Liputan6.com, Jakarta - Sholat safar merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi setiap muslim yang hendak melakukan perjalanan. Pertanyaan yang kerap muncul di kalangan awam adalah, sholat safar apakah bisa berjamaah?
Pertanyaan ini penting untuk dijawab mengingat banyak muslim yang melakukan perjalanan secara berkelompok, seperti jamaah haji, rombongan wisata, atau kelompok pengajian yang melakukan perjalanan bersama. Ada pula perjalanan yang dilakukan bersama keluarga.
Ibadah ini juga menjadi bekal spiritual sebelum seseorang melangkahkan kaki meninggalkan rumah, sebagai bentuk permohonan perlindungan dan keselamatan dari Allah SWT. Sholat safar menjadi ikhtiar agar perjalanan yang hendak dilakukan senantiasa dalam perlindungan Allah SWT dan penuh keberkahan.
Advertisement
Merujuk berbagai literatur klasik dan kontemporer, berikut ini adalah ulasan mengenai pelaksanaan sholat safar, apakah bisa dilakukan berjamaah. Simak selengkapnya.
Bolehkah Sholat Safar Berjamaah?
Berdasarkan berbagai sumber fiqih dan pandangan ulama, sholat sunnah safar pada dasarnya dianjurkan untuk dikerjakan secara sendirian (munfarid), bukan secara berjamaah. Ibadah ini termasuk dalam kategori sholat sunnah yang tidak disyariatkan untuk dilaksanakan berjamaah.
Perlu dipahami bahwa terdapat berbagai sholat sunnah yang disyariatkan berjamaah. Di antaranya, sholat Idul Adha, Sholat Idul Fitri, Sholat Gerhana.
Meski begitu, tak ada satupun dalil yang melarang sholat sunnah safar dilakukan secara berjamaah. Terlebih apabila dalam koridor tarbiyah, maka hukumnya bisa jadi mubah, atau boleh dilakukan.
Dalam hadis yang menjadi dasar syariat sholat safar Nabi SAW juga tak disebutkan secara eksplisit anjuran untuk melaksanakan sholat ini secara berjamaah, maupun munfarid. Hanya saja, hadis tersebut menunjukkan Nabi SAW melaksanakannya sendirian.
"Sungguh, Nabi Muhammad SAW tidak tinggal di suatu tempat kecuali meninggalkan tempat tersebut dengan shalat dua rakaat." (HR Al-Hakim). Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW mengerjakan shalat safar secara individu, bukan berjamaah dengan para sahabat.
Dalam hadis lainnya, disebutkan: "Tidak ada bekal yang lebih baik untuk ditinggalkan pada keluarganya saat hendak bepergian kecuali shalat sunnah dua rakaat yang dilakukan di rumahnya." (HR Ath Thabrani). Redaksi "di rumahnya" (في منزله) mengindikasikan bahwa shalat ini dilakukan secara pribadi di rumah, bukan secara berjamaah di masjid.
"Jika engkau keluar dari rumahmu maka lakukanlah shalat dua rakaat yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang berada di luar rumah." (HR Baihaqi). Kata "engkau" (أَنْتَ) dalam hadits ini bersifat individual, menunjukkan pelaksanaan secara personal.
Pandangan Ulama tentang Pelaksanaan Sholat Safar
Imam An-Nawawi dalam kitab Majmu' Syarhil Muhadzdzab menjelaskan bahwa shalat safar hanya disunnahkan bagi orang-orang yang hendak bepergian dan boleh dilakukan di waktu apa pun, baik malam maupun siang hari.
Imam Nawawi tidak menyebutkan adanya tuntunan untuk melaksanakan shalat ini secara berjamaah. Dalam kitab Al-Idhah fi Manasikil Hajj, Imam Nawawi menyatakan jamaah haji dianjurkan melakukan shalat dua raka'at sebelum keluar rumah.
Meskipun redaksi menggunakan kata "jamaah haji", yang dimaksud adalah anjuran bagi setiap individu dalam rombongan haji untuk melaksanakan shalat dua rakaat secara pribadi di rumah masing-masing sebelum berangkat, bukan shalat berjamaah yang dipimpin oleh satu imam.
Sholat yang Dianjurkan Dilakukan Sendirian
Sholat sunnah safar termasuk dalam kategori sholat sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan secara munfarid (sendirian). Selain sholat safar, beberapa sholat sunnah lain yang juga dianjurkan untuk dikerjakan sendirian di antaranya, Sholat Dhuha, Sholat Tahajud, Sholat Qabliyah dan Ba'diyah (Rawatib), sholat hajat, dan lainnya.
Hal ini berbeda dengan sholat sunnah yang justru dianjurkan secara berjamaah, seperti sholat Idul Fitri, Idul Adha, Istisqa, dan sholat Gerhana.
Tata Cara Sholat Sunnah Safar
Meskipun dianjurkan dikerjakan sendirian, tata cara sholat sunnah safar tetap mengikuti ketentuan sholat pada umumnya:
1. Persiapan
Berwudhu (bersuci)
Menutup aurat
Menghadap kiblat
2. Niat
Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ السَّفَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushallî sunnatas safari rak'ataini lillâhi ta'âlâ
Artinya: "Saya niat shalat sunnah perjalanan dua rakaat karena Allah Ta'âlâ."
3. Pelaksanaan
Jumlah rakaat: dua rakaat
Rakaat pertama: setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surat Al-Kafirun
Rakaat kedua: setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surat Al-Ikhlas
Alternatif lain: rakaat pertama membaca Surat Al-Falaq, rakaat kedua membaca Surat An-Nas
Rukun shalat lainnya: rukuk, i'tidal, sujud, tasyahud, dan salam
4. Setelah Shalat
Dianjurkan membaca Ayat Kursi dan Surat Quraisy
5. Membaca doa safar
Waktu Pelaksanaan Sholat Sunnah Safar dan Waktu yang Dilarang
Waktu pelaksanaan shalat sunnah safar sangat fleksibel. Tidak ada ketentuan waktu khusus untuk mengerjakannya. Shalat ini boleh dilakukan:
· Kapan saja, baik pagi, siang, sore, maupun malam hari
· Selama masih dalam rentang waktu sebelum meninggalkan rumah
· Sebelum menaiki kendaraan untuk berangkat
Imam An-Nawawi dalam Majmu' Syarhil Muhadzdzab menegaskan bahwa shalat safar hanya disunnahkan bagi orang-orang yang hendak bepergian dan boleh dilakukan di waktu apa pun.
Waktu yang Tidak Dianjurkan Sholat Sunnah Safar
Meskipun sholat sunnah safar dapat dilakukan kapan saja, terdapat beberapa waktu yang secara umum makruh untuk melaksanakan sholat sunnah (termasuk sholat safar), yaitu:
· Setelah shalat Subuh hingga terbit matahari (sekitar 15-20 menit setelah matahari terbit)
· Ketika matahari tepat di atas kepala (saat istiwa') hingga tergelincir
· Setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam
Namun demikian, sholat sunnah safar termasuk shalat yang memiliki sebab (shalat yang dikerjakan karena ada sebab tertentu). Menurut sebagian ulama, shalat yang memiliki sebab boleh dikerjakan pada waktu-waktu terlarang tersebut. Wallahu a'lam.
Keutamaan Sholat Sunnah Safar
Sholat sunnah safar memiliki sejumlah keutamaan yang menjadikannya amalan yang sangat dianjurkan:
1. Perlindungan dari Keburukan
Rasulullah SAW bersabda bahwa dua rakaat shalat safar akan menghalangi seseorang dari kejelekan yang berada di luar rumah.
2. Bekal Terbaik bagi Keluarga yang Ditinggal
Tidak ada bekal yang lebih baik untuk ditinggalkan bagi keluarga saat bepergian selain shalat sunnah dua rakaat.
3. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW
Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan shalat dua rakaat ketika hendak meninggalkan suatu tempat.
4. Wujud Tawakal dan Permohonan Perlindungan
Shalat ini dilakukan sebagai wujud permohonan hamba kepada Allah agar diberikan hidayah, pertolongan, dan keselamatan selama perjalanan.
5. Mengubah Perjalanan Menjadi Ibadah
Dengan shalat safar, perjalanan yang bersifat mubah (boleh) dapat bernilai ibadah di sisi Allah.
Pertanyaan Seputar Sholat Safar
1. Apakah sholat sunnah safar bisa dikerjakan berjamaah?
Sholat sunnah safar pada dasarnya dianjurkan untuk dikerjakan sendirian (munfarid) dan tidak disyariatkan secara berjamaah. Meskipun demikian, jika ada sekelompok orang yang ingin mengerjakannya bersama-sama secara sukarela, hukumnya tidak haram, namun hal tersebut bukanlah tuntunan yang utama.
2. Berapa rakaat sholat sunnah safar?
Sholat sunnah safar dikerjakan sebanyak dua rakaat, seperti sholat sunnah pada umumnya.
3. Surat apa yang dibaca dalam sholat sunnah safar?
Pada rakaat pertama dianjurkan membaca Surat Al-Kafirun setelah Al-Fatihah, dan pada rakaat kedua membaca Surat Al-Ikhlas. Alternatif lain: Surat Al-Falaq di rakaat pertama dan Surat An-Nas di rakaat kedua.
4. Kapan waktu terbaik mengerjakan sholat sunnah safar?
Waktu pelaksanaannya sangat fleksibel—bisa pagi, siang, sore, atau malam hari—selama dilakukan sebelum meninggalkan rumah atau menaiki kendaraan untuk berangkat.
5. Apakah sholat sunnah safar juga dilakukan saat kembali dari perjalanan?
Ya. Rasulullah SAW juga menganjurkan shalat dua rakaat ketika kembali dari safar, sebagaimana diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah dan Ka'ab bin Malik. Shalat ini dilakukan di masjid sebelum pulang ke rumah sebagai bentuk syukur atas keselamatan dalam perjalanan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3430878/original/058976400_1618561327-20210416-Itikaf-Masjid-Kubah-Emas-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8901298/original/009057900_1782944367-Belgium_s_Youri_Tielemans__left__celebrates_with_Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8899597/original/014754500_1782943656-Belgian_players_celebrate_youre_tieleman_s_goal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8924249/original/021818000_1782956530-1001420330.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8921337/original/094985200_1782954710-79038.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5102744/original/034549900_1737446919-1737445609592_tata-cara-sholat-tahajud-2-rakaat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8918208/original/064873700_1782952771-IMG-20260701-WA0052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8909576/original/034869900_1782948658-IMG-20260701-WA0342_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8905666/original/048542800_1782946630-1001419170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8824984/original/027492000_1782913841-8fa5dade-42c1-4460-bc88-4a851eaf083d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8827739/original/017007500_1782915087-1001419227.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8827740/original/038863500_1782915087-1001419226.jpg)