Kumpulan Doa ketika Memulai Aktivitas di Pagi Hari Sesuai Sunnah, Berkah Sepanjang Hari

Islam sangat menganjurkan agar setiap perbuatan diiringi zikir.

Diterbitkan 01 Juli 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mengamalkan doa ketika memulai aktivitas di pagi hari sesuai sunnah menjadi ikhtiar seorang muslim untuk memohon perlindungan dan kelancaran dari Allah SWT sebelum bekerja, belajar atau kegiatan rutin lainnya. Pagi hari merupakan momen penting yang menentukan produktivitas dan keberkahan sepanjang hari.

Islam sangat menganjurkan agar setiap perbuatan diiringi zikir. Dalam hadis riwayat Ibnu Majah, Rasulullah SAW memberikan peringatan bahwa setiap perkara penting yang tidak diawali dengan mengingat Allah, maka amalan tersebut terputus dari keberkahan.

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menjelaskan bahwa doa awal hari adalah manifestasi tawakal yang menghubungkan aktivitas duniawi seorang hamba dengan rida Ilahi. Rutinitas spiritual ini membentengi jiwa dari kelalaian. Ulasan berikut akan mengupas tuntas ragam doa pagi tersebut.

Merangkum berbagai sumber kredibel, berikut ini adalah doa ketika memulai aktivitas di pagi hari sesuai sunnah. Simak selengkapnya.

1. Doa Memulai Pagi: Pengakuan Ketergantungan kepada Allah

Ini adalah doa pagi yang paling masyhur dan diriwayatkan oleh banyak sahabat. Abu Hurairah RA meriwayatkan sejumlah doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW yang dibaca ketika pagi hari sebagaimana dikutip oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar halaman 63.

Teks Arab: اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Latin: Allāhumma bika ashbahnā, wa bika amsainā, wa bika nahyā, wa bika namūtu, wa ilaikan nusyūru.

Artinya: "Ya Allah, dengan-Mu aku berpagi hari, dengan-Mu aku bersore hari, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati. Hanya kepada-Mu (kami) kembali." (HR Abu Dawud, At-Turmudzi, Ibnu Majah, dan lainnya).

Doa ini mengajarkan pengakuan bahwa segala sesuatu; kehidupan, kematian, dan setiap hembus nafas, berada sepenuhnya dalam genggaman Allah. Mengawali pagi dengan pengakuan ini akan membentuk kesadaran bahwa setiap aktivitas yang akan dilakukan adalah dalam naungan dan izin-Nya.

2. Doa Memohon Ilmu, Rezeki, dan Amal yang Diterima

Doa ini diriwayatkan dari Ummu Salamah RA dan tercantum dalam riwayat Ibnu Majah. Rasulullah SAW apabila memasuki waktu pagi membaca doa berikut:

Teks Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Latin: Allāhumma innī as’aluka ‘ilman nāfi‘an, wa rizqan ṭayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan.

Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang Engkau terima." (HR Ibnu Majah).

Doa singkat ini memuat tiga permohonan mendasar yang menjadi pilar kehidupan seorang mukmin: ilmu, rezeki, dan amal.

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menjelaskan bahwa doa ini merupakan salah satu dzikir sunnah yang diajarkan oleh Nabi dan sangat beragam macamnya, di antaranya adalah permohonan ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima.

Dalam Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali dijelaskan bahwa ilmu yang tidak diamalkan justru dapat menjadi hujah yang memberatkan di hadapan Allah. Rezeki yang Baik (rizqan ṭayyiban): Kata "thayyib" tidak hanya berarti halal, tetapi juga bersih, layak, dan membawa keberkahan.

Amal yang Diterima (‘amalan mutaqabbalan): Amal yang diterima adalah amal yang ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

3. Doa Perlindungan Pagi: Benteng dari Kejahatan Makhluk

a. Perlindungan dengan Kalimat Allah yang Sempurna

Imam Nawawi dalam Al-Adzkar mengutip doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW di pagi hari:

Teks Arab: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Latin: A‘ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min syarri mā khalaq.

Artinya: "Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan ciptaan-Nya."

Doa ini dibaca tiga kali di pagi hari untuk memohon perlindungan dari segala kejahatan makhluk Allah.

b. Perlindungan dengan Asma Allah

Teks Arab: بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ

Latin: Bismillāhil ladzī lā yadhurru ma‘as mihī syai’un fil ardhi wa lā fis samā’i wa huas samī‘ul ‘alīm.

Artinya: "Dengan nama Allah, Zat yang apa pun di bumi dan di langit tidak mudharat dengan asma-Nya. Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui."

Doa ini juga dibaca tiga kali di pagi hari. Dengan izin Allah, seorang hamba akan terlindungi dari berbagai marabahaya sepanjang hari.

c. Perlindungan dari Kejahatan Nafsu dan Setan

Teks Arab: اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَمَوَاتِ وَالأَرْضِ، عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ

Latin: Allāhumma fāthiras smāwāti wal ardhi, ‘ālimal ghaibi was syahādah, rabba kulli syai’in wa malīkah, asyhadi an lā ilāha illā anta. A‘ūdzu bika min syarri nafsī wa syarris syathāni wa syirkih.

Artinya: "Tuhanku, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui hal yang gaib dan nyata, Tuhan dan Penguasa segala sesuatu. Aku bersaksi tiada tuhan selain Kau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan nafsuku, kejahatan setan, dan sekutunya."

Doa ini mengajarkan bahwa musuh terbesar manusia tidak hanya datang dari luar (setan), tetapi juga dari dalam diri sendiri (nafsu). Dengan memohon perlindungan dari keduanya sekaligus, seorang hamba mempersiapkan benteng yang kokoh untuk menjalani aktivitas sepanjang hari.

Doa Pagi yang Lebih Panjang (Diriwayatkan Ibnu Mas‘ud)

Imam An-Nawawi juga mengutip doa pagi Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh sahabat Ibnu Mas‘ud dalam Shahih Muslim:

Teks Arab: أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الملْكُ للهِ، وَالحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الملْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الكَسْلِ وَسُوْءِ الكِبَرِ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي القَبْرِ

Latin: Ashbahnā wa ashbahal mulku lillāhi wal hamdu lillāhi, lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alā kulli syai‘in qadīr. Rabbi, as’aluka khaira mā fī hādzihil lailata wa khaira mā ba‘dahā, wa a‘ūdzu bika min syarri mā fī hādzihil lailata wa syarri mā ba‘dahā. Rabbi, a‘ūdzu bika minal kasli wa sū’il kibari. A‘ūdzu bika min ‘adzābin fin nāri wa ‘adzābin dil qabri.

Artinya: "Kami dan kuasa Allah berpagi hari. Segala puji bagi Allah. Tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kuasa dan puji. Dia kuasa atas segala sesuatu. Tuhanku, aku memohon kepada-Mu kebaikan malam ini dan malam sesudahnya. Aku memohon perlindungan-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan keburukan di hari tua. Aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka dan azab kubur."

Doa ini lebih panjang dan mencakup pengakuan keesaan Allah, permohonan kebaikan untuk hari dan masa depan, serta perlindungan dari berbagai keburukan, kemalasan, dan azab.

Doa Pagi Lainnya: Berpegang pada Fitrah Islam

Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menyebutkan bahwa pada pagi hari Rasulullah SAW biasa membaca:

Teks Arab: أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ، وَكَلِمَةِ الإِخْلاَصِ، وَدِينِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمِلَّةِ أَبِينَا إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا، وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Latin: Ashbahna ‘ala fithratil Islam, wa kalimatil ikhlash, wa diini nabiyyina Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa millati abina Ibrahim, haniifan, wa ma kana minal musyrikin.

Artinya: "Kami memasuki pagi hari di atas fitrah Islam, kalimat ikhlas (tauhid), agama Nabi kami Muhammad SAW, dan agama bapak kami Ibrahim yang lurus, dan bukan termasuk orang-orang musyrik."

Doa ini merupakan penguatan identitas keislaman di setiap pagi hari. Dengan membacanya, seorang muslim meneguhkan komitmennya untuk menjalani hari sesuai dengan tuntunan Islam yang hanif (lurus) dan menjauhkan diri dari segala bentuk kemusyrikan.

Hikmah Berdoa di Pagi Hari Sebelum Memulai Aktivitas

1. Mengakui Ketergantungan Mutlak kepada Allah

Doa pagi seperti “Allāhumma bika ashbahnā...” mengajarkan bahwa setiap hembusan nafas, setiap langkah, dan setiap detik kehidupan berada sepenuhnya dalam genggaman Allah. Dengan mengucapkannya, seorang hamba meletakkan kesadaran ini di awal hari, sehingga seluruh aktivitas yang dilakukan tidak lepas dari pengakuan bahwa Allah adalah sumber segala kehidupan dan kematian.

2. Memohon Perlindungan dari Gangguan Setan

Pagi hari adalah waktu di mana setan berupaya menggoda dan mengganggu manusia. Membaca doa perlindungan seperti “A‘ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min syarri mā khalaq” (tiga kali) dan “Bismillāhil ladzī lā yadhurru...” (tiga kali) akan membentengi diri dari gangguan setan serta berbagai marabahaya sepanjang hari. Rasulullah SAW juga bersabda bahwa orang yang membaca “Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah...” di pagi hari akan senantiasa terjaga dari setan hingga petang.

3. Mendapatkan Keberkahan dalam Rezeki dan Aktivitas

Rasulullah SAW mendoakan umatnya: “Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya” (HR Abu Daud). Waktu pagi adalah waktu paling berkah untuk mencari rezeki. Dengan berdoa, seorang hamba memohon agar seluruh aktivitasnya—bekerja, menuntut ilmu, atau berinteraksi sosial—dilimpahi keberkahan, kemudahan, dan keridhaan Allah.

4. Menumbuhkan Rasa Syukur dan Tawakal

Doa pagi seperti “Allāhumma mā ashbaha bī min ni‘matin fa minka...” adalah bentuk pengakuan bahwa setiap nikmat yang dirasakan di pagi hari—kesehatan, kesempatan, dan kemampuan—bersumber semata dari Allah. Hal ini menumbuhkan rasa syukur yang mendalam sekaligus melatih jiwa untuk bertawakal (berserah diri) kepada Allah dalam setiap urusan.

5. Mendapatkan Pahala dan Pengampunan Dosa

Membaca dzikir pagi tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga mendatangkan pahala yang besar. Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang membaca “Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah...” di pagi hari akan mendapatkan pahala seperti memerdekakan hamba sahaya, dituliskan sepuluh kebaikan, dihapus sepuluh keburukan, dan diangkat sepuluh derajat. Ini adalah karunia Allah yang sangat luas bagi hamba-Nya yang mengawali hari dengan mengingat-Nya.

Pertanyaan Seputar Doa Aktivitas di Pagi Hari

Doa apa yang dibaca Rasulullah SAW di pagi hari?

Rasulullah SAW membaca doa: “Allāhumma bika ashbahnā, wa bika amsainā, wa bika nahyā, wa bika namūtu, wa ilaikan nusyūru” (Ya Allah, dengan-Mu aku berpagi hari, dengan-Mu aku bersore hari, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati, hanya kepada-Mu kami kembali). Selain itu, beliau juga membaca doa perlindungan dari kejahatan ciptaan, kejahatan nafsu, dan setan.

Apakah membaca doa pagi harus dilakukan sebelum Subuh?

Doa pagi dapat dibaca setelah terbit fajar (masuk waktu Subuh) hingga sebelum matahari terbit. Waktu yang paling utama adalah setelah shalat Subuh, sebagaimana kebiasaan Rasulullah SAW yang senantiasa mengisi pagi dengan dzikir dan doa.

Bagaimana bacaan doa pagi untuk memohon ilmu dan rezeki yang berkah?

Rasulullah SAW mengajarkan doa: “Allāhumma innī as’aluka ‘ilman nāfi‘an, wa rizqan ṭayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan” (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima). Doa ini dipanjatkan setiap pagi sebagai permohonan tiga hal pokok dalam kehidupan seorang muslim.

Apakah ada doa pagi untuk perlindungan dari gangguan setan?

Ada beberapa doa perlindungan yang diajarkan, di antaranya: “A‘ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min syarri mā khalaq” (dibaca 3 kali), “Bismillāhil ladzī lā yadhurru ma‘as mihī syai’un...” (dibaca 3 kali), dan “Allāhumma fāthiras samāwāti wal ardhi...” yang memohon perlindungan dari kejahatan nafsu dan setan.

Apa keutamaan membaca dzikir pagi 100 kali?

Membaca “Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alā kulli syai‘in qadīr” sebanyak 100 kali di pagi hari akan memberikan perlindungan dari setan hingga petang, pahala memerdekakan budak, sepuluh kebaikan, penghapusan sepuluh keburukan, dan pengangkatan sepuluh derajat