Kesenjangan Gaji CEO dan Karyawan Meningkat, Segini Pendapatan Elon Musk dan Trump

Maraknya kesenjangan gaji antara CEO dan karyawan di AS membuat gaji fantastis Elon Musk dan Donald Trump dikecam.

Diterbitkan 17 Agustus 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Elon Musk menerima gaji yang besarnya 2,5 juta kali lipat dari gaji karyawannya di Tesla, menurut sebuah laporan mengenai pertumbuhan kesenjangan gaji petinggi eksekutif perusahaan dan karyawannya. 

Melansir The Guardian, Senin (17/8/2026), kesepakatan gaji Musk senilai US$ 158,3 miliar, atau Rp 2,8 kuadriliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.827) merupakan kasus yang tidak lazim, tetapi  hal itu terjadi di tengah terus melebarnya kesenjangan antara gaji CEO dan karyawan. 

Di luar kasus Musk, rasio gaji CEO dan karyawan di perusahaan teratas S&P 500 pada tahun lalu sebesar 321 banding 1, meningkat dari angka 2024, yakni 285:1. Ditambah dengan gaji Musk, rasio ini berubah menjadi 5.387:1, menurut laporan pemantauan gaji eksekutif yang dirilis pekan ini oleh AFL-CIO, federasi serikat pekerja terbesar di AS.

“Pada tahun 2025, Musk menerima gaji rata-rata karyawan Tesla setiap 4,23 detik, yaitu waktu yang lebih singkat dari yang dibutuhkan untuk membaca kalimat ini,” menurut laporan tersebut.

"Sebagian besar CEO S&P 500 mendapat gaji harian lebih banyak dari gaji tahunan karyawan biasa di AS,” lanjut laporan tersebut.

Rata–rata gaji CEO, tidak termasuk Musk, sebanyak US$ 22,8 juta, atau Rp 406,4 miliar pada 2025, yakni peningkatan dari US$ 18,9 juta, atau Rp 337 miliar pada tahun 2024. Dengan memperhitungkan Tesla, rata-rata ini naik menjadi US$ 340,1 juta, atau Rp 6,06 triliun.

Laporan ini mencatat gaji pekerja di AS telah menyusut ke level terendah sejak perang dunia kedua.

Pendapatan Donald Trump

Laporan yang sama juga mencatat pendapatan Presiden AS, Donald Trump, pada 2025. Pendapatannya tercatat sebesar US$ 2,2 miliar, atau Rp 39,2 triliun, yang sebagian besar didapat dari saham kriptonya. Angka ini melonjak hampir 254% dari tahun 2024. Karyawan biasa di AS harus bekerja 43,154 tahun untuk mendapat penghasilan sebesar milik Trump pada tahun 2025.

“Ini adalah penipuan politik yang belum pernah kita saksikan sepanjang hidup kita, namun ini hanya sebagian dari bukti bahwa para CEO dan pemerintahan Trump telah mencurangi ekonomi kita untuk memperkaya diri mereka dan mengorbankan para pekerja,” ujar Sekretaris Bendahara AFL-CIO, Fred Redmond.

"Rancangan undang-undang anggaran radikal Trump yang dipaksakan oleh Partai Republik melalui Kongres tahun lalu itu melakukan pemotongan drastis pada anggaran layanan kesehatan serta bantuan pangan bagi anak-anak dan keluarga demi memberikan pemotongan pajak besar-besaran bagi perusahaan dan kalangan kaya," ia menambahkan.

 

 

Kesulitan Ekonomi

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6