa menjadi pilihan bagi pemula yang ingin memulai dalam skala kecil. Namun, pemeliharaan tetap membutuhkan perencanaan, kebersihan, dan waktu perawatan setiap hari.
3. Apakah ayam kampung harus selalu diumbar?
Tidak. Ayam kampung dapat dipelihara dengan sistem umbaran, semi intensif, atau sistem pemeliharaan lain yang sesuai. Area berpagar dengan tempat berteduh dapat menjadi alternatif jika ayam tidak dilepas bebas.
4. Bagaimana cara menghemat biaya pakan ayam kampung?
Pilih sistem pemeliharaan dan pakan yang sesuai kebutuhan ayam. Area yang memungkinkan ayam mencari pakan tambahan dapat membantu, tetapi pakan alami tidak selalu mencukupi kebutuhan nutrisi. Tetap sediakan pakan yang sesuai usia dan tujuan pemeliharaan.
5. Apakah bahan bekas bisa digunakan untuk tempat ayam?
Bisa, selama bahan tersebut aman, kuat, tidak memiliki bagian tajam, dan dapat melindungi ayam dari cuaca serta predator. Periksa kondisi bahan sebelum digunakan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358245/original/052346800_1790327542-HOAX__24_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358342/original/058812500_1790333709-cek_fakta_-_bantuan_bibit_ayam_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549897/original/006372400_1775632665-Gemini_Generated_Image_fpw8ndfpw8ndfpw8.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350019/original/017603400_1789552413-q.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347510/original/012418400_1789347672-9ada95e3-17b8-4246-ab66-23f45097489a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330426/original/011237600_1787377579-pexels-79376109-9081154.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345799/original/057337400_1789093908-ternak_ayam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345756/original/070937000_1789091197-51dd233b-9f8a-4461-b052-d5a08b2fc471.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345320/original/022563000_1789029289-HL_lele_ayam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7828740/original/006011200_1780648545-b9376f3f-f73b-4cdf-9e60-9b04f434febe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342242/original/027421400_1788761347-ayan_estetik_5.jpeg)