Banjir Peminat, NUP Rusunami Murah Manggarai Segera Dibuka

NUP Rusunami Murah Manggarai siap dibuka. Menteri PKP dan KAI pastikan proyek ini bawa dampak ekonomi bagi warga.

Diterbitkan 18 Agustus 2026, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait memastikan proyek pembangunan Rumah Susun Milik (Rusunami) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Manggarai akan memberi dampak positif bagi perekonomian lokal. Proyek ini diyakini mampu menyerap tenaga kerja sekaligus menghidupkan sektor usaha pendukung di sekitarnya.

"Ini membuka lapangan pekerjaan. Pasti pertumbuhan ekonomi juga bagus. Ada tukang-tukang yang bekerja, ada warung-warung makan yang juga terlibat, ada juga toko-toko bangunan," kata Maruarar saat mengecek persiapan groundbreaking pembangunan rusun di Manggarai, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Maruarar menjelaskan, pemerintah bertindak sebagai regulator yang merumuskan aturan dan kebijakan. Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengeksekusi pembangunan melalui anak usahanya, KAI Property. Sinergi ini digalang untuk mempercepat penyediaan hunian terjangkau bagi MBR.

"Fungsi kami di sini adalah sebagai regulator, membuat aturan kebijakan. Fungsi kereta api di sini berarti adalah membangun," ujarnya.

Target Rampung 18 Bulan

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa peletakan batu pertama (groundbreaking) Rusunami Manggarai dijadwalkan berlangsung pada Jumat (21/8/2026) pukul 09.00 WIB. KAI akan langsung menggenjot pekerjaan konstruksi usai seremoni tersebut.

"Groundbreaking tanggal 21, insyaAllah. Hari Jumat, jam 9," kata Bobby.

Bobby menargetkan proyek Rusunami Manggarai rampung dalam waktu 18 bulan. Seiring tingginya antusiasme masyarakat, KAI juga akan merilis Nomor Urut Pemesanan (NUP) secara resmi tepat setelah groundbreaking.

"Setelah nanti groundbreaking kami akan buka yang namanya NUP. Kalau dari surat minat sudah banyak sebenarnya. Tapi nanti secara ofisial kita akan meluncurkan NUP-nya," tutur Bobby.

Menurut Bobby, proyek ini mengoptimalkan pemanfaatan lahan negara yang sebelumnya belum tergarap maksimal. Kehadiran rusunami ini diharapkan tak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga menjadi aset masa depan bagi masyarakat.

"Programnya Pak Menteri adalah kepemilikan rumah. Supaya rakyat Indonesia ini punya rumah, tenang, mereka punya aset, sehingga masa depan lebih," ungkapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6