Liputan6.com, Jakarta - Bacaan surat sholat safar menjadi salah satu bahasan penting bagi umat Islam sebelum memulai perjalanan jauh. Hal ini bertujuan agar pelaksanaannya sesuai tuntunan sunnah, sebagaimana teladan Rasulullah SAW.
Sholat sunnah safar sendiri merupakan ibadah yang dianjurkan sebelum berangkat sebagai bentuk tawakal dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT. Kesunahannya didasarkan pada hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Apabila engkau keluar dari rumahmu, maka shalatlah dua rakaat..." (HR. Al-Bazzar), yang dinilai hasan oleh sejumlah ulama.
Amalan ini juga diperkuat oleh berbagai riwayat yang menunjukkan perhatian Rasulullah SAW terhadap adab sebelum melakukan safar. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyebutkan bahwa dianjurkan bagi seseorang melaksanakan shalat dua rakaat sebelum bepergian sebagai bekal spiritual sekaligus bentuk memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Advertisement
Meski tidak ada ketentuan khusus mengenai bacaan surat setelah Al-Fatihah, namun, sebagian riwayat menyebutkan keutamaan membaca Surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua karena kandungannya yang menegaskan tauhid dan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT.
Berikut ini adalah bacaan surat sholat safar teks Arab, Latin dan artinya, lengkap panduan pelaksanaan dan hikmah pembacaan kedua surat tersebut.
Bacaan Surat Shalat Safar
Berdasarkan panduan dari literatur fikih klasik dan kontemporer, ulama sepakat menganjurkan pembacaan Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
1. Rakaat Pertama: Surah Al-Kafirun
Setelah membaca Surah Al-Fatihah, disunnahkan membaca Surah Al-Kafirun:
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (3) وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6)
Qul yā ayyuhal-kāfirūn. Lā a'budu mā ta'budūn. Wa lā antum 'ābidūna mā a'bud. Wa lā ana 'ābidum mā 'abadtum. Wa lā antum 'ābidūna mā a'bud. Lakum dīnukum wa liya dīn.
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), 'Wahai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.'"
2. Rakaat Kedua: Surah Al-Ikhlas
Pada rakaat kedua, setelah membaca Surah Al-Fatihah, disunnahkan membaca Surah Al-Ikhlas:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)
Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yūlad. Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), 'Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.'"
Mengapa Membaca Al-Kafirun dan Al-Ikhlas? Penjelasan dan Dalil Ulama
Dianjurkannya membaca Surah Al-Kafirun dan Al-Ikhlas memiliki landasan teologis yang kuat. Kedua surah ini sering dijuluki oleh para ulama sebagai Al-Ikhlasain (Dua Surah Pemurnian).
Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, serta penjelasan tafsir Ibnu Katsir, disebutkan bahwa pembacaan kedua surah ini pada shalat-shalat sunnah yang berkaitan dengan perlindungan (seperti shalat safar, shalat tawaf, dan shalat fajar) bertujuan untuk memurnikan tauhid dan melepaskan diri dari segala bentuk kesyirikan.
• Surah Al-Kafirun merupakan manifestasi dari Tauhid Uluhiyah (pemurnian ibadah hanya kepada Allah) dan penolakan tegas terhadap kemusyrikan.
• Surah Al-Ikhlas adalah perwujudan dari Tauhid Asma wa Sifat, yang menegaskan keesaan Allah SWT sebagai satu-satunya tempat bergantung (As-Shamad).
Kesesuaian ini sejalan dengan prinsip safar dalam Islam. Safar yang baik haruslah bersih dari niat maksiat atau hal yang diharamkan. Membaca kedua surah ini memastikan bahwa langkah awal musafir murni karena Allah SWT.
Hikmah di Balik Pembacaan Kedua Surah Ini
1. Pemurnian Niat (Ikhlas): Membaca Surah Al-Ikhlas menata kembali hati musafir agar tujuan perjalanannya—baik mencari nafkah, menuntut ilmu, maupun berdakwah—semata-mata untuk meraih rida Allah SWT.
2. Peneguhan Sikap Anti-Maksiat: Safar yang dihalalkan adalah safar yang tidak bertujuan untuk kemungkaran. Surah Al-Kafirun menegaskan komitmen musafir untuk menjaga batas-batas agama dan tidak terpengaruh oleh lingkungan buruk di daerah tujuan. PDF
3. Manifestasi Tawakal Penuh: Dengan meyakini makna Allāhuṣ-ṣamad (Allah tempat bergantung), musafir menyerahkan keselamatan dirinya serta keluarga yang ditinggalkan hanya kepada penjagaan Allah.
4. Ketenangan Batin yang Kokoh: Menyadari bahwa tidak ada yang setara dengan kekuasaan Allah (ayat terakhir Al-Ikhlas) memberikan rasa aman dan menghapus ketakutan terhadap musibah di perjalanan.
5. Konsistensi Menghidupkan Sunnah: Merutinkan bacaan ini merupakan bentuk kecintaan dalam mengikuti jejak langkah Rasulullah SAW, yang senantiasa mengawali urusan-urusan besar dengan penegasan tauhid.
Tata Cara Lengkap Shalat Sunnah Safar
Pelaksanaan shalat sunnah safar pada dasarnya sama dengan rukun shalat sunnah dua rakaat lainnya. Ibadah ini sangat dianjurkan untuk dikerjakan di rumah sebelum melangkahkan kaki memulai perjalanan, serta di masjid terdekat sesaat setelah tiba kembali dari perjalanan.
Berikut adalah panduan tata cara pelaksanaannya secara berurutan:
1. Membaca Niat
Memantapkan niat di dalam hati untuk melaksanakan shalat sunnah safar. Apabila ingin dilafalkan, bacaannya adalah:
Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ السَّفَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushallī sunnatas safari rak'ataini lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat mengerjakan shalat sunnah safar dua rakaat karena Allah Ta'ala."
2. Takbiratul Ihram
Mengawali shalat dengan mengangkat kedua tangan seraya mengucapkan Allahu Akbar, dengan pandangan mata fokus ke tempat sujud.
3. Rakaat Pertama
• Membaca doa Iftitah (dihukumi sunnah).
• Membaca Surah Al-Fatihah.
• Sangat dianjurkan untuk membaca Surah Al-Kafirun setelah Surah Al-Fatihah, sebagai penegasan tauhid dan perlindungan diri dari segala bentuk kesyirikan atau kemaksiatan di perjalanan.
• 4. Rakaat Kedua
• Bangkit untuk rakaat kedua dan membaca Surah Al-Fatihah.
• Sangat dianjurkan untuk membaca Surah Al-Ikhlas setelah Surah Al-Fatihah, sebagai wujud penyerahan diri secara total kepada keesaan Allah SWT.
5. Tasyahud Akhir dan Salam
Duduk pada tasyahud akhir, membaca tahiyat dan selawat atas Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, kemudian mengakhiri shalat dengan mengucapkan salam seraya menoleh ke kanan dan ke kiri.
6. Berdzikir dan Berdoa (Pasca-Shalat)
Setelah ibadah shalat selesai, seorang musafir amat dianjurkan untuk tidak langsung berdiri, melainkan melengkapinya dengan rangkaian doa:
• Membaca Ayat Kursi sebagai permohonan perlindungan dan penjagaan mutlak dari Allah SWT.
• Membaca Doa Safar untuk memohon kebaikan, ketakwaan, kemudahan dalam menempuh jarak perjalanan, perlindungan dari pemandangan yang menyedihkan, serta menitipkan keselamatan keluarga dan harta benda yang ditinggalkan kepada penjagaan Allah SWT.
Pertanyaan Seputar Sholat Safar
1. Apakah wajib membaca Surah Al-Kafirun dan Al-Ikhlas saat shalat safar?
Tidak wajib. Hukum membacanya adalah sunnah. Jika seseorang membaca surah lain di dalam Al-Qur'an, shalat safarnya tetap sah. Namun, membaca kedua surah ini sangat diutamakan karena meneladani anjuran ulama dan sunnah.
2. Bagaimana jika saya belum hafal Surah Al-Kafirun?
Jika belum hafal, Anda diperbolehkan membaca surah-surah pendek lainnya yang sudah dihafal, seperti Surah Al-'Asr, Al-Falaq, atau An-Nas.
3. Mengapa kedua surah ini sering digabungkan dalam shalat sunnah?
Kedua surah ini melambangkan kesempurnaan tauhid. Al-Kafirun membersihkan diri dari kemusyrikan, sementara Al-Ikhlas menetapkan sifat-sifat kesempurnaan dan keesaan bagi Allah SWT. Keduanya sering dipasangkan dalam shalat sunnah rawatib, shalat tawaf, dan shalat safar.
4. Apakah bacaan ini dibaca secara sirr (pelan) atau jahr (keras)?
Karena shalat sunnah safar umumnya dilakukan secara munfarid (sendirian) dan dilakukan di siang atau malam hari tanpa berjamaah, bacaannya disunnahkan dibaca secara sirr (pelan/lirih).
5. Selain membaca surat tersebut, apakah ada doa khusus setelahnya?
Ya. Sangat dianjurkan untuk membaca Ayat Kursi setelah salam, dilanjutkan dengan doa khusus safar untuk memohon perlindungan dari keburukan pemandangan dan kelelahan perjalanan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111045/original/054516000_1783054306-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-03T114409.776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5145757/original/060582900_1740732778-muslim-praying-sujud-posture_53876-25222.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9105249/original/065305000_1783042685-por7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111027/original/077801500_1783052609-AP26183730218725.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111051/original/091108400_1783054834-063_2284419230.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9113889/original/020203200_1783065087-IMG_8748.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9112929/original/067656800_1783064595-90450.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111206/original/012687500_1783063467-1001423811.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111156/original/099604200_1783061349-IMG-20260702-WA0058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111138/original/080453900_1783060744-1001423897.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111133/original/093708800_1783060325-IMG_20260703_115217.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111092/original/048116000_1783057938-e70b72c0-4b61-4cde-942d-696063fed456.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8987637/original/034103100_1782988884-1000574151.jpg)