Liputan6.com, Jakarta - Bulan Safar, sering kali berbalut mitos dan anggapan negatif di sebagian masyarakat. Padahal, menilik sejarah, banyak peristiwa besar di zaman Nabi SAW yang justru terjadi pada bulan kedua dalam kalender Hijriah ini. Untuk itu, umat Islam perlu mengetahui kisah-kisah Rasulullah SAW yang berkaitan dengan Safar.
Dari berbagai Sirah Nabawiyah dan literatur sejarah, bulan ini menjadi saksi bisu berbagai peristiwa monumental dalam kehidupan Rasulullah SAW dan perjalanan dakwah Islam. Fakta-fakta sejarah ini dengan tegas membantah anggapan bahwa Safar adalah bulan sial atau pembawa malapetaka.
Peristiwa-peristiwa ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan Islam awal. Beberapa kisah lainnya menjadi rujukan hukum syariat, yang menjadi pedoman umat Islam hingga saat ini. Di antaranya adalah pernikahan Rasulullah SAW di bulan Safar yang menepis mitos jahiliyah yang mengidentikkan Safar sebagai bulan sial.
Advertisement
Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah berbagai kisah Rasulullah yang terkait dengan Safar.
1. Pernikahan Rasulullah dengan Sayyidah Khadijah binti Khuwailid
Salah satu peristiwa terpenting dalam kehidupan Rasulullah SAW sebelum masa kenabian adalah pernikahan beliau dengan Khadijah binti Khuwailid. Menurut riwayat dari Ibnu Ishaq, pernikahan agung ini terjadi pada bulan Safar, saat Rasulullah berusia genap 25 tahun (menurut riwayat lain 26 tahun), sementara Khadijah berusia 40 tahun.
Habib Abu Bakar al-Adni dalam karyanya Mandzumah Syarh al-Atsar fi ma Warada an Syahri Safar menyebutkan pernikahan Nabi SAW dengan Sayyidah Khadijah al-Kubra di hari-hari bulan Safar, dan pernikahan itu berlangsung sebelum datang wahyu dari Allah (sebelum masa kenabian).
Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa Rasulullah sendiri memilih bulan Safar sebagai momen sakral pernikahan dengan wanita mulia yang kelak menjadi ibu dari putri-putri beliau dan pendukung utama dakwah Islam di masa-masa awal.
Ibnu Hisyam dalam Sirah Nabawiyah mencatat bahwa pernikahan ini berlangsung setelah Khadijah mendengar tentang kejujuran dan amanah Muhammad SAW dalam berdagang, lalu ia mengutusnya untuk berdagang ke Syam bersama budaknya Maysarah. Keberhasilan dan berkah yang menyertai perjalanan dagang itu menjadi sebab terjadinya pernikahan mulia ini.
2. Pernikahan Sayyidah Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib
Bulan Safar juga menjadi saksi pernikahan putri kesayangan Rasulullah, Sayyidah Fatimah az-Zahra, dengan sepupu beliau, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhuma.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW tidak hanya sekali, tetapi berkali-kali memilih bulan Safar untuk momen-momen bahagia dan sakral dalam keluarganya.
3. Hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah
Salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam, hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah, juga terjadi pada bulan Safar.
Para sejarawan sirah mencatat bahwa pada malam 27 Safar tahun ke-14 kenabian (bertepatan dengan 12 atau 13 September 622 M), Rasulullah SAW keluar dari rumahnya menuju rumah Abu Bakar ash-Shiddiq. Kemudian mereka berdua keluar dari Makkah menuju Gua Tsaur dan bersembunyi di sana selama tiga malam.
Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa an-Nihayah dan Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri dalam ar-Rahiq al-Makhtum menjelaskan bahwa Rasulullah tiba di Madinah pada bulan Rabiul Awal, namun perjalanan hijrah itu sendiri dimulai pada bulan Safar.
Fakta ini sangat penting karena hijrah adalah tonggak sejarah yang menjadi awal penanggalan kalender Hijriah itu sendiri. Jika bulan Safar dianggap sial, mustahil Rasulullah SAW memilihnya sebagai awal perjalanan hijrah yang penuh berkah.
4. Perang Al-Abwa (Waddan), Perang Pertama dalam Islam
Pada bulan Safar tahun kedua Hijriah, terjadi Perang Al-Abwa yang juga dikenal dengan nama Perang Waddan. Ini adalah ghazwah (peperangan yang langsung dipimpin oleh Rasulullah SAW) pertama dalam sejarah Islam.
Rasulullah keluar bersama pasukannya yang berjumlah sekitar 200 orang, sebagian berkuda dan sebagian berjalan kaki, menuju daerah Al-Abwa—sebuah tempat yang dekat dengan Waddan dan juga merupakan tempat wafatnya ibu beliau, Sayyidah Aminah.
Dalam peperangan ini, Rasulullah mengadakan perjanjian dengan Bani Dhamrah yang dipimpin oleh Makhsyi bin Amr adh-Dhamari, untuk tidak saling berperang dan tidak saling membantu melawan pihak lain. Perjanjian ini berlangsung selama 15 malam.
Meskipun dalam peperangan ini tidak terjadi pertempuran sengit, karena kafilah Quraisy berhasil lolos, namun Perang Al-Abwa memiliki makna strategis yang sangat besar: ini adalah kali pertama izin berperang secara fisik diberikan kepada umat Islam setelah sekian lama hanya berdakwah secara damai di Makkah.
5. Perang Dzu’Amr dan Berdiamnya Rasulullah di Najid
Setelah kembali dari Perang Sawiq, Rasulullah tinggal sementara di Madinah pada bulan Dzulhijjah dan Muharram. Kemudian, pada bulan Safar, beliau bersama 450 orang sahabat menyambangi wilayah Najid untuk memerangi Kabilah Ghathafan. Peperangan ini dikenal sebagai Perang Dzu’Amr.
Yang menarik, Rasulullah berdiam di wilayah Najid selama satu bulan Safar penuh. Ini menunjukkan bahwa bulan Safar bukanlah bulan yang dihindari atau ditakuti oleh beliau, melainkan justru digunakan untuk misi-misi dakwah dan pertahanan umat.
6. Penaklukan Khaibar
Peristiwa besar berikutnya adalah Penaklukan Khaibar yang terjadi pada bulan Safar tahun ke-7 Hijriah.
Khaibar adalah wilayah pertanian subur yang terletak sekitar 165 km sebelah utara Madinah, dihuni oleh gabungan orang-orang Arab dan Yahudi. Peperangan ini dilatarbelakangi oleh pengkhianatan orang-orang Yahudi Bani an-Nadhir yang telah diusir dari Madinah, serta upaya mereka menghimpun pasukan untuk memerangi kaum Muslimin.
Perang Khaibar berlangsung dalam dua tahap:
· Awal peperangan terjadi pada pertengahan bulan Muharram
· Kemenangan diraih pada bulan Safar
Rasulullah SAW berangkat menuju Khaibar dengan pasukan berjumlah 1.400 orang disertai 200 pasukan berkuda, dan berhasil menaklukkan benteng-benteng terkenal Khaibar: Naim, Qumush, Syiq, dan Nithah.
Peristiwa ini terekam dalam Al-Qur'an surat al-Fath ayat 20 sebagai janji Allah kepada kaum Muslimin yang ikut dalam Perjanjian Hudaibiyah bahwa mereka akan mendapatkan harta rampasan yang banyak.
Ibnu Ishaq berpendapat bahwa Perang Khaibar terjadi pada tahun ke-7 Hijriah, sementara al-Waqidi menyebutkan perang itu terjadi pada Safar atau Rabiul Awal tahun ke-7 Hijriah.
7. Ekspedisi Qutbah bin Amir ke Khas’am
Pada bulan Safar tahun ke-9 Hijriah, Rasulullah mengutus Qutbah bin Amir bin Hadidah—seorang sahabat dari kalangan Ansar—menuju daerah yang dihuni oleh Suku Khas’am, dekat dengan wilayah Bisah dekat Turabah.
Qutbah berangkat bersama 20 orang tentara dengan bekal sepuluh ekor unta. Mereka berhasil menawan penduduk setempat, menggiring ternak dan harta rampasan, serta membawanya ke Madinah.
8. Pengiriman Pasukan Usamah bin Zaid
Pada akhir bulan Safar tahun ke-11 Hijriah, beberapa hari sebelum Rasulullah wafat, beliau memerintahkan pasukan umat Islam untuk bersiap menyerang Romawi dan menunjuk Usamah bin Zaid sebagai komandan perang.
Pengiriman pasukan ini menunjukkan keteguhan Rasulullah dalam mempersiapkan masa depan umat Islam, bahkan di penghujung hayat beliau sekalipun.
9. Sakit Keras Rasulullah SAW
Pada akhir bulan Safar tahun ke-11 Hijriah, setelah kembali dari Haji Wada' (haji terakhir), Rasulullah SAW mulai merasakan sakit keras.
Beliau mulai merasakan sakit berat sewaktu berada di rumah istrinya, Sayyidah Maimunah. Beliau kemudian memanggil semua istri-istrinya untuk meminta izin agar tinggal di rumah Sayyidah Aisyah RA.
Rasulullah SAW wafat pada 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah, namun sakit yang mendahului wafatnya beliau mulai dirasakan pada bulan Safar.
10. Peristiwa Penting Lainnya
Beberapa peristiwa penting lain yang terjadi di bulan Safar:
· Tragedi Ar-Raji' (Bi'r Ma'unah) pada tahun ke-4 Hijriah, di mana 70 sahabat penghafal Al-Qur'an gugur syahid
· Kedatangan utusan Bani Udzra menghadap Rasulullah ﷺ pada bulan Safar tahun ke-9 Hijriah untuk menyatakan masuk Islam
· Masuk Islamnya Amr bin Ash pada bulan Safar
Hikmah Mengetahui Kisah Rasulullah di Bulan Safar
Dari rangkaian kisah agung di atas, terdapat banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik:
1. Membantah Anggapan Sial
Seluruh peristiwa monumental di atas—pernikahan, hijrah, kemenangan perang, hingga persiapan pasukan di akhir hayat—terjadi di bulan Safar. Ini menjadi bantahan paling tegas terhadap anggapan bahwa Safar adalah bulan sial atau pembawa malapetaka. Rasulullah sendiri menunjukkan bahwa bulan ini sama seperti bulan-bulan lainnya, bahkan dipilih untuk momen-momen terpenting dalam hidup dan dakwah beliau.
2. Kesempurnaan Tawakal kepada Allah
Rasulullah tidak pernah menggantungkan nasib atau keberhasilan pada waktu tertentu. Beliau bertawakal sepenuhnya kepada Allah dalam setiap langkah, baik di bulan Safar maupun bulan lainnya. Ini mengajarkan umat Islam untuk tidak terikat pada takhayul dan hanya bersandar kepada Allah.
3. Ibadah dan Aktivitas Tetap Berjalan
Kisah-kisah ini menunjukkan bahwa Rasulullah tetap melaksanakan aktivitas dakwah, perang, pernikahan, dan perjalanan hijrah di bulan Safar tanpa rasa takut atau ragu. Tidak ada larangan syariat untuk melaksanakan akad nikah, memulai usaha, atau bepergian di bulan ini.
4. Momentum Perjuangan dan Pengorbanan
Banyak peristiwa di bulan Safar yang sarat dengan perjuangan dan pengorbanan—mulai dari hijrah yang penuh risiko, peperangan melawan musuh, hingga sakit yang mendahului wafatnya Rasulullah. Ini mengajarkan bahwa setiap waktu adalah kesempatan untuk berjuang di jalan Allah.
5. Menguatkan Iman dan Keyakinan
Mengetahui bahwa Rasulullah sendiri menjalani momen-momen terpenting dalam hidupnya di bulan Safar, seharusnya menguatkan iman umat Islam dan membersihkan hati dari segala bentuk takhayul dan keyakinan yang tidak berdasar.
Pertanyaan Seputar Peristiwa di bulan Safar
Apakah Rasulullah SAW menikah dengan Khadijah di bulan Safar?
Ya, menurut riwayat Ibnu Ishaq dan Habib Abu Bakar al-Adni, Rasulullah ï·º menikahi Sayyidah Khadijah binti Khuwailid pada bulan Safar, sebelum masa kenabian, saat beliau berusia sekitar 25 tahun.
Apakah hijrah Rasulullah SAW terjadi di bulan Safar?
Ya, hijrah Rasulullah ï·º dari Makkah ke Madinah dimulai pada akhir bulan Safar tahun ke-14 kenabian. Beliau berangkat pada malam 27 Safar dan tiba di Madinah pada bulan Rabiul Awal.
Perang apa yang terjadi di bulan Safar?
Beberapa peperangan yang terjadi di bulan Safar antara lain: Perang Al-Abwa (ghazwah pertama dalam Islam, tahun 2 H), Perang Dzu'Amr, Perang Khaibar (kemenangan diraih pada Safar tahun 7 H), dan ekspedisi Qutbah bin Amir ke Khas'am (tahun 9 H).
Apakah Rasulullah SAW sakit di bulan Safar?
Pada akhir bulan Safar tahun ke-11 Hijriah, setelah kembali dari Haji Wada', Rasulullah ï·º mulai merasakan sakit keras yang mendahului wafatnya pada 12 Rabiul Awal.
Mengapa Rasulullah SAW memilih bulan Safar untuk peristiwa penting?
Rasulullah tidak mengkhususkan atau menghindari bulan tertentu untuk aktivitasnya. Beliau menjalani kehidupan dan dakwahnya sesuai dengan petunjuk Allah, tanpa terpengaruh oleh takhayul Jahiliah yang menganggap Safar sebagai bulan sial. Ini mengajarkan umat Islam untuk bertawakal kepada Allah dalam setiap waktu.
Â
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782154/original/031089800_1782878025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-01T104708.110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4783488/original/041264600_1711352368-Ilustrasi_bulan_purnama__masjid__Islami.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8797193/original/049229000_1782901634-1001418254.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8755177/original/067818700_1782826517-Kebakaran_TPA.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8787462/original/000386400_1782897004-1001417971.jpg)