Liputan6.com, Jakarta - Ayat Al-Qur’an tentang doa Nabi Musa meminta pertolongan Allah merupakan salah satu warisan spiritual paling berharga dalam Al-Qur'an. Doa ini diabadikan sebagai catatan sejarah sekaligus pedoman bagi umat manusia yang menghadapi kesulitan hidup.
Dalam Surat Al-Qashash ayat 24, doa Nabi Musa diucapkan saat ia berada di titik terendah kehidupannya; sendirian di negeri asing, tanpa bekal, kelelahan, dan lapar setelah melarikan diri dari kejaran Firaun. Doa ini menjadi teladan penghambaan seorang nabi kepada Tuhannya, dan hingga kini banyak diamalkan untuk berbagai hajat.
Dalam kitab Hasyiyah al-Sawi 'ala Tafsir al-Jalalain, Imam Ahmad bin Muhammad al-Sawi menjelaskan bahwa Nabi Musa menolong kedua putri Nabi Syu'aib tanpa mengharapkan imbalan apa pun.
Advertisement
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Nabi Musa berjalan meninggalkan Mesir di malam hari menuju Madyan tanpa membawa bekal makanan, kecuali hanya sayuran dan dedaunan pohon, dan berangkat tanpa alas kaki. Sayyid Qutb dalam Fi Zhilalil Quran menggambarkan doa ini sebagai rintihan hati yang mengadu kepada penjagaan yang aman dan teduhan yang hakiki.
Artikel ini akan mengupas tuntas ayat Al-Quran tentang doa Nabi Musa meminta pertolongan Allah, lengkap dengan bacaan Arab, latin, arti, tafsir para ulama, kandungan ayat, serta hikmah yang terkandung di dalamnya.
Bacaan Ayat Al-Quran tentang Doa Nabi Musa Meminta Pertolongan Allah
Arab: فَسَقٰى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلّٰىٓ اِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ اِنِّيْ لِمَآ اَنْزَلْتَ اِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ ٢٤
Latin: Fa saqā lahumā ṡumma tawallā ilaẓ-ẓilli fa qāla rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr
Artinya: “Maka, dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu. Dia kemudian berpindah ke tempat yang teduh, lalu berdoa, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan (rezeki) yang Engkau turunkan kepadaku.’” (QS. Al-Qashash [28]: 24)
Adapun doa inti yang dipanjatkan Nabi Musa adalah:
Arab: رَبِّ اِنِّيْ لِمَآ اَنْزَلْتَ اِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ
Latin: Rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr
Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan (rezeki) yang Engkau turunkan kepadaku.”
Tafsir Ayat Al-Quran tentang Doa Nabi Musa Meminta Pertolongan Allah
Imam al-Sawi dalam Hasyiyah al-Sawi 'ala Tafsir al-Jalalain menjelaskan bahwa doa ini mencerminkan kemuliaan jiwa Nabi Musa yang tidak menyebutkan secara spesifik apa yang ia butuhkan. Ia hanya mengakui kebutuhannya secara mutlak kepada Allah. Al-Sawi juga menyoroti bahwa Nabi Musa bahkan enggan memenuhi undangan Nabi Syu'aib pada awalnya karena ia hanya ingin menghormati undangan tersebut, bukan karena mengharapkan imbalan.
Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur'an al-Azhim menjelaskan bahwa setelah Nabi Musa memberi minum ternak kedua perempuan itu, ia kembali ke tempat yang teduh dan berdoa. Ibnu Abbas mengatakan bahwa Musa berjalan meninggalkan negeri Mesir di malam hari menuju Madyan, sedangkan ia tidak membawa bekal makanan, terkecuali hanya sayuran dan dedaunan pohon.
Dia berangkat tanpa alas kaki. Ketika sampai di negeri Madyan, kedua telapak kakinya sudah terluka. Dalam kondisi seperti itu, doa Nabi Musa bukanlah permintaan spesifik, melainkan pengakuan total akan kebutuhan kepada Allah.
Sayyid Qutb dalam Fi Zhilalil Quran menggambarkan momen ini dengan indah: “Ia berlindung ke tempat yang teduh secara material dan fana bagi tubuhnya, untuk kemudian berteduh ke teduhan yang luas tak terhingga. Teduhan Allah Yang Maha Pemberi.” Dari redaksi tersebut, kita dapat mendengar rintihan hati Nabi Musa dan pengaduannya kepada penjagaan yang aman, tempat perlindungan yang sebenarnya, dan teduhan yang hakiki.
M. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Misbah menekankan aspek linguistik dan relevansi ayat dalam konteks sosial modern. Menurutnya, Nabi Musa dengan sukarela membantu kedua wanita tersebut tanpa mengharapkan balasan. Doa yang ia panjatkan setelahnya menunjukkan betapa pentingnya nilai-nilai etika sosial dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan untuk menjaga kehormatan dan martabat masing-masing.
Kandungan Ayat Al-Quran tentang Doa Nabi Musa Meminta Pertolongan Allah
1. Keikhlasan dalam Berbuat Baik
Nabi Musa menolong kedua putri Nabi Syu'aib tanpa mengharapkan balasan. Ia tidak menyebutkan jasa atau meminta imbalan. Sikap ini mengajarkan bahwa amal kebaikan sejati adalah yang dilakukan semata-mata karena Allah, bukan karena pamrih atau harapan akan pujian manusia. Dalam Hasyiyah al-Sawi dijelaskan bahwa Nabi Musa bahkan enggan memenuhi undangan Nabi Syu'aib pada awalnya karena ia hanya ingin menghormati undangan tersebut.
2. Adab dalam Berdoa
Meskipun dalam kondisi sangat membutuhkan, Nabi Musa tidak meminta secara spesifik. Ia hanya mengakui kebutuhannya kepada Allah dengan kalimat yang penuh kerendahan hati. Ini menunjukkan bahwa doa yang paling baik adalah doa yang disertai pengakuan akan kelemahan diri dan penyerahan total kepada Allah. Al-Sawi menyoroti bahwa kalimat “limā anzalta ilayya min khairin faqīr” mengandung pengakuan bahwa manusia adalah hamba yang faqir di hadapan Allah.
3. Tawakal Setelah Ikhtiar
Nabi Musa terlebih dahulu berusaha menolong kedua perempuan itu dengan mengangkat batu dan memberi minum ternak. Setelah ikhtiar maksimal dilakukan, barulah ia berdoa dan bertawakal. Ayat ini mengajarkan bahwa doa bukanlah pengganti usaha, melainkan pelengkap dari usaha yang telah dilakukan. Dalam Tafsir Al-Muyassar dijelaskan bahwa Nabi Musa sangat membutuhkan kebaikan apa pun yang Allah berikan, seperti makanan, karena ia sudah didera rasa lapar.
4. Kebutuhan Mutlak kepada Allah
Kalimat “limā anzalta ilayya min khairin faqīr” mengandung pengakuan bahwa manusia, sekuat dan sehebat apa pun, tetap membutuhkan pertolongan Allah. Nabi Musa yang dikenal kuat dan perkasa—mampu mengangkat batu yang biasanya diangkat sepuluh orang—tetap mengakui bahwa dirinya adalah hamba yang faqir di hadapan Allah.
5. Kebaikan yang Tidak Terduga
Setelah doa ini, Allah mengabulkan permohonan Nabi Musa dengan cara yang tidak ia duga: ia diundang ke rumah Nabi Syu'aib, diberi makan, dan kemudian dinikahkan dengan salah satu putrinya. Ini menunjukkan bahwa Allah sering kali memberikan kebaikan jauh lebih besar dari apa yang diminta hamba-Nya. Dalam buku 365 Doa dan Zikir karya Deden Syarif Hidayat yang diterbitkan Mizan, doa ini disebut sebagai doa memohon rezeki yang baik.
Doa-Doa Nabi Musa AS Lainnya dalam Al-Qur’an
1. Doa Memohon Keselamatan dari Kaum Zalim (QS Al-Qashash: 21)
Arab: فَخَرَجَ مِنْهَا خَاۤىِٕفًا يَّتَرَقَّبُ ۖقَالَ رَبِّ نَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ ࣖ
Latin: Fa kharaja min-hā khā'ifay yataraqqabu qāla rabbi najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn
Artinya: "Maka keluarlah dia (Musa) dari kota itu dengan rasa takut, waspada (kalau ada yang menyusul atau menangkapnya), dia berdoa, 'Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu.'" (QS Al-Qashash: 21)
2. Doa Memohon Kemudahan dan Kelapangan Dada (QS Taha: 25-28)
Arab: قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِيْ صَدْرِيْ ۙوَيَسِّرْ لِيْٓ اَمْرِيْ ۙوَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ ۙيَفْقَهُوْا قَوْلِيْ
Latin: Qāla rabbisyraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī waḥlul 'uqdatam mil lisānī yafqahụ qaulī
Artinya: "Dia (Musa) berkata, 'Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.'" (QS Taha: 25-28)
3. Doa Memohon Kebaikan dan Rezeki (QS Al-Qashash: 24)
Arab: فَسَقٰى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلّٰىٓ اِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ اِنِّيْ لِمَآ اَنْزَلْتَ اِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ
Latin: Fa saqā lahumā ṡumma tawallā ilaẓ-ẓilli fa qāla rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr
Artinya: "Maka, dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu. Dia kemudian berpindah ke tempat yang teduh, lalu berdoa, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan (rezeki) yang Engkau turunkan kepadaku.'" (QS Al-Qashash: 24)
4. Doa Memohon Ampunan (QS Al-Qashash: 16)
Arab: رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي
Latin: Rabbi innī ẓalamtu nafsī fagfir lī
Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku." (QS Al-Qashash: 16)
5. Doa Umat Nabi Musa Memohon Perlindungan (QS Yunus: 85-86)
Arab: رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ ۙوَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
Latin: Rabbanā lā taj'alnā fitnatal lil-qaumiẓ-ẓālimīn, wa najjinā biraḥmatika minal-qaumil-kāfirīn
Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi kaum yang zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari orang-orang kafir." (QS Yunus: 85-86)
Hikmah Memahami Ayat Al-Quran tentang Doa Nabi Musa Meminta Pertolongan Allah
1. Mengajarkan Keikhlasan dan Ketulusan dalam Menolong
Nabi Musa menolong kedua putri Nabi Syu'aib tanpa mengharapkan balasan. Ini menjadi pelajaran bahwa setiap kebaikan seharusnya dilakukan dengan tulus, bukan karena mengharapkan imbalan atau pujian. Keikhlasan adalah kunci dari setiap amal yang bernilai di sisi Allah. Nadirsyah Hosen menekankan bahwa Musa yang tengah kesulitan malah mendahulukan menolong orang lain dengan ikhlas tanpa meminta ganjaran dan balasan apa pun.
2. Menumbuhkan Sikap Tawakal dan Berserah Diri kepada Allah
Doa Nabi Musa mengajarkan bahwa ketika semua usaha telah dilakukan, langkah berikutnya adalah bertawakal kepada Allah. Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, melainkan menyerahkan hasil kepada Allah setelah berusaha semaksimal mungkin. Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar menekankan bahwa kesabaran dan ketekunan dalam menghadapi kesulitan adalah kunci dari ketergantungan kepada Allah.
3. Menghidupkan Adab dalam Berdoa
Nabi Musa tidak meminta secara spesifik dalam doanya. Ia hanya mengakui kebutuhannya kepada Allah. Ini mengajarkan bahwa doa yang baik adalah doa yang disertai kerendahan hati dan pengakuan akan kebesaran Allah. Adab dalam berdoa menjadi cerminan kualitas iman seseorang. Nadirsyah Hosen menyebutkan bahwa Musa berdoa dengan akhlak yang mulia di saat amat membutuhkan pertolongan Allah, tanpa menyalahkan Allah atas nasibnya dan tanpa menuntut berlebihan.
4. Menyadari Bahwa Kebutuhan kepada Allah Bersifat Mutlak
Sekuat dan sehebat apa pun manusia, ia tetap membutuhkan pertolongan Allah. Nabi Musa yang mampu mengangkat batu besar sendirian tetap mengakui bahwa dirinya adalah hamba yang faqir di hadapan Allah. Kesadaran ini menjadi dasar dari sikap rendah hati dan tidak sombong.
5. Meyakini Bahwa Allah Memberi Kebaikan di Waktu yang Tepat
Setelah berdoa, Nabi Musa tidak langsung mendapatkan apa yang ia butuhkan. Namun, Allah kemudian memberinya kebaikan yang jauh lebih besar dari apa yang ia bayangkan: tempat tinggal, makanan, keluarga, dan bahkan tongkat yang kelak menjadi mukjizat. Hikmah ini mengajarkan bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik pada waktu yang tepat.
Pertanyaan Seputar Doa Nabi Musa
1. Apa doa Nabi Musa meminta pertolongan Allah?
Doa Nabi Musa meminta pertolongan Allah yang paling masyhur adalah “Rabbi innī limā anzalta ilayya min khairin faqīr”, yang artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan (rezeki) yang Engkau turunkan kepadaku” (QS. Al-Qashash: 24). Selain itu, Nabi Musa juga berdoa “Rabbi najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn” (QS. Al-Qashash: 21) dan “Rabbisyraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī” (QS. Thaha: 25-28).
2. Mengapa Nabi Musa berdoa di tempat yang teduh?
Nabi Musa berdoa di tempat yang teduh karena ia ingin beristirahat setelah menolong kedua putri Nabi Syu'aib. Saat itu ia dalam kondisi sangat lapar dan kelelahan setelah perjalanan panjang dari Mesir ke Madyan. Dalam Tafsir Kementerian Agama RI dijelaskan bahwa di tempat itu Musa mencoba mengingat kembali aneka nikmat yang telah dianugerahkan kepadanya.
3. Apa hikmah dari doa Nabi Musa meminta pertolongan Allah?
Hikmahnya antara lain: mengajarkan keikhlasan dalam menolong, menumbuhkan tawakal setelah ikhtiar, menghidupkan adab dalam berdoa, menyadari kebutuhan mutlak kepada Allah, dan meyakini bahwa Allah memberi kebaikan di waktu yang tepat.
4. Apakah doa Nabi Musa bisa diamalkan untuk meminta jodoh?
Ya, sebagian umat Islam mengamalkan doa ini sebagai ikhtiar batin untuk memohon jodoh. Dalam buku 365 Doa dan Zikir karya Deden Syarif Hidayat yang diterbitkan Mizan, doa ini disebut sebagai doa memohon rezeki yang baik. KH Sujadi dari NU juga menyebut doa Nabi Musa sebagai salah satu amalan mustajab untuk mendapatkan jodoh.
5. Apa makna kata “faqīr” dalam doa Nabi Musa?
Kata faqīr dalam ayat ini berarti “sangat membutuhkan” atau “faqir” dalam arti membutuhkan pertolongan Allah. Nabi Musa mengakui bahwa dirinya tidak memiliki daya dan kekuatan tanpa pertolongan Allah. Makna “faqir” dalam doa tersebut bukan sekadar miskin secara materi, tetapi juga menunjukkan kebutuhan total manusia terhadap rahmat Allah SWT.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362845/original/009810400_1790832367-cek_fakta_-_bibit_ikan_tawar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362823/original/015208400_1790831366-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-01T120806.334.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3912867/original/070770300_1643009764-20220124-Kapolri-raker-dengan-komisi-III-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334325/original/020353700_1787832097-cek_fakta_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2241544/original/039258100_1528334197-20180606-Muslim-Afghanistan-Berburu-Berkah-Lailatul-Qadar-AP-4.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362028/original/019201300_1790755855-IMG-20260929-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362854/original/027610700_1790832834-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362859/original/048278600_1790833140-Id_rather_lie_xoxo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463465/original/075219600_1767615770-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362876/original/096743700_1790833732-017734300_1790833251-IMG-20261001-WA0018.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3445666/original/006882000_1619937312-ilustrasi-narkoba-140623-andri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362458/original/002168100_1790788531-1000650947.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362807/original/074332800_1790830706-1000650526.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362673/original/086865700_1790827383-IMG-20261001-WA0000.jpg)