Liputan6.com, Jakarta - Ikhlas merupakan salah satu amalan hati yang memiliki kedudukan sangat penting dalam Islam. Banyak orang berlomba-lomba melakukan berbagai bentuk ibadah dan kebaikan, mulai dari salat, sedekah, membantu sesama, hingga bekerja mencari nafkah. Namun, semua amal tersebut tidak akan memiliki nilai sempurna di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala apabila tidak dilandasi dengan niat yang tulus karena-Nya. Oleh sebab itu, menjaga keikhlasan menjadi tugas yang harus terus dilakukan oleh setiap muslim sepanjang hidupnya.
Melalui khutbah Jumat bertema Ikhlas: Meluruskan Niat dalam Setiap Amal, jemaah diajak untuk kembali merenungkan tujuan dari setiap aktivitas yang dilakukan setiap hari. Khutbah ini mengingatkan bahwa Allah tidak hanya melihat banyaknya amal, tetapi juga memperhatikan isi hati dan niat setiap hamba. Dengan hati yang ikhlas, ibadah menjadi lebih bermakna, pekerjaan menjadi bernilai pahala, dan kehidupan terasa lebih tenang karena tidak lagi bergantung pada penilaian manusia.
Berikut khutbah Jumat ikhlas: meluruskan niat dalam setiap amal, dirangkum Liputan6.com pada Kamis (2/7/2026).Â
Advertisement
Apa Itu Ikhlas dalam Islam?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5145757/original/060582900_1740732778-muslim-praying-sujud-posture_53876-25222.jpg)
Ikhlas dalam Islam berarti memurnikan niat dan tujuan hanya untuk mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala tanpa mengharapkan pujian, sanjungan, kedudukan, ataupun keuntungan duniawi. Setiap amal yang dilakukan seorang muslim hendaknya diniatkan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, sehingga apa pun hasil yang diperoleh tidak mengubah semangatnya untuk terus berbuat baik.
Dalam Al-Qur'an, Allah memerintahkan hamba-Nya agar beribadah dengan penuh keikhlasan. Keikhlasan menjadi pembeda antara amal yang diterima dengan amal yang hanya tampak baik di hadapan manusia. Karena itu, para ulama sering mengingatkan bahwa memperbaiki niat jauh lebih penting daripada sekadar memperbanyak amal apabila hati belum benar-benar bersih.
Keikhlasan juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seorang guru yang mengajar dengan penuh tanggung jawab, pedagang yang jujur, pegawai yang bekerja secara amanah, maupun orang tua yang mendidik anak dengan kasih sayang dapat memperoleh pahala apabila seluruh aktivitas tersebut dilakukan semata-mata karena Allah. Dengan demikian, setiap aspek kehidupan seorang muslim dapat berubah menjadi ladang ibadah.
Advertisement
1. Khutbah Jumat: Ikhlas, Meluruskan Niat dalam Setiap Amal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210968/original/055759100_1746521381-WhatsApp_Image_2025-05-06_at_15.43.30.jpeg)
Khutbah Pertama
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Nahmaduhu wa nasta'inuhu wa nastaghfiruh, wa na'udzu billahi min syururi anfusina wa min sayyi'ati a'malina. May yahdihillahu fala mudhilla lah, wa may yudhlil fala hadiya lah. Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli wa sallim wa barik 'ala Sayyidina Muhammad, wa 'ala alihi wa ashhabihi ajma'in.
Amma ba'du.
Jemaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya tampak pada banyaknya amal yang kita lakukan, tetapi juga pada lurusnya niat yang melandasi setiap amal tersebut. Sebab, amal yang besar di mata manusia belum tentu bernilai di sisi Allah apabila kehilangan keikhlasan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama."(QS. Al-Bayyinah: 5).
Jemaah yang dimuliakan Allah,
Ikhlas adalah memurnikan tujuan beribadah hanya untuk mencari ridha Allah semata, tanpa mengharapkan pujian, sanjungan, kedudukan, ataupun keuntungan duniawi. Orang yang ikhlas tetap beramal meskipun tidak ada seorang pun yang melihatnya. Ia yakin bahwa penilaian Allah jauh lebih penting daripada penilaian manusia.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan."(HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menjadi dasar penting bahwa niat menentukan kualitas sebuah amal. Dua orang dapat melakukan ibadah yang sama, namun balasan yang diterima bisa sangat berbeda karena perbedaan niat dalam hati mereka.
Jemaah Jumat rahimakumullah,
Pada zaman sekarang, menjaga keikhlasan menjadi tantangan yang semakin berat. Kemudahan berbagi aktivitas di media sosial sering kali membuat seseorang tanpa sadar lebih sibuk membangun citra daripada memperbaiki hati. Amal saleh dipublikasikan bukan lagi untuk menginspirasi, melainkan agar memperoleh pujian, pengakuan, atau popularitas.
Padahal, penyakit riya merupakan salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengingatkan umatnya tentang syirik kecil, yaitu riya, ketika seseorang beribadah agar dipandang manusia.
Karena itu, marilah kita senantiasa mengoreksi niat sebelum beramal, ketika sedang beramal, dan setelah menyelesaikan amal. Jangan sampai amal yang telah kita kumpulkan bertahun-tahun menjadi sia-sia hanya karena tercampur keinginan mendapatkan pujian manusia.
Jemaah yang berbahagia,
Ada beberapa cara agar kita mampu menjaga keikhlasan.
Pertama, memperbanyak mengingat bahwa Allah Maha Mengetahui isi hati setiap hamba. Tidak ada niat yang tersembunyi dari pengawasan-Nya.
Kedua, memperbanyak amal-amal yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Amal yang tidak diketahui orang lain sering kali lebih mudah dijaga keikhlasannya.
Ketiga, tidak terlalu memikirkan pujian ataupun celaan manusia. Orang yang ikhlas akan tetap istiqamah dalam kebaikan, baik dipuji maupun diabaikan.
Keempat, senantiasa berdoa kepada Allah agar diberikan hati yang bersih dan niat yang lurus, karena hati manusia berada dalam kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu memperbaiki niat dalam setiap amal sehingga seluruh ibadah yang kita lakukan diterima sebagai amal saleh.
Aqulu qauli hadza, wa astaghfirullahal 'azhim li wa lakum wa lisa'iril muslimin, fastaghfiruhu innahu huwal ghafurur rahim.
Khutbah Kedua
Alhamdulillahi rabbil 'alamin, hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi kama yuhibbu Rabbuna wa yardha. Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Sayyidana Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli wa sallim wa barik 'alaihi wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.
Jemaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita terus menjaga ketakwaan kepada Allah dengan memperbaiki kualitas amal, bukan hanya memperbanyak jumlahnya. Amal yang sedikit tetapi ikhlas lebih dicintai Allah daripada amal yang banyak namun dipenuhi riya dan kesombongan.
Jadikan setiap pekerjaan yang halal sebagai ladang ibadah dengan menghadirkan niat karena Allah. Seorang pedagang yang jujur, guru yang mendidik dengan tulus, pegawai yang bekerja amanah, orang tua yang mendidik anak dengan penuh tanggung jawab, hingga siapa pun yang menjalankan tugasnya karena Allah, semuanya dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar.
Marilah kita memohon kepada Allah agar diberikan hati yang bersih, dijauhkan dari sifat riya, sum'ah, ujub, dan segala penyakit hati yang dapat merusak amal.
Allahummaghfir lil mu'minina wal mu'minat, wal muslimina wal muslimat, al-ahya'i minhum wal amwat.
Allahumma inna nas'alukal ikhlasha fil qauli wal 'amal, wa nas'aluka qalban saliman, wa 'amalan mutaqabbalan, wa rizqan thayyiban, wa 'ilman nafi'an.
Allahumma tahhir qulubana minan nifaq, wa a'malana minar riya', wa alsinatana minal kadzib, wa a'yunana minal khiyanah, fa innaka ta'lamu kha'inatal a'yuni wa ma tukhfis shudur.
Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina 'adzaban nar.
Wa shallallahu 'ala Sayyidina Muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.
Innallaha ya'muru bil 'adli wal ihsan wa ita'i dzil qurba wa yanha 'anil fahsya'i wal munkari wal baghy, ya'izhukum la'allakum tadzakkarun.
Fadzkurullahal 'azhima yadzkurkum, wasykuruhu 'ala ni'amihi yazidkum, wa ladzikrullahi akbar, wallahu ya'lamu ma tashna'un.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
2. Khutbah Jumat: Menjaga Keikhlasan agar Amal Diterima Allah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8928872/original/025774600_1782959320-82532ee3-e4f3-4127-bafa-ad327a991c55.jpg)
Khutbah Pertama
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Nahmaduhu wa nasta'inuhu wa nastaghfiruh, wa na'udzu billahi min syururi anfusina wa min sayyi'ati a'malina. May yahdihillahu fala mudhilla lah, wa may yudhlil fala hadiya lah. Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli wa sallim wa barik 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.
Amma ba'du.
Jemaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ketakwaan tidak hanya diukur dari banyaknya amal yang kita lakukan, tetapi juga dari kebersihan niat yang ada di dalam hati. Amal yang tampak sederhana dapat menjadi sangat besar nilainya apabila dilakukan dengan ikhlas, sedangkan amal yang besar dapat menjadi sia-sia apabila dikerjakan demi pujian manusia.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa niat adalah pondasi setiap ibadah. Oleh karena itu, sebelum melaksanakan salat, bersedekah, menolong sesama, ataupun bekerja mencari nafkah, hendaknya kita selalu bertanya kepada diri sendiri, "Apakah semua ini benar-benar karena Allah?"
Jemaah yang dimuliakan Allah,
Salah satu ujian terbesar dalam beramal adalah riya, yaitu melakukan kebaikan agar dipuji dan dihormati manusia. Riya dapat menghapus pahala amal apabila tidak segera disadari dan diperbaiki. Karena itu, biasakanlah melakukan sebagian amal secara sembunyi-sembunyi agar hati semakin terlatih untuk ikhlas.
Semoga Allah menjaga hati kita, meluruskan niat kita, dan menerima seluruh amal ibadah yang kita lakukan.
Aqulu qauli hadza, wa astaghfirullahal 'azhim li wa lakum wa lisa'iril muslimin, fastaghfiruhu innahu huwal ghafurur rahim.
Khutbah Kedua
Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli wa sallim wa barik 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.
Jemaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita jadikan keikhlasan sebagai bekal utama dalam setiap amal. Janganlah kita mencari penilaian manusia, tetapi carilah ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala. Jika Allah telah ridha kepada kita, maka itulah keberuntungan yang sesungguhnya.
Mari kita senantiasa berdoa agar hati kita dijauhkan dari riya, sum'ah, dan sifat ingin dipuji, serta diberi kekuatan untuk istiqamah dalam kebaikan.
Allahummaghfir lil mu'minina wal mu'minat, wal muslimina wal muslimat, al-ahya'i minhum wal amwat.
Allahumma aslih qulubana, wa akhlis niyyatana, wa taqabbal minna shalihal a'mal.
Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina 'adzaban nar.
Wa shallallahu 'ala Sayyidina Muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.
Innallaha ya'muru bil 'adli wal ihsan wa ita'i dzil qurba wa yanha 'anil fahsya'i wal munkari wal baghy, ya'izhukum la'allakum tadzakkarun.
Fadzkurullahal 'azhima yadzkurkum, wasykuruhu 'ala ni'amihi yazidkum, wa ladzikrullahi akbar, wallahu ya'lamu ma tashna'un.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Advertisement
3. Khutbah Jumat: Ikhlas dalam Kehidupan Sehari-hari sebagai Jalan Meraih Ridha Allah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5210969/original/067795200_1746521381-48245f82-ed09-40ef-883e-a15efe7e07c5.jpg)
Khutbah Pertama
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Nahmaduhu wa nasta'inuhu wa nastaghfiruh, wa na'udzu billahi min syururi anfusina wa min sayyi'ati a'malina. May yahdihillahu fala mudhilla lah, wa may yudhlil fala hadiya lah. Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli wa sallim wa barik 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.
Amma ba'du.
Jemaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Salah satu tanda ketakwaan adalah memiliki hati yang ikhlas dalam menjalani kehidupan. Ikhlas bukan hanya dibutuhkan ketika beribadah di masjid, tetapi juga saat bekerja, belajar, berdagang, mendidik anak, membantu tetangga, hingga menjalankan setiap amanah yang Allah titipkan kepada kita.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Surah Al-Bayyinah ayat 5 yang artinya:
"Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama."
Ayat ini mengajarkan bahwa seluruh amal akan bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar. Seorang pencari nafkah yang bekerja dengan jujur demi memenuhi kebutuhan keluarga, seorang pelajar yang belajar untuk memberi manfaat bagi umat, atau seorang ibu yang merawat anak-anaknya dengan penuh kasih sayang, semuanya dapat menjadi ibadah apabila dilakukan dengan ikhlas karena Allah.
Jemaah yang dimuliakan Allah,
Keikhlasan juga membuat hati menjadi tenang. Orang yang ikhlas tidak mudah kecewa ketika jasanya tidak dihargai, tidak mudah marah ketika usahanya tidak dipuji, dan tidak berhenti berbuat baik hanya karena tidak mendapat pengakuan. Ia yakin bahwa Allah Maha Melihat setiap amal sekecil apa pun.
Oleh sebab itu, marilah kita membiasakan diri meluruskan niat setiap memulai pekerjaan. Semoga setiap langkah dan aktivitas kita menjadi amal saleh yang diterima di sisi Allah.
Aqulu qauli hadza, wa astaghfirullahal 'azhim li wa lakum wa lisa'iril muslimin, fastaghfiruhu innahu huwal ghafurur rahim.
Khutbah Kedua
Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli wa sallim wa barik 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.
Jemaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita membawa semangat keikhlasan ke dalam kehidupan sehari-hari. Awali setiap pekerjaan dengan niat mencari ridha Allah, laksanakan dengan penuh tanggung jawab, lalu serahkan hasilnya kepada-Nya. Dengan demikian, hidup akan terasa lebih ringan, hati menjadi lebih lapang, dan setiap aktivitas memiliki nilai ibadah.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala mengaruniakan kepada kita hati yang ikhlas, menjauhkan kita dari sifat riya dan sum'ah, serta menerima seluruh amal kebaikan yang kita lakukan.
Allahummaghfir lil mu'minina wal mu'minat, wal muslimina wal muslimat, al-ahya'i minhum wal amwat.
Allahumma ij'al a'malana kullaha shalihah, waj'alha li wajhika khalishah, wa la taj'al li ahadin fiha syai'a.
Allahumma habbib ilainal ikhlasha fit tha'ah, wa jannibna minar riya' was sum'ah, wa waffiqna lima tuhibbu wa tardha.
Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina 'adzaban nar.
Wa shallallahu 'ala Sayyidina Muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.
Innallaha ya'muru bil 'adli wal ihsan wa ita'i dzil qurba wa yanha 'anil fahsya'i wal munkari wal baghy, ya'izhukum la'allakum tadzakkarun.
Fadzkurullahal 'azhima yadzkurkum, wasykuruhu 'ala ni'amihi yazidkum, wa ladzikrullahi akbar, wallahu ya'lamu ma tashna'un.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Khutbah Jumat Ikhlas
1. Apa yang dimaksud ikhlas dalam Islam?
Ikhlas adalah memurnikan niat beribadah dan beramal hanya untuk mengharap ridha Allah tanpa mengharapkan pujian manusia.
2. Mengapa niat sangat penting dalam setiap amal?
Karena Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap amal bergantung pada niat, sehingga niat menentukan nilai sebuah amal di sisi Allah.
3. Apa perbedaan ikhlas dan riya?
Ikhlas dilakukan karena Allah, sedangkan riya dilakukan agar mendapatkan pujian atau pengakuan dari manusia.
4. Bagaimana cara melatih sikap ikhlas?
Dengan selalu meluruskan niat, memperbanyak amal secara sembunyi-sembunyi, serta tidak bergantung pada penilaian orang lain.
5. Apakah bekerja mencari nafkah bisa menjadi ibadah?
Bisa. Selama dilakukan dengan cara yang halal dan diniatkan untuk mencari ridha Allah serta memenuhi tanggung jawab kepada keluarga, bekerja juga bernilai ibadah.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8928545/original/069471700_1782959067-ChatGPT_Image_Jul_2__2026__09_23_09_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8948009/original/065624600_1782969040-PPG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3457538/original/038165100_1621227090-13092.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2292498/original/072108900_1532605069-20180726-Cuaca-Panas-Amerika-Serikat-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8939118/original/063358300_1782965034-smkn-1-gantar-p7_hM07ju-k-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8945407/original/086678500_1782967794-b11593b9-b0df-4bea-bd91-3e0e2fe3a679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4558919/original/018702500_1693482839-Prajabatan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8944213/original/077238800_1782967324-HUTRI81_FA_Logo_8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8939114/original/029383300_1782965034-husniati-salma-ldkHWg5s3Ec-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8940675/original/078373600_1782965724-ChatGPT_Image_Jul_2__2026__11_13_14_AM.jpg)